0 Kasih Tanpa Batas-Batas (Matius 5:38-48) - Bagian 5


Bacalah terlebih dahulu Empat  bagian sebelumnya, bagian satu baca di sini ,bagian dua baca di sini  ,bagian  tiga di sini   dan bagian empat di sini


Oleh :  Rev. Dr. Keith Krell


Pada ilustrasi Yesus yang keempat dan terakhir dalam Matius 5:42, Dia berkata : “Berilah kepada orang yang meminta kepadamu dan janganlah menolak orang yang mau meminjam dari padamu.” Ilustrasi ini berkaitan dengan hukum memberikan pinjaman [Beberapa orang  meyakini bahwa kata-kata Yesus ini  merujuk pada meminta-minta; memberikan sedekah yang dipandang sebagai tindakan yang sangat dihargai  dalam dunia purba (Mat 6:1–4; Ulangan 15:7–11).] Ulangan 15:7-11 Memperlihatkan bahwa hutang-hutang dihapuskan setiap tujuh tahun. Para peminjam menyukai  hal ini. Para pemberi pinjaman tidak terlampau antusias. Jika saya adalah  seorang pemberi pinjaman dan seseorang datang kepadaku untuk mendapatkan pinjaman pada tahun ke-enam, saya akan berpikir dua kali sebelum memberikan kepadanya. Jika dia tidak melunasinya dengan segera, pinjaman yang kuberikan akan berubah menjadi  pemberian cuma-cuma/hadiah
.


Semakin dekat dengan tahun ke-tujuh, maka semakin ketat kepalan tinju para pelaku bisnis. Tetapi  Yesus berkata  bahwa mereka tidak diperbolehkan pada tahun ke-tujuh untuk menagihnya. Manakala seseorang memiliki sebuah kebutuhan, umat Tuhan diberikan  dengan murah  hati. Pada masa kita,  apakah hal ini bermakna bahwa seorang bankir Kristen tidak boleh sedikitpun menolak sebuah aplikasi pinjaman, tidak peduli betapa buruknya laporan kredit seseorang? Tidakkah ini  bermakna bahwa anda harus meminjamkan  uang berkali-kali kepada orang yang tidak bertanggungjawab,  bahkan sekalipun anda tahu bahwa mereka tidak akan berupaya untuk mengembalikannya? Atau   setiap kali anda didatangi oleh seseorang di jalan berarti anda harus memberikan mereka uang anda? Tidak, karena perintah ini tidak membebaskan anda dari kewajibanmu untuk mengelola sumber-sumber dayamu secara bertanggungjawab. Adalah tanggungjawabmu untuk  berperilaku murah hati, tetapi juga menjadi tanggungjawabmu untuk melakukan pertimbangan-pertimbangan. Yesus sedang berbicara tentang orang yang dalam kebutuhan  yang sah.




Apakah anda suka membayar pajak-pajak? Jika anda seperti kebanyakan orang Amerika, anda berangkali akan  membencinya-menolaknya, benar tidak? Berangkali anda berharap dapat menemukan sebuah cara untuk meyakinkan pemerintah  bahwa anda tidak mendapatkan uang sepeserpun. Saya bertanya-tanya andaikan Yesus akan memberikan saran sebagai tambahan terhadap pembayaran pajak-pajakmu  bahwa anda juga diminta membayarkan uang tambahan dengan gembira. Berangkali Yesus sedang meminta kepada anda  untuk bahkan mengorbankan komoditas yang  lebih berharga— yaitu waktumu.  Pemerintah mendukung semua jenis  program-program sosial yang menyediakan makanan, perumahan dan mengedukasi mereka yang miskin. Anda dapat menolak untuk membayar  layanan-layanan ini atau anda dapat berkata ,”Anda tahu, saya  dapat melakukan yang lebih baik  daripada  itu. Saya dapat  menjadi sukarelawan untuk program-program yang memberikan pekerjaan bagi mereka yang memerlukan pekerjaan, pemondokan  bagi mereka yang membutuhkan perumahan, makanan bagi mereka yang lapar, dan  layanan-layanan kesehatan masyarakat bagi mereka yang sakit [Long, Matthew, 63–64.]. Saya dapat membangun sebuah rumah atau mengajar seseorang agar dapat membaca. Saya dapat mendukung sebuah organisasi yang menyediakan kebutuhan-kebutuhan bayi bagi ibu-ibu yang  tidak menikah”[ Bell, “Sweet Revenge.]. Ketika anda mengasihi tanpa batas-batas, anda menyerupai Tuhan.

