0 Saksi-Saksi Jehovah Menyalahgunakan Nama Suci Tuhan - Bagian 1

Agar dapat memasukan nama "Jehovah" dalam  alkitab versi  Terjemahan Dunia Baru (NWT- New World Translation), mereka harus mengklaim bahwa  Alkitab telah diubah dan tidak dapat dipercaya. Seperti pemujaan-pemujaan lainnya, mereka menghancurkan reliabilitas  ayat-ayat dalam Alkitab.

YHWH (Tetragramaton "Yahweh")
Saksi-Saksi Jehovah secara keliru mengklaim bahwa Alkitab telah menyingkirkan YHWH (Tetagrammaton) dari Perjanjian  Lama. Kebenarannya adalah, Saksi-Saksi Yehovah telah menambahkan Nama Suci Tuhan  kedalam Perjanjian Baru dimana tidak pernah ditemukan pada manuskrip-manuskrip asli berbahasa Yunani, dan menyalahkan Alkitab sebagai yang menyelewengkannya sehingga tidak ditemukan pada manuskrip-manuskrip asli dimana YHWH sebelumnya dapat ditemukan. Ketimbang membuang doktrin-doktrin yang salah, Saksi-Saksi Yehovah membuang/melecut Alkitab!



Pengantar :


  1. Bukti paling jelas adalah  bahwa Saksi-Saksi Jehovah  salah dalam mengeja YHWH sebagai "Jehovah", adalah fakta bahwa huruf "J" bahkan tidak ada dalam  bahasa Ibrani, Yunani, Latin. Lebih jauh lagi bahasa Inggris tidak memiliki  huruf "J" sebelum kisaran tahun 1500 Sesudah Masehi. Sebagai contoh, edisi paling awal Alkitab versi KJV tahun 1611  Sesudah Masehi, tidak memiliki huruf "J". Tidak ada satupun huruf "J"! Yang digunakan adalah huruf "I" untuk  menuliskan  Jew, Jesus, Joshua, Joanna, John DAN kata ganti orang "I". Kata-kata ini dalam Alkitab KJV tahun 1611  tertulis sebagai IEW,IESUS, IOSHUA, IONNA,IOHN. Dalm sebuah pengakuan yang mencengankan, Saksi-Saksi Jehovah  mengatakan kepada kami bahwa alasan mengapa mereka masih terus menggunakan "Jehovah" dan bukannya ejaan yang benar  Yahweh, adalah untuk menyenangkan manusia, bukan Tuhan.
  2. Satu hal utama yang  dipelajari para pemercaya baru  JW  dari kultus Organisasi Menara Pengawas, adalah  kebohogan bahwa semua Alkitab telah diselewengkan karena melenyapkan Tetragrammaton dari Perjanjian Lama.
  3. Hampir semua Saksi-Saksi Jehovah menerima informasi yang sangat keliru  perihal bahwa mereka bahkan  tidak mengetahui  bagaimana menemukan Tetragrammaton dalam teks asli Ibrani di Perjanjian Lama, bahkan banyak yang tidak pernah mendengar istilah "Tetragrammaton".
  4. Apa yang  diketahui oleh hampir semua JW, bahwa merekalah yang sesungguhnya bersalah menambahkan Nama Tuhan  karena dalam Terjemahan Dunia Baru (Alkitab versi JW), secara nyata menambahkan kata "Jehovah: dalam Perjanjian Baru sebanyak 273 kali dimana kata Jehovah sama sekali tidak ditemukan dalam teks asli. Sehingga fakta yang sangat sulit  untuk dibantah adalah bahwa Alkitab versi Terjemahan Dunia Baru menambahkan "Jehovah" kedalam Perjanjian Baru  sebanyak 237 kali, dimana sama sekali tidak ada dalam bukti manuskrip purba manapun untuk menunjangnya.
  5. Pengajaran Menara Pengawal (Watch Tower) bahwa  Matius berbahasa Ibrani yang diklaim sebagai yang asli, serta menggunakan  YHWH, jelas  merusak Alkitab dan menghancurkan keyakinan terhadap Perjanjian Baru. Jika Saksi-Saksi Jehovah dapat  berpendapat bahwa YHWH telah dihapus  dari Alkitab, lalu, apalagi yang telah dihapus dari Alkitab yang kita tidak  ketahui? Barangkali kata Trinitas/Tritunggal juga digunakan dalam Matius 28:18-19, tetapi juga telah dihapus!
