F O K U S

Nabi Daud Tentang Siapakah Kristus

Ia Adalah Seorang Nabi Dan Ia Telah   Melihat Ke Depan Dan Telah Berbicara Tentang Kebangkitan Mesias Oleh: Blogger Martin Simamora ...

0 Ketika Yesus Mencintaiku



Oleh : Martin Simamora

Ketika Yesus Mencintaiku


“Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga...”

Seperti apakah  Yesus mencintaiku dan anda sebagai anak-anak yang telah dipilihnya? Apakah kasih atau cintanya  masih dapat diperbandingkan dengan  cinta atau kasih yang dapat dijumpai di dunia ini? Tentu saja jika itu adalah sejenis cinta yang masih dapat diperbandingkan dengan  cinta atau kasih yang ada di dunia ini maka tentu saja tidak ada istimewanya. Jika cinta atau kasih Yesus itu terbukti oleh pengorbanannya di kayu salib hingga mati, maka dalam hal ini dunia pun masih dapat menggugatnya pada poin  cinta dan pengorbanan  nyawa bukanlah hal asing di dunia ini. Dunia pun memiliki kisah-kisahnya tersendiri.


Cinta Yesus kepadaku dan anda harus terlepas dari segala gagasan yang dapat dikompetisikan  dari segala hal yang ada di dunia ini. Cinta Yesus kepada para muridnya haruslah secara absolut tak dapat didekati oleh cinta dunia yang seagung apapun! Jika tidak maka dunia masih sanggup menawarkan cinta atau kasih  yang  baik dan bernilai.

Ketika Yesus mencintaimu atau mengasihiku maka pasti dengan sebuah cinta yang tak sekedar memeluk dirimu erat-erat di sepanjang hidupmu, namun juga sebuah cinta yang telah  berlangsung sejak sebelum dunia ini ada. Sebuah cinta yang telah ada sebelum cinta itu dibutuhkan oleh manusia.

0 Dipilih Dan Diutus Ke Tengah-Tengah Dunia Oleh dan Bagi Kristus



Oleh: Martin Simamora

Dipilih Dan Diutus Ke  Tengah-Tengah Dunia Oleh dan Bagi Kristus


La conversion de Saint Paul by LucaGiordano (1690), Museum of Fine Arts of Nancy.

Kisah Para Rasul 9:15 “orang ini adalah alat pilihan bagi-Ku untuk memberitakan nama-Ku”
Ketika Yesus memilih seseorang untuk menjadi pengikutnya, tidak pernah sedikitpun untuk kenikmatan diri yang egois atau bersentral pada diri orang yang dipilih tersebut. Selalu saja pemilihan oleh Yesus Kristus menggerakan diri dan kehidupan orang  yang dipilih tersebut kepada sang Pemilih itu sendiri. Dengan demikian adalah terlarang untuk mengatakan bahwa seorang yang dipilih harus mengupayakan dengan kekuatan mandiri pada dirinya sendiri untuk tertuju kepada Kristus. Pemilihan oleh Kristus adalah pemilihan yang memiliki kuasa untuk mengubah orang tersebut; pemilihan tak terpisahkan dengan pengubahan yang berlangsung oleh Kristus.

Lukas 5:27-28 “Kemudian, ketika Yesus pergi ke luar, Ia melihat seorang pemungut cukai, yang bernama Lewi, sedang duduk di rumah cukai. Yesus berkata kepadanya: "Ikutlah Aku!" Maka berdirilah Lewi dan meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Dia.”

Yesus telah menjadi sentral dan orientasi kehidupan orang yang telah dipilih tersebut; melayani dan menjadi hamba  bagi kehendak Yesus  pasti terjadi dalam kehidupan setiap pribadi yang telah dipilih oleh Kristus. Saya telah menyinggungnya dalam bagian “Makna Sejati Mengikut Yesus” dalam artikel ini dan “Tanpa Kristus Apapun Yang Berharga Atau Menguatirkanmu Adalah Kotoran  Hewan.”


