0 Tuhan Tidak Dapat Mencegah Manusia Untuk Berbuat Jahat? - Bagian 5

Oleh : Martin Simamora


Tuhan Tidak Dapat Mencegah Manusia Untuk Berbuat Jahat?

A family leaves an underground bunker in the wake of the destruction caused by the natural disaster- Reuters

Bacalah lebih dulu bagian  4
Apakah yang mendasari TUHAN untuk  sedemikian berani (nekat, dimata manusia) meladeni tantangan Iblis semacam itu? Ya,  dalam hal ini  TUHAN  bersedia mengulurkan tangan-Nya dan menjamah segala yang dipunyai Ayub, dan TUHAN  dalam  hal ini pada faktanya telah memberikan kuasa kepada Iblis untuk melakukan apa-apa yang telah ditentukan  atau ditetapkan oleh TUHAN untuk boleh ditimpakan kepada Ayub, hamba-Nya, satu-satunya yang benar (Ayub 1:8)! Apa yang mendasari TUHAN untuk memberi kuasa kepada Iblis dan melahirkan rentet kemalangan yang memilukan? Apakah Maksud  atau tujuan TUHAN?

Tidak akan ada jawaban yang memuaskan hati dan rasio manusia atas Tindakan TUHAN ini, namun satu hal pasti, ada sebuah hal teramat  luar biasa dan bernilai  terkait  Ayub dalam pandangan TUHAN! “Lalu bertanyalah TUHAN kepada Iblis: "Apakah engkau memperhatikan hamba-Ku Ayub? Sebab tiada seorangpun di bumi seperti dia, yang demikian saleh dan jujur, yang takut akan Allah dan menjauhi kejahatan." (Ayub 1:8). TUHAN dihadapan Iblis telah menyatakan bahwa Ayub adalah orang benar dihadapan-Nya. Ya, Ayub orang benar menurut TUHAN sendiri, dengan kata lain, Dia sangat  mengenali Ayub secara total sehingga dengan tanpa ragu sedikitpun TUHAN, kepada Iblis, berkata  "Apakah engkau memperhatikan hamba-Ku Ayub? Sebab tiada seorangpun di bumi seperti dia, yang demikian saleh dan jujur, yang takut akan Allah dan menjauhi kejahatan." Tidak ada celah sedikitpun  bagi Iblis untuk membantah pernyataan Tuhan ini.



Hal terpenting adalah, TUHAN menyebut Ayub sebagai “hamba-Ku,” dengan kata  lain Ayub adalah MILIK TUHAN. Tuhan dengan demikian tidak hanya mengenali Ayub tetapi sekaligus PEMILIK AYUB. Seberapa kenal Tuhan terhadap Ayub ini? Sukar bagi siapapun untuk menggambarkan seberapa jauhnya Tuhan mengenal Ayub, tetapi  Yeremia 1:5 dapat memberikan sebuah gambaran yang luar biasa : ”Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau…” Ini adalah kedalaman pengenalan yang tak mungkin dijangkau manusia sebab ini adalah pengenalan TUHAN dalam kekekalan, sebab Tuhan mengenal, bahkan SEBELUM DIA MEMBENTUK AYUB DALAM RAHIM IBUNYA! Jika Tuhan membentuk Ayub, hamba-Nya ini, maka TUHAN pasti memiliki sebuah maksud yang Dia miliki (bandingkan dengan Amsal 16:4, Pengkhotbah 3:11)

Jika pada bagian sebelumnya dalam kisah Ayub, kita telah melihat bagaimana TUHAN  telah menetapkan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan Iblis terhadap Ayub, maka TUHAN PADA DASARNYA MEMEGANG KENDALI PENUH ATAS APAPUN YANG  AKAN SEGERA TERJADI PADA DIRI AYUB JAUH SEBELUM SEMUA KEMALANGAN MEMILUKAN HATI ITU TERJADI.

