0 Ketika Yesus Diberitakan Oleh Penyesat



Oleh : Martin Simamora

Ketika Yesus Diberitakan Oleh Penyesat
 

2 Korintus 11:3-4 “(3) Tetapi aku takut, kalau-kalau pikiran kamu disesatkan dari kesetiaan kamu yang sejati kepada Kristus, sama seperti Hawa diperdayakan oleh ular itu dengan kelicikannya.(4) Sebab kamu sabar saja, jika ada seorang datang memberitakan Yesus yang lain dari pada yang telah kami beritakan, atau memberikan kepada kamu roh yang lain dari pada yang telah kamu terima atau Injil yang lain dari pada yang telah kamu terima.”

Penyesatan pasti terjadi, demikianlah  Yesus menegaskannya (Lukas 17:1-2, Matius 18:6-7, Markus 9:42) dan jika Yesus memperingatkan dan sekaligus mengecamnya  lebih baik mati, maka memang  eksistensinya sangat berbahaya.

Sebahaya apakah? Paulus memberikan sebuah deskripsi yang tak main-main, mengapa  penyesat bekerja dalam sebuah level bahaya yang kebanyakan orang Kristen tidak menyadarinya :“disesatkan sama seperti Hawa diperdayakan oleh ular.” Sebuah level kelicikan yang tidak boleh dipandang remeh. Jika anda berkenan, bacalah “Menguji Pengajaran Joseph Prince– Bagian 5,” sehingga anda dapat mendapatkan gambaran yang lebih baik mengapa  Yesus Kristus, dan juga Rasul Paulus memberikan sebuah peringatan yang luar biasa kerasnya dan mengapa penyesat dan penyesatan ini dapat memperdaya orang-orang Kristen. Sikap waspada yang sama juga patut ditujukan kepada Joel Osteen yang menyatakan “God ‘Absolutely’ Accepts Homosexuals,”sesuatu yang bertolak belakang dengan Alkitab, bacalah artikel ini  yang terkait dengan homoseksualitas untuk memahaminya.

Perhatikan, bahwa sikap sabar terhadap penyesat  dapat menjadi titik awal penyesatan yang mematikan.


Bandingkan dengan  Wahyu 2:2 Aku tahu segala pekerjaanmu: baik jerih payahmu maupun ketekunanmu. Aku tahu, bahwa engkau tidak dapat sabar terhadap orang-orang jahat, bahwa engkau telah mencobai mereka yang menyebut dirinya rasul, tetapi yang sebenarnya tidak demikian, bahwa engkau telah mendapati mereka pendusta.”  Jika anda membacanya utuh maka kita akan mengetahui bahwa ini adalah bagian  pujian Yesus terhadap jemaat Efesus.


Disesatkan Sama Seperti Hawa Diperdayakan Oleh Ular
Mari kita lihat sejenak bagaimana Hawa diperdaya  oleh ular:

Kejadian 3:1-5
(1) Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh TUHAN Allah. Ular itu berkata kepada perempuan itu: "Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?"(2) Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: "Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan,(3) tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati."(4) Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: "Sekali-kali kamu tidak akan mati,(5) tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat."


Sekarang bandingkan dengan Apa  yang Tuhan katakan  kepada  manusia :

Kejadian  2:16-17 “(16) Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: "Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas,(17) tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati."


Paulus mengatakan disesatkan sama seperti Hawa diperdayakan ular, sehingga dalam hal ini Paulus sedang memperlihatkan bahwa melalui penyampaian firmanlah penyesat melakukan penyesatan. Ular melakukan penyesatan  dengan memanipulasi firman yang sejati, dia menggunakan apa yang difirmankan namun disampaikan dengan sebuah kelicikan.

Allah berkata kepada manusia
Ular bekata kepada manusia
1
Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas
Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?
2
tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya

3
sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati.
Sekali-kali kamu tidak akan mati, Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat

Penyesat  melakukan pemelintiran dan penambahan apa yang tidak ada. Allah berkata “semua boleh,” sementara  penyesat  berkata “semua jangan.”  Allah berkata  ada pohon yang tidak boleh dimakan, sementara  penyesat  sama sekali tidak menyebutkan apa yang TIDAK DIKEHENDAKI Allah. Allah berkata, jika yang dilarang dilakukan  PASTI mati, sementara  Penyesat berkata  SEKALI-KALI TIDAK mati!


