F O K U S

Nabi Daud Tentang Siapakah Kristus

Ia Adalah Seorang Nabi Dan Ia Telah   Melihat Ke Depan Dan Telah Berbicara Tentang Kebangkitan Mesias Oleh: Blogger Martin Simamora ...

0 Pergamus : Gereja Yang Berdiam Di Takhta Iblis (3)


 
GEREJA KRISTEN INJILI NUSANTARA (GKIN)
”R E V I V A L”
Kebaktian Minggu : Jam 09.00 di Hotel Sylvia Lt.4; Pemahaman Alkitab : Rabu, Jam 17.00 di Hotel Dewata

Serial Khotbah 7 Jemaat (Part 3c)

PERGAMUS : GEREJA YANG BERDIAM DI TAKHTA IBLIS

By. Pdt. Esra Alfred Soru, STh, MPdK


Wah 2:12-17 – (12) "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Pergamus: Inilah firman Dia, yang memakai pedang yang tajam dan bermata dua: (13) Aku tahu di mana engkau diam, yaitu di sana, di tempat takhta Iblis; dan engkau berpegang kepada nama-Ku, dan engkau tidak menyangkal imanmu kepada-Ku, juga tidak pada zaman Antipas, saksi-Ku, yang setia kepada-Ku, yang dibunuh di hadapan kamu, di mana Iblis diam. (14) Tetapi Aku mempunyai beberapa keberatan terhadap engkau: di antaramu ada beberapa orang yang menganut ajaran Bileam, yang memberi nasihat kepada Balak untuk menyesatkan orang Israel, supaya mereka makan persembahan berhala dan berbuat zinah. (15) Demikian juga ada padamu orang-orang yang berpegang kepada ajaran pengikut Nikolaus. (16) Sebab itu bertobatlah! Jika tidak demikian, Aku akan segera datang kepadamu dan Aku akan memerangi mereka dengan pedang yang di mulut-Ku ini. (17) Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, kepadanya akan Kuberikan dari manna yang tersembunyi; dan Aku akan mengaruniakan kepadanya batu putih, yang di atasnya tertulis nama baru, yang tidak diketahui oleh siapa pun, selain oleh yang menerimanya."

P
ada bagian pertama pembahasan tentang jemaat Pergamus ini kita sudah mempelajari kota dan jemaat Pergamus serta pujian Tuhan kepada mereka. Pada bagian kedua kita juga sudah mempelajari tentang teguran / kritik Tuhan kepada jemaat ini karena adanya ajaran Bileam dan ajaran Pengikut Nikolaus yang dipegang oleh sejumlah orang di dalam jemaat Pergamus. Pada bagian ketiga ini kita akan membahas beberapa hal lagi yang adalah sambungan dari 2 bagian sebelumnya :

Bacalah terlebih dahulu dua bagian sebelumnya:


IV.  NASIHAT  & ANCAMAN BAGI JEMAAT PERGAMUS.

Setelah memberikan kritik / teguran kepada jemaat Pergamus, Tuhan lalu memberikan nasihat dan ancaman.

Wah 2:16 - Sebab itu bertobatlah! Jika tidak demikian, Aku akan segera datang kepadamu dan Aku akan memerangi mereka dengan pedang yang di mulut-Ku ini.

Nasihatnya adalah : “bertobatlah!” dan ancamannya adalah : “Aku akan memerangi… dengan pedang yang di mulut-Ku ini”.

Sebelumnya sudah saya jelaskan bahwa tidak semua jemaat Pergamus berpegang pada ajaran Bileam dan ajaran pengikut Nikolaus. Hanya sebagian saja.

Wah 2:14-15 - (14) Tetapi Aku mempunyai beberapa keberatan terhadap engkau: di antaramu ada beberapa orang yang menganut ajaran Bileam,… (15) Demikian juga ada padamu orang-orang yang berpegang kepada ajaran pengikut Nikolaus.

Berarti di dalam jemaat Pergamus ada 2 kelompok. Yang lain tetap berpegang pada ajaran yang benar dan yang lain lagi berpegang pada 2 ajaran sesat. Jikalau demikian, nasihat dan ancaman di dalam ayat 16 itu ditujukan pada kelompok yang mana? Mari perhatikan kembali ayat ini :

Wah 2:16 - Sebab itu bertobatlah! Jika tidak demikian, Aku akan segera datang kepadamu dan Aku akan memerangi mereka dengan pedang yang di mulut-Ku ini.

Dalam ayat ini terlihat adanya 2 kelompok. Kelompok yang pertama yang ditunjukkan lewat kata “kepadamu” (ini menunjuk kepada kelompok yang tidak sesat) sedangkan kelompok yang kedua yang ditunjukkan lewat kata “mereka” (ini menunjuk kepada kelompok yang sesat). Mari kita telaah satu per satu :

a.      Sebab itu bertobatlah.

Nasihat untuk bertobat ini pasti ditujukan pada jemaat secara keseluruhan, dalam artian mereka yang tidak berpegang pada ajaran sesat karena ketidakmauan untuk bertobat akan menyebabkan : “Aku akan segera datang kepadamu (yang tidak sesat) dan bukan kepada mereka (yang sesat). Tetapi nasihat untuk bertobat ini kelihatannya diberikan juga pada mereka yang sesat karena ketidakmauan untuk bertobat akan berdampak langsung pada “Aku akan memerangi mereka (yang sesat). Artinya jikalau terjadi pertobatan maka “Aku tidak akan memerangi mereka”. Tentu kita tidak bisa artikan bahwa pertobatan orang-orang yang tidak sesat menyebabkan Tuhan tidak akan memerangi orang-orang yang sesat. Jadi pasti pertobatan dari mereka yang sesat juga dituntut di sini. Dengan demikian seruan pertobatan ini diberikan kepada seluruh jemaat secara keseluruhan maupun juga kepada mereka yang berpegang pada ajaran sesat.

b.      Aku akan memerangi...dengan pedang…

Ancaman ini kelihatannya hanya diberikan kepada mereka yang sesat karena secara eksplisit dikatakan bahwa “Aku akan memerangi mereka(yang sesat) dan “mereka” di sini dibedakan dari “mu” (orang-orang yang tidak sesat). Kalau ancaman ini diberikan kepada mereka secara keseluruhan maka kata-katanya harusnya berbunyi : “Aku akan memerangi kalian”. Jadi orang-orang yang tidak sesat tidak diberikan ancaman ini. Tuhan tahu membedakan mana yang perlu diancam dan mana yang tidak perlu diberikan ancaman.

