0 Bukti Teks-Teks Anti Tritunggal Sudah Terbantah! (Bagian 5 - selesai)


Apakah Yehovah  Satu-Satunya  Yang Baik sehingga mengecualikan Yesus disebut Yang Baik? Tidak!

Sebelumnya : Bagian 4

Satu-Satunya Yang Baik

Yesus berkata bahwa Bapa dikatakan Satu-Satunya Yang Baik
Markus 10:18 Jawab Yesus: "Mengapa kaukatakan Aku baik? Tak seorangpun yang baik selain dari pada Allah saja.
Namun  bahasa yang  demikian tidak mengesampingkan Yesus Kristus  untuk juga disebut Baik , yang diperkuat oleh Roh Kudus
Matius 23:8-10Tetapi kamu, janganlah kamu disebut Rabi; karena hanya satu Rabimu dan kamu semua adalah saudara.

Yohanes 10:11 Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya;
Kesimpulan :
  1. Pertama, perhatikan bahwa Yesus  saat itu menanggapi GURU YANG BAIK. Dalam Matius 23:8 Yesus disebut  SATU-SATUNYA RABBI. Rabbi  berarti guru!!! Sehingga jelas, Yesus tidak menyangkal bahwa ia adalah guru yang baik dalam Markus 10:18.
  2. Kedua, Yesus menyebut dirinya gembala yang baik. Menurut logika Saksi-Saksi Yehovah, Yesus menyangkal bahwa ia adalah guru yang baik, tetapi mengklaim gembala yang baik.
  3. Jika kita mengesampingkan Yesus Kristus dari fungsi Yang Baik karena bahasa dalam Markus 10:18, maka ini adalah logika yang sama buruknya, digunakan Saksi-Saksi Yehovah untuk mengesampingkan Yesus Kristus dari frasa “satu-satunya Tuhan yang benar” dalam Yohanes 17:3
  4. Walaupun Markus 10:18 berkata bahwa Yehovah adalah satu-satunya Yang Baik, Matius 23:8 dan Yohanes 10:11 secara jelas membuktikan bahwa Yesus adalah Baik seperti  Bapa (Yehovah). Kitab Suci menginterpretasi dirinya sendiri!
  5. Menurut logika Saksi-Saksi Yehovah, jika Yohanes 17:3 mengesampingkan Yesus dari yang disebut Tuhan yang benar, maka Markus 10:18 mengesampingkan Yesus dari yang disebut Baik. (Padahal Yesus disebut Baik dalam Matius 23:8 dan Yohanes 10:11)





Kualitas-Kualitas Yang dikatakan hanya dimiliki Anak  (Yesus Kristus) :

Apakah Yesus  adalah Satu-Satunya Guru sehingga mengesampingkan Yehovah sebagai Satu-Satunya Guru? Tidak!

Satu-Satunya Guru

Bahasa Yunani : “didaskalos
Matius 23:8,10 Tetapi kamu, janganlah kamu disebut Rabi; karena hanya satu Rabimu [didaskolos]dan kamu semua adalah saudara. Dan janganlah kamu menyebut siapapun bapa di bumi ini, karena hanya satu Bapamu, yaitu Dia yang di sorga. Janganlah pula kamu disebut pemimpin, karena hanya satu Pemimpinmu, yaitu Mesias.