Kini, kita akan melihat melalui tindakan Allah untuk memilih seorang pembantai keji menjadi alatnya, menjadi abdi kehendak Allah di tengah-tengah dunia. Baca juga Kisah Para Rasul 22:3-21 dan 26:9-20 sehingga kita memahami sejarah kekejian Saulus sebelum menjadi murid Tuhan (Paulus).

0 PERBANDINGAN RINGKAS KE EMPAT INJIL



Oleh: Pdt. Budi Asali, M.Div

PERBANDINGAN  RINGKAS  KE EMPAT INJIL
Eric Gill's "The Four Gospels"
Dalam Kitab Suci ada 4 kitab Injil, yaitu Matius, Markus, Lukas dan Yohanes. Sekalipun dalam keempat kitab Injil itu ada banyak cerita yang sama, tetapi sebetulnya keempat penulis Injil itu mempunyai penekanan dan tujuan yang berbeda. Dan kalau kita membaca keempat kitab Injil itu maka akan terlihat bahwa mereka saling melengkapi satu dengan yang lain.

Illustrasi: Kalau kita mau membangun rumah, sedikitnya dibutuhkan 3 buah gambar dari rumah yang akan dibangun (dari atas, dari depan, dari samping). 3 buah gambar itu menggambarkan rumah yang sama, tetapi menggambarkannya dari sudut yang berbeda, sehingga mereka saling melengkapi satu dengan yang lain.

0 Ketika Yesus Diberitakan Oleh Penyesat



Oleh : Martin Simamora

Ketika Yesus Diberitakan Oleh Penyesat
 

2 Korintus 11:3-4 “(3) Tetapi aku takut, kalau-kalau pikiran kamu disesatkan dari kesetiaan kamu yang sejati kepada Kristus, sama seperti Hawa diperdayakan oleh ular itu dengan kelicikannya.(4) Sebab kamu sabar saja, jika ada seorang datang memberitakan Yesus yang lain dari pada yang telah kami beritakan, atau memberikan kepada kamu roh yang lain dari pada yang telah kamu terima atau Injil yang lain dari pada yang telah kamu terima.”

Penyesatan pasti terjadi, demikianlah  Yesus menegaskannya (Lukas 17:1-2, Matius 18:6-7, Markus 9:42) dan jika Yesus memperingatkan dan sekaligus mengecamnya  lebih baik mati, maka memang  eksistensinya sangat berbahaya.

Sebahaya apakah? Paulus memberikan sebuah deskripsi yang tak main-main, mengapa  penyesat bekerja dalam sebuah level bahaya yang kebanyakan orang Kristen tidak menyadarinya :“disesatkan sama seperti Hawa diperdayakan oleh ular.” Sebuah level kelicikan yang tidak boleh dipandang remeh. Jika anda berkenan, bacalah “Menguji Pengajaran Joseph Prince– Bagian 5,” sehingga anda dapat mendapatkan gambaran yang lebih baik mengapa  Yesus Kristus, dan juga Rasul Paulus memberikan sebuah peringatan yang luar biasa kerasnya dan mengapa penyesat dan penyesatan ini dapat memperdaya orang-orang Kristen. Sikap waspada yang sama juga patut ditujukan kepada Joel Osteen yang menyatakan “God ‘Absolutely’ Accepts Homosexuals,”sesuatu yang bertolak belakang dengan Alkitab, bacalah artikel ini  yang terkait dengan homoseksualitas untuk memahaminya.

Perhatikan, bahwa sikap sabar terhadap penyesat  dapat menjadi titik awal penyesatan yang mematikan.

0 KRISTOLOGI XV : THE HUMILIATION OF CHRIST (PERENDAHAN KRISTUS)





Rabu, tgl 24 September 2014, pk 19.00
Pdt. Budi Asali, M. Div.
Lukisan : Gustave Doré: The Bible Illustrations
THE HUMILIATION OF CHRIST
(PERENDAHAN KRISTUS)

kristologi (15)

Bacalah lebih dulu bagian 14

IV) Penguburan Kristus.