[Komitmen pertama yang harus anda buat adalah melepaskan semua hak-hak yang anda miliki. Ini perlu karena sebagai seorang murid anda tidak memiliki “hak-hak.” Jika anda  harus hidup seperti Yesus, anda harus hidup  diatas dan melampaui Hukum. Komitmen kedua yang harus anda lakukan adalah…]

2. Bunuhlah musuh-musuhmu dengan kebaikan-kebaikan ( 5:43-48). 

Jelas disini saya sedang berbicara secara figuratif  saja. Cara utama bagimu untuk memperlihatkan bahwa anda adalah murid Kristus adalah dengan kasihmu kepada sesama [Yesus kepada murid-muridnya, “Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi. Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi."  (John 13:34–35).], terutama kepada musuh-musuhmu. Pada  Matius 5:43 Yesus berkata,” Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu.” Frasa “Kasihilah sesamamu manusia” dikutip dari Imamat 19:18. Kata  “sesama” disini mengandung ide  orang yang  dekat denganmu.  Sesama disini dapat bermakna saudara seiman atau seorang musuh. Frasa “bencilah musuhmu” bukanlah kutipan langsung dari  bagian  manapun dalam Perjanjian Lama; tetapi merupakan kesimpulan dari berbagai teks (Ulangan 23:3-6; 25:17-19; Maz 139:21)[ Blomberg, Matthew, 114.].



Orang banyak yang sedang mendengarkan khotbah Yesus pasti berkata, “Oke, saya akan mengasihi tetangga di sebelahku, tetapi, mereka  yang adalah orang-orang Samaria  yang menghina Tuhan dan orang-orang bukan Yahudi yang Nazis, itu soal lain lagi”[ Long, Matthew, 64.]. Akan tetapi dalam Matius 5:44, Yesus sekali mengatasi dan melampau Hukum dengan mendeklarasikan :” Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu”[Lihat contoh Stefanus dalam Kisah Para Rasul 7:60].



Disini Kasih tidak sekedar dipuji tetapi diperintahkan[Morris, The Gospel According to Matthew, 130.]. Untuk melakukan hal ini memerlukan kekuatan supernatural. Telah dikatakan, “Untuk membalas kejahatan kepada  kebaikan adalah iblis; untuk membalas kebaikan kepada kebaikan adalah manusia; untukmembalas kebaikan kepada kejahatan adalah Tuhan”[ Alfred Plummer, Matthew (London: Paternoster, 1910), 89.].



Sekarang bila anda telah diperkosa dan dianiaya, anda tidak harus berteman dengan musuh-musuhmu. Dalam kasus-kasus semacam ini hal itu tidak sehat dan akan berbahaya. Tetapi anda masih diperintahkan untuk mengasihi musuhmu. Akan tetapi Yesus tidak berkata bahwa anda harus  menyukai musuhmu atau  menyukai apa yang dia perbuat. Sebaliknya anda dipanggil untuk mengasihinya. Kasih  agape yang biblikal mensyaratkan bahwa anda memperhatikan kesejahteraan  bahkan musuh-musuhmu. Ini bermakna   bahwa anda akan melakukan hal-hal yang akan menguntungkan dan tidak membahayakan mereka. Bagaimana anda tahu  jika anda sungguh-sungguh mengasihi musuhmu? Apakah anda berdoa baginya?[Lihat juga Michael Eaton, The Way that Leads to Life (Great Britain: Christian Focus, 1999), 103.]. Anda dapat dengan yakin bahwa anda mengasihi musuhmu ketika anda berdoa baginya. Pernahkah anda menyadari bahwa musuh terbesar dan penganiayamu  adalah pasanganmu, anakmu, saudaramu, atau orang tuamu?



Selanjutnya : Mengapa  anda harus mengasihi musuh-musuhmu?

Love Without Limits (Matthew 5:38–48)  | diterjemahkan dan diedit oleh : Martin Simamora

P O P U L A R - "Last 7 days"