0 Khotbah Menyambut Tahun Baru 2017:

Oleh: Martin Simamora

Masa Depan Bukan Realitas “Impian Dan Kenyataan”

Di setiap hari yang dianugerahkan-Nya, kucoba untuk senantiasa mengucap syukur dan memanjatkan doa, atau bahkan menyampaikan kepada-Nya apakah yang ada di dalam benak pikiran ini. Bisa apa saja. Bisa apa yang menjadi harapan dalam tantangan untuk mewujudkannya, kadang merupakan ungkapan pikiran atas  setiap firman yang membentuk dan menempa diri untuk senatiasa memiliki stamina dan kekuatan untuk tetap hidup dan berenergi di dalam perubahan apapun di dunia ini. Tetapi juga berdoa agar segala pemikiran, rencana dan kemampuan yang bersemayam di diri ini dapat menjadi modal dasar membajak tanah garapan yang dianugerahkan-Nya agar dapat menanam, merawat dan memetik buahnya sehingga sejahtera. Berdoa agar pertumbuhan dari-Nya memberkati setiap perbuatan tangan yang dilakukan berdasarkan pemikiran pikiran yang telah dibasuhkan dalam doa kepada Bapa. Di atas semuanya itu, semua manusia akan menjalani kehidupan ini berdasarkan pengharapan yang dibangunnya agar terwujud sebagaimana hati berharap. Impian dan kenyataan seharusnya tak mengecewakan dan menyedihkan kala tak bersepakat membahagiakan setiap manusia yang menyebut dirinya adalah anak-anak Tuhan.


Apakah yang sudah anda doakan dan usahakan dalam perencanaan dan kerja kerasmu pada 2016 hingga menjelang kesudahan tahun ini? Sudahkah itu memuaskanmu, ataukah mengecewakanmu? Apakah anda berpikir waktu dan keberuntungan tak memihakmu? Tetapi lebih dari itu semua adalah, siapakah Tuhan bagimu disepanjang 2016 ini hingga jelang kesudahan penanggalan 2016 ini?



Pengharapan adalah misteri bagi banyak manusia sebab sekalipun itu dikerjakan dengan sebuah komitmen dan kerja keras, hasilnya tetap merupakan sebuah pengharapan yang mesti dinantikan dalam prediksi dan tren apapun yang menyertainya. Spekulasi dan kemungkinan- kemungkinan adalah kendaraan yang senantiasa digunakan oleh manusia untuk menghantarkan dirinya masuk ke dalam  berencana untuk bekerja. Pengharapan di dunia ini bukan kepastian sebab satu-satunya kepastian yang harus dipikirkan untuk dilakukan oleh manusia adalah bekerja, bekerja dan bekerja tanpa jenuh dan putus asa tetapi persisten dan terencana.


Realitas semacam ini bukan tak masuk ke dalam kepedulian Sang Kristus Juruselamatmu sebagaimana ia bersabda:

Matius 6:19 Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya.


Yesus begitu akrab dengan dunia kerja manusia dan segala pencariannya yang akan membangun harkat dan martabat diri di dunia ini, tetapi ia juga memperingatkan agar manusia jangan pernah berharap akan sebuah kepastian dan kemapanan yang benar-benar tak bergejolak bahkan berombak ganas, hingga membuatmu bisa kecewa, putus asa dan mematikan nilai hidup sesungguhnya yang Allah berikan. Yesus Sang Kristus berkata mengenai rentang hidup buah-buah yang dihasilkan oleh kerja keras manusia yang dikerjakan berdasarkan pengharapan manusia itu, beginilah ia bersabda: “di bumi ngengat dan karat merusaknya dan pencuri membongkar serta mencurinya.” Itulah rentang hidup dan keamanan kepastian buah-buah kerja keras semua manusia. Semua buah-buah perencanaan dan kerja keras yang dibangun di atas pengharapan dan doa, pada faktanya memang benar-benar tak akan pernah aman sekalipun anda menyimpannya dalam brankas yang terbuat dari komposit logam yang paling maju sekalipun. Saya teringat akan hal ini pada satu – dua filem yang menunjukan bahwa “pencuri membongkar serta mencurinya” memang bisa hingga pada tingkat yang begitu ajaib untuk bisa diangankan seperti dalam filem  “Fast and Furious 5” atau “Now You See Me.” Tetapi saya tidak ingin mengulas filem tersebut.
'Fast and Furious 5"


