0 Penaklukan Kanaan :Adilkah?

Bagaimana Penaklukan Kanaan Dikatakan Adil?

Sekarang mari kita tinjau peristiwa hebat sejarah penebusan, penaklukan Kanaan, dan  mencoba untuk menjawab beberapa  pertanyaan  menyulitkan yang saya harapkan akan membawa kita kedalam tujuan-tujuan dan pelajaran-pelajaran Tuhan yang lebih dalam . Pertanyaan pertama adalah ini : Bagaimana bisa agresi tanpa alasan kuat oleh sebuah kekuatan asing terhadap bangsa Kanaan dapat dibenarkan, bahkan untuk tujuan dimana tindakan agresi itu adalah sebuah tujuan untuk menyembah Tuhan? Jika sebuah bangsa melakukan tindakan  yang dilakukan Israel dalam menaklukan Kanan, kita mungkin akan menentangnya dengan segenap tenaga. Jawabannya, saya pikir, ada tiga bagian.

Bacalah bagian sebelumnya : Kebodohan Generasi Penerus



Pertama, periode sejarah penebusan dari Keluarnya bangsa Israel dari Mesir ke inkarnasi, dari Musa ke Yesus, adalah unik. Dalam periode ini kehendak Tuhan adalah, bahwa umatnya memiliki sebuah bentuk kebangsaan dengan sebuah tanah air. Tuhan berkehendak bahwa ini akan menjadi sebuah badan yang bersifat politik, dan tidak hanya religius saja. Dalam perjalanan ini, Tuhan mencirikan bahwa tanah air itu adalah bayangan dirinya bahwa suatu hari kelak umatnya akan mewarisi seluruh bumi, Dan dengan memberikan umatnya bentuk sebuah bangsa di sepanjang sejarah, Tuhan telah mengamankan mereka sebuah ketermukaan yang menjamin  bahwa berbagai pelajaran yang Tuhan hendak ajarkan  melalui Israel dapat dikenal seluruh dunia. 

Sebelum Musa dan sesudah Yesus tidak lagi demikian.  Abraham dan keturunan adalah para pendatang dan pengasingan dan tidak memiliki identitas politik nasional. Dan semenjak Kristus maka Gereja adalah umatnya, Israel sejati, dan tidak memiliki bentuk kebangsaan tetapi juga, seperti halnya Abraham, digambarkan sebagai orang-orang pendatang dan, diasingkan, dan orang asing ( 1 Petrus 1:1, 17; 2:11; Ibrani 11:13-16; 13:14). Oleh karena itu, tidak ada bangsa  pada hari ini dapat mengklaim menjadi umat Tuhan seperti Israel dahulu dan membenarkan dirinya untuk mengeksekusi  penghakiman-penghakiman Tuhan yang bersejarah.




Bagian kedua dari jawaban atas pertanyaan diatas adalah, bahwa, sebagai umat Tuhan yang unik, maka berbagai ekploitasi yang dilakukan Israel bukanlah tindakan bangsa itu tetapi tindakan Tuhan. Tuhan adalah panglima yang berkuasa atas Israel. Dia yang memberikan seluruh perintah, dan dia sendiri yang berperang bagi mereka (Yosua 6:16; 11:20; 23:10). Ketika bangsa ini berlaku melawan perintah-perintah itu, mereka ditaklukan (Bilangan 14:39-45; Yosua 7:1-5). Oleh karena itu kita harus memahami Israel sebagai senjata ditangan Tuhan, instrumen dimana Tuhan menggenapi berbagai penghakimannya yang historis atas bangsa-bangsa.

Hal ini membawa kita kepada jawaban ketiga, yaitu, bahwa kehancuran bangsa-bangsa di Kanaan bukan hanya untuk mengadakan sebuah tempat bagi Israel; tetapi juga merupakan penghakiman atas kejahatan bangsa-bangsa itu. Musa telah memperingatkan hal ini dalam Ulangan 9:4-5 :


Janganlah engkau berkata dalam hatimu, apabila TUHAN, Allahmu, telah mengusir mereka dari hadapanmu: Karena jasa-jasakulah TUHAN membawa aku masuk menduduki negeri ini; padahal karena kefasikan bangsa-bangsa itulah TUHAN menghalau mereka dari hadapanmu.Bukan karena jasa-jasamu atau karena kebenaran hatimu engkau masuk menduduki negeri mereka, tetapi karena kefasikan bangsa-bangsa itulah, TUHAN, Allahmu, menghalau mereka dari hadapanmu, dan supaya TUHAN menepati janji yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, yakni Abraham, Ishak dan Yakub.

Oleh karena itu, saya berpendapat jika kita menyimpan ketiga hal ini dalam benak kita, kita dapat memandang penaklukan Kanaan sebagai sebuah demonstrasi besar akan kekudusan dan kesetiaan Tuhan : pertama, dalam periode Musa hingga Yesus umat Tuhan adalah sebuah bangsa,lembaga politik demikian juga secara religius; kedua, Tuhanlah yang berperang melalui Israel, penaklukan Kanaan bukan semata sebuah  tindakan agresi oleh manusia; ketiga, penaklukan Kanaan adalah sebuah penghakiman Tuhan atas kejahatan dan penyembahan berhala oleh bangsa-bangsa di Kanaan.

Bersambung

John Piper, The Conquest of Canaan | Martin Simamora




P O P U L A R - "Last 7 days"