Dalam hal-hal apa saja TUHAN memegang kendali PENUH atas apapun yang terjadi pada diri Ayub? Jawabnya, tidak hanya dalam berkat dan perlindungan yang selama ini telah Dia anugerahkan kepada Ayub, tetapi bahkan dalam hal-hal buruk, tragedI, duka dan kemalangan, TUHAN memegang kedaulatan. Ini termasuk  apa yang boleh terjadi dan tidak boleh terjadi! Dan hal ini kita lihat sangat jelas dalam peristiwa Ayub:

Maka firman TUHAN kepada Iblis: "Nah, segala yang dipunyainya ada dalam kuasamu; hanya janganlah engkau mengulurkan tanganmu terhadap dirinya." Kemudian pergilah Iblis dari hadapan TUHAN.- Ayub 1:12


Ayub adalah hamba Tuhan, milik TUHAN. Orang yang ada dalam kepemilikan TUHAN  pada faktanya sama sekali tidak dapat disentuh oleh Iblis, sebab Iblis tidak memiliki kuasa untuk menyentuh orang yang ada dalam kepemilikan TUHAN! Maka kita melihat, pada Ayub pun demikian!


Iblis dapat menyentuh Ayub beserta keluarganya setelah TUHAN memberikan KUASA kepada Iblis untuk dapat menyentuh KEPUNYAAN Ayub. Ya, Iblis HANYA DAPAT MENYENTUH  KEPUNYAAN AYUB saja, demikianlah kuasa yang diberikan TUHAN kepada Iblis!


Demikian juga yang terjadi pada Ayub 2:3-6. Singkatnya setelah TUHAN menentukan batas-batas yang boleh dilakukan Iblis  terhadap Ayub,  hamba-Nya, milik-Nya itu, barulah Iblis boleh pergi dan melakukan hal-hal memiliukan sejauh yang TUHAN perbolehkan!



Apakah kesan saya dan anda dalam melihat  atau mengetahui fakta ini? Jelas SUKAR MENERIMANYA! Pertama-tama terlihat di mata kita adalah TUHAN KEJAM, dan dalam hal ini terlihat   tidak hanya TUHAN TIDAK DAPAT MENCEGAH MANUSIA UNTUK BERBUAT JAHAT, namun nampak bahwa TUHAN ADALAH BAGIAN DARI KEJAHATAN! Benarkah demikian?


Kisah Firaun Vs Israel pun, sebagaimana yang telah diulas pada bagian sebelumnya,  akan segera mengesankan hal yang sama, bahwa TUHAN lebih dari sekedar TIDAK DAPAT MENCEGAH MANUSIA UNTUK BERBUAT JAHAT, tetapi bagian dari KEJAHATAN ITU SENDIRI.

Para pembaca sekalian  yang  terhormat, hal tersukar adalah memahami TUHAN ketika Dia bertindak sebagai TUHAN, sehingga sangat tepat  Pengkhotbah 3:11 mengatakan demikian : “… Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.”

Pada umumnya  kita berpandangan bahwa TUHAN seharusnyalah  mencegah peristiwa-peristiwa buruk  seperti malapetaka, kesedihan, penderitaan, termasuk kejahatan. Jika yang terjadi malahan TUHAN membiarkan dan malahan menggunakan kejahatan manusia sebagai instrumen-Nya untuk mewujudkan maksud-Nya, tidakkah ini sama saja TUHAN pro terhadap kejahatan,  demikiankah?


Jika kita melihat fakta yang terjadi pada Firaun Vs Israel dalam peristiwa Keluaran dari Mesir dan pada Ayub sendiri, maka  pandangan kita akan sangat mirip dengan pandangan Elifas, Bildad, Zofar, orang-orang  yang dekat dan menyaksikan penderitaan Ayub ini. Kita sebentar lagi akan melihat  bagaimana pandangan orang-orang dekat tersebut, sebenar-benarnya adalah juga pandangan  kebanyakan kita orang Kristen dalam menilai orang percaya yang menderita, yaitu betapa cepatnya dan tergesa-gesanya kita mengaitkannya sebagai akibat dosa, ya memang  benar dosa dapat berakibat demikian. Ayub telah dinilai oleh  sobat-sobatnya sebagai orang yang BERDOSA ATAU MEMILIKI KESALAHAN teramat besar, tanpa dapat benar-benar mengetahui apa penyebab pastinya (TIDAK MENGETAHUI BAGAIMANA BANGGANYA TUHAN TERHADAP DIRI AYUB, BAHKAN DIHADAPAN IBLIS!).



