0 Persidangan City Harvest Church : Dokumen-Dokumen Diperiksa Secara Seksama

Pada hari keenam persidangan yang melibatkan enam pemimpin  gereja City Harvest Church, sejumlah dokumen diperiksa secara seksama. Satu dokumen berisikan  risalah  pertemuan komite investasi tertanggal 29 Juli 2008.

Kong Hee (second left), founding pastor of City Harvest Church, holding hands with wife Ho Yeow Sun (third left). Kong Hee and four other leaders of the church were charged with the misuse of the church's funds to finance Ho Yeow Sun's music career. The trial against the six City Harvest Church leaders accused of embezzling more than $50 million, may stretch beyond 2013. -- MY PAPER FILE PHOTO: ONG WEE JIN- straitstimes.com


Penuntut  menuduh  bahwa   risalah  tersebut   telah dimundurkan tanggalnya untuk menutupi penyalahgunaan Dana Pembangunan gereja.


Pendiri Gereja, Kong Hee dan empat lainnya—John Lam, Chew Eng Han, Tan Ye Peng dan Serina Wee—telah dituduh menyalahgunakan uang 24 juta dolar dengan menyalurkannya kedalam dua perusahaan, Xtron Productions dan PT  First National Glassware (Firna), dalam apa yang digambarkan sebagai “investasi-investasi surat-surat berharga bodong.”


Tuduhan terhadap hal ini berlangsung antara Januari 2007 dan Oktober 2008.


Rangkaian tuduhan kedua melibatkan empat dari enam  tertuduh- Chew Eng Han, Tan Ye Peng, Serina Wee dan Sharon Tan- yang dikatakan telah melakukan penyalahgunaan sejumlah 26 juta dolar untuk menutupi pengeluaran pertama.



Dana-dana tersebut dituding telah disalahgunakan untuk melejitkan karir musik  isteri Kong, Sun Ho.


Penuntutan   telah menyatakan bahwa Serina Wee, Tan Ye Peng, Chew Eng Han, John Lam dan Sharon Tan telah berkonspirasi untuk menutupi penyalahgunaan  Dana Pembangunan  gereja. Dan penuntutan telah berupaya untuk membuktikan hal ini melalui sebuah rantai email-email yang telah dikirimkan pada 1 Agustus hingga 5 Agustus pada 2008.


Pada Kamis, telah dihadirkan email-email dimana  lima orang tersebut telah mendiskusikan agenda untuk sebuah pertemuan komite investasi yang dijadwalkan pada 5 Agustus 2008.


Dua poin  telah diangkat—apakah ivestasi gereja  dijalankan selaras dengan kebijakannya, dan kemampuan Xtron untuk menebus surat-surat berharga tersebut.


Saat  menanyai mantan direktur Xtron, Koh Siow Ngea,  penuntutan telah memperlihatkan bahwa  dua poin yang sama ini telah dimasukan dalam   risalah rapat komite investasi pada 29 Juli 2008.


Pada Rabu, pembela telah berupaya untuk memperlihatkan  melalui  risalah rapat tersebut bahwa anggota komite telah secara serius mendiskusikan kemampuan Xtron untuk menebus surat-surat berharga tersebut yang telah diterbitkan bagi gereja. Pembela juga  telah  mencoba untuk  mengemukakan poinnya bahwa komite telah  menemui dua bank sebelum menunjuk tertuduh perusahaan  tertuduh Chew Eng Han, AMAC  Capital Partners, sebagai   pengelola dana.


Pengadilan juga telah mendengar bahwa Serina Wee telah mengatakan dalam sebuah  surat elektronik bahwa gereja tidak  dapat mencatat risalah terkait telah dilaksanakanya sebuah pinjaman bank sebesar 10,7 juta dolar kepada Xtron. Dia menulis: ” They are not supposed to be aware of this”- mereka tidak semestinya tidak mengetahui mengenai hal ini. Emailnya telah dikirimkan   hanya kepada Chew Eng Han, John Lam, Sharon Tan dan Tan Ye Peng. Email ini tidak seperti email-email terdahulu yang memasukan anggota-anggota komite investasi Nicholas  Goh, Martin Ong dan saksi Koh.


Penuntutan telah  menyatakan bahwa lima orang tersebut telah berkonspirasi untuk memundurkan tanggal risalah rapat  ke Juli,  dalam upaya menyembunyikan pinjaman bank Xtron dan  untuk meredam auditor-auditor eksternal.


Auditor-auditor telah mengirimkan  email pada 1 Agustus 2008 yang menyatakan bahwa mereka hanya akan memfinalisasi audit Xtron untuk tahun 2007, jika  isu-isu  yang masih mengemuka telah diselesaikan.


Isu-isu terkait  surat-surat berharga Xtron dan penggunaan  Dana Pembangunan  gereja untuk investasi-investasi.


Dokumen lain yang dipertanyakan adalah sebuah garansi personal yang telah ditandatangani oleh Wahju Hanafi untuk menjaminkan penggatian rugi Xtron terhadap kerugiaan apapun dari Proyek Crossover.


Proyek Crossover bertujuan untuk menggunakan musik  pop untuk penginjilan dan karir musik  Sun Ho adalah bagian dari Proyek Crossover.


Dokumen lainnya adalah garansi personal lainya yang telah ditandatangani  oleh Kong Hee, Tan Ye Peng, Chew  Eng Han dan Koh.  Garansi lainnya ini  telah dimaksudkan untuk  menjaminkan ganti rugi bagi Wahju Hanafi atas garansi personal yang  telah disebutkan  terlebih dulu tadi.


Merujuk pada sebuah email yang telah dikirimkan Serina Wee kepad Chew Eng Han pada 2010, penuntutan telah mengatakan bahwa draf-draf dua garansi personal tadi telah dilampirkan.


Penuntutan kemudian  telah menanyakan Koh  jika dia telah  mengingat menandatangani garansi tersebut pada 2007. Koh tidak dapat mengingatnya.


Menyoroti tiga tahun waktu   sela, penuntu Christopher Ong telah menanyai  mengapa Sherina Wee hanya  mendrafkan dokumen-dokumen pada 2010. Koh menjawab tidak menyadarinya.


Hal ini membawa Ong untuk bertanya: “Apakah itu tidak terlihat seperti kesalahan bagi anda?”


Koh menjawab   telah terjadi ”kekhilafan.”



Setelah enam hari “hearing”, mendengarkan para pihak, irisan pertama dari pengadilan ini telah dituntaskan. Pengadilan akan kembali digelar pada akhir Agustus 2013 selama satu bulan dan Channel NewsAsia melihat bahwa  direktur Xtron lainnya dan direktur Firna diharapkan hadir pada pengadilan ini nanti.


Channel  NewsAsia | Martin Simamora.

P O P U L A R - "Last 7 days"