0 Ketabahan Orang-Orang Kudus dan Kemurnian Injil - Bagian 1

credit : frontpagemag.com

Oleh : Bob Deffinbaugh, Th.M



2Tesalonika 2:13-3:5
Akan tetapi kami harus selalu mengucap syukur kepada Allah karena kamu, saudara-saudara, yang dikasihi Tuhan, sebab Allah dari mulanya telah memilih kamu untuk diselamatkan dalam Roh yang menguduskan kamu dan dalam kebenaran yang kamu percayai. Untuk itulah Ia telah memanggil kamu oleh Injil yang kami beritakan, sehingga kamu boleh memperoleh kemuliaan Yesus Kristus, Tuhan kita. Sebab itu, berdirilah teguh dan berpeganglah pada ajaran-ajaran yang kamu terima dari kami, baik secara lisan, maupun secara tertulis. Dan Ia, Tuhan kita Yesus Kristus, dan Allah, Bapa kita, yang dalam kasih karunia-Nya telah mengasihi kita dan yang telah menganugerahkan penghiburan abadi dan pengharapan baik kepada kita, kiranya menghibur dan menguatkan hatimu dalam pekerjaan dan perkataan yang baik. Selanjutnya, saudara-saudara, berdoalah untuk kami, supaya firman Tuhan beroleh kemajuan dan dimuliakan, sama seperti yang telah terjadi di antara kamu, dan supaya kami terlepas dari para pengacau dan orang-orang jahat, sebab bukan semua orang beroleh iman. Tetapi Tuhan adalah setia. Ia akan menguatkan hatimu dan memelihara kamu terhadap yang jahat. Dan kami percaya dalam Tuhan, bahwa apa yang kami pesankan kepadamu, kamu lakukan dan akan kamu lakukan. Kiranya Tuhan tetap menujukan hatimu kepada kasih Allah dan kepada ketabahan Kristus.



Pengantar

Dua tahun lalu ( artikel ini 3 Oktober 2010), saya diundang untuk berbicara di sebuah konfrensi di sebuah tempat di dunia ini dimana orang-orang Kristen disana mengalami sebuah penganiayaan besar karena iman mereka kepada  Tuhan Yesus. Ada beberapa hal mengapa saya harus menolak undangan ini, tetapi saya ingat berpikir, “Apa yang mungkin dapat saya kataka  kepada orang-orang ini? Mereka sedang mengalami penderitaan yang sangat besar karena iman mereka, tetapi saya hidup dalam kehidupan yang relatif  aman dan mudah. Apa yang dapat dilakukan oleh orang seperti saya untuk dikatakan kepada orang seperti mereka?” Saya sekarang tahu  teks Alkitab apa yang dapat saya  gunakan untuk memberikan semangat kepada orang-orang kudus yang teraniaya—teks kita,  karena teks ini dituliskan oleh Rasul Paulus  untuk melayani mereka yang sedang menghadapi sebuah penganiayaan yang  hebat.


1 Tesalonika 1:6
Dan kamu telah menjadi penurut kami dan penurut Tuhan; dalam penindasan yang berat kamu telah menerima firman itu dengan sukacita yang dikerjakan oleh Roh Kudus,

1 Tesalonika 2:14-16
Sebab kamu, saudara-saudara, telah menjadi penurut jemaat-jemaat Allah di Yudea, jemaat-jemaat di dalam Kristus Yesus, karena kamu juga telah menderita dari teman-teman sebangsamu segala sesuatu yang mereka derita dari orang-orang Yahudi. Bahkan orang-orang Yahudi itu telah membunuh Tuhan Yesus dan para nabi dan telah menganiaya kami. Apa yang berkenan kepada Allah tidak mereka pedulikan dan semua manusia mereka musuhi, karena mereka mau menghalang-halangi kami memberitakan firman kepada bangsa-bangsa lain untuk keselamatan mereka. Demikianlah mereka terus-menerus menambah dosa mereka sampai genap jumlahnya dan sekarang murka telah menimpa mereka sepenuh-penuhnya.

