0 “Siapakah Yesus?” ( Matius 16:13-16)- Bagian 2 Selesai

Bacalah terlebih dahulu bagian 1 di sini


Oleh :  Rev. Dr. Keith Krell



Selalu ada sebuah hal besar dari dikusi mengenai  identitas  Yesus. Juga jelas  bahwa orang selalu menganut beragam opini terhadap Dia [Leon Morris, The Gospel According to Matthew (Grand Rapids: Eerdmans, 1992), 420.]. Semua  penggambaran  Matius 16:14 dan contoh-contoh masa kini mengungkapkan penghormatan besar  terhadap Yesus, namun tidak satupun  merupakan sebuah tanggapan yang memadai terhadap apa yang sedang dibangun dalam pelayanannya yaitu mengenai pribadiNya dan karyaNya. Bagi  rata-rata orang, Yesus dianggap sebagai salah satu dari kebanyakan orang. Baik, tetapi bukan yang terbaik; besar, tetapi bukan yang terbesar; Seorang nabi, tetapi bukan nabi utama. Akan tetapi, pandangan-pandangan semacam ini tidak pernah memberikan peninggian. Pandangan-pandangan ini mencacinya  dengan pujian yang kosong. Jika dia semata hanyalah seperti   manusia lainnya, Dia  adalah seorang penipu karena Dia  telah  mengklaim menjadi setara dengan Allah Bapa [William MacDonald, Ed. Art Farstad, Believers Bible Commentary (Nashville: Thomas Nelson, 1995[1989]),1266.] 



Salah satu dari hukum-hukum logika paling dasar adalah  hukum non kontradiksi. Hukum  ini menyatakan bahwa: jika dua pernyataan mengenai sebuah isu yang khusus bertentangan satu sama lain, maka (1)hanya salah satu dari keduanya yang benar, atau (2)keduanya adalah salah. Kedua pernyataan tidak mungkin sama-sama benar  dalam hal yang sama dan secara bersamaan. Jika seseorang berkata, “Semua anjing merontokan bulu,” dan orang lainnya lagi  berkata, “Anjing Pudel tidak merontokan bulu,” maka keduanya salah atau salah satu yang benar. Kedua pernyataan ini tidak bisa  sama-sama benar [Kenneth Boa & Larry Moody, I’m Glad You Asked (Wheaton, IL: Victor, 1982), 135.]  Karena agama-agama utama saling berkontradiksi satu sama lain, kita dapat menerapkan hukum non kontradiksi.  Baik salah satu yang benar, dan yang lainnya salah, atau semuanya salah; semuanya tidak mungkin benar.


Apakah katamu? Siapakah Yesus? Apakah yang anda percayai mengenai pribadiNya dan karyaNya?  Hari ini, ada sebuah minat  besar akan Yesus.  Masing-masing dan semua kita semestinya termotivasi untuk mencari tahu lebih lanjut mengenai Dia. Bagi mereka yang memiliki hubungan dengan Yesus, kita harus menekankan pada ketertarikan rohani disekitar diriNya. Sementara orang berangkali tidak terlampau tertarik akan gereja,mereka pasti penasaran mengenai Yesus. Akibatnya kita harus melakukan segala hal yang mungkin untuk mengabarkan keterkenalan  Kristus sejauh dan seluas mungkin.