Dengan memandang Ayub sebagai pendosa hebat, mengukurnya pada pada rentetan malapetaka yang menimpa Ayub , maka meluncurlah dari mulut Elifas, Bildad, Zofar dan juga bahkan tanggapan Ayub sendiri, berupa   pandangan-pandangan  keliru atau tak berdasar atau tidak memiliki  nilai kebenaran, yang dapat kita  temukan mulai dari pasal 4 sampai dengan pasal 31.

Berikut ini adalah beberapa diantaranya  saya sajikan bagi anda :

AYUB 4:7-8 “Camkanlah ini: siapa binasa dengan tidak bersalah dan di manakah orang yang jujur dipunahkan? Yang telah kulihat ialah bahwa orang yang membajak kejahatan dan menabur kesusahan, ia menuainya juga.

AYUB 5:6-7 “Karena bukan dari debu terbit bencana dan bukan dari tanah tumbuh kesusahan; melainkan manusia menimbulkan kesusahan bagi dirinya, seperti bunga api berjolak tinggi.

AYUB 5 :17 “Sesungguhnya, berbahagialah manusia yang ditegur Allah; sebab itu janganlah engkau menolak didikan Yang Mahakuasa.”


AYUB 6: 9,11  “Kiranya Allah berkenan meremukkan aku, kiranya Ia melepaskan tangan-Nya dan menghabisi nyawaku! Apakah kekuatanku, sehingga aku sanggup bertahan, dan apakah masa depanku, sehingga aku harus bersabar?

AYUB 6:13Bukankah tidak ada lagi pertolongan bagiku, dan keselamatan jauh dari padaku?”

AYUB 7:7  “Ingatlah, bahwa hidupku hanya hembusan nafas; mataku tidak akan lagi melihat yang baik.

AYUB 7:13-16 “Apabila aku berpikir: Tempat tidurku akan memberi aku penghiburan, dan tempat pembaringanku akan meringankan keluh kesahku, maka Engkau mengagetkan aku dengan impian dan mengejutkan aku dengan khayal, sehingga aku lebih suka dicekik dan mati dari pada menanggung kesusahanku. Aku jemu, aku tidak mau hidup untuk selama-lamanya. Biarkanlah aku, karena hari-hariku hanya seperti hembusan nafas saja.


AYUB 7:21 “Dan mengapa Engkau tidak mengampuni pelanggaranku, dan tidak menghapuskan kesalahanku? Karena sekarang aku terbaring dalam debu, lalu Engkau akan mencari aku, tetapi aku tidak akan ada lagi."

AYUB 8: 3-6Masakan Allah membengkokkan keadilan? Masakan Yang Mahakuasa membengkokkan kebenaran? Jikalau anak-anakmu telah berbuat dosa terhadap Dia, maka Ia telah membiarkan mereka dikuasai oleh pelanggaran mereka. Tetapi engkau, kalau engkau mencari Allah, dan memohon belas kasihan dari Yang Mahakuasa, kalau engkau bersih dan jujur, maka tentu Ia akan bangkit demi engkau dan Ia akan memulihkan rumah yang adalah hakmu.




AYUB 9:16,20-22Bila aku berseru, Ia menjawab; aku tidak dapat percaya, bahwa Ia sudi mendengarkan suaraku. Sekalipun aku benar, mulutku sendiri akan menyatakan aku tidak benar; sekalipun aku tidak bersalah, Ia akan menyatakan aku bersalah. Aku tidak bersalah! Aku tidak pedulikan diriku, aku tidak hiraukan hidupku! Semuanya itu sama saja, itulah sebabnya aku berkata: yang tidak bersalah dan yang bersalah kedua-duanya dibinasakan-Nya.

