F O K U S

An Introduction to Christian Apologetics - 1

By: Dr.Paul Coulter What is ‘Apologetics’? What is ‘Apologetics’? The term ’apologetics’ derives from the Greek word apo...

0 Apa Lagi ini, ”Sekali Selamat Tetap Selamat” (?)

Oleh : Martin Simamora

Apa Lagi ini, ”Sekali Selamat Tetap Selamat” (?)


Sekali selamat tetap selamat!Apa yang segera terlintas dalam benak anda ketika mendengarkanya? Saya cukup yakin untuk mengatakan bahwa anda akan segera memberikan penilaian yang amat buruk tentang ini. Tetapi saya pun akan berpikiran sama jikalau KANDUNGANNYA  menunjukan sebuah kehidupan orang Kristen yang serampangan. Hidup bebas atau tidak perlu memusingkan dosa sebab sudah dipilih  oleh Bapa; jikapun berbuat dosa tinggal minta ampun saja; bermakna bahwa karena sudah ditebus Kristus dan sudah dikuduskan maka tidak perlu lagi memusingkan bagaimana mengejar kekudusan  dan bergumul  melawan kejahatan dan dosa; bahkan ada yang berani mengatakan tidak perlu lagi bergumul melawan dosa sebab yang bersalah tubuh namun roh tidak. Jika ini yang dimaksud maka JELAS TIDAK MEMILIKI PIJAKAN SAMA SEKALI DARI KITAB SUCI APALAGI MENGKLAIM INI SEBAGAI DIANJURKAN OLEH YESUS.

Namun yang sebenarnya sama sekali tidak demikian. “Sekali selamat tetap selamat!” adalah  benar bersumber dari Alkitab dan memang Yesus Kristus sendiri menyatakannya dengan sangat tegas. Namun dalam hal ini jangan pernah terlintas dengan demikian anda menjadi merdeka untuk berdosa seolah itu sebuah “lisensi untuk berdosa”  dan tidak memiliki tanggungjawab dalam kehidupan berimanmu untuk berbuah dan berbuah semakin lebat. “Sekali selamat tetap selamat!bukanlah sebuah slogan  omong kosong; bahkan kita nanti akan melihat dan menyadari bahwa istilah tersebut sebetulnya telampau sederhana dijadikan dasar untuk terburu-buru mengecamnya tanpa sebuah pemeriksaan yang jujur; anda dan saya setidak-tidaknya harus meninjau kesaksian yang ada dalam Alkitab; apakah KANDUNGAN sebenarnya dibalik pernyataan yang seringkali diledek dan dihina; jangan sampai  tidak tahu SIAPAKAH SESUNGGUHNYA   yang sedang anda ledek dan hina!


Apakah yang Yesus katakan  sebenarnya terkait “sekali selamat tetap selamat?” Apakah benar ada terdapat  firman Yesus yang memiliki indikasi demikian? Mari kita lihat:

0 Dirimu atau Yesus Kristus Penjamin Keselamatanmu?

Oleh :Martin Simamora


Dirimu atau  Yesus Kristus Penjamin Keselamatanmu?


Pikirmu, jika engkau adalah seorang Kristen, apakah dasarmu untuk mengatakan bahwa engkau selamat;bahwa engkau MEMILIKI keselamatan? Juga, menurutmu, apakah selamatmu dan kepemilikan keselamatanmu itu adalah sebuah gagasan, konsep, klaim belaka ataukah fakta? Jika fakta, apakah fakta tersebut adalah akibat dari apa yang engkau usahakan ataukah sebuah pemberian Tuhan secara total? Jika fakta tersebut adalah pemberian, apakah dengan demikian itu bagaikan memiliki sebuah mobil dimana anda menjadi pengemudi dan anda bisa  pacu dan kendarai mobil itu kemana saja anda maui? Apakah keselamatan oleh Tuhan itu tidak melakukan atau melakukan sesuatu dalam diri dan  hidupmu, memimpin/memandumu?  