A)  Kematian bukanlah tahap terakhir dari perendahan Kristus. Kata-kata ‘sudah selesai’ tak berhubungan dengan perendahan tetapi dengan penderitaan aktif dalam memikul hukuman dosa.

B)  Penguburan adalah suatu tahap perendahan.
Ini terlihat dari:

1)  Kuburan merupakan tempat dimana tubuh itu hancur / membusuk.

2)  Kembalinya manusia kepada debu adalah sebagian dari hukuman dosa (Kej 3:19).

Kej 3:19 - “dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu.’”.

0 Tanpa Kristus, Apapun Yang Berharga atau Menguatirkanmu Hanyalah Kotoran Hewan



Oleh : Martin Simamora

Tanpa Kristus, Apapun Yang Berharga atau Menguatirkanmu  Hanyalah Kotoran Hewan


Apakah  atau siapakah yang paling berharga bagimu?  Jika Yesus yang paling berharga bagimu, lantas bagaimana  anda memandang logam mulia emas?  Bagaimana  anda memandang kekayaan? Bagaimana anda memandang kemiskinan? Bagaimana anda memandang kesusahan? Bagaimana anda memandang orang-orang yang anda  sangat kasihi seperti isterimu, anakmu, saudara dan saudarimu dan orang tuamu? Apakah benar bahwa semuanya itu  bukan yang paling berharga bagimu? Bagaimana anda memandang nyawamu?

Rasul Paulus memberikan sebuah teladan bagi kita :

Kisah Para Rasul 20:24: “Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikitpun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah.”


Ini adalah sebuah renungan yang sangat menantang bagi setiap diri kita, termasuk saya sendiri, untuk sungguh-sungguh dan tidak  bermain-main dengan mencintai, mengikuti dan melayani kepentingan dan kehendak Yesus. Anda harus menimbang secara serius bahwa dalam mencintainya maka sebuah totalitas yang luar biasa dituntut olehnya.

0 Ketika Yesus Menggelar KKR Yang Sunyi



Oleh : Martin Simamora

Ketika Yesus  Menggelar KKR Yang Sunyi


Tahukah anda bahwa  di mata orang banyak kala itu, daya tarik Yesus Kristus bukan hanya  pada keajaiban –keajaiban yang menyertai pelayanannya tetapi tanpa itupun Yesus tetap  dapat mengundang banyak orang untuk berkerumun sekalipun hanya berkata-kata dan tanpa sama sekali ada hal-hal yang menakjubkan:


Matius 13:1-2  “(1)Pada hari itu keluarlah Yesus dari rumah itu dan duduk di tepi danau.(2) Maka datanglah orang banyak berbondong-bondong lalu mengerumuni Dia, sehingga Ia naik ke perahu dan duduk di situ, sedangkan orang banyak semuanya berdiri di pantai.


Perhatikan bagaimana Injil Matius menggambarkan  peristiwa  yang teramat besar ini! Hari itu, Yesus  keluar dari rumah yang menjadi tempatnya berdiam atau menginap duduk di tepi danau dan sejumlah massa yang begitu besar mengerumuni dia; sejumlah massa yang teramat besar  hadir sehingga Yesus nampaknya terdesak sehingga harus naik ke perahu  yang tertambat di bibir danau itu, agar massa yang besar itu dapat lebih leluasa mengerumuninya. Semuanya berdiri di pantai.

Apakah Yesus akan mengadakan mujizat besar pada momen ini? Apakah Yesus akan mengadakan konser musik yang besar, meriah dan gegap gempita? Apakah Yesus sedang  mengadakan KKR kesembuhan ilahi dan sedang mengundang semua yang sakit untuk datang kepadanya? TIDAK SAMA SEKALI! Walau berangkali saja ada banyak diantara mereka yang berharap banyak.

0 KRISTOLOGI XIV : THE HUMILIATION OF CHRIST (PERENDAHAN KRISTUS)




Rabu, tgl 17 September 2014, pk 19.00
Pdt. Budi Asali, M. Div.