1 Tesalonika 3:4
Sebab, juga waktu kami bersama-sama dengan kamu, telah kami katakan kepada kamu, bahwa kita akan mengalami kesusahan. Dan hal itu, seperti kamu tahu, telah terjadi.



2 Tesalonika 1:4-5
sehingga dalam jemaat-jemaat Allah kami sendiri bermegah tentang kamu karena ketabahanmu dan imanmu dalam segala penganiayaan dan penindasan yang kamu derita: suatu bukti tentang adilnya penghakiman Allah, yang menyatakan bahwa kamu layak menjadi warga Kerajaan Allah, kamu yang sekarang menderita karena Kerajaan itu.



Kita tahu bahwa jemaat Tesalonika merupakan sebuah  jemaat  teraniaya, tetapi juga mungkin baik untuk mengingatkan diri kita sendiri akan apa yang Alkitab katakan mengenai beberapa orang kudus yang mengalami penganiayaan, sebagaimana memang benar adanya,  masih ada   terjadi hal demikian di banyak tempat dunia saat ini.



Ibrani 10:32-34
Ingatlah akan masa yang lalu. Sesudah kamu menerima terang, kamu banyak menderita oleh karena kamu bertahan dalam perjuangan yang berat, baik waktu kamu dijadikan tontonan oleh cercaan dan penderitaan, maupun waktu kamu mengambil bagian dalam penderitaan mereka yang diperlakukan sedemikian. Memang kamu telah turut mengambil bagian dalam penderitaan orang-orang hukuman dan ketika harta kamu dirampas, kamu menerima hal itu dengan sukacita, sebab kamu tahu, bahwa kamu memiliki harta yang lebih baik dan yang lebih menetap sifatnya.



Ibrani 11:35b-37
…Tetapi orang-orang lain membiarkan dirinya disiksa dan tidak mau menerima pembebasan, supaya mereka beroleh kebangkitan yang lebih baik. Ada pula yang diejek dan didera, bahkan yang dibelenggu dan dipenjarakan. Mereka dilempari, digergaji, dibunuh dengan pedang; mereka mengembara dengan berpakaian kulit domba dan kulit kambing sambil menderita kekurangan, kesesakan dan siksaan.



Saya benar ketika menanyakan kemampuanku sendiri untuk berbicara kepada orang-orang kudus yang teraniaya, mengenai penderitaan mereka, kala saya tidak sekalipun mengalami kesusahan sebagaimana yang mereka hadapi. Tetapi penulis teks kita ini  sangatlah berkualifikasi, karena dia telah mengalami lebih banyak penganiayaan daripada hampir semua orang lain :



Kisah Para Rasul 16:19-24
Ketika tuan-tuan perempuan itu melihat, bahwa harapan mereka akan mendapat penghasilan lenyap, mereka menangkap Paulus dan Silas, lalu menyeret mereka ke pasar untuk menghadap penguasa. Setelah mereka membawa keduanya menghadap pembesar-pembesar kota itu, berkatalah mereka, katanya: "Orang-orang ini mengacau kota kita ini, karena mereka orang Yahudi, dan mereka mengajarkan adat istiadat, yang kita sebagai orang Rum tidak boleh menerimanya atau menurutinya." Juga orang banyak bangkit menentang mereka. Lalu pembesar-pembesar kota itu menyuruh mengoyakkan pakaian dari tubuh mereka dan mendera mereka. Setelah mereka berkali-kali didera, mereka dilemparkan ke dalam penjara. Kepala penjara diperintahkan untuk menjaga mereka dengan sungguh-sungguh. Sesuai dengan perintah itu, kepala penjara memasukkan mereka ke ruang penjara yang paling tengah dan membelenggu kaki mereka dalam pasungan yang kuat.



1 Tesalonika 2:2

Tetapi sungguhpun kami sebelumnya, seperti kamu tahu, telah dianiaya dan dihina di Filipi, namun dengan pertolongan Allah kita, kami beroleh keberanian untuk memberitakan Injil Allah kepada kamu dalam perjuangan yang berat.