  6. Injil Matius berbahasa Ibrani yang dikliam sebagai yang orijinal namun hilang dan yang menggunakan YHWH  bertentangan dengan pernyataan Yesus  bahwa Kitab Suci tidak dapat dibatalkan/dianulir (Yohanes 10:35) dan bahwa  firman Tuhan itu abadi dan  tidak dapat dihancurkan. (1 Petrus 1:23-25) Bagi Saksi-Saksi Jehovah untuk mengafirmasi bahwa YHWH pernah ada didalam Alkitab, tetapi telah dihapus, sangatlah berbeda dari bacaan-bacaan alternatif. Ini  karena sama sekali tidak ada bukti dalam manuskrip/naskah-naskah Alkitab manapun bahwa YHWH pernah digunakan  DIMANAPUN dalam Perjanjian Baru, apalagi dalam Injil Matius.  Agar YHWH memang benar ada pada naskah aslinya, tetapi  dilenyapkan tanpa ada jejak yang tersisa, justru menghancurkan semua kredibilitas dan keandalan seluruh Alkitab  itu sendiri. Tentu saja, orang-orang Kristen tahu bahwa Saksi-Saksi Jehovah menambahkan YHWH kedalam Alkitab versi  mereka Terjemahan Dunia Baru demi alasan-alasan teologia, tetapi melakukan hal ini menghancurkan Alkitab itu  sendiri!
  7. Satu-satunya pakar yang dikutip oleh Saksi-Saksi Yehovah sebagai dasar memercayai injil Matius Ibrani, adalah   para pelecut Alkitab dan para modernis yang menyangkal inspirasi Alkitab. Tak ada  pakar yang memiliki pandangan: pesan dalam lAlkitab sebagai yang  tak pernah dirubah dan  firman Tuhan yang diinspirasi, akan pernah percaya bahwa Injil Matius bahasa Ibrani  adalah yang asli. Sehingga organisasi Menara Pengawal "seranjang" dengan mereka yang  tujuan utamanya adalah  menghancurkan  keyakinan siapapun terhadap Alkitab. Tetapi Menara Pengawal memiliki kisah yang panjang dalam  melakukan hal semacam ini. Sebagai contoh sebuah buklet berjudul "Should You believe in The Trinity" : menjadi   referensi sejumlah "ahli" Saksi-Saksi Jehovah yang datang dan berkata "Tritunggal adalah sebuah doktrin berhala".  Tetapi apa yang tidak diketahui "kelas dari pintu ke pintu" Saksi-Saksi Jehovah, adalah bahwa semua pakar yang  menyatakan bahwa Tritunggal adalah berhala dalam buklet itu adalah para pelecut/penghina Alkitab yang menolak kelahiran Yesus Kristus dari perawan Maria dan kebangkitan Yesus Kristus dan Inspirasi Alkitab.
  8. Sehingga sebagaimana yang akan kita lihat, Saksi-Saksi Jehovah menuduh bahwa Alkitab-Alkitab yang umumnya  digunakan oleh semua orang Kristen, menghilangkan nama kudus dari Perjanjian Lama, merupakan tuduhan Palsu.
  9. Kita mengakui bahwa Ibrani adalah bahasa yang digunakan dalam Sinogoga Yahudi di abad pertama. Akan tetapi, fakta  ini hanya memperkuat  fakta bahwa Tuhan tidak menghendaki orang-orang Kristen  untuk melanjutkan menggunakan YHWH karena tak satupun 27 kitab Perjanjian Baru pernah menggunakannya.
  10. Saksi-Saksi Jehovah akan berupaya meyakinkan kita bahwa YHWH telah dilenyapkan dari Perjanjian Baru, tetapi tidak pernah dilenyapkan dari manuskrip-manuskrip Perjanjian Lama.
  11. Kebenarannya adalah bahwa Saksi-Saksi Jehovah bersalah menambahkan nama Suci kedalam Perjanjian Baru yang tak pernah ada ditemukan penggunaannya.
     
  12. Penggunaan  ekspresi "Saksi-Saksi Jehovah" tidak pernah ditemukan sebelum SSJ menjadi semacam nama merek dagang  korporasi bagi para salesman perusahaan penjual buku Watchtower setelah tahun 1930. Selama 2000 tahun para pengikut Kristus telah menyebut diri mereka sendiri sebagai "orang-orang Kristen", tidak pernah "Saksi-Saksi Yahweh atau  Jehovah".

Bersambung

Jehovah's Witnesses abuse the divine name of my God!, By Steve Rudd | Alih bahasa :Martin Simamora

P O P U L A R - "Last 7 days"