AYUB 10:1-3 “Aku telah bosan hidup, aku hendak melampiaskan keluhanku, aku hendak berbicara dalam kepahitan jiwaku. Aku akan berkata kepada Allah: Jangan mempersalahkan aku; beritahukanlah aku, mengapa Engkau beperkara dengan aku. Apakah untungnya bagi-Mu mengadakan penindasan, membuang hasil jerih payah tangan-Mu, sedangkan Engkau mendukung rancangan orang fasik?

AYUB 10:4-7  “Apakah Engkau mempunyai mata badani? Samakah penglihatan-Mu dengan penglihatan manusia? Apakah hari-hari-Mu seperti hari-hari manusia, tahun-tahun-Mu seperti hari-hari orang laki-laki, sehingga Engkau mencari-cari kesalahanku, dan mengusut dosaku, padahal Engkau tahu, bahwa aku tidak bersalah, dan bahwa tiada seorangpun dapat memberi kelepasan dari tangan-Mu?


AYUB 10:8-9, 13-14   Tangan-Mulah yang membentuk dan membuat aku, tetapi kemudian Engkau berpaling dan hendak membinasakan aku? Ingatlah, bahwa Engkau yang membuat aku dari tanah liat, tetapi Engkau hendak menjadikan aku debu kembali? (13) Tetapi inilah yang Kausembunyikan di dalam hati-Mu; aku tahu, bahwa inilah maksud-Mu: kalau aku berbuat dosa, maka Engkau akan mengawasi aku, dan Engkau tidak akan membebaskan aku dari pada kesalahanku.

AYUB 10:18Mengapa Engkau menyebabkan aku keluar dari kandungan? Lebih baik aku binasa, sebelum orang melihat aku!

AYUB 11:14-15, 17-19jikalau engkau menjauhkan kejahatan dalam tanganmu, dan tidak membiarkan kecurangan ada dalam kemahmu, maka sesungguhnya, engkau dapat mengangkat mukamu tanpa cela, dan engkau akan berdiri teguh dan tidak akan takut, (17) Kehidupanmu akan menjadi lebih cemerlang dari pada siang hari, kegelapan akan menjadi terang seperti pagi hari. Engkau akan merasa aman, sebab ada harapan, dan sesudah memeriksa kiri kanan, engkau akan pergi tidur dengan tenteram; engkau akan berbaring tidur dengan tidak diganggu, dan banyak orang akan mengambil muka kepadamu.



Saya akan berhenti sampai Ayub 11, untuk kesempatan ini. Sekarang periksalah semua teks-teks yang saya sajikan.  Kesemuanya adalah nasihat-nasihat yang bernilai, tetapi tepatkah semuanya itu disampaikan kepada Ayub?


Apakah rentetan kemalangan yang  memilukan hati itu disebabkan karena Ayub bersalah atau berdosa sehingga TUHAN murka kepada-Nya? Demikiankah?



Apakah benar bahwa TUHAN hendak membinasakan dirinya? Apakah  benar bahwa dia  tidak akan melihat  lagi hari-hari baik? Apakah benar bahwa TUHAN sedang mencari-cari kesalahan Ayub? Apakah benar bahwa TUHAN sedang menindas Ayub?Apakah Ayub sedang ditegur TUHAN?


Apakah benar tidak ada bedanya orang benar dan tidak benar sebab kedua-duanya binasa? Apakah benar bahwa TUHAN mendukung rancangan orang fasik? Apakah benar bahwa TUHAN membengkokan keadilan sebab TUHAN tidak bangkit bagi orang benar?Apakah benar tidak ada lagi pertolongan dari TUHAN?