Pada pokoknya di dalam teks sabda ini, Yesus sedang menggembalakan anda dan saya untuk berjalan dan berfokus pada hikmat-Nya, termasuk pada hikmat di dalam anda bekerja keras dan mengumpul berkat duniawi sebagai buah jerih kerjamu, yaitu: sekalipun demikian atau sekalipun adalah sebuah kealamian bekerja keras memang akan memberikan buah-buahnya tetapi beginilah Yesus meminta kita semua terhadap buah-buah itu: “Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi” (Matius 6:19). Apakah maksudnya? Bukan bermaksud agar siapapun tidak boleh menikmati kehidupan di dunia ini tetapi agar semua tahu Ia tak ingin anda berpikir dalam hidup dengan-Nya, buah-buah demikianlah yang Ia berikan untuk anda kumpulkan! Ajaran ini keras pada nilai dasar kehidupan di dunia ini. Singkatnya hampir begitu sukar untuk berkata amin dan segera setelah itu hati ini memeluk erat sabda itu  untuk menumbuhsuburkan.


Semakin sulit bagi manusia untuk memahami sabda ini, karena Yesus tak pernah mengajarkan ini sebagai komplemeter, tetapi fundamental kehidupan anak-anak Allah di dunia ini selama ia berjalan di dunia dalam waktu dan tempat yang diciptakan-Nya.


Perhatikanlah sabdanya berikut ini:

Matius 6:20-23 Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya. Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada. Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu; jika matamu jahat, gelaplah seluruh tubuhmu. Jadi jika terang yang ada padamu gelap, betapa gelapnya kegelapan itu.


Bagi Yesus Kristus, problem ini bukan sekedar soal orientasi hidup dan soal nilai-nilai kehidupan kekal. Bukan, tetapi soal relasi saya dan anda dengan  Kristus Sang Gembala dan soal bagaimana anda memandang Bapa dalam relasi diri ini di dalam keseharian sepanjang 2016 yang segera berakhir ini dan pada tahun mendatang.



Mata jahat” dan “dimana hatimu berada” sungguh hal yang terlampau tinggi bagi manusia untuk mempercayai bahwa itu terkait dengan relasi diri dengan bekerja keras dan pengumpulan buah-buah dari kerja keras manusia yang begitu ranum yang berujung pada “gelaplah tubuhmu.” Ini sebuah realitas hidup diluar pengikutan dan penggembalaan Yesus Kristus, sebagaimana Ia bersabda: “Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: "Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup" (Yohanes 8:12).


Pada saat Yesus berkata demikian, ia sedang menghakimi relasi manusia itu terhadap dirinya, sejatinya, dengan siapakah saya dan berelasi sementara mampu berkata mengasihi-Nya. Jangan salah, bahkan orang miskin pun memiliki buah-buah jerih payahnya yang begitu dijaganya erat-erat dan dijadikan mata kehidupan di dunia ini.


Dimana hartamu berada, disitu jugalah hatimu berada.” Ini tidak mengada-ada dan bukan perumpamaan, faktanya Yesus menjumpai realitas ini dalam kesehariannya di bumi. Coba perhatikan  sejumlah hal berikut ini:


Markus10:17-21 Pada waktu Yesus berangkat untuk meneruskan perjalanan-Nya, datanglah seorang berlari-lari mendapatkan Dia dan sambil bertelut di hadapan-Nya ia bertanya: "Guru yang baik, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?" Jawab Yesus: "Mengapa kaukatakan Aku baik? Tak seorangpun yang baik selain dari pada Allah saja. Engkau tentu mengetahui segala perintah Allah: Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, jangan mengurangi hak orang, hormatilah ayahmu dan ibumu!" Lalu kata orang itu kepada-Nya: "Guru, semuanya itu telah kuturuti sejak masa mudaku." Tetapi Yesus memandang dia dan menaruh kasih kepadanya, lalu berkata kepadanya: "Hanya satu lagi kekuranganmu: pergilah, juallah apa yang kaumiliki dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku."


