0 Kasih Tanpa Batas-Batas (Matius 5:38-48) - Bagian 6


scottsdaledomesticviolencedefense.com

Bacalah terlebih dahulu Lima  bagian sebelumnya, bagian satu baca di sini ,bagian dua baca di sini  ,bagian  tiga di sini  , bagian  empat di sini, dan bagian lima di sini



Oleh :  Rev. Dr. Keith Krell




Mengapa anda harus mengasihi musuh-musuhmu?


Yesus memberikan tujuan dalam mengasihi musuh-musuhmu dan mendoakan mereka yang menganiaya kamu dalam Matius 5:45 :” Karena dengan demikianlah  kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar ”[Berdasarkan  Matius 5:45 inilah para  teolog merujukan istilah “Anugerah Umum” ( yaitu  perhatian Tuhan  yang dicurahkan baik kepada orang percaya dan tidak percaya)]. Anda mungkin berkata,”Tunggu sebentar, saya pikir saya telah menjadi seorang putera atau puteri Tuhan. “Jika anda telah percaya kepada Kristus sebagai Juru selamatmu, anda adalah putera atau puteri Tuhan. Fokus ayat ini bukan untuk mencapai sebuah hubungan baik dengan Tuhan, tetapi  lebih kepada  menjadi seseorang yang memiliki karakteristik-karakteristik Tuhan. Inilah apa yang dimaksudkan dengan idiom semitik “anak dari.” Kita mungkin akan berkata “Sebagaimana  ayah, seperti itulah anak”[ France, The Gospel of Matthew, 226.]. Kita mengatakan  tentang  anak laki-laki, “Perilakunya persis seperti ayahnya.”  Untuk anak perempuan kita mengatakan, “dia serupa benar dengan ibunya”[ Robinson, What Jesus Said About Successful Living, 165.].


Ketika anda mengasihi musuh-musuhmu dan berdoa bagi  mereka yang menentangmu. Yesus berkata bahwa BapaNya mengirimkan sinar matahari dan hujan untuk menyinari dan membasahi orang-orang percaya dan orang-orang yang menghina Tuhan. Tuhan berurusan dengan musuh-musuh dan juga dengan sahabat-sahabat. Ketika anda berususan baik dengan  musuh-musuh dan sahabat-sahabat dengan  pikiran tentang kebaikan yang tertinggi, anda menyerupai  Tuhan [Robinson, What Jesus Said About Successful Living, 164.]

Dalam Matius 5: 46-47, Yesus mengajukan  dua pasang pertanyaan retorik yang menyentuh jantung masalah. Dia berkata, “Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? [France, The Gospel of Matthew, 227.]Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian? Dan apabila kamu hanya memberi salam [berkat—Ketika Yesus  berbicara mengenai memberikan salam  kepada seseorang,Dia tidak sedang memaksudkan salam ala kadar  seperti  “halo.” Memberikan salam di Timur Tengah adalah mengharapkan  hal yang terbaik bagi mereka. Salam yang mereka sampaikan sepenuhnya  berhubungan dengan menyatakan berkat:  Berkat  bagimu, berkat bagi anak-anakmu,dan berkat bagi anak-anak dari anak-anakmu.Bahkan orang-orang pagan/tidak mengenal Tuhan yang benar  melakukannya. Faktanya melalui salam-salam semacam ini mereka dikenal . Salam mereka panjang dan mendetail. Robinson, What Jesus Said About Successful Living, 165. See also Blomberg 115.] kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya dari pada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Allahpun berbuat demikian?” Yesus sedang mendeklarasikan bahwa persahabatan dengan seorang sahabat tidak ada istimewanya. Setiap orang memang melakukannya…bahkan pemungut cukai.