  • Allah memberikan kebebasan atau  kemerdekaan, pasti  berpusat  pada ketetapan-Nya yang harus dipatuhi, sementara itu si Penyesat mewartakan kebebasan  atau kemerdekaan namun membuang keberpusatan kemerdekaan itu kepada ketetapan Allah yang harus dipatuhi.

  • Allah dalam kebebasan yang diberikan kepada manusia tetap mengarahkan diri manusia untuk selalu tertuju kepada diri-Nya, sementara si Penyesat dalam mewartakan kebebasan atau kemerdekaan  atas nama firman, telah membuang sentralitas Allah  yang seharusnya menjadi pusat kemerdekaan manusia itu.
  • Si Penyesat mengatakan bahwa “ Injil Kasih Karunia”  tidak lagi menuntut  bagaimana dirimu hidupmu selaras dengan apa yang Yesus kehedaki dan menjadi teladan bagi dunia yang bengkok dan tetap menjauhkan  diri dari dosa atau mengarahkan diri kepada Kristus. Ini tidak perlu dipusingkan sebab jika demikian maka ini seperti hidup dibawah Taurat, yang memperjuangkan kebenaran diri sendiri. Dosa, oleh karena darah Yesus Kristus telah membereskannya maka tidak perlu lagi memusingkannya, sehingga tulisan yang diilhamkan Allah pada 1 Yohanes  1:9  dinyatakan kontroversi bagi Injil Kasih Karunia, sebab Rasul  Yohanes masih “memusingkan” soal dosa. Saya sudah menjelaskan perihal ini, bacalah dan pelajarilah   perihal ini mulai dari  bagian pertama “ Menguji Pengajaran Joseph Prince.”


Ada cukup banyak yang menilai bahwa  kebebasan dalam Kasih Karunia adalah sebuah kebebasan yang benar-benar bebas, bahkan termasuk  dari peringatan  untuk tetap menjaga diri atau menjauhkan diri dari perbuatan dosa. Akibatnya si pengkhotbah atas nama Injil Kasih Karunia  melakukan sebuah modus  operandi yang identik dengan ular terhadap Hawa, yaitu melakukan pemelintiran dan penghilangan dari apa yang sebenarnya dinyatakan. Cobalah membaca dan mempelajari Artikel Pembuka Menguji  Pengajaran Joseph Prince.”


Oleh sebab si pengkhotbah menggunakan firman seperti halnya ular kepada Hawa namun dalam penyampaiannya  diserongkan, juga seperti halnya ular kepada Hawa, maka memang daya tipunya sangat mematikan. Seperti halnya Hawa yang diperdayai maka jemaatpun memakan muslihat si pengkhotbah!



Kemerdekaan Demi Diri Sendiri  Versus  Kemerdekaan Agar Menjadi Serupa Seperti Kristus

Allah meberikan kemerdekaan kepada manusia untuk boleh memakan  semua pohon dan hanya melarang satu saja pohon. Hanya satu saja yang diminta oleh Allah berbandingkan dengan begitu melimpahnya kemerdekaan itu untuk memuaskan hasrat lidah untuk mengecap apapun juga. Hanya satu larangan namun memiliki kenikmatan berlimpah  dan tetap memiliki Allah  dan memiliki kehidupan Allah.

Ular, penyesat membengkokkan semua itu dan kemudian menyampaikan sebuah kebenaran palsu atas nama firman Allah. Ular berkata : tentulah Allah berfirman!


Tak aneh jika  kita juga menemukan nada peringatan keras terkait penyesatan :

Galatia 1:8-9 “(8) Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari sorga yang memberitakan kepada kamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia.(9) Seperti yang telah kami katakan dahulu, sekarang kukatakan sekali lagi: jikalau ada orang yang memberitakan kepadamu suatu injil, yang berbeda dengan apa yang telah kamu terima, terkutuklah dia.”


Apakah kita mendengar tanpa membaca Alkitab kita? Apakah kita  meluangkan waktu untuk memeriksa apa yang telah didengar  dan diajarkan? Seperti yang dilakukan oleh sebuah jemaat yang sederhana ini :

Kisah Para Rasul 17 :11 “mereka menerima firman itu dengan segala kerelaan hati dan setiap hari mereka menyelidiki Kitab Suci untuk mengetahui, apakah semuanya itu benar demikian.”




Bagaimana kita seharusnya memandang diri ini sebagai pengikut Yesus yang telah dibebaskan sehingga memiliki kemerdekaan penuh didalam Dia? Kemanakah  seharusnya kemerdekaan itu kita dedikasikan? Apakah bagi Tuhan atau bagi diri sendiri? Apakah memuaskan hasrat hatiku atau melayani kehendak penebus hidupku?