 2. Siapakah Yesus menurut Alkitab? (16:15-16)


Setelah mendengarkan opini-opini populer, Yesus bertanya kepada  murid-muridnya, “
"Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?" (16:15) [Matius, Markus, and Lukas  segera melanjutkannya dengan  prediksi Yesus akan penderitaan-penderitaannnya]. Ini adalah salah satu  dari lima kesempatan dimana Yesus menggunakan pertanyaan untuk memperoleh sebuah tanggapan iman (bandingkan dengan Mat 9:28; Yohanes 9:35; 11:25-26; 14:10) [Roy B. Zuck, Teaching as Jesus Taught (Grand Rapids: Baker, 1995), 243.]. Pada ayat ini, Yesus  menjadikan hal ini sangat personal. Jika anda melihat pada  Yunani Interlinear, anda akan melihat bahwa kata “mu” (humeis) merupakan kata pertama dalam pertanyaan ini. Bahasa Yunani akan sering  memindah-mindahkan kata-kata untuk penekanan [Kata ganti orang plural  “kamu ” (humeis) berdiri sendiri pada  kepala kalimat tanya dan kata ganti orang ini juga muncul kembali sebagai sebuah elemen dalam kata kerja plural orang kedua (legete).] Kata “kamu: disini tidak hanya  tegas;  kata ini juga plural. Yesus sedang menanyakan pertanyaan ini kepada semua murid-muridnya.


Pada Matius 16:16, Simon Petrus[Ini satu-satunya tempat dalam injil Matius dimana Petrus dipanggil dengan nama lengkapnya, Simon Petrus (bandingkan dengan Matius 4:18; 10:2).] menjawab , “Engkau adalah Mesias [Ini kali pertama seseorang dalam narasi Matius telah memberikan gelar  Yesus “Mesias,” walaupun Matius sendiri telah menggunakan gelar ini dalam 1:1,16,17,18; 2:4; dan 11:2], Anak Allah yang hidup.”[ Ini merupakan identifikasi  Yesus yang lebih definitif sebagai Tuhan ketimbang “Anak Allah” atau “seorang  anak Allah (Matius 14:33). Gelar ini meninggalkan sebuah pertanyaan terbuka  mengenai dalam hal yang seperti apakah Yesus adalah Allah Anak]. Setiap gelar bersifat kritikal terhadap pribadinya dan karyanya. Saya senang Petrus tidak pernah masuk seminari. Andaikan dia masuk seminari, dia berangkali akan menjawab Yesus, “Mengapa Yesus, engkau adalah manifestasi eskatologi dari imago dei.” Lalu Yesus akan menjawab, “Aku apa?Siapa aku yang baru saja kau katakan?’[Nadasi, Who Do You Say That I http://sermoncentral.com/sermon.asp?SermonID=49631&ContributorID=6268.]Petrus berkata,”Engkau adalah Mesias.” Tema sentral kitab-kitab suci Perjanjian Lama adalah kedatangan Mesias  untuk mendirikan Kerajaan Allah diantara umatnya. Kata Ibrani “Mesias” (meshiah) berarti “Yang diurapi.” Dimasa-masa kuno, raja-raja, nabi-nabi, dan imam-imam tinggi diurapi dengan minyak kudus untuk menandai  penunjukan mereka untuk jabatannya. Para nabi menggunakan nama diri “Mesias” untuk merujuk pada Dia  yang akan diurapi dan dikirim oleh Tuhan—Nabi-Imam-Raja yang  kelahirannya telah dinubuatkan oleh kitab-kitab suci. [terjemahan Yunani dari kata “mesias” adalah Christos—yang  merupakan salah satu dari nama-nama  Yesus : Yesus Kristus.]



Petrus melanjutkan  dengan berkata bahwa Yesus adalah “Anak Allah yang hidup.” Yesus  unik diantara manusia. Pada Matius 1:23, Yesus diberi gelar “Immanuel…Tuhan beserta kita.” Sebelum ini, kelahiran perawan telah ditekankan karena kelahiran semacam ini memvalidasi Yesus  sebagai  Tuhan. Pemandu  Talk Show Larry King pernah ditanyai, “Jika anda dapat memilih orang siapapun juga disepanjang sejarah untuk diwawancarai, siapakah  yang akan dipilih? “ Jawaban tuan King  adalah bahwa dia akan senang untuk mewawancarai Yesus Kristus. Ketika penanya melanjutkannya  dengan, “Dan apakah yang  ingin  anda tanyakan pada Dia? King menjawab, “Saya mau menanyakan Dia jika dia benar-benar dilahirkan dari seorang perawan. Jawaban  untuk pertanyaan itu bagiku  akan mendefiniskan sejarah”[ Preaching Today Citation: Ravi Zacharias, “Questions I Would Like to Ask God,” Just Thinking Winter (1998); submitted by Aaron Goerner, New Hartford, New York.]