James B. Ramsey : Tetapi perhatikan betapa lembutnya dan hati-hatinya Ia membedakan antara gereja-Nya, sekalipun cacat dan layak dicela dalam pelaksanaan kewajibannya, dan anggota-anggota gereja yang tak berharga itu, yang oleh keduniawian mereka, meletakkan batu sandungan di jalan saudara-saudara mereka. ‘Aku akan segera datang kepadamu’, tetapi ‘Aku akan berperang terhadap mereka, bukan terhadap kamu. (Revelation, hal. 145).

Jadi untuk gereja diserukan untuk bertobat sedangkan untuk orang-orang yang berpaham sesat diserukan juga untuk bertobat dan disusul dengan ancaman. Kita akan melihat ini satu per satu :

a.      Untuk gereja secara umum.

Sebagaimana dijelaskan di atas bahwa untuk gereja secara umum (yang tidak turut berpegang pada ajaran sesat) diperintahkan untuk bertobat menunjukkan bahwa gereja Pergamus secara umum juga dianggap bersalah oleh Tuhan dalam hal adanya ajaran sesat yang dianut oleh sebagian jemaat mereka. Bandingkan :

Wah 2:14-15 - (14) Tetapi Aku mempunyai beberapa keberatan terhadap engkau: di antaramu ada beberapa orang yang menganut ajaran Bileam, ... (15) Demikian juga ada padamu orang-orang yang berpegang kepada ajaran pengikut Nikolaus.
Dari sini kita belajar satu hal bahwa jikalau di dalam suatu jemaat ada ajaran sesat, maka yang disalahkan Tuhan bukan hanya orang/kelompok yang memegang ajaran sesat itu saja tetapi juga gerejanya.

George Eldon Ladd - Seluruh gereja dipanggil untuk bertobat dari suatu dosa di mana hanya beberapa orang yang betul-betul bersalah. (Commentary on the Revelation of John, hal. 49)

Tetapi mengapa demikian? Tentu wajar kalau kepada mereka yang sesat diberikan seruan untuk bertobat dan bahkan ancaman. Tetapi mengapa gereja secara umum yang tidak sesat malah diperingatkan juga untuk bertobat? Apa kesalahan mereka darimana mereka harus bertobat? Gereja memang bisa dipersalahkan dalam kasus seperti ini jika kesesatan dari sebagian anggota jemaat itu disebabkan oleh ketidakbecusan gereja di dalam mengajar Firman Allah kepada jemaatnya. Ini sama seperti kalau ada siswa yang mendapatkan nilai buruk, siswa itu bersalah tetapi gurunya bisa turut disalahkan jika gurunya memang tidak becus mengajar atau mengajar secara salah.

Gereja mempunyai tugas untuk mengajar Firman Allah dan jika gereja tidak mengajarkannya atau mengajar secara salah dan ini lalu menyebabkan ada anggota jemaat yang menjadi sesat / berpegang pada ajaran sesat, maka Tuhan pasti akan menyalahkan gereja itu juga. Ada banyak gereja yang dengan keras mengecam anggota jemaatnya yang menjadi anggota bidat Saksi-Saksi Yehuwa atau bidat lainnya atau bahkan pindah agama, tetapi yang perlu dipertanyakan adalah apakah gereja tersebut sudah pernah mengajar jemaatnya tentang ajaran dasar kekristenan yang benar atau tidak? Atau bahkan selama mereka ada di dalam gereja mereka tidak pernah tahu ajaran dasar kekristenan karena tidak pernah diajarkan oleh gereja? Jika tidak maka gereja itu juga turut bersalah! Ingat bahwa biasanya kesesatan itu berkaitan dengan aspek doktrinal walaupun ada juga kesesatan dalam aspek praktis seperti Children of God, tetapi pada umumnya pada aspek doktrinal sehingga orang yang menyimpang secara doktrinal dianggap sebagai orang sesat. Dan ada banyak orang menyimpang secara doktrinal dan menjadi sesat dan gereja tidak bisa lepas dari kesalahan kalau ternyata gereja memang tidak mengajarkan doktrin Kristen dengan benar. Untuk itu Tuhan kita menyerukan agar gereja harus bertobat. Dalam hal ini, bertobat yang dimaksudkan adalah bahwa gereja harus berhenti dari ketidakbecusan mereka di dalam mengajar Firman Allah dan menjadi serius di dalam mengajarkan Firman Allah kepada jemaat. Gereja perlu mengutamakan pemberitaan Firman Allah daripada aspek-aspek yang lain seperti pujian penyembahan, liturgi, mujizat, kesembuhan ilahi dan manifestasi-manifestasi Roh Kudus lainnya. Gereja perlu mengajarkan doktrin kepada jemaat dan bukan hanya masalah moral dan etika saja karena kalau hanya soal moral dan etika, hampir semua agama bahkan bidat-bidat juga mengajarkan hal yang sama. Perbedaan utama Kristen dengan agama lain atau Kristen yang sejati dengaan bidat-bidat adalah pada aspek doktrinal. Para pemimpin gereja perlu mengisi khotbah-khotbahnya dengan ajaran-ajaran Alkitab dan bukan hanya dengan dongeng-dongeng dan lelucon-lelucon saja. (Khotbah ala Opera Van Java). Gereja harus bertobat dalam hal ini kalau tidak gereja pun turut dipersalahkan Tuhan apabila jemaat-jemaatnya menjadi tersesat oleh doktrin dari bidat-bidat atau bahkan sampai pindah agama.