2 Korintus 11:23-29

Apakah mereka pelayan Kristus? --aku berkata seperti orang gila--aku lebih lagi! Aku lebih banyak berjerih lelah; lebih sering di dalam penjara; didera di luar batas; kerap kali dalam bahaya maut.  Lima kali aku disesah orang Yahudi, setiap kali empat puluh kurang satu pukulan, tiga kali aku didera, satu kali aku dilempari dengan batu, tiga kali mengalami karam kapal, sehari semalam aku terkatung-katung di tengah laut. Dalam perjalananku aku sering diancam bahaya banjir dan bahaya penyamun, bahaya dari pihak orang-orang Yahudi dan dari pihak orang-orang bukan Yahudi; bahaya di kota, bahaya di padang gurun, bahaya di tengah laut, dan bahaya dari pihak saudara-saudara palsu. Aku banyak berjerih lelah dan bekerja berat; kerap kali aku tidak tidur; aku lapar dan dahaga; kerap kali aku berpuasa, kedinginan dan tanpa pakaian, dan, dengan tidak menyebut banyak hal lain lagi, urusanku sehari-hari, yaitu untuk memelihara semua jemaat-jemaat. Jika ada orang merasa lemah, tidakkah aku turut merasa lemah? Jika ada orang tersandung, tidakkah hatiku hancur oleh dukacita?



Konteks

Ini adalah epistel atau surat rasul yang Paulus  tuliskan kepada orang-orang kudus di Tesalonika. Penganiayaan yang berlangsung hebat telah memaksa Paulus  untuk meninggalkan Tesalonika, dan sekalipun dalam usaha yang berulang kali untuk kembali ke jemaat di sana. Paulus telah dicegah untuk melakukan hal itu [1 Tesalonika 2:17-18.]. Akibat hal ini, Paulus mengirim Timotius ke Tesalonika, dan dia kembali dengan berita-berita yang membesarkan hati  terkait bagaimana orang-orang kudus disana tidak hanya bertekun/tabah, tetapi juga bertumbuh dalam iman mereka, kasih dan pengharapan [1 Tesalonika 3:1-8]. Setelah menantang orang-orang kudus ini untuk  lebih bersungguh-sungguh dalam proses pengudusan mereka (1 Tesalonika 4:1-12), Paulus meletakan ketenangan dalam pikiran mereka dengan menjaminkan mereka bahwa pada Kedatangan Yesus Kristus kali kedua, mereka yang  mati dalam iman akan dibangkitkan dari kematian, untuk menikmati hubungan yang kekal dengan Tuhan dan  sesame orang percaya ( 1 Tesalonika 4:13-18). Paulus juga mendesak  orang-orang kudus Tesalonika untuk menjadi waspada dan bersiap untuk kedatangan Tuhan kembali, dan tidak kedapatan menjadi terkejut, seperti orang yang tidak percaya ( 1 Tesalonika 5:1-11).



Banyak hal nampaknya memburuk setalah Paulus menuliskan  1 Tesalonika, dan kemudian dia menuliskan sebuah epistel kedua kepada mereka. Dalam 2 Tesalonika 1, Paulus berupaya memberikan semangat kepada orang-orang kudus dengan memperlihatkan kepada mereka bagaimana bertahan dalam penganiayaan  untuk melayani tujuan-tujuan Tuhan, baik  kepada orang-orang kudus dan orang-orang tidak percaya yang menjadi sumber penganiyaan mereka. Bertekun ditengah-tengah penganiayaan membuktikan bahwa orang-orang kudus layak akan kemuliaan yang akan  disingkapkan pada kedatangan Yesus kali kedua . Penganiyaan dengan demikian  juga membuktikan bahwa mereka yang  menganiaya dan menyiksa  orang-orang kudus  layak akan hukuman kekal Tuhan ( 1 Tesalonika 1:4-10).