Perlu dicatat bahwa telah ada pengakuan-pengakuan iman lainnya sebelum   hal ini. Pada Yohanes 1:49, Nathanael telah mengaku  Kristus sebagai Anak Allah dan para murid telah mendeklarasikan Dia  adalah Anak Allah, setelah Dia menenangkan badai (Mat 14:33). Petrus telah memberikan sebuah pengakuan iman ketika  orang banyak meninggalkan Yesus setelah khotbahnya mengenai Roti Hidup (Yohanes 6:68-69). Bagaimana kemudian pengakuan ini berbeda dari mereka yang mendahuluinya? Untuk memulainya, Yesus secara eksplisit meminta pengakuan ini. Pengakuan itu bukanlah tanggapan emosional dari orang  yang telah melihat mujizat, tetapi pernyataan yang berasal dari belajar yang seksama dan tulus dari seseorang yang telah diajarkan oleh Tuhan.



Juga, Yesus telah menerima pengakuan ini dan membangun diatas  pengakuan ini untuk mengajar murid-muridnya  tentang kebenaran baru. Yesus pasti sangat bersukacita mendengarkan  kata-kata Petrus. Tuhan tahu bahwa Petrus sekarang dapat dituntun untuk masuk kedalam langkah-langkah baru pada kebenaran dan pelayanan yang lebih dalam. Keseluruhan pelayanan Tuhan Yesus telah mempersiapkan jalan untuk  pengalaman ini [Warren W. Wiersbe, The Bible Exposition Commentary: Vol 1 (Wheaton, IL: Victor, 1989), 58.]

3. Siapakah Yesus katamu? Jika Petrus benar,  bahkan jika ada kemungkinan paling jauh bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan,maka ini adalah hal krusial bagi setiap orang menginvestigasi hal ini. Karena jika Yesus adalah Tuhan, maka apa yang dia katakan mengenai dosa, keselamatan, penghakiman , dan setiap hal lainnya   harus benar. Akhir kehidupan  kekal kita terletak pada jawaban kita terhadap pertanyaan ,”Apakah  Yesus sungguh-sungguh Tuhan?”



Dalam bukunya yang terkenal, Mere Christianity, C.S. Lewis membuat pernyataan ini, “ Seorang manusia yang pada dasarnya seorang manusia dan telah mengatakan hal-hal sejenis yang  telah dikatakan Yesus tidak mungkin seorang guru moral yang besar. Dia pasti seorang  gila—pada level  manusia yang berkata bahwa dia adalah telur rebus---atau dia pasti Iblis dari  neraka. Anda harus mengambil pilihan anda. Apakah yang  sebelumnya atau yang sekarang, Anak Allah atau seorang yang  gila atau sesuatu yang buruk. Anda dapat membungkamnya karena dia seorang yang bodoh atau anda dapat  jatuh bersimpuh di kakinya dan memanggil dia  Tuhan dan Allah. Tetapi marilah kita tidak mengikuti omong kosong yang dipolakan ini terkait Kebesarannya sebagai  guru besar manusia. Yesus tidak memberikan  ruang terbuka untuk hal semacam ini kepada kita [C.S. Lewis, Mere Christianity (New York: MacMillan, 1952 [1943]).] .