Tetapi kalau gereja sudah mengajar dengan benar, sudah memberitakan doktrin dengan baik, apakah ada jaminan bahwa tidak akan ada jemaatnya yang tersesat? Tidak juga! Perhatikan ini bahwa jikalau gereja yang sudah mengajar Firman Tuhan dengan baik saja tidak menjamin bahwa anggota-anggotanya tidak ada yang tersesat, lalu bagaimana lagi dengan gereja-gereja yang tidak mengajar Firman Tuhan dengan baik? Bagaimana lagi dengan gereja-gereja yang pemimpinnya justru mengajar yang sesat? Pasti lebih banyak kesesatan ada di sana dan ini pasti lebih dikecam oleh Tuhan Yesus. Kalau begitu, jika gereja sudah mengajar dengan benar dan masih ada saja anggotanya yang tersesat, apakah gereja bebas dari kesalahan? Ya! Gereja tidak akan dipersalahkan dalam hal ini. Tetapi gereja masih bisa dipersalahkan pada hal yang lain yakni apabila gereja tahu ada anggotanya yang berpaham sesat tetapi gereja tidak mengambil tindakan pendisiplinan apa pun kepada jemaat tersebut. Gereja seharusnya mendisiplin orang-orang sesat itu dan bukannya membiarkan mereka tetap berada di dalam jemaat dan terus hidup dengan paham sesatnya itu. Ini juga adalah kesalahan lain dari jemaat Pergamus di samping kesalahan tidak menekankan pengajaran yang alkitabiah. Mereka tidak berani mendisiplin orang-orang sesat di dalam jemaat sehingga orang-orang sesat itu tetap hidup di dalam jemaat secara bersama-sama dan dengan demikian memungkinkan kesesatan terus menyebar di dalam jemaat.

Wah 2:14-15 - (14) Tetapi Aku mempunyai beberapa keberatan terhadap engkau: di antaramu ada beberapa orang yang menganut ajaran Bileam,… (15) Demikian juga ada padamu orang-orang yang berpegang kepada ajaran pengikut Nikolaus.

BIS – (14) Namun demikian ada beberapa hal yang Aku tidak senangi dari kalian: Ada sebagian orang di antara kalian yang mengikuti apa yang diajarkan oleh Bileam…. (15) Demikian juga ada di antara kalian orang-orang yang berpegang pada ajaran para pengikut Nikolaus.
Dalam hal ini jugalah jemaat Pergamus dan semua gereja harus bertobat. Ingat bahwa Tuhan sangat membenci ajaran sesat dan Tuhan mau gereja-Nya juga membenci apa yang Ia benci.

Wah 2:6 - Tetapi ini yang ada padamu, yaitu engkau membenci segala perbuatan pengikut-pengikut Nikolaus, yang juga Kubenci.
Bandingkan :

Rom 16:17 - Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, supaya kamu waspada terhadap mereka, yang bertentangan dengan pengajaran yang telah kamu terima, menimbulkan perpecahan dan godaan. Sebab itu hindarilah mereka!
Tit 3:10-11 - (10) Seorang bidat yang sudah satu dua kali kaunasihati, hendaklah engkau jauhi. (11) Engkau tahu bahwa orang yang semacam itu benar-benar sesat dan dengan dosanya menghukum dirinya sendiri.
2 Yoh 10-11 - (10) Jikalau seorang datang kepadamu dan ia tidak membawa ajaran ini, janganlah kamu menerima dia di dalam rumahmu dan janganlah memberi salam kepadanya. (11) Sebab barangsiapa memberi salam kepadanya, ia mendapat bagian dalam perbuatannya yang jahat.
Masalahnya adalah gereja Pergamus tidak melakukan hal ini. Mereka tetap membiarkan orang-orang sesat itu ada di dalam gereja dan dengan demikian mencemarkan gereja yang baik itu. Untuk itu Tuhan kita menyerukan agar gereja harus bertobat dari sikap kompromi dengan ajaran-ajaran sesat seperti ini.

Simon Kistemaker - Orang-orang Kristen di Pergamus harus bertobat dari kegagalan mereka untuk membuang pengikut-pengikut Nikolaus dan penganutnya dari antara mereka. Mereka harus melihat kesalahan jalan hidupnya, karena Tuhan Yesus membenci perbuatan-perbuatan pengikut Nikolaus (2:6) demikian juga seharusnya yang diperbuat oleh umat-Nya.

Jakob P.D. Groen  “…mereka semua harus bertobat, karena ajaran sesat itu tidak boleh dibiarkan ada di tengah-tengah jemaat. Mereka harus menjalankan disiplin gereja. Jemaat di Efesus sudah menolak ajaran Nikolaus itu dengan kuat (“membenci”, 2:6), dalam hal ini Pergamus harus mencontoh Efesus. (Aku Datang Segera – Tafsiran Kitab Wahyu, hal. 50).

Jadi gereja bukan saja harus mengajar Firman Allah / doktrin dengan benar tetapi gereja juga harus berani membuang orang-orang yang berpegang pada ajaran sesat yang ada di dalam gereja. Sayangnya banyak gereja tidak berani melakukan hal ini. Bahkan ada banyak gereja yang tidak sadar bahwa jemaatnya atau lebih lagi pendetanya sendiri memegang ajaran sesat seperti paham pluralisme, tidak mengakui Alkitab sebagai Firman Allah, tidak mengakui Yesus sebagai Allah, dll. Ada banyak gereja yang sewaktu menerima pendeta tidak terlebih dahulu mengecek ajaran dari pendeta itu. Mereka menerima bulat-bulat pendeta itu (asal tamatan luar negeri dan bergelar tinggi) tapi tanpa sadar pendeta-pendeta itu sudah diracuni dengan pemikiran teologia liberal yang sesat. Merekalah justru yang akan menyesatkan jemaat dengan pengajaran-pengajaran mereka yang tidak tunduk pada Alkitab. Keadaan ini membuat gereja berada dalam bahaya yang besar sekali. Gereja dituntut untuk membuang orang-orang yang berpegang pada ajaran sesat dari dalam gereja tetapi bagaimana kalau yang sesat adalah pendetanya sendiri? Sinode yang harus mendisiplin / membuang pendeta seperti ini. Tapi bagaimana kalau orang-orang di Sinode atau bahkan ketua Sionde sendiri yang sesat? Maka celakalah gereja itu! Jikalau gereja tidak bisa melakukan disiplin ini maka perhatikan bunyi teks kita :