  1. Seorang murid tidak lebih dari pada gurunya[didaskalos], atau seorang hamba dari pada tuannya[kurios]. Mat 10:24
  2. Kamu menyebut Aku Guru [didaskolos] dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru [didaskolos] dan Tuhan[kurios]. Yohanes 13:13
Namun demikian bahasa semacam ini tidak mengesampingkan Bapa juga  menjadi Guru kita.
  1. Maz119:12 Terpujilah Engkau, ya TUHAN (Yehovah); ajarkanlah ketetapan-ketetapan-Mu kepadaku.
  2. Yesaya 30:20 Dan walaupun Tuhan (Yehovah) memberi kamu roti dan air serba sedikit, namun Pengajarmu tidak akan menyembunyikan diri lagi, tetapi matamu akan terus melihat Dia,
Kesimpulan
  1. Jika kita menerapkan logika yang sama dimana Saksi –Saksi Yehovah menggunakannya untuk mengesampingkan Yesus Kristus dari frasa “satu-satunya Tuhan yang benar” dalam Yohanes 17:3, kita dapat juga mengesampingkan Bapa  menjadi Guru kita berdasarkan bahasa yang digunakan  pada Matius 23:8,10.
  2. Walaupun Matius 23:8,10, Matius 10:24 dan Yohanes 13:13 berkata bahwa Yesus adalah Satu-Satunya Guru kita, Mazmur 119:12 dan Yesaya 30:20 secara jelas membuktikan bahwa Yehovah (Bapa) juga adalah Guru kita.
  3. Menurut logika Saksi-Saksi Yehovah, jika Yohanes 17:3 mengesampingkan Yesus untuk disebut   Tuhan yang benar, maka Matius 23:8,10, Matius 10:24 dan Yohanes 13:13 mengesampingkan Bapa untuk menjadi Guru kita. (Padahal Bapa disebut Guru kita dalam Maz 119:12 dan Yesaya 30:20)




 Apakah Yesus  adalah Satu-Satunya Tuan  sehingga mengesampingkan Yehovah sebagai Satu-Satunya Tuan? Tidak!


Satu-Satunya Tuan

Yesus dikatakan  menjadi Satu-Satunya Tuan

Yunani : “despotes
Yudas 4 :orang-orang yang fasik, yang menyalahgunakan kasih karunia Allah kita untuk melampiaskan hawa nafsu mereka, dan yang menyangkal satu-satunya Penguasa[despotes] dan Tuhan[kurios] kita, Yesus Kristus
Namun demikian bahasa  semacam ini tidak mengesampingkan Bapa  menjadi  Satu-Satunya Tuan bagi kita
  1. Kata umum dalam bahasa Yunani untuk Tuan dalam Perjanjian Baru : Semua orang yang menanggung beban perbudakan hendaknya menganggap tuan [depotes] mereka layak mendapat segala penghormatan, I Timotius 6:1, juga berlaku kepada Bapa (Yehova) :” dipandang layak untuk dipakai tuannya[despotes] dan disediakan untuk setiap pekerjaan yang mulia”. 2 Timotius 2:21
  2. Kata umum Ibrani untuk Tuan adalam Perjanjian Lama  :” tuanku Abraham”, juga  kerap berlaku untuk Yehovah(Bapa) : Nehemiah 10:29; Mazmur 8:1 “ Yehovah Tuan kami”; Yesaya 1:24 “Sebab itu demikianlah firman Tuan, TUAN (Lord/Yehovah) semesta alam, Yang Mahakuat pelindung Israel”
  3. “Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan[kurios]. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon-Matius 6:24. Perhatikan  dalam Alkitab Bahasa Inggris Master/Lord digunakan secara saling bergantian dengan  Bapa yang bertahta di Surga ketika Yesus berbicara. Sehingga Bapa juga  adalah Tuan/Majikan (Penguasa) kita. Namun Yesus menyatakan tak ada manusia yang dapat melayani 2 Penguasa/Majikan (Master)! Bukankah  Ini  berarti kita tidak dapat melayani Bapa dan Anak? Jelas tidak! Tetapi ini menurut logika Saksi-Saksi Yehovah dalam Yohanes 17:3 maka ini akan menyebabkan sebuah masalah.
Namun demikian bahasa semacam ini tidak mengecualikan Bapa untuk menjadi Tuan kita.
Bapa dirujukan sebagai Tuan (Lord)  ratusan kali baik dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.
Kesimpulan :
  1. Yesus dikatakan menjadi “Satu-Satunya Tuan” dan “Tidak ada Tuan yang lain” dalam Yudas 4, Efesus 4:4, 1 Korintus 8:4,6, Matius 6:24. Jika  “Satu-Satunya Tuhan”  menganulir  Yesus  menjadi Tuhan, maka “Satu-Satunya Tuan” menganulir Bapa menjadi Tuan.
  2. Efesus 4:4-7 (Jika “Satu-Satunya Tuan mengecualikan Yesus sebagai Tuhan, maka “Satu-Satunya Tuan” mengecualikan Tuhan menjadi Tuan)
  3. Jika kita menerapkan logika   yang sama buruknya oleh Saksi-Saksi Yehovah untuk mengecualikan Yesus Kristus dari frasa “Satu-Satunya Tuhan yang benar” dalam Yohanes 17:3, maka kita juga bisa mengecualikan Bapa –tidak dapat menjadi Tuan berdasarkan bahasa pada Yudas 4,  Efesus 4:4, 1 Korintus 8:4,6, Matius 6:24. Walaupun ayat-ayat ini berkata bahwa Yesus adalah “Hanya Dia Tuan”, ratusan ayat secara jelas juga memperlihatkan bahwa Tuhan (Yehovah) juga Tuan  kita.
  4. Menurut logika Saksi-Saksi Yehovah, jika Yohanes 17:3 mengecualikan Yesus  menjadi disebut Tuhan yang benar, maka Yudas 4, Efesus 4:4, 1 Korintus 8:4,6, Matius 6:24 menjadi mengecualikan Bapa  menjadi disebut Tuan kita. (Padahal  Bapa disebut Tuan kita ratusan kali)