Yesus itu siapa   hanya dapat salah satu dari keempat hal ini :  seorang legenda, seorang pembohong, seorang yang gila—atau Tuhan dan Allah. Ada begitu banyak bukti historis dan arkeologis untuk mendukung keberadaannya  dimana setiap sejarahwan  menyetujuinya; Dia bukan seorang legenda. Jika dia adalah seorang  pendusta,mengapa dia mau mati  untuk klaimnya ketika dia dengan mudahnya dapat menghindari kematian yang sedemikian kejinya dengan beberapa kata-kata pilihan? Dan  jika Dia adalah seorang  gila, bagaimana Dia menghadapi debat-debat cerdas dengan lawan-lawan-Nya atau menangani  tekanan  dari pengkhianatannya dan penyaliban  sementara tetap memperlihatkan kasih yang dalam terhadap para lawannya? Dia telah berkata bahwa Dia adalah Tuhan dan Allah. Bukti mendukung klaim tersebut.

Kemanakah hal ini membawamu? Apakah anda percaya bahwa Yesus adalah “Kristus, Anak Allah yang hidup’? Jika anda tidak diyakinkan, Saya mendorong anda untuk membaca Alkitab. Buku terbaik bagimu untuk memulainya dengan kitab Yohanes. Maksudnya anda tidak harus seperti hampir semua orang Amerika dan memperlakukan Alkitab seperti surat sampah dan bahkan tidak membacanya!



Keselamatan bukan mengenai gereja, menjadi baik, atau memberikan uang. Keselamatan adalah mengenai jiwamu dan takdir kekalnya dan penerimaanmu akan siapakah Yesus Kristus itu. Alkitab berkata bahwa ketika seseorang mati, tubuh mereka dikuburkan tetapi jiwa mereka pergi   antara ke neraka atau ke surga kelak, bergantung pada keputusan yang anda buat dalam kehidupan ini terkait Yesus. Anda lihat mengenai bagaimana anda membuat keputusan masih bermuara pada siapakah Yesus yang anda yakini.



Menghabiskan kekekalan bersama Tuhan, Alkitab  menyatakan bahwa anda harus mengakui bahwa anda adalah seorang pendosa bahwa anda dilahirkan dalam keberdosaan dan anda  secara sadar memilih untuk berdosa, dan lebih daripada itu, akui bahwa dosa anda menyinggung Tuhan. Namun demikian walaupun Tuhan memandang rendah dosa, Dia mengasihimu. Sekarang anda mungkin berkata,”Baiklah , saya  percaya Tuhan adalah Tuhan yang kasih. Dia tidak akan pernah membahayakanku karena kasih-Nya yang besar,” tetapi anda salah. Tuhan adalah Tuhan yang kasih, tetapi Dia juga adalah Tuhan yang adil. Naturnya yang kudus dan benar menuntut keadilan. Tuhan tidak dapat menutup mata pada dosa. Dia tidak dapat mengabaikannya, tidak demi kebaikan manusia.



Mengabaikan dosa dan membiarkan  manusia manapun tergelincir akan menjadi sebuah tamparan di wajah Kristus yang telah mati bagi anda. Tuhan menuntut pembayaran atas dosa, dan Yesus telah mati diatas kayu salib Kalvari,  telah mengucurkan darahNya untuk melakukan pembayaran. Ini terserah anda untuk menerima pembayaran itu atau menolaknya. Anda dapat menolaknya dan pada dasarnya berkata kepada Tuhan,”Tidak terimakasih, Aku akan membayarnya dengan caraku sendiri.” Tetapi kata-kata ini akan berakibat anda menghabiskan kekekalan dalam neraka. Akankah anda menerima  bahwa anda seorang pendosa dan meletakkan imanmu pada Kristus saja untuk keselamatan anda? Siapakah Yesus bagimu? Anda dapat  berjalan keluar bersama dengan Yesus pada hari ini sebagai Juru Selamatmu, atau anda dapat berjalan keluar dari sini bersama dengan Yesus sebagai  hakimmu, itulah pilihanmu.
SELESAI

Who is Jesus? (Matthew 16:13-16)| diterjemahkan dan diedit oleh:  Martin Simamora

P O P U L A R - "Last 7 days"