0 Doktrin Pemilihan

Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula - Roma 8:29

Penebusan diawali dengan pemilihan oleh Tuhan. Oleh sebab itu, seorang  yang percaya kepada Kristus, adalah seseorang  yang Tuhan pilih (sudah ditentukan sejak semula). Keselamatan tidak dimulai oleh keputusan pribadi untuk menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru selamat. Kitab Suci menjelaskan bahwa  iman pertobatan sangat penting untuk keselamatan dan merupakan langkah pertama yang kita lakukan dalam merespon Tuhan, iman pertobatan tidak menimbulkan keselamatan. Karena Paulus disini sedang menggambarkan rencana keselamatan dari perspektif Tuhan, iman bahkan tidak disebutkan dalam  ayat diatas ini.


Dalam kemahatahuan Tuhan, pastilah Tuhan dapat melihat ahir dan dibalik sebuah sejarah  dan dapat mengetahui lebih dahulu rinciannya dalam menit berbagai peristiwa yang tidak penting. Tetapi  untuk berargumen dari kebenaran ini  bahwa Tuhan semata melihat hal yang akan terjadi kedepan untuk melihat siapa yang akan percaya dan kemudian memilih  individu-individu tertentu untuk memperoleh keselamatan, jika semata demikian adalah tidak  biblikal dan tidak logis. Andai demikian adanya, berarti keselamatan tidak hanya akan dimulai dengan iman seseorang tetapi akan membuat Tuhan berkewajiban untuk menganugerahkanya. Dalam skema semacam ini, inisiatif Tuhan akan tereliminasi dan anugerahnya dapat dirusak.

Ide semacam ini juga akan mencuatkan sejumlah pertanyaan seperti,"Lalu mengapa Tuhan menciptakan orang-orang yang  tak percaya jika Ia mengetahui sejak semula mereka akan menolak-Nya?" dan "Mengapa Dia tidak menciptakan hanya  orang-orang yang percaya?" Pertanyaan yang tak terjawab lainnya akan seperti ini," Jika Tuhan mendasarkan keselamatan pada pengetahuan sejak semula yang dimilikinya terhadap mereka yang akan percaya, darimanakah iman yang menyelamatkan itu datang?" Iman yang menyelamatkan itu tidak dapat  timbul dari dalam diri manusia yang naturnya  telah jatuh dalam dosa, karena pada dasarnya, manusia yang berdosa memiliki permusuhan dengan Tuhan (Roma 5:10; 8:7; Efesus 2:3; Kolose 1:21). Tiada apapun juga didalam diri manusia duniawi ini yang dapat mendorong dirinya percaya kepada Tuhan, sosok yang terhadap-Nya manusia memberontak. Manusia yang tidak diselamatkan  buta dan mati terhadap berbagai hal yang berasal dari Tuhan. Manusia itu sama sekali tidak memiliki sumber  iman yang menyelamatkan didalam dirinya sendiri. "Manusia pada dasarnya tidak menerima hal-hal yang berasal dari Roh Tuhan," Paulus mendeklarasikan ;"Tetapi manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah, karena hal itu baginya adalah suatu kebodohan; dan ia tidak dapat memahaminya, sebab hal itu hanya dapat dinilai secara rohani" (1 Korintus 2:14)."Ilah dunia ini telah membutakan pikiran manusia-manusia yang tidak percaya, bahwa mereka tidak mungkin melihat terang Injil kemuliaan Kristus yang adalah gambar Tuhan" ( 2 Korintus 4:4).

Kebenaran utuh mengenai kematahuan Tuhan tidak dapat dipahami sepenuhnya bahkan oleh orang-orang Kristen. Tak peduli seberapa banyak kita mengasihi Tuhan dan mempelajari Firman-Nya, kita tidak dapat menduga misteri-misteri semacam ini. Kita hanya dapat percaya apa yang Alkitab nyatakan secara jelas bahwa Tuhan memang memandang kedepan iman setiap orang yang diselamatkan. Kita juga percaya penyingkapan Tuhan bahwa, walaupun manusia tidak dapat diselamatkan terlepas dari tindakan iman yang dilakukan oleh kemauan-kemauannya, iman yang menyelamatkan , sebagaimana di setiap  bagian keselamatan, adalah bersumber dari dan diberdayakan oleh Tuhan sendiri.

Selagi Yesus berkhotbah di Galilea saat permulaan pelayanannya, Yesus berkata,"Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang" (Yohanes 6:37).Tetapi agar pernyataan itu tidak diinterpretasikan sebagai pernyataan yang masih terbuka bagi kemungkinan manusia dapat datang kepadanya tanpa dikirim oleh Bapa, Yesus kemudian mendeklarasikan secara khusus bahwa "Tidak ada seorangpun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku" (Yohanes 6:44). Hidup  baru melalui darah Kristus tidak datang dari "kehendak daging ini, atau tidak juga dari keinginan manusia, tetapi dari Tuhan" (Yohanes 1:13).

Yohanes 1:13
orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang  laki-laki, melainkan dari Allah.