 "A Soldier Pierces Christ's Side" by James Jacques Tissot (1836-1902)

Yohanes 19:32- 35"

Maka datanglah prajurit-prajurit lalu mematahkan kaki orang yang pertama dan kaki orang yang lain yang disalibkan bersama-sama dengan Yesus; tetapi ketika mereka sampai kepada Yesus dan melihat bahwa Ia telah mati, mereka tidak mematahkan kaki-Nya,tetapi seorang dari antara prajurit itu menikam lambung-Nya dengan tombak, dan segera mengalir keluar darah dan air.Dan orang yang melihat hal itu sendiri yang memberikan kesaksian ini dan kesaksiannya benar, dan ia tahu, bahwa ia mengatakan kebenaran, supaya kamu juga percaya."
THE HUMILIATION OF CHRIST
(PERENDAHAN KRISTUS)

kristologi (14)

Bacalah lebih dulu bagian13
B) Kristus menderita tubuh dan jiwa.

Seluruh manusia (tubuh dan jiwa) jatuh ke dalam dosa dan seluruh manusia dipengaruhi secara negatif oleh dosa. Karena itu Kristus harus mengalami penderitaan dalam tubuh dan jiwaNya, barulah Ia bisa menebus kita secara lengkap.

Pada waktu Ia dicambuki dan disalibkan, itu jelas merupakan penderitaan jasmani. Pada waktu Ia dihina, diludahi, nyaris ditelanjangi di depan umum, dan terutama ditinggalkan oleh BapaNya, itu merupakan penderitaan jiwa / rohani.


C) Penderitaan Kristus adalah unik.

1)  Karena kesucianNya, Kristus mengalami penderitaan akibat dosa di sekelilingNya dengan suatu perasaan yang tidak bisa dialami oleh orang lain.

2)  Allah menumpahkan kepada Kristus kejahatan kita sekalian (Yes 53:6,10). Ini tidak pernah dialami oleh siapapun juga.

Yes 53:6,10 - “(6) Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian. ... (10) Tetapi TUHAN berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan. Apabila ia menyerahkan dirinya sebagai korban penebus salah, ia akan melihat keturunannya, umurnya akan lanjut, dan kehendak TUHAN akan terlaksana olehnya.”.

0 Jangan Sia-Siakan Masa Mudamu : Apakah Hanya HIV Penyakit Seksual Yang Tidak Dapat Disembuhkan?



Oleh : Martin Simamora

Jangan Sia-Siakan Masa Mudamu : Apakah Hanya HIV Penyakit Seksual Yang Tidak Dapat Disembuhkan?

 
Credit : voxxi



Jangan Sia-Siakan Masa Mudamu


Pengkhotbah 11:7-10-12:1 “(7) Terang itu menyenangkan dan melihat matahari itu baik bagi mata;(8) oleh sebab itu jikalau orang panjang umurnya, biarlah ia bersukacita di dalamnya, tetapi hendaklah ia ingat akan hari-hari yang gelap, karena banyak jumlahnya. Segala sesuatu yang datang adalah kesia-siaan.(9)Bersukarialah, hai pemuda, dalam kemudaanmu, biarlah hatimu bersuka pada masa mudamu, dan turutilah keinginan hatimu dan pandangan matamu,tetapi ketahuilah bahwa karena segala hal ini Allah akan membawa engkau ke pengadilan! (10)Buanglah kesedihan dari hatimu dan jauhkanlah penderitaan dari tubuhmu, karena kemudaan dan fajar hidup adalah kesia-siaan.... (12:1) Ingatlah akan Penciptamu pada masa mudamu, sebelum tiba hari-hari yang malang dan mendekat tahun-tahun yang kaukatakan: "Tak ada kesenangan bagiku di dalamnya!", “


Artikel ini saya tulis sebagai sebuah  peringatan dan perenungan bagi diri saya sendiri sebagai orang tua dan juga bagi para pembaca  baik kepada keluarga, anak-anak remaja baik putera dan puteri dan anak-anak muda agar tidak membiarkan dirinya larut dan terjebak dalam kemajuan zaman yang lebih mendewakan kebebasan individual untuk menikmati dan mengeksplorasi seksualitas dalam cara-cara yang tidak kudus dan di luar pernikahan yang kudus didalam Tuhan.