Rentetan pertanyaan diatas tersebut, bukan dimaksudkan sebagai daftar pertanyaan untuk anda jawab. Tetapi saya hendak memperlihatkan bahwa keselamatan  pada diri seorang Kristen bukanlah sebuah keselamatan dalam pemahaman yang amat duniawi; bahwa keselamatan itu setelah dimiliki teramat lemah bahkan sebuah benda mati tanpa hidup yang menghidupi dan mempengaruhi terus-menerus orang percaya itu. Sehingga secara picik ada banyak orang-orang Kristen yang berkata bahwa anda selamat bukan fakta, itu  “perasaanmu” saja. Lupa bahwa pada saat dia menuding demikian, dia sebenarnya lebih tragis lagi keadaannya; sebab dia sedang percaya kepada Kristus yang lain, dan jelas bukan Kristus yang datang dari sorga! Jika  anda termasuk dalam kategori ini, maka awas anda jelas sedang ditipu oleh Setan!




0 Simeon Dan Hana






Khotbah Minggu : 9 Februari 2014

SIMEON DAN HANA
By. Pdt. Esra Alfred Soru, STh, MPdK.

Dalam khotbah sebelumnya (TAKLUKKEPADA HUKUM TAURAT) kita sudah membahas satu peristiwa yakni Yesus di mana Yesus menerima sejumlah aturan upacara agama Yahudi seperti yang diwajibkan hukum Taurat yakni sunat, penebusan anak sulung, dan mungkin pentahiran. Pada waktu Lukas menceritakan hal ini, ia menyisipkan satu peristiwa lain yakni tentang Simeon dan Hana yang bertemu dengan bayi Yesus saat itu. Lalu bagaimana kisahnya? Mari kita baca Luk 2:25-38 :


Luk 2:25-38(25) Adalah di Yerusalem seorang bernama Simeon. Ia seorang yang benar dan saleh yang menantikan penghiburan bagi Israel. Roh Kudus ada di atasnya, (26) dan kepadanya telah dinyatakan oleh Roh Kudus, bahwa ia tidak akan mati sebelum ia melihat Mesias, yaitu Dia yang diurapi Tuhan. (27) Ia datang ke Bait Allah oleh Roh Kudus. Ketika Yesus, Anak itu, dibawa masuk oleh orang tua-Nya untuk melakukan kepada-Nya apa yang ditentukan hokum Taurat, (28) ia menyambut Anak itu dan menatang-Nya sambil memuji Allah, katanya: (29) "Sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu, (30) sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu, (31) yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa, (32) yaitu terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu, Israel." (33) Dan bapa serta ibu-Nya amat heran akan segala apa yang dikatakan tentang Dia. (34) Lalu Simeon memberkati mereka dan berkata kepada Maria, ibu Anak itu: "Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan (35) -- dan suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri --, supaya menjadi nyata pikiran hati banyak orang." (36) Lagipula di situ ada Hana, seorang nabi perempuan, anak Fanuel dari suku Asyer. Ia sudah sangat lanjut umurnya. Sesudah kawin ia hidup tujuh tahun lamanya bersama suaminya, (37) dan sekarang ia janda dan berumur delapan puluh empat tahun. Ia tidak pernah meninggalkan Bait Allah dan siang malam beribadah dengan berpuasa dan berdoa. (38) Dan pada ketika itu juga datanglah ia ke situ dan mengucap syukur kepada Allah dan berbicara tentang Anak itu kepada semua orang yang menantikan kelepasan untuk Yerusalem.

Jadi teks ini berbicara tentang 2 orang yang bertemu dengan bayi Yesus yakni Simeon dan Hana.

Dan hari ini kita akan belajar dari mereka. Kita akan membahas teks ini dalam beberapa poin :

0 Tuhan Tidak Dapat Mencegah Manusia Untuk Berbuat Jahat? - Bagian 8

Oleh : Martin Simamora


Tuhan Tidak Dapat Mencegah Manusia Untuk Berbuat Jahat?