Wah 2:16 - Sebab itu, bertobatlah dari dosa-dosamu! Kalau tidak, sebentar lagi Aku akan datang kepadamu dan memerangi orang-orang itu dengan pedang yang ada pada mulut-Ku.
Jadi maksudnya adalah kalau gereja tidak bisa mendisiplin orang-orang sesat yang ada di dalam gereja, maka Tuhan sendiri yang akan turun tangan dan memerangi orang-orang sesat itu.

James B. Ramsey : “Jika gereja mengabaikan kewajibannya, Ia sendiri akan menangani pendisiplinannya, dan membersihkannya dengan penghakimanNya yang menyucikan. (Revelation, hal.145).

Bandingkan :

Im 20:2,4,5 - “‘Engkau harus berkata kepada orang Israel: Setiap orang, baik dari antara orang Israel maupun dari antara orang asing yang tinggal di tengah-tengah orang Israel, yang menyerahkan seorang dari anak-anaknya kepada Molokh, pastilah ia dihukum mati, yakni rakyat negeri harus melontari dia dengan batu. ... Tetapi jikalau rakyat negeri menutup mata terhadap orang itu, ketika ia menyerahkan seorang dari anak-anaknya kepada Molokh, dan tidak menghukum dia mati, maka Aku sendiri akan menentang orang itu serta kaumnya dan akan melenyapkan dia dari tengah-tengah bangsanya dan semua orang yang turut berzinah mengikuti dia, yakni berzinah dengan menyembah Molokh”.

Ini tidak berarti bahwa orang-orang yang tidak mendisiplin itu lalu tidak diapa-apakan sama sekali. Mereka memang tidak akan diperlakukan seperti pengikut Bileam dan Nikolaus, yaitu ‘diperangi dengan pedang di mulutKu’, tetapi mereka pasti juga dihajar atas kelalaian mereka melakukan disiplin dalam gereja. Karena itu gereja kita harus sungguh-sungguh mengajarkan Firman Allah / doktrin agar jemaat menjadi kuat di dalam doktrin dan tidak gampang tersesat. Tetapi setelah semua itu kita lakukan, jika masih ada yang sesat, kita harus memberikan nasihat-nasihat terlebih dahulu dan kalau tetap berpegang pada paham sesat maka kita harus berani mengeluarkan / memecat orang tersebut. Ini berlaku bagi jemaat biasa, majelis maupun Evangelis dan Pendeta. Ingat, di dalam gereja tidak boleh hidup bersama antara ajaran yang benar dan ajaran sesat. Firman Tuhan berkata :

2 Kor 6:14 - Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?
b.      Untuk orang-orang yang sesat.

Tadi juga sudah saya katakan bahwa seruan untuk bertobat ini juga diberikan kepada orang-orang yang berpegang pada ajaran sesat yakni ajaran sesat Bileam maupun pengikut Nikolaus. Jikalau bagi gereja pertobatannya adalah kembali memberitakan ajaran yang benar, tidak boleh berkompromi dengan kesesatan dan harus membuang orang-orang sesat dari dalam gereja, maka seruan pertobatan bagi orang-orang yang berpegang pada paham sesat adalah agar mereka berhenti dari kesesatan mereka dan kembali pada kebenaran. Persoalannya adalah biasanya orang-orang yang sesat itu justru beranggapan bahwa merekalah yang benar. Ini wajar karena Alkitab berkata :

Ams 14:12 - Ada jalan yang disangka orang lurus, tetapi ujungnya menuju maut.

Di sini gereja mempunyai tanggung jawab apologetika untuk membuktikan bahwa ajaran-ajaran itu adalah ajaran sesat. (Debat bisa saja terjadi di sini bukan untuk mencari titik temu tetapi untuk membuktikan mana yang benar dan mana yang sesat). Inilah yang dilakukan oleh jemaat Efesus yang karenanya Tuhan memuji mereka :

Wah 2:2 - “…Aku tahu, bahwa engkau tidak dapat sabar terhadap orang-orang jahat, bahwa engkau telah mencobai mereka yang menyebut dirinya rasul, tetapi yang sebenarnya tidak demikian, bahwa engkau telah mendapati mereka pendusta.

BIS - “Aku tahu bahwa kalian tidak memberi hati kepada orang jahat. Dan orang-orang yang mengaku dirinya rasul padahal bukan, sudah kalian uji, dan kalian dapati bahwa mereka pembohong.

Dan suatu ajaran sesat telah dibuktikan sesat, orang-orang yang memegang paham demikian harus mau bertobat. Sayang sekali ada banyak orang sesat yang sudah dihancurkan semua argumentasinya tetapi tetap tidak mau bertobat seperti Frans Donald dan aliran Unitariannya yang telah kami “habisi” dalam 9 kali debat di Surabaya tetapi tetap tidak mau bertobat dan terus berpegang pada ajaran sesat Unitariannya. Kalau orang-orang sesat ini tidak mau bertobat maka ancaman dari Tuhan yang akan diberlakukan.

Wah 2:16 - Sebab itu, bertobatlah dari dosa-dosamu! Kalau tidak, sebentar lagi Aku akan datang kepadamu dan memerangi orang-orang itu dengan pedang yang ada pada mulut-Ku.
Maksud ayat ini adalah bahwa Yesus sendiri yang akan menangani orang-orang sesat itu dengan menghancurkan / membinasakan mereka.

