F O K U S

An Introduction to Christian Apologetics - 1

By: Dr.Paul Coulter What is ‘Apologetics’? What is ‘Apologetics’? The term ’apologetics’ derives from the Greek word apo...

0 Memandang Yesus Kristus Dalam Alkitab : Nabi Mikha, Nabi Zakharia & Nabi Yesaya (5)

Benarkah Mesias Memiliki Kesehakekatan Dengan Bapa: Memahami Sang Firman Turun Menjadi Manusia
Sebuah refleksi yang disusun untuk menuntun mereka keluar dari konsepsi Corpus Delicti & Yesus adalah Allah yang dilantik

Bacalah lebih dulu: bagian 4
Oleh: Martin Simamora

Bapa Telah memberikan kepadanya. Ini adalah relasi yang tak mudah dipahami bahkan sebetulnya tak mungkin jika saja Yesus tak pernah mengemukakannya. Ketakmudahan untuk memahaminya hingga ke tahap kemustahilan bagi indrawi manusia disebabkan karena tak ada satupun manusia yang dapat melihat permulaannya dalam peradaban alam semesta ini. Nabi Mikha dalam nubuat mengenai seorang raja Israel yang akan datang telah menggambarkan bahwa raja ini memiliki permulaan sebagai  Ia adalah divinitas sebagai pencipta segala permulaan dan bahwa ia adalah sumber segala permulaan. Mikha 5:2 menuliskan: ‘Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala.’ Untuk apakah nubuat purba mengenai seorang raja yang keberadaan dan letak permulaannya adalah keabadian sebelum segala sesuatunya; sebelum ada untuk disebutkan Betlehem Efrata dan sebelum ada untuk disebutkan kerajaan Israel? Jelas ini bukan kisah mengenai Israel itu sendiri dan apalagi Betlehem tetapi adalah kisah seorang raja yang telah ada sebelum segala sesuatu ada termasuk sejarah itu sendiri ada bagi dunia ini dan baginya sendiri untuk menjadi seorang raja Israel sementara Ia pada mulanya bukan seorang Yahudi sama sekali dalam kekekalannya karena Ia tak bersuku bangsa  sejak semulanya tetapi ia telah ditentukan sejak semula untuk masuk ke dalam sejarah dunia pada satu bangsa yang kecil sebagaimana kecilnya kota tempat kelahirannya. Tentulah seorang raja Israel haruslah seorang Israel, dan raja yang berasal dari kekekalan pasti akan menghadirkan kemegahan dan kegentaran bagi raja dan bagi para pemimpin-pemimpin agama dunia ini. Perhatikanlah ini:

Matius 2:1-5 Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem dan bertanya-tanya: "Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia." Ketika raja Herodes mendengar hal itu terkejutlah ia beserta seluruh Yerusalem. Maka dikumpulkannya semua imam kepala dan ahli Taurat bangsa Yahudi, lalu dimintanya keterangan dari mereka, di mana Mesias akan dilahirkan. Mereka berkata kepadanya: "Di Betlehem di tanah Yudea, karena demikianlah ada tertulis dalam kitab nabi: Dan engkau Betlehem, tanah Yehuda, engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yehuda, karena dari padamulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umat-Ku Israel." Lalu dengan diam-diam Herodes memanggil orang-orang majus itu dan dengan teliti bertanya kepada mereka, bilamana bintang itu nampak. Kemudian ia menyuruh mereka ke Betlehem, katanya: "Pergi dan selidikilah dengan seksama hal-hal mengenai Anak itu dan segera sesudah kamu menemukan Dia, kabarkanlah kepadaku supaya akupun datang menyembah Dia."

Kitab kuno Mikha 5:2 secara luar biasa menjadi fokus yang memiliki gravitasi yang begitu dahsyat sehingga seorang raja sangat berkuasa, segenap imam dan ahli Taurat bangsa Yahudi, tak mungkin tak berkata bahwa pada Mikha 5:2 semua harus mengukur kedatangan Mesias yang dinubuatkan sejak Purba dan memiliki kekekalan dalam kekekalan dirinya sendiri yang eksistensi kesejarahannya menemukan penggenapannya dalam kedatangannya secara geografis sebagaimana telah ditorehkan Allah sendiri pada kitab nabi Mikha. Ia begitu penting dan begitu agung dalam kemuliaan yang tak mungkin dimiliki satu manusia teragung manapun lainnya di dunia ini, sebab kemuliaanya berasal datang dari kitab suci yang sejak semula telah menuliskan mengenai dirinya. Dirinya adalah sentral kitab suci dan boleh dikatakan inilah pertama kalinya observasi mesianik dalam pimpinan kuasa negara adi daya kala itu berlangsung, dengan perintah yang singkat, tajam, jelas tanpa keburaman: "Pergi dan selidikilah dengan seksama hal-hal mengenai Anak itu!"
Anchor of Life Fellowship , Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri - Efesus 2:8-9