Paulus juga menjelaskan : bahkan iman tidak berasal dari diri orang percaya tetapi dari Tuhan.

Efesus 2:8-9
(8) Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah,(9) itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.

Pengetahuan sejak semula yang dimiliki Tuhan tidak menjadi rujukan untuk kemahatahuan Tuhan terhadap hal yang akan  terjadi  dimasa mendatang , tetapi menjadi rujukan untuk  penetapan sejak semula. Ia tidak hanya melihat iman seseorang kedepan tetapi menjadi referensi untuk penetapan sebelumnya. Petrus memiliki realitas yang sama didalam benaknya ketika ia menulis orang-orang Kristen sebagai mereka yang "dipilih, sesuai dengan rencana Allah, Bapa kita" (1 Petrus 1:1-2). Petrus menggunakan kata  yang sama "Pengetahuan sejak semula" ketika menuliskan bahwa Kristus "telah ditetapkan sebelum dunia dijadikan." Kedua terminologi ini memiliki memiliki arti yang sama.

Orang-orang telah dipilih dalam cara yang sama sebagaimana Kristus telah ditetapkan. Hal ini tidak  berarti telah diketahui sejak awal, tetapi harus dirujuk atau dipandang sebagai pilihan yang telah ditetapkan sebelumnya oleh Tuhan. Pilihan yang telah ditetapkan sebelumnya oleh Tuhan adalah mengetahui hubungan karib/intim  yang telah ditetapkan sebelumnya, seperti halnya ketika Tuhan berkata kepada Yeremia, "Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau" (Yeremia 1:5). Yesus berbicara hal yang sama tentang mengenal saat Ia berkata,"Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku" (Yohanes 10:14).

Karena iman yang menyelamatkan itu ditetapkan sebelumnya oleh Tuhan, maka haruslah demikian juga dengan jalan keselamatan telah ditetapkan sebelumnya, sebagaimana yang sungguh telah terjadi. Saat khotbahnya pada Pentakosta, Petrus mendeklarasikan Kristus :"Dia yang diserahkan Allah menurut maksud dan rencana-Nya, telah kamu salibkan dan kamu bunuh oleh tangan bangsa-bangsa durhaka" (Kisah Para Rasul 2:23)."Telah ditetapkan sejak semula" berasal dari kata "horizo", kata yang membentuk "horizon" sebuah kata dalam bahasa Inggris, yang menunjuk pada batas-batas terluar planet bumi sehingga kita dapat meilihat hal ini dari sebuah titik yang memudahkan. Ide dasar terminologi dalam bahasa Yunani  merujuk pada penentuan perbatasan-perbatasan atau batasan-batasan. "Rencana" berasal dari kata "boule", sebuah istilah yang digunakan dalam bahasa Yunani klasik untuk menunjuk sebuah  sidang resmi, konsultasi pembuatan keputusan . Kedua kata tersebut mencakup ide "maksud yang disengaja." "Pengetahuan sejak semula" adalah bentuk kata benda dari kata kerja  yang diterjemahkan "dipilih" dalam teks kita ini.

Tambahan untuk ide penetapan sejak semula, istilah "pengetahuan sejak semula" juga berkonotasi "mengasihi sejak semula." Tuhan telah menetapkan sejak semula kasih yang suci bagi mereka,  Ia berencana untuk menyelamatkan.

"Dipilih sejak semula"  berasal dari kata "proginosko", sebuah kata majemuk yang berarti melampaui, bahwa telah diketahui sebelumnya. Dalam kitab suci, "untuk mengenal" kerap membawa ide kedekatan istimewa dan kerap digunakan  untuk hubungan kasih. Dalam pernyataan "Kain  berhubungan dengan isterinya dan dia mengandung (Kejadian 4:17), Dibalik kata "berhubungan dengan" adalah kata kerja normal dalam bahasa Ibrani untuk mengenal. Ini kata yang sama yang diterjemahkan "telah dipilih" dalam Amos 3:2, dimana Tuhan berkata kepada Israel, "Engkau saja yang telah Aku  pilih diantara semua keluarga di bumi." Tuhan  "sudah mengetahui" Israel dalam pengertian unik - telah ditetapkan sejak semula bahwa  keluarga ini akan menjadi umat pilihan-Nya. Dalam catatan Matius mengenai kelahiran Kristus,  kalimat "membuatnya tetap perawan" (nasb) menerjemahkan frasa dalam bahasa Yunani yang secara literal berarti,  "tidak mengenal dia" (Matius 1:25). Yesus menggunakan kata yang sama ketika ia memberikan peringatan ,"Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!" (Matius 7:23) Ia tidak sedang berkata bahwa Ia tidak pernah mendengar mereka yang tidak percaya tetapi tidak memiliki hubungan yang karib/intim dengan mereka sebagai Juru Selamat dan Tuhan. Tetapi untuk orang-orang percaya, Paulus berkata, "Tuhan mengenal mereka yang adalah milik-Nya" ( 2 Timotius 2:19).

John MacArthur , The Doctrine of Election | Martin Simamora




P O P U L A R - "Last 7 days"