Dapat dikatakan bahwa nasihat-nasihat bernilai itu tidak tepat, keliru sama sekali dan  menggiring kepada pemahaman yang menyesatkan! Mengapa menyesatkan? Sebab pada dasarnya semua bentuk dan jenis malapetaka yang menimpa Ayub  tersebut, SAMA SEKALI TIDAK DISEBABKAN OLEH APAPUN JUGA YANG DIPIKIR PARA SAHABATNYA ADALAH PENYEBAB MALAPETAKA YANG DIDERITA AYUB!

Tidakkah anda  dan saya dengan gampangnya akan terjebak dengan pandangan seperti halnya Elifas, Bilda, Zofar dan Ayub sendiri ? Mengapa hal ini bisa terjadi? Sebab pada dasarnya kita akan berpikir TIDAK MUNGKIN TUHAN AKAN MEMBIARKAN KEJAHATAN, PENDERITAAN, KEKEJAMAN, KEMALANGAN berlangsung sedemikian  hebat jika orang tersebut tidak bersalah.



Ayub, dan para sobat; Zofar, Bildad dan Elifas pun tidak mengetahui  apa yang terjadi di Sorga. Tidak mengetahui bahwa TUHAN telah memberikan KUASA kepada Iblis untuk melakukan berbagai petaka melalui kejahatan, kemalangan dan kesakitan yang luar biasa, DALAM BATASAN-BATASAN atau KETETAPAN-KETATAPAN TUHAN. Sebuah peristiwa yang SAMA SEKALI terjadi dalam KEDAULATAN TUHAN. Dimanakah kedaulatan TUHAN dalam  peristiwa kejahatan, kemalangan dan kesakitan itu? KEDAULATAN TUHAN terletak pada TUHAN MEMBERI KUASA KEPADA IBLIS UNTUK MELAKUKAN APA SAJA DALAM BATASAN-BATASAN YANG TUHAN BUAT!

Bisakah anda menerima hal ini? Baik anda  MENGETAHUI apa yang terjadi di Sorga atau Tidak Mengetahui apa yang terjadi di Sorga, sangat  besar kemungkinan anda tidak dapat menerima TUHAN  yang pada faktanya  berperilaku seperti ini. Tidak pada peristiwa Firaun Vs Israel dan tidak juga pada peristiwa Ayub,  terlebih lagi saya pikir. Dan bagaimana argumen-argumen atau bantahan-bantahan  anda menentangnya, saya cukup percaya telah  terwakili oleh argumen-argumen yang dilontarkan oleh  Zofar, Bildad, Elifas dan bahkan pikiran  Ayub atas dirinya  sendiri.


Namun demikian, saudara-saudaraku dan para pembaca  terhormat, apapun penilaian anda itu, sama sekali tidak akan sedikitpun dapat menjadi lawan terhadap kenyataan yang TUHAN  lakukan, yaitu TUHAN MEMANG TELAH MENETAPKAN PERISTIWA-PERISTIWA JAHAT, MALANG, DAN DERITA,SEBAGAIMANA PERISTIWA-PERISTIWA BAIK DAN MEMBAHAGIAKAN,baik itu dalam kaitannya sebagai konsekuensi dosa atau juga hal yang TUHAN tetapkan untuk menimpa  atau dialami orang benar, sekalipun tidak ada dasar kesalahan pada orang benar tersebut bagi TUHAN untuk menimpakannya. Dan untuk hal  yang belakangan tersebut,  itulah yang terjadi pada  Ayub!Sebab diatas semua ini adalah APA YANG MENJADI MAKSUD TUHAN!

Kisah   memilukan yang menimpa orang benar bernama Ayub pada dasarnya bukanlah kisah Ayub, tetapi kisah TUHAN! TUHAN yang  menjawab tudingan Iblis bahwa Ayub, hamba-Nya itu bisa  setia dan takut akan  TUHAN dikarenakan TUHAN  memberkati, TUHAN melindungi.  Ayub, walaupun ini adalah kisah Ayub, tetapi sejatinya adalah kisah TUHAN yang menjawab  tudingan Iblis tersebut. Dialah yang memberikan kuasa kepada Iblis DENGAN MAKSUD UNTUK MENJAWAB TUDINGAN IBLIS.