Memeriksa Sebuah Pengajaran Dengan Kitab Suci- Alkitab

Apakah anda pernah menyelidiki Kitab Suci (Sekarang kita memiliki Alkitab) ketika misalkan anda mendengar bahwa “Mengikut Tuhan Tidak Perlu Menyangkal Diri dan Memikul Salib?

Bagaimana jika kita memeriksa pernyataan ini dalam  terang perkataan Yesus?
Mari kita melakukan pemeriksaan terhadap pernyataan diatas dalam sebuah cara yang sederhana, yaitu dengan memperhadapkan dengan Yesus sendiri :

  • Markus 8:34 “(34)Lalu Yesus memanggil orang banyak dan murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.
  • Matius 10:38 “Barangsiapa  tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku.”
  • Matius 16:24 “Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.”
  • Lukas 9:23 “Kata-Nya kepada mereka semua: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul  salibnya setiap hari dan mengikut Aku.”
  • Lukas 14:27 “Barangsiapa  tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.”


Yesus mengatakan bahwa itu harus dilakukan SETIAP HARI dan HARUS. Jelas terlihat bahwa dalam pengikutan kita dengan Yesus, mutlak bagi Yesus agar setiap orang harus melakukan apa yang dikehendakinya. Bagaimana bisa ada pengkhotbah  atau penginjil atau hamba Tuhan yang mengatakan tidak?

Sama halnya juga dengan keyakinan para penganut “Grace Only yang ASING yang menyatakan bahwa “didalam Injil Kasih Karunia, orang percaya tidak perlu lagi diperingatkan akan perbuatan dosa dan penting untuk  bertobat”  sebab yang demikian adalah sebuah  pola  dalam Perjanjian Lama. Saya sudah mengulasnya di sini. Dan jelas terlihat bahwa  pernyataan semacam itu berlawanan dengan apa yang diajarkan oleh para rasul Yesus Kristus. Selain itu.



Yesus Kristus pun tetap tidak pernah memandang remeh dan mendiamkannya sebagaimana terungkap dalam  kitab Wahyu.   Mari kita lihat  bagaimana Yesus SELAIN memuji, JUGA mengecam. Kita HANYA akan melihat  bagian kecaman, untuk  menyanggah pandangan Grace Movement ala Joseph Prince yang menganggap  hal semacam ini  bukan Injil Kasih Karunia


Kecaman Yesus terhadap Jemaat Efesus

Wahyu 2:4-5 “Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula. Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat.”


Perhatikan, selagi di bumi, Yesus kepada setiap orang yang mau menjadi muridnya harus menyangkali dirinya, memikul salibnya dan mengikut dia.  Tidak akan bisa menjadi pengikut Yesus tanpa penyangkalan diri, tidak  akan bisa menjadi pengikut Yesus tanpa memikul salib, tidak akan pernah terjadi, menjadi pengikut Yesus, tanpa Yesus  tidak memperhatikan pertumbuhan  keberimanan para murid-muridnya. 

Yesus dalam kasus jemaat Efesus, selain  MEMUJI, pun  MENCELA jemaat ini karena telah meninggalkan kasih yang semula; Yesus katakan  BETAPA DALAMNYA engkau telah jatuh. Yesus berkata BERTOBATLAH dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jadi jelas  sekali  bahwa bagi Yesus semua orang yang menjadi miliknya pasti akan dididik, ditegur secara keras, dan sebuah sanksi yang tidak main-main telah menanti jika tidak dipatuhi.


Jikalau  mereka BENAR-BENAR JEMAAT TUHAN  maka mereka pasti sanggup sebab Yesus ada didalam mereka dan mereka ada didalam Yesus, seperti disaksikan oleh Rasul Yohanes pada Injil Yohanes. Anda dapat membaca perihal ini dalam artikel ini.




Kecaman Yesus terhadap Jemaat Pergamus
Wahyu 2:14- “Tetapi Aku mempunyai beberapa keberatan terhadap engkau: di antaramu ada beberapa orang yang menganut ajaran Bileam, yang memberi nasihat kepada Balak untuk menyesatkan orang Israel, supaya mereka makan persembahan berhala dan berbuat zinah. Demikian juga ada padamu orang-orang yang berpegang kepada ajaran pengikut Nikolaus. Sebab itu bertobatlah! Jika tidak demikian, Aku akan segera datang kepadamu dan Aku akan memerangi mereka dengan pedang yang di mulut-Ku ini.