John Stott : Pedang firman Kristus akan menelan mereka. Penafsiran seperti ini berarti bahwa injil Kristus, yang menyelamatkan mereka yang mentaatinya, menghancurkan mereka yang tidak mentaatinya (What Christ Thinks of the Church, hal. 64).

Albert Barnes : Yaitu, ia akan memberikan perintah, dan mereka akan dipotong seakan-akan dengan pedang. Bagaimana persisnya hal itu akan dilakukan Ia tidak mengatakan; tetapi itu mungkin melalui penganiayaan, atau penghakiman yang berat. Melihat kekuatan dari kata-kata ini, kita harus mengingat kuasa yang dimiliki Kristus untuk menghukum orang jahat melalui kata-kata / firman dari mulut-Nya. Dengan satu kata pada hari terakhir ia akan membuang semua orang jahat ke dalam neraka.

Dikatakan di dalam ayat tersebut bahwa penghancuran tersebut dilakukan dengan pedang. Sangat mungkin bahwa pedang di sini ada hubungannya dengan Bileam karena pedang Tuhan pernah menghalangi jalan Bileam dan juga bahwa Bileam mati dengan pedang.

Pulpit Commentary : Adalah mungkin bahwa di sini ada hubungan tidak langsung dengan Bileam. Adalah dengan pedang terhunus malaikat Tuhan menghadangnya (Bil 22:23), dan dengan pedang ia dibunuh (Bil 31:8; Yos 13:22). Mereka yang mengikuti Bileam dalam dosanya akan mengikutinya dalam hukumannya.

Inilah ancaman dari Tuhan. Karena itu berhati-hatilah supaya saudara jangan sampai sesat. Kalau sampai saudara sesat dan tidak bertobat, maka Tuhan sendiri yang akan turun tangan membinasakan saudara. Di zaman akhir ini muncul banyak penyesatan, nabi palsu, dll. Lalu bagaimana supaya saudara tidak sampai tersesat? Saudara harus serius belajar Firman Tuhan baik dalam kebaktian umum kita maupun juga dalam kelas Pemahaman Alkitab kita, carilah gereja yang benar-benar mengajar doktrin kepada saudara. Jika tidak maka saudara bisa sesat tanpa saudara sadari dan itu bisa membuat saudara dihancurkan oleh Kristus.

V.     JANJI TUHAN KEPADA JEMAAT PERGAMUS.

Selain memberikan nasihat dan ancaman kepada jemaat Pergamus, Tuhan Yesus juga memberikan janji kepada :

Wah 2:17 - Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, kepadanya akan Kuberikan dari manna yang tersembunyi; dan Aku akan mengaruniakan kepadanya batu putih, yang di atasnya tertulis nama baru, yang tidak diketahui oleh siapa pun, selain oleh yang menerimanya."
Janji ini diberikan kepada barangsiapa yang menang. Yang dimaksudkan dengan “menang” di sini adalah setia berpegang pada ajaran yang benar dan tidak terpengaruh dengan ajaran sesat seperti ajaran Bileam dan ajaran pengikut Nikolaus. Untuk orang-orang seperti ini Tuhan menjanjikan 2 hal yakni “manna yang tersembunyi” dan “batu putih”.  Apakah yang dimaksudkan dengan “manna yang tersembunyi” dan “batu putih” ini? Kita akan membahasnya satu per satu.

a.      Manna yang tersembunyi.

Kita semua tahu bahwa manna adalah makanan orang Israel selama pengembaraan di padang gurun (40 tahun) yang diberikan Tuhan dari langit. Manna ini sejenis roti.

Kel 16:14-15 – (14) Ketika embun itu telah menguap, tampaklah pada permukaan padang gurun sesuatu yang halus, sesuatu yang seperti sisik, halus seperti embun beku di bumi. (15) Ketika orang Israel melihatnya, berkatalah mereka seorang kepada yang lain: "Apakah ini?" Sebab mereka tidak tahu apa itu. Tetapi Musa berkata kepada mereka: "Inilah roti yang diberikan TUHAN kepadamu menjadi makananmu.
Kata-kata “Apakah ini?” (ayat 15) dalam bahasa Ibraninya “MANNA”. Karena itu maka makanan asing ini dinamakan manna.

Kel 16:35 - Orang Israel makan manna empat puluh tahun lamanya, sampai mereka tiba di tanah yang didiami orang; mereka makan manna sampai tiba di perbatasan tanah Kanaan.
Pada waktu Tuhan memberikan manna kepada orang Israel, Tuhan juga menyuruh mereka mengambil sedikit manna untuk ditaruh di dalam tabut perjanjian dan ditempatkan di dalam ruang maha kudus  sebagai bukti bagi generasi Israel selanjutnya akan pertolongan Tuhan kepada bangsa Israel selama pengembaraan.

Kel 16:32-34 - (32) Musa berkata: "Beginilah perintah TUHAN: Ambillah segomer penuh untuk disimpan turun-temurun, supaya keturunan mereka melihat roti yang Kuberi kamu makan di padang gurun, ketika Aku membawa kamu keluar dari tanah Mesir." (33) Sebab itu Musa berkata kepada Harun: "Ambillah sebuah buli-buli, taruhlah manna di dalamnya segomer penuh, dan tempatkanlah itu di hadapan TUHAN untuk disimpan turun-temurun." (34) Seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa, demikianlah buli-buli itu ditempatkan Harun di hadapan tabut hukum Allah untuk disimpan.
Ibr 9:3-4 - (3) Di belakang tirai yang kedua terdapat suatu kemah lagi yang disebut tempat yang maha kudus. (4) Di situ terdapat mezbah pembakaran ukupan dari emas, dan tabut perjanjian, yang seluruhnya disalut dengan emas; di dalam tabut perjanjian itu tersimpan buli-buli emas berisi manna, tongkat Harun yang pernah bertunas dan loh-loh batu yang bertuliskan perjanjian