Pagi tadi, saya menerima sebuah telepon dengan kabar yang sangat menyedihkan baik baginya dan juga bagi saya sebagai seorang sahabat. Orang yang dikasihinya menderita penyakit akibat hubungan seksual, apa yang paling menyedihkan dan memukul  bahwa dirinyalah sebagai “carrier” yang menjadi penular. Belum cukup  sampai disitu kesedihan itu, akibatnya bisa jadi akan sangat  fatal bagi kekasihnya sebab  kemungkinan tidak dapat disembuhkan dan kematian sangat dekat dan mungkin tidak dapat dielakan secara medis. Ini yang mendorong saya menuliskan artikel ini. Semoga menjadi refleksi bagi  para remaja putera/puteri, anak-anak muda dan juga keluarga agar bijaksana dalam menikmati masa muda, dan bagi  kita sebagai orang tua untuk menimbang kembali bagaimana kita selama ini mengarahkan putera-puteri kita dalam menjalani kehidupan dan mengejar cita dan impian mereka.

0 N E R A K A


Oleh : pdt. Budi Asali, M.Div

N e r a k a


Ro 6:23 - “Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.”.

Ini bukan hanya merupakan akibat / hukuman terhadap dosa Adam saja, tetapi dosa setiap orang, karena Ro 6:23a berbunyi: “Sebab upah dosa ialah maut. ‘Maut’ dalam Ro 6:23 ini tidak hanya menunjuk pada kematian biasa, tetapi menunjuk pada kematian kedua / penghukuman kekal di neraka.

Wah 21:8 - “Tetapi orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua.’”.

Hal-hal yang perlu diketahui tentang neraka.

0 KRISTOLOGI XIII : THE HUMILIATION OF CHRIST (PERENDAHAN KRISTUS)




Rabu, tgl 10 September 2014, pk 19.00
Pdt. Budi Asali, M. Div.


THE HUMILIATION OF CHRIST
(PERENDAHAN KRISTUS)

 

kristologi (13)

Bacalah lebih dulu bagian12

G) Peranan Roh Kudus dalam inkarnasi.

1)   Roh Kuduslah yang menjadikan Maria mengandung.

Mat 1:18-20 - “(18) Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibuNya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri. (19) Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam. (20) Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: ‘Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.”.

Luk 1:34-35 - “(34) Kata Maria kepada malaikat itu: ‘Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?’ (35) Jawab malaikat itu kepadanya: ‘Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.”.


Yang dilahirkan oleh Maria bukanlah pribadi manusia, tetapi pribadi Anak Allah [Luk 1:32,35  bdk. Luk 1:43 dimana Elizabeth menyatakan Maria sebagai ‘ibu Tuhanku’ / ‘the mother of my Lord’ (NIV)].


Karena itu Maria secara tepat disebut THEOTOKOS (= bunda Allah), bukan sekedar CHRISTOTOKOS (= bunda Kristus).

0 KRISTOLOGI XII : THE HUMILIATION OF CHRIST (PERENDAHAN KRISTUS)




Rabu, tgl 3 September 2014, pk 19.00
Pdt. Budi Asali, M. Div.


THE HUMILIATION OF CHRIST
(PERENDAHAN KRISTUS)

kristologi (12)

Bacalah lebih dulu bagian11

Selanjutnya, dalam membahas ketidak-berubahan LOGOS baik dalam hakekat, sifat, maupun kegiatanNya pada saat berin­karnasi ini, kita perlu membahas suatu ajaran yang disebut Teori Kenosis [= teori pengosongan diri]. Teori Kenosis ini merupakan suatu ajaran yang sangat populer, tetapi salah / sesat!