Dalam 2 Tesalonika 2, Paulus menuliskan untuk menghadapi pengajaran palsu terkait dengan Hari Tuhan. Menambahkan  penghinaan kepada yang teraniaya, pengajaran palsu ini secara licik disajikan sebagai yang datang dari Paulus. Atas persetujuan dan otoritas darinya :



2 Tesalonika 2:1-2
Tentang kedatangan Tuhan kita Yesus Kristus dan terhimpunnya kita dengan Dia kami minta kepadamu, saudara-saudara, supaya kamu jangan lekas bingung dan gelisah, baik oleh ilham roh, maupun oleh pemberitaan atau surat yang dikatakan dari kami, seolah-olah hari Tuhan telah tiba.



Paulus membantah kekeliruan pengajaran tersebut dengan mengingatkan jemaat Tesalonika akan apa yang telah diajarkan kepada mereka  sedari awal [ 2 Tesalonika 2:5]. Ada hal-hal tertentu dimana harus terjadi lebih dahulu, dan hanya setelah itu saja maka Hari Tuhan dating. Hal pertama yang harus terjadi adlah penyesatan besar (pemberontakan),d an yang kedua adalah tampilnya “manusia durhaka [2 Tesalonika2:3-4] .”  Ini adalah peritiwa yang akan berlangsung sangat terbuka atau diketahui public, dan karenanya akan diketahui oleh semua orang, karena “manusia durhaka” akan meninggikan dirinya sendiri sebagai Tuhan, dan akan menuntut manusia untuk menyembahnya. Perampas kekusaan ini akan dengan mudah dilenyapkan pada kedatangan  Tuhan kali kedua (dengan hembusan nafas dari mulut Tuhan)[2 Tesalonika 2:8]. Sampai pada tibanya waktu Tuhan, kedurhakaan akan  dipasung secara ilahi oleh sebuah “penahan,” tetapi pada sebuah waktu akan tiba ketika penahan ini akan disingkirkan, dan kemudian “manusia durhaka” akan tampil dengan kata-katanya yang licik dan perbuatan-perbuatannya yang menakjubkan, dia akan memperdaya banyak orang, yang telah dibutakan oleh penolakan mereka sendiri akan kebenaran[ 2Tesalonika 2:10-12].



Teks yang sedang kita pelajari ini berfungsi sebagai kesimpulan Paulus terkait dengan pengajaran palsu tentang Hari Tuhan. Teks ini ditujukan untuk mengingatkan orang-orang kudus di Tesalonika (dan orang-orang kudus lainnya) akan pijakan kokoh dimana mereka dapat berdiri dengan  teguh, sehingga mereka tidak akan diguncangkan oleh pengajaran yang tidak benar, berbahaya dan penuh dengan tipu muslihat (karena pengajaran ini mengklaim berasal dari Paulus). Paulus melihat pengajaran berbahaya ini sebagai sebuah serangan terhadap injil itu sendiri, dan membuatnya  untuk menghadapinya dengan menggunakan dua bentuk  gambaran  yang berbeda. Pertama adalah:  sebuah fondasi yang kokoh dan tidak dapat disingkirkan, dimana orang-orang kudus berdiri secara aman ( 1 Tesalonika 2:13-17). Kedua adalah:  memajukan berita keselamatan ( seperti seorang pelari), yang membawa keselamatan kepada orang-orang berdosa yang terhilang dan menaklukan Setan dan rancangan-rancangannya.


Saya percaya bahwa hal-hal ini adalah beberapa  bagian yang paling kuat dan memberikan dorongan  dalam epistel Tesalonika, jadi marilah kita mendengarkan dengan baik  pada  firman yang ditujukan pada orang-orang kudus yang teraniaya, dari seseorang yang telah bertahan dalam penganiayaan yang lebih hebat daripada yang dapat kita bayangkan.



Selanjutnya : Injil :  Seberapa Kokohnya Sebuah Fondasi – 1 Tesalonika2:13-17 



The Perseverance of the Saints and the Purity of the Gospel (2 Thessalonians 2:13-3:5)|  diterjemahkan dan diedit oleh : Martin Simamora



P O P U L A R - "Last 7 days"