Kita tahu juga bahwa Israel pernah dihancurkan oleh kerajaan Babel dan Babel membakar habis Bait Allah Salomo dan menjarah hampir semua barang-barang Bait Allah. Lalu di mana tabut perjanjian yang berisi manna itu? Tradisi mengatakan bahwa sebelum pembakaran Bait Allah itu dilakukan, nabi Yeremia melarikan tabut perjanjian itu bersama Kemah Suci dan menyembunyikannya di sebuah gua di gunung Nebo tempat Musa menaikinya dan memandang tanah perjanjian (ada juga yang mengatakan bahwa tabut perjanjian itu disembunyikan bukan di gunung Nebo melainkan di gunung Sinai). Tempat itu rahasia di mana tidak seorang pun tahu hingga saat ini. Kisah ini diceritakan dalam kitab Deutrokanonika 2 Makabe 2:4 dst.

2 Mak 2:4-8 - (4) Dalam naskah itu diberitakan juga hal berikut tentang Yeremia: Atas ilham Tuhan, nabi itu menyuruh supaya Kemah Suci dan Tabut Perjanjian dibawa bersamanya ke sebuah gunung. Gunung itulah yang didaki Musa untuk memandang negeri yang dijanjikan Allah kepada bangsa kita. (5) Ketika Yeremia mendaki gunung itu, didapatinya sebuah gua yang besar. Di situ disembunyikannya Kemah Suci, Tabut Perjanjian dan mezbah ukupan. Lalu tempat masuk ke gua itu ditutupnya rapat-rapat. (6) Beberapa orang yang ikut dengan Yeremia pergi ke sana untuk menandai jalannya, tetapi mereka tidak dapat menemukan gua itu. (7) Mendengar hal itu, Yeremia menegur mereka, katanya, 'Tak ada yang boleh tahu tempat itu sampai Allah mengumpulkan umat-Nya kembali dan mengasihani mereka lagi. (8) Pada waktu itu Ia akan menyatakan di mana benda-benda itu disembunyikan. Maka cahaya kehadiran Tuhan akan kelihatan di dalam awan yang turun seperti dahulu dinyatakan kepada Musa,…”

Dengan demikian manna itu juga tersembunyi di sana dan tidak ada orang Israel yang mengetahuinya. Dari sinilah muncul istilah “manna yang tersembunyi”. Setelah itu muncullah tradisi yang berkembang menjadi keyakinan dalam diri setiap orang Yahudi bahwa apabila Mesias datang, nabi Yeremia pun akan ikut muncul dan mengeluarkan tabut berisi manna dari tempat di mana ia menyembunyikannya selama ratusan tahun itu dan ia akan mengadakan pesta dengan manna / roti itu. Karena kepercayaan semacam inilah maka ada yang mengira bahwa Yesus adalah Yeremia.

Mat 16:13-14 - (13) Setelah Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: "Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?" (14) Jawab mereka: "Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi."
Apalagi waktu Yesus memberi makan 5000 orang dengan menggunakan roti. Orang-orang lalu berkata :

Yoh 6:13-14 - (13) Maka mereka pun mengumpulkannya, dan mengisi dua belas bakul penuh dengan potongan-potongan dari kelima roti jelai yang lebih setelah orang makan. (14) Ketika orang-orang itu melihat mujizat yang telah diadakan-Nya, mereka berkata: "Dia ini adalah benar-benar Nabi yang akan datang ke dalam dunia."

Karena itu semua orang Israel boleh dikatakan menanti-nantikan kehadiran Yeremia di samping Mesias yang akan mengadakan pesta dengan menggunakan manna / roti dari surga yang tersembunyi itu. Nah, di sini, untuk orang-orang yang menang, yang tetap berpegang pada ajaran yang benar, Yesus berkata kepada mereka :

Wah 2:17 - “…Barangsiapa menang, kepadanya akan Kuberikan dari manna yang tersembunyi

Demikianlah latar belakangnya. Tetapi apakah artinya ini bagi orang-orang yang menang? William Hendriksen mengatakan bahwa ‘manna yang tersembunyi’ ini adalah pribadi Kristus sendiri dalam segala kepenuhan-Nya di mana itu tersembunyi bagi dunia ini tetapi dinyatakan bagi orang-orang percaya. Bandingkan :

Yoh 6:33-35 - (33) Karena roti yang dari Allah ialah roti yang turun dari sorga dan yang memberi hidup kepada dunia." (34) Maka kata mereka kepada-Nya: "Tuhan, berikanlah kami roti itu senantiasa." (35) Kata Yesus kepada mereka: "Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.
Yoh 6:48-51 - (48) Akulah roti hidup. (49) Nenek moyangmu telah makan manna di padang gurun dan mereka telah mati. (50) Inilah roti yang turun dari sorga: Barangsiapa makan dari padanya, ia tidak akan mati. (51) Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya,…”

Jadi diri Yesus sendiri adalah “manna yang tersembunyi” itu dan manfaat dari ini adalah sebagaimana kata-kata Yesus : “barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi”, “barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi”, “barangsiapa makan dari padanya, ia tidak akan mati”, “jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya”. Dengan kata lain seorang yang makan dari manna yang tersembunyi itu akan memperoleh hidup yang kekal. Jadi ketika Yesus berkata: “Barangsiapa menang, kepadanya akan Kuberikan dari manna yang tersembunyi” sama artinya dengan Aku akan memberikan hidup kekal kepadanya. Di sinilah kita harus bersyukur karena bagi orang-orang percaya, bagi orang-orang yang menang, kita pasti akan menikmati kehidupan kekal bersama Kristus di sorga nanti. Bukan mudah-mudahan, bukan semoga, bukan “insya Allah”, bukan kemungkinan besar, tetapi PASTI.

Tetapi George Eldon Ladd mempunyai pandangan yang lain. Ia mengatakan bahwa pemberian manna yang tersembunyi kepada orang-orang yang menang ini menunjuk pada ‘perjamuan kawin Anak Domba’ dalam Wah 19:9.