Jika penyesatan adalah sebuah kecaman dari Yesus yang tidak main-main, maka ini adalah dasar bagi setiap orang percaya untuk mewaspadai si penyesat dan penyesatan! Jika anda menganggap  memperingatkan jemaat untuk jangan berbuat dosa, misal zinah adalah MENCAMPURADUKAN ANUGERAH DENGAN TAURAT maka perhatikanlah betapa kerasnya Yesus mengancam “Aku akan segera datang kepadamu dan Aku akan memerangi mereka dengan pedang yang di mulut-Ku ini.“




Kecaman Yesus terhadap Jemaat Tiatira
Wahyu 2:20 “Tetapi Aku mencela engkau, karena engkau membiarkan wanita Izebel, yang menyebut dirinya nabiah, mengajar dan menyesatkan hamba-hamba-Ku supaya berbuat zinah dan makan persembahan-persembahan berhala. Dan Aku telah memberikan dia waktu untuk bertobat, tetapi ia tidak mau bertobat dari zinahnya. Lihatlah, Aku akan melemparkan dia ke atas ranjang orang sakit dan mereka yang berbuat zinah dengan dia akan Kulemparkan ke dalam kesukaran besar, jika mereka tidak bertobat dari perbuatan-perbuatan perempuan itu. Dan anak-anaknya akan Kumatikan dan semua jemaat akan mengetahui, bahwa Akulah yang menguji batin dan hati orang, dan bahwa Aku akan membalaskan kepada kamu setiap orang menurut perbuatannya.”

Jika anda mengira Injil Kasih Karunia membuat dirimu tidak lagi  dituntut untuk memenuhi apa yang menjadi kehendak Allah, maka memang yang tersisa adalah anda menuruti kehendak Setan! Tidak area abu-abu untuk ini. Sekali lagi kita melihat penyesat mendatangkan penyesatan yang mematikan.


Kepada jemaat-Nya, Allah memberikan peringatan, kesempatan untuk bergerak meninggalkan kegelapan dan kembali ,mengikut diaJIKALAU TIDAK, jikalau! Maka penghukuman yang datang dari Allah tidak main-main.


Apa yang perlu menjadi catatan penting di sini bagi para PENGANUT GRACE  ONLY yang ASING sebab mengabaikan apa yang dituntut Yesus jika mau mengikut Yesus adalah : Allah yang menguji batin dan hati orang. Ada sebuah tanggung jawab sebagai pengikut Kristus; anda memang tidak memiliki kebenaran diri sendiri tetapi ketika anda dibenarkan  oleh Bapa maka kehidupan anda tidak lagi mengikuti dirimu sendiri tetapi menjadi pengikut Yesus yang dicirikan oleh penyangkalan diri sendiri dan memikul salib.




Kecaman Yesus terhadap Jemaat Sardis
Wahyu 3:1- “Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Sardis: Inilah firman Dia, yang memiliki ketujuh Roh Allah dan ketujuh bintang itu: Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau dikatakan hidup, padahal engkau mati! Bangunlah, dan kuatkanlah apa yang masih tinggal yang sudah hampir mati, sebab tidak satupun dari pekerjaanmu Aku dapati sempurna di hadapan Allah-Ku. Karena itu ingatlah, bagaimana engkau telah menerima dan mendengarnya; turutilah itu dan bertobatlah! Karena jikalau engkau tidak berjaga-jaga, Aku akan datang seperti pencuri dan engkau tidak tahu pada waktu manakah Aku tiba-tiba datang kepadamu.”




Tetapi ada jemaat yang sedemikian rusaknya sehingga tidak ada lagi yang dipuji, namun Yesus tetap menunjukan bahwa dia masih mengasihi jemaat ini. Dia mengasihimu dalam segala keberdosaanmu namun dia tidak mau kamu berdiam dan tinggal sebab berpikir Kasih Karunia akan melindungimu. Kasih karunia justru terlihat kala Yesus masih berkata AKU MENGASIHIMU KALA DIRIMU SANGAT BUSUK DALAM PENGIKUTANMU DENGAN TUHAN. Mari kita lihat:

Kecaman Yesus terhadap  Jemaat  Laodikia
Wahyu 3 :15-20 “Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau tidak dingin dan tidak panas. Alangkah baiknya jika engkau dingin atau panas! Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku. Karena engkau berkata: Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa, dan karena engkau tidak tahu, bahwa engkau melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang, maka Aku menasihatkan engkau, supaya engkau membeli dari pada-Ku emas yang telah dimurnikan dalam api, agar engkau menjadi kaya, dan juga pakaian putih, supaya engkau memakainya, agar jangan kelihatan ketelanjanganmu yang memalukan; dan lagi minyak untuk melumas matamu, supaya engkau dapat melihat. Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah! Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku.