Apakah Yesus adalah satu-satunya Gembala sehingga mengecualikan Yehovah (Bapa) disebut Gembala? Tidak!

Satu-Satunya Gembala

Yesus dikatakan menjadi Satu-Satunya Gembala bagi kita
Yohanes 10:11,16  Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya;… Ada lagi pada-Ku domba-domba lain, yang bukan dari kandang ini; domba-domba itu harus Kutuntun juga dan mereka akan mendengarkan suara-Ku dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala.

Yehezkiel 34:23 “Aku akan mengangkat satu orang gembala atas mereka, yang akan menggembalakannya”(berbicara secara profetik mengenai Yesus Kristus)
Namun bahasa yang semacam ini tidak mengecualikan Bapa menjadi gembala kita
Yesaya 40:11 “Seperti seorang gembala Ia menggembalakan kawanan ternak-Nya “

Mazmur 23:1” TUHAN (Yehovah) adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.

Mazmur 80:1 “Hai gembala Israel, pasanglah telinga, Engkau yang menggiring Yusuf sebagai kawanan domba!
Kesimpulan :
  1. Jika kita menerapkan logika yang sama buruknya yang oleh Saksi-Saksi Yehovah digunakan untuk mengecualikan Yesus Kristus dari frasa “ Satu-Satunya Tuhan yang benar” dalam Yohanes 17:3, maka kita juga dapat mengecualikan Bapa menjadi Gembala kita beradasarkan bahasa Yohanes 10 dan Yehezkiel 34:23. Walaupun  Yohanes 10:11,16 dan Yehezkiel 34:23 berkata bahwa Yesus adalah Satu-Satunya Gembala kita, Yesaya 40:11; Maz 23:1;80:1 secara jelas membuktikan bahwa Tuhan (Yehovah) juga adalah Gembala kita.
  2. Bapa tidak berhenti menjadi Gembala ketika Yesus berjalan dimuka bumi.
  3. Menurut logika Saksi-Saksi Yehovah, jika Yohanes 17:3 mengecualikan Yesus dari menjadi Tuhan yang benar, maka Yohanes 10:11,16 dan Yehezkiel 34:23  mengecualikan Bapa menjadi disebut Gembala kita (Padahal Bapa disebut Gembala kita dalam Yesaya 40:11; Mazmur 23:1; 80:1)


Apakah Yesus adalah Satu-Satunya yang Berdaulat sehingga mengecualikan Bapa sebagai yang berdaulat? Tidak!