Wah 19:9 - Lalu ia berkata kepadaku: "Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba."…”
Ini memang merupakan suatu tafsiran yang sangat memungkinkan, mengingat bahwa orang-orang di Pergamus digoda oleh pesta / perayaan kafir. Sekarang kepada mereka ditawarkan pesta ‘perjamuan kawin Anak Domba’. Memang sama seperti Kristus, setelah menolak cara mendapatkan makanan yang ditawarkan oleh setan (Mat 4:2-4) lalu mendapatkan makanan melalui pelayanan malaikat (Mat 4:11b), demikian juga kalau kita bisa menolak kenikmatan dunia yang ditawarkan oleh setan, akan menerima kenikmatan surgawi yang ditawarkan oleh Tuhan. Sebenarnya kedua pandangan ini bisa digabungkan seperti yang dilakukan John Stott :

John Stott: Pahala yang dijanjikan dengan mana setiap surat dari ketujuh surat itu diakhiri adalah pahala untuk diwarisi di surga, bukan di dunia. Demikianlah jiwa kita yang di dunia ini sudah mengecap Kristus, manna rohani kita, akan berpesta dengan Dia untuk selama-lamanya di surga. Dengan menyangkal diri kita sendiri terhadap kemewahan dari daging persembahan berhala dalam hidup ini, maka pesta makan akan lebih mewah dalam hidup yang akan datang. (What Christ Thinks of the Church, hal. 65).

Saya setuju pandangan Stott ini. Jadi boleh disimpulkan bahwa bagi barangsiapa yang menang (setia berpegang pada ajaran yang benar dan tidak menjadi sesat), Kristus berjanji untuk memberikan diri-Nya kepada mereka secara penuh sebagai “manna sorgawi” yang memastikan kehidupan kekal bagi mereka dan itu menjadi jaminan untuk setiap orang yang percaya kepada-Nya ikut bagian dalam pesta perkawinan Anak Domba Allah di sorga nanti. Apakah saudara merindukan hal ini? Tetaplah setia berpegang pada ajaran yang benar dan jangan menjadi sesat!

b.      Batu putih.

Kristus juga berjanji untuk memberikan batu putih kepada setiap orang yang menang.

Wah 2:17 - “…Barangsiapa menang,… Aku akan mengaruniakan kepadanya batu putih, yang di atasnya tertulis nama baru, yang tidak diketahui oleh siapa pun, selain oleh yang menerimanya."
Apa yang dimaksudkan dengan batu putih ini? Ada banyak penafsiran tentang hal ini (10 pandangan). Leon Morris berkata bahwa kita tidak tahu arti pasti dari batu putih ini tetapi yang pasti ini adalah sebuah berkat. Beberapa penafsiran akan saya kemukakan di sini :

1.  Barclay mengatakan bahwa pada zaman itu merupakan kebiasaan yang sangat umum untuk membawa semacam jimat. Kadang-kadang jimat itu merupakan logam mulia atau batu mulia, tetapi seringkali hanya berupa sebuah batu biasa (pebble). Pada batu itu tertulis nama seorang dewa, yang akan menolong pembawa jimat itu. Jimat itu dianggap akan menjadi 2 kali lebih efektif, jika tidak seorang pun selain pemiliknya mengetahui nama dewa apa yang tertulis di sana.

Jika tradisi ini yang diacu maka artinya adalah bahwa sebagaimana orang kafir membawa batu yang bertuliskan nama dewa yang mereka anggap bisa menolong mereka, demikianlah orang-orang yang menang akan menerima batu putih yakni jaminan keamanan kekal karena mereka mengenal nama satu-satunya Allah yang benar.

2.  William Hendriksen mengatakan bahwa batu putih menunjuk pada kesucian, keindahan, dan kemuliaan (Wah 3:4; 6:2). Batu itu sendiri menyimbolkan ketahanan yang lama. Dengan demikian pemberian batu putih oleh Kristus kepada orang yang menang menunjukkan bahwa orang tersebut bebas dari kesalahan dan dibersihkan dari semua dosa, dan tetap ada dalam keadaan ini selama-lamanya.

3.   Penafsir yang lain mengatakan bahwa pada zaman dulu batu putih biasanya dipakai di dalam sebuah pengadilan. Apabila seorang terdakwa dihakimi dan setelah memberikan pembelaannya, maka para hakim yang akan memberikan keputusan apakah seseorang dihukum atau tidak. Apabila seorang hakim merasa bahwa si terdakwa harus dihukum, maka ia akan memberikan sebuah batu hitam kepada terdakwa dan di batu itu tertulis nama hakimnya. Tapi apabila hakim itu merasa bahwa terdakwa tidak bersalah dan karenanya tidak perlu dihukum maka ia akan menyodorkan batu putih kepada si terdakwa dengan nama sang hakim di atas batu putih itu. Dengan demikian pemberian batu putih adalah tanda bahwa seseorang tidak akan menerima hukuman dengan otoritas sang hakim.

Jikalau tradisi ini yang diacu maka ketika Kristus berjanji memberikan batu putih kepada barangsiapa yang menang, itu berarti bahwa Kristus menjamin orang tersebut tidak akan dihukum dalam pengadilan akhir. Dalam pengadilan dunia ini, orang Kristen bisa saja diberikan batu hitam oleh sang hakim dan membuat mereka dihukum/dibunuh di dunia ini, tetapi dalam pengadilan akhir di mana Kristus sendiri yang akan menjadi hakimnya, orang-orang yang menang bukan mendapatkan batu hitam melainkan batu putih yang memastikan bahwa mereka tidak akan dihukum.

Rom 8:1 - Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus.

Yoh 5:24 - Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup.