Anda mau melihat sehebat apakasih setia Bapa terhadap orang-orang  yang telah diserahkan  Bapa kepada Yesus Kristus?” Bagi saya, pada Jemaat “busuk” (sebab tidak ada sedikit saja pujian dari Yesus untuk jemaat yang kaya ini) seperti Laodikia  terdemonstrasi secara megah. Dalam kebejatan yang sedemikian Yesus masih menghendaki restorasi total yang diinginkannya karena kasih-Nya! Yesus menjadi penjamin bagimu untuk tetap  selamat dan tak kehilangan keselamatan  kala   moralitas dunia menyatakan mustahil! TENTU SAJA, asal anda memang benar-benar domba kepunyaan-Nya!


Perhatikan! Yesus terhadap fakta ini tidak bersegera bertindak tetapi AKAN memuntahkan jemaat ini dari mulutnya. Sebuah kemualan yang tak terkatakan melihat perilaku jemaat ini; sebuah kejijikan yang membuat Yesus muntah melihat perilaku jemaat ini. TETAPI lihat, Yesus TIDAK SEKETIKA MURKA.  Bahkan dia kepada yang sudah begitu menjijikannya masih bersedia MENASIHATKAN dan MENYEDIAKAN JALAN KELUAR demi kebaikan jemaatnya.

Yesus begitu setia merawat dan menjaga kehidupan domba-dombanya; dia memang bisa diandalkan sebagai Gembala kita yang setia selalu mendidik kita. Bahkan KASIHNYA  TIDAK PUPUS!


Dapatkah anda membayangkan Tuhan yang sudah begitu muak dan muntah melihat perilakumu tetapi masih berkata BARANGSIAPA YANG KUKASIHI, IA KUTEGOR DAN KUHAJAR. Perhatikan, motif Yesus adalah KASIH. Kalau Dia tidak mengasihi jemaat ini atau dirimu atau diri saya maka mana mungkin Dia masih berkata YANG KUKASIHI.

Anda mau melihat demonstrasi KASIH TANPA SYARAT? Lihatlah pada jemaat ini, jemaat busuk dan menjijikan ini tetap tidak membuat Yesus kehilangan Kasih TETAPI JUGA tidak bermakna sama sekali Yesus tidak akan menegor dan menghajarmu dengan maksud engkau bertobat! Sebagai anak-anak Bapa kita memang memiliki kasih Bapa yang luar biasa, sebuah kasih yang bahkan tak akan pupus dalam kebusukan yang memuakan Yesus sekalipun. Tetapi sekali lagi jangan menyangka anda dapat mempermainkan kasih yang agung seperti ini!


Bacalah dan renungkanlah, sehingga anda tidak membiarkan dirimu disesatkan oleh penyesat dengan penyesatannya. Tinggalkanlah  gereja dan pendeta yang memberikan pengajaran  yang berbeda dengan apa yang diajarkan oleh Yesus Kristus dan juga yang diajarkan oleh para rasul Kristus.



Ibrani 12:5-9
(5) Dan sudah lupakah kamu akan nasihat yang berbicara kepada kamu seperti kepada anak-anak: "Hai anakku, janganlah anggap enteng didikan Tuhan, dan janganlah putus asa apabila engkau diperingatkan-Nya;(6) karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak."(7) Jika kamu harus menanggung ganjaran; Allah memperlakukan kamu seperti anak. Di manakah terdapat anak yang tidak dihajar oleh ayahnya?(8) Tetapi, jikalau kamu bebas dari ganjaran, yang harus diderita setiap orang, maka kamu bukanlah anak, tetapi anak-anak gampang.(9) Selanjutnya: dari ayah kita yang sebenarnya kita beroleh ganjaran, dan mereka kita hormati; kalau demikian bukankah kita harus lebih taat kepada Bapa segala roh, supaya kita boleh hidup?

Wahyu 3:19
Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah!

Amin


Rujukan:
Pulpit Commentary, pada 2 Korintus 11

Bacalah Juga:
7 Jemaat Asia, Oleh Pdt. Esra Alfred Soru STh, MPdK

P O P U L A R - "Last 7 days"