TUHAN menjawab  tudingan Iblis yang menyatakan  bahwa Ayub tidak akan setia kepada TUHAN jika TUHAN menarik berkat, menarik perlindungan pada diri Ayub. Ini adalah kisah kedaulatan Tuhan atas orang benar, atas orang jahat, dan bahkan atas Iblis!

Di sorga, TUHAN telah MENETAPKAN APA SAJA YANG BOLEH DILAKUKAN IBLIS.  Di bumi, berdasarkan kuasa yang TUHAN berikan, Iblis melakukan dan menimpakan kejahatan, kemalangan, kesakitan dalam rentetatan yang paling memilukan, yang paling memungkinkan agar Ayub benar-benar tidak lagi takut akan TUHAN, tidak lagi menjadi saleh. Iblis bahkan berhasil menghadirkan tragedi  yang sanggup  membuat isterinya yang setia  mendampinginya untuk berkata “Masih bertekunkah engkau dalam kesalehanmu? Kutukilah Allahmu dan matilah “ (AYUB 2:9).



Iblis melalui hal-hal jahat dan memilukan memiliki sebuah maksud atau tujuan agar Ayub tidak lagi setia kepada TUHAN dan takut akan Dia. TUHAN melalui hal-hal jahat dan memilukan sebagaimana yang telah Dia tetapkan boleh dilakukan Iblis, memiliki maksud atau tujuan untuk mematahkan semua tudingan iblis.


Dengan kata lain ini adalah kisah TUHAN yang berdaulat bahkan atas Iblis! Tuhan bahkan tidak dapat DIVERSUSKAN terhadap Iblis, seolah Iblis memiliki DAYA PENGGENTAR yang patut Tuhan perhitungkan. TIDAK SAMA SEKALI!  Iblis pada faktanya hanya bisa berbuat sejauh yang TUHAN berikan untuk dia dapat lakukan, sebagaimana juga dalam konteks Firaun Vs Israel.

Baik kisah Ayub dan kisah Firaun Vs Israel adalah kisah TUHAN yang memiliki maksud-maksud agung dan mulia dalam berbagai peristiwa yang  TELAH DIA TETAPKAN, entah itu yang JAHAT atau yang BAIK.Apakah itu peristiwa BAHAGIA atau DUKA, peristiwa yang DIKEHENDAKI atau TIDAK DIKEHENDAKI/BURUK  bagi manusia, TUHAN dapat dan atau mau dalam KEDAULATANNYA menggunakannya sebagai instrumen  yang Dia telah tetapkan untuk MENYATAKAN MAKSUDNYA. Ya sebagaimana kisah Firaun Vs Israel dan kisah Ayub.


Ini adalah akhir  bagian ini, yang lebih  ringkas namun saya percaya jika anda membacanya dengan seksama maka anda PASTI akan mengalami pergumulan seperti halnya Elifas, Bildad, Zofar dan Ayub sendiri. Sebuah pergumulan yang pada dasarnya menunjukan bahwa sebetulnya manusia tidak pernah sanggup melihat KEDAULATAN TUHAN dalam cara-cara yang seperti ini. Sebab bagi kita  pada umumnya “cara yang seperti ini” adalah indikasi mutlak bahwa TUHAN TIDAK  DAPAT MENCEGAH MANUSIA BERBUAT JAHAT. Ini juga bagi kita adalah INDIKASI bahwa “TIDAK MUNGKIN ORANG BENAR MENGALAMI HAL SEBURUK INI, MUSTAHIL!”

Tetapi sambil membaca dan merenungkannya, ingatlah bahwa dalam kasus Ayub, TUHAN sangat membanggakannya sebagai satu-satunya orang yang benar, bahkan dikemukakan  di hadapan Iblis!


Bersambung ke Bagian 6











P O P U L A R - "Last 7 days"