0 Tritunggal : Keesaan dalam Kesatuan bukan dalam bilangan : Yachid vs Echad - Bagian 1

"Hear, O Israel! Yahweh is our God, Yahweh is one [Echad]!" Deuteronomy 6:4

Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa! Ulangan 6:4


Yachid Vs Echad
Ayat paling penting yang dihapal oleh orang-orang Yahudi dalam Alkitab adalah Ulangan 6:4 "Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa [Echad]! Ada beberapa kata dalam bahasa Ibrani dimana Roh Kudus dapat menggunakan sebuah kata yang memiliki satu arti eksklusif : numerikal, keesaan Tuhan yang  satu-satunya ("yachid" atau "bad").


Roh Kudus malah memilih  untuk menggunakan kata Ibrani, "echad' yang paling sering digunakan sebagai yang disatukan, dan kadang sebagai keesaan  numerikal. Sebagai contoh, ketika Tuhan berkata dalam Kejadian 2:24 "keduanya  akan menjadi satu (echad) daging" ini adalah kata yang sama untuk "satu" yang digunakan dalam Ulangan 6:4.Ini hal yang paling menyulitkan bagi Anti Tritunggal karena kata "yachid", merupakan kata utama dalam Ibrani untuk  keesaan  yang satu-satunya, yang tidak pernah digunakan dalam merujuk Tuhan.


Pengantar :
  1. debat terhadap berbagai implikasi beragam penggunaan 2 kata Ibrani (Yachid Vs Echad) yang diterjemahkan sebagai "satu" adalah hal yang menggelitik sebab merupakan soal yang kompleks.
  2. etimologi kata Ibrani yachid (satu) berasal dari echad dalam cara yang sama dalam bahasa Inggris untuk kata "only" yang berasal dari kata "one". Bahwa Yachid berasal dari akar  famili kata-kata seperti echad dilihat dari keserupaan pengejaan. Sehingga "yachid" adalah kata untuk "only/hanya", sementara  "echad" adalah kata untuk "one/satu".
  3. Mengenai satu-satunya fakta bahwa kedua belah pihak yang berdebat sepakat bahwa yachid tanpa dapat disanggah bermakna absolut satu secara numerikal/bilangan dan tidak pernah digunakan untuk menggambarkan Tuhan. Kelompok anti tritunggal berharap bahwa Yachid dapat digunakan secara umum untuk Tuhan. Memperhatikan hal ini, bila kita melihat  kedalam bahasa Yunani, pada ayat-ayat parallel yang menggunakan 'yachid", kita menemukan sebuah keterkaitan dengaan kata Yunani "mono". Kita juga menemukan "mono" digunakan untuk Tuhan dalam Perjanjian Baru untuk menggambarkan  keesaannya. Sehingga, sementara yachid tidak pernah digunakan untuk menyatakan keesaan Tuhan dalam Perjanjian Lama,  kata "mono" memiliki keterkaitan dalam Perjanjian Baru yang digunakan untuk keesaan Tuhan. Tetapi inilah secara  tepat apa yang hendak digambarkan Trinitarian   karena ada tiga pribadi dalam Tuhan yang satu (mono).
  4. Ibrani adalah sebuah bahasa yang sangat sederhana, tetapi bahasa Yunani sangat kompleks dan spesifik. Beberapa Trinitarian terlampau menekankan secara jelas perbedaan-perbedaan antara "yachid dan echad" dalam bahasa Ibrani.  Memang benar, "echad" adalah yang disatukan, tetapi kata ini juga digunakan sebagai satu dalam pengertian yang  numerikal/angka. Memang benar, "yachid" tidak pernah digunakan dalam merujuk pada keesaaan Tuhan, tetapi kata "bad"(dalam Perjanjian Lama) digunakan dan sinonim dengan keesaan numerik dalam pengertian yachid. Ketika kita melihat dalam  bahasa Yunani, kita menemukan  sebuah kekaburan yang serupa dalam kata-kata yang digunakan untuk Tuhan dalam arti  kesatuan versus keesaan secara numerik/angka. Jika Roh Kudus bermaksud menyampaikan Tritunggal secara tersembunyi  dalam Perjanjian Lama dalam kata-kata "yachid dan echad", kita dapat berharap akan adanya sebuah pembedaan tajam  menjadi lebih terucapkan dalam bahasa Yunani, sebab  bahasa Yunani merupakan bahasa yang lebih spesifik daripada bahasa  Ibrani. Tetapi kita menemukan hal yang persis sama dalam Perjanjian Baru sebagaimana dalam Perjanjian Lama, yang  disebut  sebuah kombinasi kata-kata yang bermakna keesaan yang bersifat kesatuan versus numerik/angka yang diterapkan untuk menggambarkan keesaan Tuhan.
  5. Mengomentari semuanya ini, berangkali Roh Kudus menginginkan kita untuk kembali melihat pada Perjanjian Lama dan  memahami perbedaan antara "yachid dan echad". Menambahkan kata ganti plural seperti : "let US make man in OUR image" dan  Trinitarian memiliki bukti tak terbantahkan adanya Tritunggal dalam Perjanjian Lama.
  6. Trinitarian dapat  yakin bahwa keragaman kata seperti "yachid dan echad" yang digunakan untuk menggambarkan  keesaan Tuhan  secara tepat sebagaimana yang diduga akan ditemukan. Anti Trinitarian dan Unitarian  gugup  terhadap fakta bahwa pernyataan-pernyataan yang paling penting dan langsung didalam Perjanjian Lama mengenai Keesaan Tuhan (Ulangan 6:4) menggunakan kata yang bermakna kesatuan (echad) ketimbang menggunakan kata-kata yang selalu berarti keesaan dalam makna numerik atau bilangan seperti "yachid" dan "bad".
  7. Berangkali salah satu yang terkuat dari banyak argumen yang bisa digunakan Trinitarian dalam diskusi kata-kata "echad" dan "yachid" adalah fakta bahwa orang-orang Yahudi  tak lama setelah Kekristenan muncul telah melenyapkan kata "echad" dari Ulangan 6:4 dan telah menambahkan kedalamnya dengan kata "yachid".
  8. Yesus mengutip Ulangan 6:4 dalam Markus 12:29 dan memilih kata "keesaan yang bersifat kesatuan" yaitu "hen", kata yang sama  digunakan oleh Yesus dalam Matius 19:5, "sehingga keduanya itu menjadi satu (hen) daging. Sangat jelas bahwa Yesus tidak menggunakan "mono" dalam Markus 12:29. Kata dalam bahasa Yunani "hen" secara langsung berkaitan  dengan "echad" yang digunakan dalam Ulangan 6:4. Keduanya menggunakan teks-teks  dengan kata-kata "keesaan yang bersifat disatukan" ketimbang kata-kata yang bermakna keesaan yang absolut secara numerik/bilangan untuk memisahkannya dari semua yang lain.