Jika seorang manusia mengejar hidup yang kekal maka  jiwa dan raganya memang benar-benar tersandera bagi sebuah momentum yang sungguh dinantikan penuh rindu akan sebuah pintu yang secara pasti akan menjawab penantian sepanjang hidupnya yang jelas-jelas tak dapat dijawab dan ditemukan berdasarkan kekayaannya. Seharusnya ia memiliki semacam takaran yang begitu jernih apa yang bisa diberikan oleh hartanya  dan apa yang tak bisa. Ia tahu sekali bahwa sekalipun ia telah begitu rohani dalam ketaatan kepada  firman, tetap ia memiliki sebuah pertanyaan besar di penghujung kehidupannya sementara tahun demi tahun [Markus 10:20] berganti, yaitu: bagaimana secara pasti ia beroleh hidup kekal? Ia tahu sekali kekayaannya tak bisa memberikan damai sejahtera dan berpikir ia harus menambahkan sesuatu  agar ia berdamai sejahtera di dunia ini.




Tetapi apakah demikian manusia yang datang kepada Yesus itu?

Sangat menakjubkan bagi  manusia, mengapa Yesus tertarik dengan kekayaan seorang manusia dan bagaimana manusia berelasi dengan kekayaannya. Coba perhatikan ini:

Tetapi Yesus memandang dia dan menaruh kasih kepadanya, lalu berkata kepadanya: "Hanya satu lagi kekuranganmu: pergilah, juallah apa yang kaumiliki dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku


Sekali lagi, bahkan orang miskin pun memiliki harta bendanya dan Yesus tetap memiliki ketertarikan dalam memadang bagaimana manusia miskin berelasi dengan hartanya:


Lukas 21:1-4 Ketika Yesus mengangkat muka-Nya, Ia melihat orang-orang kaya memasukkan persembahan mereka ke dalam peti persembahan. Ia melihat juga seorang janda miskin memasukkan dua peser ke dalam peti itu. Lalu Ia berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang itu. Sebab mereka semua memberi persembahannya dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, bahkan ia memberi seluruh nafkahnya."


Yesus senantiasa tertarik dengan bagaimana manusia memandang dirinya sendiri dengan harta kepunyaannya, tak peduli apakah saya seorang kaya raya atau seorang yang miskin raya. Janda itu segera setelah memberikan uangnya, telah menjadi seorang miskin raya sebab mengenai janda  miskin itu, Yesus melaporkan keadaan finansialnya dalam cara yang begitu mencemaskan bagi siapapun juga: “tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, bahkan ia memberi seluruh nafkahnya.”


Ini bukan hendak menunjukan bahwa  jemaat Tuhan yang miskin lebih gampang mengikut Yesus sementara kalau yang kaya akan berakhir seperti ini:

Markus 10:21-22 "Hanya satu lagi kekuranganmu: pergilah, juallah apa yang kaumiliki dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku." Mendengar perkataan itu ia menjadi kecewa, lalu pergi dengan sedih, sebab banyak hartanya.


sebab banyak harta dan yang tak berharta  mengalami problem yang sama terhadap agar tidak mengumpulkan harta di dunia ini!


Sementara itu memang mengakui bahwa keberpunyaan dan ketakberpunyaan tak terpisahkan dari budaya kehidupan manusia dalam membentuk jati diri dan harkat martabat manusia, Allah begitu berbeda dalam menakar relasi manusia terhadap harta benda atau buah-buah kerja keras manusia, sebagaimana ia telah bersabda:


Matius 6:19 Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya.


Yesus sedang menunjukan bahwa manusia dalam perjalanannya dalam waktu dunia ini agar tidak menjalin hubungan kasih asmara terhadap harta dunia ini selain semata-mata agar itu menopang  keberadaanmu sebagai anak-anak-Nya di dunia ini dan menjadi hamba-hamba Kristus yang setia kepada apapun yang menjadi panggilan-Nya atasmu untuk saya dan anda lakukan dan genapi di dunia ini:

Matius 6:24 Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon."


Manusia tak memiliki kemampuan berselingkuh dengan harta benda dunia ini sampai-sampai Allah tak mengetahuinya dan sampai-sampai anda tetap kasmaran berapi-api kepada Tuhan. Allah terkait kemampuan berselingkuh manusia dengan harta terhadap dirinya telah menggambarkan keadaan manusia itu akan begitu mengerikan kala bermain api dunia terhadap cintanya kepada Allah. Perhatikanlah hal ini:

Matius 6:22-23 Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu; jika matamu jahat, gelaplah seluruh tubuhmu. Jadi jika terang yang ada padamu gelap, betapa gelapnya kegelapan itu.