Teori Kenosis ini, yang didasarkan pada Fil 2:6-7, mengatakan bahwa Anak Allah mengesampingkan / membuang sebagian / seluruh sifat-sifat ilahiNya supaya Ia bisa menjadi manusia yang terbatas (Contoh: Mat 24:36 menunjukkan Yesus tidak maha tahu).


Fil 2:6-7 - “(6) yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, (7) melainkan telah mengosongkan diriNya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.”.

          
Kesalahan dari Teori Kenosis ini:

0 Menguji Pengajaran Joseph Prince “Pengakuan Dosa—Apakah Bagi Orang Percaya?” (5- Selesai)



Oleh : Martin Simamora

Menguji  Pengajaran Joseph Prince
“Pengakuan Dosa—Apakah Bagi Orang Percaya?” (5- Selesai)
Galatia 1:15 "Tetapi waktu Ia, yang telah memilih aku sejak kandungan ibuku
dan memanggil aku oleh kasih karunia-Nya,

Bacalah lebih dulu bagian 4
Pada bagian  sebelumnya kita telah meninjau sebuah pernyataan Joseph Prince yang mendiskreditkan baik Rasul Yohanes dan tulisan yang diilhamkan oleh Allah dengan mengungkapkan bahwa baginya  epistel 1 Yohanes 1:8-10 merupakan kontroversial bagi kasih karunia. Prince  berupaya memosisikan dirinya sebagai pemilik kebenaran yang lebih baik daripada Yohanes, ini terlihat nyata, terutama kala dia mendiskreditkan kebenaran yang terkandung didalam ayat 9 “Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan. “ Apa pentingnya memperhatikan hal  menyimpang dan menyesatkan seperti ini? Apakah ini hal yang terlampau dibesar-besarkan atau bagi Yesus ini bukan perkara besar? Kita akan meninjau hal ini sejenak , sebelum kita memasuki ulasan untuk menit-menit yang baru pada video khotbah. Mari kita  memperhatikan pernyataan Yesus Kristus terkait penyesatan dan penyesat :

0 FILIPUS, KISAH RASUL 8:26-40





Minggu, tgl 14 September 2014, pk 08.00
PDT. BUDI ASALI. M. DIV.

PhilipsGalle Dutch (Haarlem 1537 - 1612 Antwerp) After Maartenvan Heemskerck Netherlandish (1498 - 1574) St. Philip Baptizing the Eunuch [Acts 8:30-38], 1575-1582 Series/Book Title: Acts of the Apostles Print Dutch,  16th century Engraving  sheet: 21.2 x 26.8 cm (8 3/8 x 10 9/16 in.)  NH 201; NH (Heemskerck)406, ii/iii Harvard Art Museums/Fogg Museum, Gift of Belinda L. Randall from the collection of John Witt Randall , R6950 Department of Prints ,  Division of European and AmericanArt
FILIPUS,
KISAH RASUL 8:26-40
Kisah 8:26-40 - “(26) Kemudian berkatalah seorang malaikat Tuhan kepada Filipus, katanya: ‘Bangunlah dan berangkatlah ke sebelah selatan, menurut jalan yang turun dari Yerusalem ke Gaza.’ Jalan itu jalan yang sunyi. (27) Lalu berangkatlah Filipus. Adalah seorang Etiopia, seorang sida-sida, pembesar dan kepala perbendaharaan Sri Kandake, ratu negeri Etiopia, yang pergi ke Yerusalem untuk beribadah. (28) Sekarang orang itu sedang dalam perjalanan pulang dan duduk dalam keretanya sambil membaca kitab nabi Yesaya. (29) Lalu kata Roh kepada Filipus: ‘Pergilah ke situ dan dekatilah kereta itu!’ (30) Filipus segera ke situ dan mendengar sida-sida itu sedang membaca kitab nabi Yesaya. Kata Filipus: ‘Mengertikah tuan apa yang tuan baca itu?’ (31) Jawabnya: ‘Bagaimanakah aku dapat mengerti, kalau tidak ada yang membimbing aku?’ Lalu ia meminta Filipus naik dan duduk di sampingnya. (32) Nas yang dibacanya itu berbunyi seperti berikut: Seperti seekor domba Ia dibawa ke pembantaian; dan seperti anak domba yang kelu di depan orang yang menggunting bulunya, demikianlah Ia tidak membuka mulutNya. (33) Dalam kehinaanNya berlangsunglah hukumanNya; siapakah yang akan menceriterakan asal-usulNya? Sebab nyawaNya diambil dari bumi. (34) Maka kata sida-sida itu kepada Filipus: ‘Aku bertanya kepadamu, tentang siapakah nabi berkata demikian? Tentang dirinya sendiri atau tentang orang lain?’ (35) Maka mulailah Filipus berbicara dan bertolak dari nas itu ia memberitakan Injil Yesus kepadanya. (36) Mereka melanjutkan perjalanan mereka, dan tiba di suatu tempat yang ada air. Lalu kata sida-sida itu: ‘Lihat, di situ ada air; apakah halangannya, jika aku dibaptis?’ (37) [Sahut Filipus: ‘Jika tuan percaya dengan segenap hati, boleh.’ Jawabnya: ‘Aku percaya, bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah.’] (38) Lalu orang Etiopia itu menyuruh menghentikan kereta itu, dan keduanya turun ke dalam air, baik Filipus maupun sida-sida itu, dan Filipus membaptis dia. (39) Dan setelah mereka keluar dari air, Roh Tuhan tiba-tiba melarikan Filipus dan sida-sida itu tidak melihatnya lagi. Ia meneruskan perjalanannya dengan sukacita. (40) Tetapi ternyata Filipus ada di Asdod. Ia berjalan melalui daerah itu dan memberitakan Injil di semua kota sampai ia tiba di Kaisarea.”.