"Street Crime" - Cartoon Work
Bacalah lebih dulu bagian 7
Bagaimanapun juga, harus diakui sangat sukar untuk memahami TUHAN yang perilakunya sedemikian kompleks dan kerap tidak terjangkau oleh pemahaman kita, atau celakanya, hal ini dapat membuat persepsi  manusia terhadap TUHAN menjadi sangat buruk. Tentu saja, jika hal ini diajarkan atau dikhotbahkan dalam pemahaman dan persepsi manusia maka kerunyaman yang dihasilkan bukan sebuah pemaparan siapakah TUHAN. Dapat ditebak akan bermuara pada sekeptisme atau sinisme kala menyentuh perihal semacam ini dalam Alkitab. Sejatinya, apa yang telah disampaikan sejauh  ini, sukar untuk dielakkan,  memang benar dinyatakan  oleh Alkitab sendiri; bukan hanya dalam Perjanjian Lama tetapi kelak pada bagian-bagian berikutnya kita akan menemukan juga dalam Perjanjian Baru. Jelas saja, sebab Dia adalah TUHAN yang sama baik dahulu, sekarang, dan akan datang- selama-lamanya ;baik didalam Perjanjian Lama ataupun dalam Perjanjian Baru.

Pada derajat yang paling minimal, kalau anda mengatakan bahwa TUHAN  BUKAN TIDAK DAPAT MENCEGAH MANUSIA UNTUK BERBUAT  JAHAT, tetapi  berdaulat penuh dan itu termasuk  ketika  Dia  memutuskan untuk  berdiam diri ( Mazmur 50:1), maka reaksi kita setidaknya sama  dengan  Asaf, yaitu tidak dapat menerimanya dengan hati yang nyaman :“Bangunlah, ya Allah, lakukanlah perjuangan-Mu! (Mazmur 50:22).” Ini adalah sebuah  teriak seru yang tidak main-main, tetapi baik saya, anda dan siapapun tidak bisa menjatuhkan vonis bahwa TUHAN TIDAK DAPAT MENCEGAH MANUSIA UNTUK BERBUAT JAHAT, menuding TUHAN tidak berdaya kala berhadapan dengan kejahatan dan manusia-manusia jahat.

0 Takluk Kepada Taurat







Khotbah Minggu : 2 Februari 2014
TAKLUK KEPADA HUKUM TAURAT
By. Pdt. Esra Alfred Soru, STh, MPdK.


Dua minggu berturut-turut kita sudah membahas kisah pengungsian Yesus ke Mesir terkait dengan pembunuhan anak-anak Betlehem oleh Herodes hingga kembalinya ke Israel dan menetap di Galilea dan dikenal sebagai Yesus Orang Nazaret (Mat 2:13-23).

Pembahasan itu cocok dari sisi kronologi Injil Matius yang menempatkan kisah pengungsian ke Mesir itu persis setelah peristiwa kelahiran Yesus dan kunjungan para majus. Tetapi seperti saya jelaskan bahwa kunjungan orang majus tidak terjadi persis pada hari Yesus dilahirkan melainkan kira-kira 1 tahun setelah Ia dilahirkan dan dengan demikian pengungsian ke Mesir juga terjadipada waktu yang sama maka sesungguhnya dalam menulis Injilnya, Matius meloncat 1 tahun tanpa ada informasi apa-apa tentang Yesus dalam kurun waktu 1 tahun itu.

0 Tuhan Tidak Dapat Mencegah Manusia Untuk Berbuat Jahat? - Bagian 7

Oleh : Martin Simamora


Tuhan Tidak Dapat Mencegah Manusia Untuk Berbuat Jahat?