Apakah mata kita akan senantiasa berbinar-berbinar dalam memadang Alkitab yang merupakan sumber bagi saya dan anda untuk menemukan kebenaran Allah bagi manusia? Masihkah? Dan apakah kebinaran itu tak pernah terkalahkan dengan setiap pencapaian-pencapaian duniawi yang memberkati kesejahteraan di dunia ini?


Mata adalah pelita tubuh. Allah tak dapat didustai dalam kebenaran ini sebab jika benar anda dan saya dapat memandang  harta dan hasil jerih kerja keras dalam kebenaran “Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya” (Matius 6:20) maka terang Allah tetap ada dan akan menjadi gembala hidupmu di dalam mengakhiri tahun 2016 dan memasuki tahun 2017 mendatang dalam rahmat-Nya. Jika tidak, maka kejahatanlah yang menggembalakanmu sekalipun anda begitu rohani seperti orang kaya tadi, dan genaplah “jika matamu jahat, gelaplah seluruh tubuhmu.”


Siapakah manusia yang berpikir sedemikian rohaninya sebagaimana Yesus dalam menakar relasi manusia terhadap harta dan terhadap segala kerja keras yang dibangun diatas pengharapan dan doa untuk dipetik dan dinikmati? Yesus Sang Mesias bukan dari dunia ini sementara ia datang ke dalam dunia ini sebagai manusia tetapi dari atas, sehingga kebenarannya adalah di atas kebenaran apapun di dunia ini, sebagaimana disaksikan oleh nabi terakhir perjanjian lama, Yohanes Pembaptis:


Yohanes 3:31 Siapa yang datang dari atas adalah di atas semuanya; siapa yang berasal dari bumi, termasuk pada bumi dan berkata-kata dalam bahasa bumi. Siapa yang datang dari sorga adalah di atas semuanya.


Yang secara tajam juga dinyatakan oleh Yesus:

Yohanes 8: 23-24 Lalu Ia berkata kepada mereka: "Kamu berasal dari bawah, Aku dari atas; kamu dari dunia ini, Aku bukan dari dunia ini. Karena itu tadi Aku berkata kepadamu, bahwa kamu akan mati dalam dosamu; sebab jikalau kamu tidak percaya, bahwa Akulah Dia, kamu akan mati dalam dosamu."


Itu sebabnya tak boleh ada manusia yang menganggap ini adalah pengajaran yang bukan firman, karena bahkan Yesus telah menentukan ini adalah problem bagaimana anda dan saya berelasi dengan Tuhan, benarkah benar-benar hanya Ia kekasih hatiku dan anda? Yesus menginginkan hatiku dan anda secara tak main-main:


Matius 6:24 Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon."


Siapakah yang menjadi gembalamu disepanjang tahun 2016 yang akan berakhir ini, dan siapakah yang akan menjadi gembala yang akan mengantarkanmu memasuki tahun 2017 yang akan datang?


Inilah sabda  Gembala Agung kita  bagi setiap anak-anak-Nya dalam mengakhiri 2016 dan memasuki 2017:

Matius 6:19-24 Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya. Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada. Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu; jika matamu jahat, gelaplah seluruh tubuhmu. Jadi jika terang yang ada padamu gelap, betapa gelapnya kegelapan itu. Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon."


Berdoalah dengan hati berkobar dan mata berbinar bagi jiwa sendiri agar diberkati oleh Bapa untuk mematuhi suara agung Sang Gembala Agung, sebagaimana biasanya siapapun akan berdoa dengan penuh semangat untuk berkat, untuk laba, untuk pengembangan bisnis, untuk pembukaan cabang-cabang di luar negeri, dan bahkan untuk target laba tahun depan meningkat setidaknya 150 persen.


Bekerjalah penuh komitmen sebagaimana doamu dan apakah yang anda doakan kepada-Nya, tentu saja sambil mengingat bahwa sekalipun Tuhan menjawab doa dan memberkatimu dengan limpah, ia telah mengingatkan saya dan anda: kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya.



Selamat Memasuki 2017
Dalam doa dan kasih Kristus bagi kita semua, dari kami:
Martin Simamora & Keluarga


P O P U L A R - "Last 7 days"