I) Sida-sida dari Ethiopia.
Catatan: sida-sida adalah pejabat istana yang dikebiri.

1) Ia beribadah di Yerusalem (ay 27b).


Ay 27: “Lalu berangkatlah Filipus. Adalah seorang Etiopia, seorang sida-sida, pembesar dan kepala perbendaharaan Sri Kandake, ratu negeri Etiopia, yang pergi ke Yerusalem untuk beribadah.”.


Jadi mungkin ia adalah pengikut agama Yahudi dan ia tidak malu menunjukkan dirinya sebagai penganut agama itu.

0 KRISTOLOGI XI : THE HUMILIATION OF CHRIST (PERENDAHAN KRISTUS)





Rabu, tgl 27 Agustus 2014, pk 19.00
Pdt. Budi Asali, M. Div.
"BernubuatLAH, Siapa Yang Memukulmu"-Lukas 22:64
Yesus telah memprediksi hal ini: Matius 20:19, Markus 10:34, Lukas 18:32
Kredit :


The Mocking of Christ by Matthias Grünewald, c. 1505

kristologi (11)

PELAJARAN IV
THE HUMILIATION OF CHRIST
(PERENDAHAN KRISTUS)

Bacalah lebih dulu bagian10

Ada 5 tahap perendahan yang dialami oleh Kristus:

I) Inkarnasi.

A) Arti kata ‘inkarnasi’.

Kata ini berasal dari kata bahasa Latin IN [= in (= dalam)] + CARO / CARNIS [= flesh (= daging)]. Jadi, inkarnasi bisa diartikan ‘masuk ke dalam daging’. Tentu saja yang dimaksud dengan ‘daging’ bukan hanya ‘tubuh’, tetapi ‘seluruh manusia’.

Catatan:
Jangan menyamakan ‘inkarnasi’ dengan ‘reinkarnasi’. Kekristenan mempercayai inkarnasi, yaitu waktu Yesus, yang adalah Allah, menjadi manusia. Tetapi kekristenan menolak reinkarnasi, yang merupakan ajaran agama Hindu / Buddha, karena bertentangan dengan Kitab Suci, khususnya Ibr 9:27, yang mengatakan bahwa manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja dan sesudah itu dihakimi.


Ibr 9:27 - “Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi,”.

Anchor of Life Fellowship , Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri - Efesus 2:8-9