Satu-Satunya Yang Berdaulat

Yesus dikatakan menjadi Satu-Satunya yang Berdaulat
1 Timotius 6:15-16 yaitu saat yang akan ditentukan oleh Penguasa yang satu-satunya dan yang penuh bahagia, Raja di atas segala raja dan Tuan di atas segala tuan. Dialah satu-satunya yang tidak takluk kepada maut, bersemayam dalam terang yang tak terhampiri. Seorangpun tak pernah melihat Dia dan memang manusia tidak dapat melihat Dia. Bagi-Nyalah hormat dan kuasa yang kekal! Amin.

{luar biasanya, posisi resmi majalah Watchtower adalah : ayat ini hanya berlaku bagi Yesus, bukan Bapa. Mereka telah memaksakannya, karena mereka mengajarkan bahwa istilah-istilah “Raja segala raja dan Tuan diatas segala tuan” tidak pernah berlaku bagi Bapa. Juga berlaku bagi Bapa, yang membuktikan Yesus berbagi gelar  ketuhanan eksklusif yang sama bersama dengan Bapa dalam kitab Wahyu)
Namun demikian Bahasa semacam ini tidak mengecualikan Bapa menjadi yang Berdaulat
 1 Korintus 15:27  Sebab segala sesuatu telah ditaklukkan-Nya di bawah kaki-Nya. Tetapi kalau dikatakan (Bapa), bahwa "segala sesuatu telah ditaklukkan", maka teranglah, bahwa Ia (Bapa) sendiri yang telah menaklukkan segala sesuatu di bawah kaki Kristus itu tidak termasuk di dalamnya.
Kesimpulan :
  1. Jika kita menerapkan logika yang sama buruknya yang digunakan oleh Saksi-Saksi Yehovah untuk mengecualikan Yesus Kristus dari frasa “satu-satunya Tuhan yang benar” dalam Yohanes 17:3, maka kita  pun dapat mengecualikan Bapa dari yang Berdaulat berdasarkan bahasa pada 1 Timotius 6:15-16. Walaupun 1 Timotius 6:15-16 berkata bahwa  hanya Yesus “Kedaulatan” kita, 1 Korintus 15:27 secara jelas membuktikan bahwa Tuhan (Bapa) juga berdaulat.
  2. Menurut logika Saksi-Saksi Yehovah, jika Yohanes 17:3 mengecualikan Yesus dari yang disebut Tuhan yang benar, maka 1 Timotius 6:15-16 mengecualikan Bapa menjadi yang disebut Berdaulat. (Padahal Bapa disebut Berdaulat  dalam 1 Korintus 15:27)



Apakah Hanya Yesus yang Abadi/Kekal sehingga  Yehovah dikecualikan sebagai yang kekal? Tidak!
Satu-Satunya Yang Kekal

Yesus dikatakan  satu-satunya  yang memiliki kekekalan
1 Timotius 6:15-16 “yaitu saat yang akan ditentukan oleh Penguasa yang satu-satunya dan yang penuh bahagia, Raja di atas segala raja dan Tuan di atas segala tuan. Dialah satu-satunya yang tidak takluk kepada maut, bersemayam dalam terang yang tak terhampiri. Seorangpun tak pernah melihat Dia dan memang manusia tidak dapat melihat Dia. Bagi-Nyalah hormat dan kuasa yang kekal! Amin. “

[Luar biasanya, posisi resmi majalah Watchtower : ayat ini hanya berlaku bagi Yesus, bukan untuk Bapa)
Namun demikian bahasa semacam ini tidak mengesampingkan Bapa, malaikat-malaikat, atau tubuh manusia setelah mengalami kebangkitan masuk kekekalan
Jelas bahwa  Bapa kekal/abadi. Malaikat-Malaikat abadi : Lukas 20:36 “Sebab mereka tidak dapat mati lagi; mereka sama seperti malaikat-malaikat dan mereka adalah anak-anak Allah, karena mereka telah dibangkitkan.”