Pakistan,Khunjerab Pass at about 4,700 meters altitude connects Pakistan and China.
Bacalah lebih dulu Bagian6

Pemikiran-pemikiran Asaf yang keliru dan menjerumuskannya kedalam kecemburuan terhadap orang-orang berdosa, adalah sebuah situasi yang mirip dengan Israel pada sebuah titik dalam peristiwa Keluaran dari Mesir dan isteri Ayub kepada suaminya. Serupa dengan Asaf yang mengalami kekecewaan hebat  kala pengimanannya terhadap TUHAN  dilimbungkan oleh realita kehidupan yang berlawanan dengan apa yang diharapkan semestinya terjadi. Kekecewaan yang tak tertahankan terhadaap TUHAN yang diimani dapat diandalkan, diharapkan dan dipercayai sebagai penyelamat, pelindung dan pemberkat. Mazmur 73 telah menuturkan sebuah pertanyaan sepanjang zaman: ”mengapa orang benar menderita atau mengalami ketidakadilan?” Sebuah pertanyaan yang akan melahirkan rentetan tanya yang menggugat tak hanya iman Kristen, tetapi bahkan menggugat TUHAN.“Hai…TUHAN yang maha kuasa lagi maha penyayang, dimanakah engkau kala aku berseru sampai kering kerongkongan ini tapi tak jua engkau mengulurkan tangan? Atau “Hai…TUHAN yang maha adil, dimanakah engkau kala ketidakadilan  merajalela, tidurkah engkau? Atau “Hai… TUHAN yang maha kuasa, kurangkah kuasamu sampai-sampai engkau tak berdaya terhadap free will atau kehendak bebas manusia-manusia penjahat, pembunuh dan penipu?


Asaf adalah manusia mengalami kekecewaan terhadap TUHAN yang teramat hebat, kelimbungan imannya sangat berdasar, mari kita soroti beberapa diantaranya dan harapan saya, para pembaca dapat lebih memahami tantangan iman orang percaya yang sejati ditengah-tengah dunia yang fasik ini.

0 Tuhan Tidak Dapat Mencegah Manusia Untuk Berbuat Jahat? - Bagian 6

Oleh : Martin Simamora



Tuhan  Tidak Dapat Mencegah Manusia Untuk Berbuat Jahat?
People comfort each other in front of the St-Agnes church during a vigil for the victims of the train crash Lac-Megantic, Que., Friday, July 12, 2013.- Canada.com


Bacalah lebih dulu  bagian 5

Sejauh ini, bila anda membaca artikel berseri ini, apakah perasaan atau pikiran  yang menyeruak dalam diri anda? Saya cukup yakin, kesan  pertama pembaca pada umumnya bisa  seperti ini  “Absurd benar hidup ini jika faktanya TUHAN dapat berperilaku seperti ini, masak sih…,TUHAN dapat terlihat menjadi sekejam ini? Kalau seperti ini, lebih baik tidak usah bertuhan apalagi beriman pada Kristus! Saya tidak bisa melarang anda untuk bereaksi sekeras ini. Tetapi jenis pergumulan ini adalah manusiawi, dan saya pun teringat juga akan perkataan isteri Ayub yang sebetulnya mewakili pembaca pada umumnya, “Masih bertekunkah engkau dalam kesalehanmu? Kutukilah Allahmu dan matilah!" (Ayub 2:9). SIAPA YANG TAHAN DAN TETAP WARAS DENGAN FAKTA SEPERTI INI? Dimanakah letak permasalahan manusia? Saya juga tidak bisa  tidak akan diingatkan  dengan Asaf. Dia pernah menuliskan begini terkait ABSURDITAS kenyataan hidup ini ,“Sia-sia sama sekali aku mempertahankan hati yang bersih, dan membasuh tanganku, tanda tak bersalah. Namun sepanjang hari aku kena tulah, dan kena hukum setiap pagi” (Mazmur 73:13-14). Kita, pada bagian ini, akan  memberikan perhatian yang cukup khusus pada Mazmur ini untuk melihat diri kita sendiri!
Anchor of Life Fellowship , Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri - Efesus 2:8-9