A. Orang-Orang Yahudi, setelah kemunculan Kekristenan, telah memaksa untuk merubah kata Ibrani untuk "satu" dalam  Ulangan 6:4 dari echad menjadi Yachid :

  1. Anti Trinitarian yang berkata penggunaan echad adalah signifikan dalam Perjanjian Lama harus diingatkan bahwa tak lama setelah kekristenan muncul, orang-orang Yahudi telah mengganti "echad" dengan "yachid" dalam Ulangan 6:4
  2. Jika penggunaan "echad"  bukannya "yachid" dalam Ulangan 6:4 tidak membantu umat Kristen mula-mula untuk  membuktikan kepada orang-orang Yahudi bahwa Yahweh dalam Perjanjian Lama adalah Tuhan dengan multi pribadi, maka  seharus orang-orang Yahudi tidak perlu harus untuk menggantikan kata itu (echad). Jika kata itu sangat signifikan,  maka mereka  seharusnya memberitahukan kita bahwa argumen orang-orang Kristen untuk membuktikan Tritunggal tidak sah bagi orang-orang Ibrani asli yang mengetahui dan berbicara dengan bahasa itu. Tetapi sebaliknya, orang-orang Yahudi meresponnya dengan dengan mengganti kata dalam Ulangan6:4 dari echad (keesaan dalam makna kesatuan) menjadi yachid ( keesaan dalam makna numerik/angka).
  3. Talmud karya  Judah the Prince  baik yang ditulis  tahun 135-219 AD  atau diahir abad 9 Sesudah Masehi. Poin  pentingnya adalah bahwa Talmud tersebut belum pernah ada sebelum  sekitar tahun  200 Sesudah Masehi, lama setelah teologi Kristen telah memberi dampaknya.
  4. Seorang pria bernama Moses Maimonides yang hidup pada abad ke 12 SM, seorang Rabbi Yahudi dan Filsuf yang  menyusun sebuah kredo/syahadat dengan 13 artikel. Dalam kredo tersebut, kata yachid digunakan menggantikan echad: "Aku percaya dengan sebuah iman yang sempurna bahwa Pencipta, diberkatilah nama-Nya, adalah mutlak esa (yachid)".
  5. Buku-buku doa moderen orang Yahudi menggunakan kata "yachid" untuk menggambarkan Tuhan.
  6. Pasti sangat menjadi masalah bagi orang-orang Yahudi bahwa kata pilihan mereka (yachid) untuk menggambarkan keesaan Tuhan  secara aktual tidak pernah digunakan dalam Alkitab. Mereka seharusnya menghentikan 2000 tahun  pemberontakan mereka melawan kekristenan, harus lebih memegang kebenaran dan tidak dengan sengaja melakukan penyelewengan akan apa yang Alkitab katakan. Sehingga mereka dapat menggunakan kata-kata Alkitab untuk menggambarkan Tuhan yang esa dan benar dan semakin dekat menjadi orang-orang Kristen!


Bersambung


Martin Simamora |Trinity: Oneness in unity not in number: Yachid vs. Echad | bible.ca

P O P U L A R - "Last 7 days"