Kesimpulan :
    1. Jika kita memberlakukan logika yang sama buruknya dan diterapkan Saksi-Saksi Yehovah untuk mengecualikan Yesus dari frasa “satu-satunya Tuhan yang benar” dalam Yohanes 17:3, maka kita bias juga mengecualikan Bapa dari Yang Kekal berdasarkan bahasa dalam 1 Timotius 6:15-16. Walaupun 1 Timotius 6:15-16 berkata bahwa Yesus saja yang memiliki kekekalan, Tuhan juga memiliki kekekalan.
    2. Menurut logika Saksi-Saksi Yehovahm jika Yohanes 17:3 mengecualikan Yesus  sebagai Tuhan yang benar, maka 1 Timotius 6:15-16  juga mengecualikan Bapa menjadi Yang Kekal/Abadi (Padahal  Bapa juga Abadi)
    3. Saksi-Saksi Yehovah berpendapat bahwa 1 Timotius 6:15-16 mengajarkan bahwa Yesus itu unik hanya  dia  yang memiliki  kemampuan untuk menjadi abadi/kekal, sementara kita akan memiliki kekekalan yang  membutuhkan pengisian ulang  setiap saat, seperti makan dari pohon kehidupan. Tentu saja pendapat ini tidak biblical dan impian harapan Saksi-Saksi Yehova.  Yang menentukan adalah bahwa Yesus adalah satu-satunya, seperti Bapa, yang memiliki kekekalan yang bersumber pada dirinya sendiri.



      Apakah Yehovah (Bapa) Satu-Satunya Tuhan yang benar sehingga mengecualikan Yesus sebagai Tuhan yang benar? Tidak!

      Satu-Satunya Tuhan yang benar

      Bapa dikatakan  sebagai Satu-Satunya Tuhan yang benar
      Yohanes 17:3 “Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.”
      Namun demikian bahasa semacam ini tidak mengecualikan Yesus Kristus sebagai Tuhan yang benar
      Yesus disebut Tuhan dalam Yohanes 1:1; Thomas menyebutnya Tuhan dalam Yohanes 20:28; Paulus dalam Roma 9:5’ Filipi 2:6; Ibrani 1:8-10 . Yesus bahkan disebut  “Tuhan yang Perkasa” dalam Yesaya 9:6. Faktanya Saksi-Saksi Yehovah tetap setuju bahwa ada banyak ayat-ayat lainnya yang secara langsung menyebut Yesus “ seorang Tuhan”, “Tuhan” dan “Tuhan yang Perkasa”. (Yesus disebut Tuhan yang perkasa dalam Yesaya 9:6; kemudia 1 bab selanjutnya Yehovah disebut “Tuhan yang Perkasa” dalam Yesaya 10:21; Yeremia 32:18)
      Kesimpulan
      1. Yohanes 17:23 tidak mengecualikan Yesus menjadi Tuhan yang benar. Untuk menolak Yesu dari posisi yang dikenal sebagai  Tuhan Yang Benar, akan menjadikan Yesus Tuhan yang salah. Hal semacam ini  omong kososng dan membuktikan sekali lagi dan selamanya kesalahan anti Trinitarian yang menggunakan ayat ini untuk mengklaim Yesus adalah ciptaan ketimbang pencipta. (Roma 1:25). Saksi-Saksi Yehovah akan menyebut Yesus “seorang Tuhan”, “Tuhan” dan “Tuhan yang perkasa”, tetapi bukan “Tuhan yang benar”, kemudian Yesus oleh logika Saksi-Saksi Yehovah menjadi Tuhan yang  salah!
      2.  Untuk mengecualikan Yesus Kristus dari frasa “ satu-satunya Tuhan yang benar” dalam Yohanes 17:3 adalah interpretasi yang buruk karena Alkitab  menyebut Yesus Tuhan dibanyak tempat,  dengan jelas membuktikan bahwa Yesus adalah Tuhan Yang Benar. Kitab Suci menginterpretasi dirinya sendiri!


      Martin Simamora | Anti-Trinity Proof Texts Refuted | bible.ca

      P O P U L A R - "Last 7 days"