Pada era  Yesus, para pemungut cukai/pajak akan memungut pajak-pajak  bagi pemerintah Roma dan kemudian mengenakan biaya tambahan, yang  mereka simpan bagi dirinya sendiri. Karena para pemungut pajak bekerja bagi pemerintah Roma, maka mereka dipandang sebagai para pengkhianat terhadap  bangsa  mereka sendiri dan tidak begitu disukai. Para pemungut pajak merupakan orang yang paling dipandang hina dalam masyarakat Yahudi, namun demikian mereka sekalipun memiliki kasih terhadap mereka yang mengasihi mereka.




Tujuan  atau apa yang hendak Yesus tunjukan adalah : hal semacam ini  memang dilakukan oleh setiap orang. Jadi bagaimana kasihmu akan melampaui kasih yang dimiliki oleh pemungut pajak itu? Adakah sesuatu tentang kasihmu yang tidak dapat dijelaskan dalam  penjelasan-penjelasan yang lazim? Adakah sesuatu yang khusus dan unik tentang kasihmu yang tidak hadir didalam kehidupan orang-orang yang  tidak percaya? Hal-hal ini  merupakan pertanyaan penting karena kasihmu haruslah kasih yang supernatural (-melampaui kasih yang ada di dunia ini). Apakah anda berhenti menjadi baik dan bermurah hari kepada orang lain karena anda mengetahui bahwa mereka tidak menyukai anda?

Yesus menyimpulkan  bagian kitab suci ini dalam Matius 5:48 dengan kata-kata : “Karena itu haruslah [Penggunaan kalimat berbentuk future tense-yang akan datang disini ( harfiahnya “kamu akan menjadi sempurna”) memiliki   makna dorongan yang bersifat perintah/imperatif,sebagaimana yang ditujukan dalam Alkitab NIV ]  kamu [Kata “kamu” (humeis)  adalah kata yang tegas/jelas.Kata-kata ini secara khusus ditujukan kepada para murid-murid. ] sempurna [Wilkins menulis, “kata “sempurna” (teleios)juga digunakan dalam  Septuaginta atau LXX  dalam   Ulangan 18:13: ‘Kamu akan menjadi sempurna dihadapan Tuhanmu.’Kata yang digunakan dalam teks Ibrani (tamim) menunjuk kepada ide keseluruhan  atau  kelengkapan (Imamat 23:15, 30; Yosua  10:13), mensyaratkan kesempurnaan hewan-hewan korban(Keluaran 12:5) atau  komitmen seseorang yang sepenuhnya   terhadap Tuhan ,termasuk ketakbercelaan secara etika (Kej. 6:9; 17:1; Ul. 18:13; 2 Sam. 22:24–27). Istilah Yunani  teleios mengandung konotasi-konotasi yang sama: selesai,keterselesaian, atau  hal yang tuntas,hal yang menjadikannya penuh  atau sempurna . Tetapi kata ini juga dapat mengindikasikan seseorang yang telah mencapai kematangan rohani. Tetapi dengan Bapa sebagai tujuan, Yesus tidak sedang mengatakan,”Jadilah dewasa sebagaimana Bapa surgawimu dewasa.” Yesus sedang mengatakan, “Jadilah sempurna, seperti Bapa surgawimu.” Murid-murid harus mengejar kesempurnaan Bapa sebagai tujuan dalam kehidupan mereka.” Wilkins, Matthew, 254.], sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna"[ Pernyataan ini menggemakan pernyataan-pernyataan dalam Perjanjian Lama yang lebih umum seperti  Imamat  19:2 atau Ulangan 18:13: “Kamu harus kudus sebagaimana Aku kudus.”]. Sayangnya, pemikiran ini dapat menjadi sebuah alasan untuk tidak bertumbuh  menjadi lebih baik dalam hal apapun. Namun demikian, Yesus memanggil anda untuk bangkit mengatasi ketidaksempurnaan kasihmu menuju  agape-kasihNya yang sempurna [ Lihat   Yohanes 15:13; Roma 5:7–8.]




Selanjutnya : Akankah saya pernah dapat  melakukannya?

Love Without Limits (Matthew 5:38–48)  | diterjemahkan dan diedit oleh : Martin Simamora

P O P U L A R - "Last 7 days"