Biar pun penafsiran-penafsiran itu menarik tetapi saya lebih condong pada penafsiran yang mengatakan bahwa pada zaman dulu batu putih digunakan sebagai undangan untuk hadir dalam sebuah pesta. Batu putih ini namanya “TESSERA” dan di atas “TESSERA” ini tertulis nama orang yang diudang. Menurut saya penafsiran ini lebih mungkin mengingat makna dari “manna yang tersembunyi” yang sudah dibahas sebelumnya mengacu juga pada perjamuan kawin Anak Domba Allah dan karena itu sangat cocok bahwa pemberian batu putih di sini dianggap sebagai pemberian undangan resmi untuk masuk dalam pesta perjamuan itu.

Robert H. Mounce : Dalam konteks dari pesta perjamuan Mesias (‘manna yang tersembunyi’), kelihatannya merupakan hal yang terbaik untuk menganggap bahwa batu putih itu adalah tessera yang berfungsi sebagai tanda masuk kepada pesta perjamuan itu. (New International Commentary of the NT, hal. 99).

Jadi bagi barangsiapa yang menang dalam artian percaya kepada Kristus dan teguh berpegang pada ajaran yang benar, tidak disesatkan oleh berbagai macam ajaran sesat, mereka akan mendapatkan undangan resmi dari Kristus Sang pemilik perjamuan itu untuk masuk dalam pesta / perjamuan kawin Anak Domba itu.

Dikatakan bahwa di atas batu putih itu tertulis nama baru yang tidak diketahui oleh siapa pun selain oleh yang menerimanya.

Wah 2:17 - “…Barangsiapa menang,… Aku akan mengaruniakan kepadanya batu putih, yang di atasnya tertulis nama baru, yang tidak diketahui oleh siapa pun, selain oleh yang menerimanya."
Kalau batu putih adalah undangan pesta, maka nama yang tertera di sana sudah pasti adalah nama penerima undangannya dan itu adalah orang-orang yang percaya / orang yang menang. Tetapi mengapa dikatakan nama baru? Ingat bahwa bagi orang pada zaman itu, nama bukan hanya sebutan tetapi menunjuk pada diri / pribadi penyandang nama itu. Karena itu jikalau terjadi perubahan dalam diri seseorang maka biasanya namanya diganti dengan nama yang baru. Misalnya nama “Abram” diganti menjadi “Abraham, nama “Sarai” diganti menjadi “Sara”, nama “Yakub” diganti menjadi “Israel”, dll. Demikian juga dengan semua orang percaya, di surga nanti kita semua sudah diubahkan dan menjadi sempurna maka perubahan dan kesempurnaan itu digambarkan dengan pemberian nama baru bagi masing-masing kita. Apakah nama baru ini hanya simbol dari perubahan dan kesempurnaan kita, ataukah memang secara hurufiah nama kita di sana diganti, saya tidak tahu. Nama baru ini tidak diketahui oleh siapa pun selain yang menerimanya. Ini berarti bahwa masing-masing kita di surga nanti akan tetap memiliki kepribadian yang berbeda satu dengan yang lain dan hanya kita yang dapat mengenal kepribadian kita sendiri.

Demikianlah 2 hal yang dijanjikan Kristus kepada orang-orang yang menang. Mereka akan diberi makan dari manna yang tersembunyi dan akan mendapatkan batu putih yang tertulis nama baru. Sebagaimana yang sudah saya jelaskan maka secara umum artinya adalah bahwa bagi orang-orang yang percaya dan tetap berpegang pada ajaran yang benar, dan tidak disesatkan oleh berbagai macam ajaran palsu, kepada mereka Kristus sendiri akan memberikan diri-Nya secara penuh sebagai “manna sorgawi” itu. Mereka pasti akan diselamatkan dan juga akan diberikan undangan untuk masuk dalam sukacita pesta perjamuan kawin Anak Domba Allah di sorga nanti. Tentu ini adalah kebahagiaan yang besar dan tiada taranya. Bagi saudara yang sering mendapatkan undangan pesta dunia ini, ingatlah bahwa semewah apa pun pesta di dunia ini, tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan pesta perkawinan Anak Domba Allah itu. Dan bagi saudara yang mungkin di dunia ini jarang mendapatkan undangan pesta, atau mungkin lupa diundang dan saudara kecewa, atau bahkan tidak pernah mendapatkan undangan untuk pesta, janganlah bersedih hati. Asal saudara percaya sungguh-sungguh pada Yesus, tetap berpegang pada ajaran yang benar maka saudara akan diundang langsung oleh Yesus Kristus pemilik pesta itu.   

Wah 19:6-9 - (6) Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: "Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja. (7) Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia. (9) - Lalu ia berkata kepadaku: "Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba."…”

Maukah saudara diberikan manna yang tersembunyi dan batu putih itu oleh Kristus? Kalau mau, saudara harus menang dalam artian saudara harus sungguh-sungguh percaya kepada Yesus, berpegang pada ajaran yang benar dan jangan sampai tersesat. Tetapi bagaimana bisa tetap berpegang pada ajaran yang benar dan tidak tersesat di tengah-tengah dunia yang penuh dengan nabi palsu dan ajaran-ajaran sesat seperti ini? Bagaimana bisa tidak sesat jikalau ada banyak pendeta yang justru mengajarkan ajaran sesat?

Caranya adalah saudara harus benar-benar percaya pada Yesus. Kalau saudara percaya pada Yesus, saudara adalah domba Tuhan, dan Tuhan akan menjadi gembala saudara. Dia akan menuntun engkau di jalan yang benar. Setelah itu rajinlah belajar Firman Tuhan (ikut kelas Pemahaman Alkitab) secara rutin sehingga saudara benar-benar mengetahui ajaran yang benar dan kuat perpegang padanya tanpa bisa disesatkan oleh angin pengajaran yang bagaimana pun juga. Maukah saudara? Ingatlah dan renungkanlah kata-kata ini :

Luk 14:15 - “…"Berbahagialah orang yang akan dijamu dalam Kerajaan Allah."


- AMIN -



No comments:

Post a Comment

Anchor of Life Fellowship , Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri - Efesus 2:8-9