0 Apa Yang Telah Berubah Karena Kematian Yesus? (Bagian 5)

The NASA/ESA Hubble Space Telescope has delivered an unrivalled snapshot of the nearby barred spiral galaxy NGC 1672. This remarkable image provides a high definition view of the galaxy's large bar, its fields of star-forming clouds and dark bands of interstellar dust.
Khotbah Pertama Yohanes Pembaptis, mengumandangkan Yesus sebagai sosok yang akan membaptis dengan Roh Kudus. Yesus mengaitkan kedatangan Roh Kudus dengan kematiannya. Pentakosta memperlihatkan kepada kita pentingnya Roh Kudus dalam membawa hadirat Tuhan kepada manusia orang-orang percaya baik laki-laki dan  perempuan. Tak mengherankan bahwa kemudian, khotbah perdana  terpusat pada pemberitaan  Roh Kudus.

Baca :Bagian 4

Kisah Para Rasul 2:15-17
(15) Orang-orang ini tidak mabuk seperti yang kamu sangka, karena hari baru pukul sembilan,(16) tetapi itulah yang  difirmankan Allah dengan perantaraan nabi Yoel:(17) Akan terjadi pada hari-hari terakhir--demikianlah firman  Allah--bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia; maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat, dan teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan, dan orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi.

Lalu, dibagian ahir khotbah :

Kisah Para Rasul 2:37-38
(37) Ketika mereka mendengar hal itu hati mereka sangat terharu, lalu mereka bertanya kepada Petrus dan rasul-rasul  yang lain: "Apakah yang harus kami perbuat, saudara-saudara?"(38) Jawab Petrus kepada mereka: "Bertobatlah dan  hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu  akan menerima karunia Roh Kudus.

3000 orang Yahudi pada hari itu  bertobat dan menerima pengampunan atas dosa-dosa mereka, tak hanya itu, mereka juga  telah menerima yang tak pernah diterima oleh orang-orang kudus era Perjanjian Lama. Mereka telah menerima karunia  Roh Kudus. Sekarang perhatikan kembali kata-kata Paulus yang ditujukan kepada orang-orang Galatia :

Galatia 3:1-5

(1) Hai orang-orang Galatia yang bodoh, siapakah yang telah mempesona kamu? Bukankah Yesus Kristus yang disalibkan itu telah dilukiskan dengan terang di depanmu?(2) Hanya ini yang hendak kuketahui dari pada kamu: Adakah kamu telah  menerima Roh karena melakukan hukum Taurat atau karena percaya kepada pemberitaan Injil?(3) Adakah kamu sebodoh itu?  Kamu telah mulai dengan Roh, maukah kamu sekarang mengakhirinya di dalam daging?(4) Sia-siakah semua yang telah kamu  alami sebanyak itu? Masakan sia-sia!(5) Jadi bagaimana sekarang, apakah Ia yang menganugerahkan Roh kepada kamu  dengan berlimpah-limpah dan yang melakukan mujizat di antara kamu, berbuat demikian karena kamu melakukan hukum  Taurat atau karena kamu percaya kepada pemberitaan Injil?

Janji-Janji Perjanjian Lama

Pada Kisah Para Rasul 1:4, Yesus menyatakan Roh Kudus sebagai "apa yang telah dijanjikan oleh Bapa" dan Petrus mengutip sebuah janji dalam kitab Yoel mengenai sebuah era Roh Kudus yang akan datang. Yoel bukan satu-satunya referensi yang relevan. Memahami referensi-referensi lainnya akan menolong kita memahami pentingnya Roh Kudus dalam hidup seorang Kristen.

Disini Yeremia menyatakan :

  • Yeremia 31:31-34
(31) Sesungguhnya, akan datang waktunya, demikianlah firman TUHAN, Aku akan mengadakan perjanjian baru dengan kaum Israel dan kaum Yehuda,(32) bukan seperti perjanjian yang telah Kuadakan dengan nenek moyang mereka pada waktu Aku memegang tangan mereka untuk membawa mereka keluar dari tanah Mesir; perjanjian-Ku itu telah mereka ingkari, meskipun Aku menjadi tuan yang berkuasa atas mereka, demikianlah firman TUHAN.(33) Tetapi beginilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu, demikianlah firman TUHAN: Aku akan menaruh Taurat-Ku dalam batin mereka dan menuliskannya dalam hati mereka; maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku.(34) Dan tidak usah lagi orang mengajar sesamanya atau mengajar saudaranya dengan mengatakan: Kenallah TUHAN! Sebab mereka semua, besar kecil, akan mengenal Aku, demikianlah firman TUHAN, sebab Aku akan mengampuni kesalahan merekadan tidak lagi mengingat dosa mereka."(35) Beginilah firman TUHAN, yang memberi matahari untuk menerangi siang, yang menetapkan bulan dan bintang-bintang untuk menerangi malam, yang mengharu biru laut, sehingga gelombang-gelombangnya ribut, --TUHAN semesta alam nama-Nya. (Juga dikutip dalam Ibrani 8:8-12)


Berikut ini, yang dinyatakan Yehezkiel :

  • Yehezkiel 36:26-27
(26) Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat.(27) Roh-Ku akan Kuberikan diam di dalam batinmu dan Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-peraturan-Ku dan melakukannya.

Yeremia mengindikasikan bahwa sarana yang akan dibawa oleh Perjanjian Baru adalah pengampunan,"... Aku akan mengampuni kesalahan mereka ." Dengan demikian, Perjajian Baru bukan mengenai pengampunan, tetapi mengenai "dimediasi  oleh pengampunan". Pengampunan dosa yang terselenggara karena kematian Yesus adalah sungguh luar biasa dalamnya.

  • Ibrani 9:11-14
(11) Tetapi Kristus telah datang sebagai Imam Besar untuk hal-hal yang baik yang akan datang: Ia telah melintasi kemah yang lebih besar dan yang lebih sempurna, yang bukan dibuat oleh tangan manusia, --artinya yang tidak termasuk ciptaan ini, --(12) dan Ia telah masuk satu kali untuk selama-lamanya ke dalam tempat yang kudus bukan dengan membawa darah domba jantan dan darah anak lembu, tetapi dengan membawa darah-Nya sendiri. Dan dengan itu Ia telah mendapat kelepasan yang kekal.(13) Sebab, jika darah domba jantan dan darah lembu jantan dan percikan abu lembu muda menguduskan mereka yang najis, sehingga mereka disucikan secara lahiriah,(14) betapa lebihnya darah Kristus, yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat, akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup.

"Menguduskan tubuh yang nazis" menghilangkan noda perbuatan-perbuatan dosa, namun tidak berdampak pada penyebab hakiki perbuatan dosa. Tetapi kematian Yesus membawa sebuah "pengudusan" terhadap "hati nurani"- yang adalah mekanisme penyedia pilihan bagi kita untuk memilih jalan-jalan yang benar.

Petrus, menentang penyunatan terhadap orang-orang bukan Yahudi sebelum sidang di Yerusalem, berkata begini :

  • Kisah Para Rasul 15:7-9
(7) Sesudah beberapa waktu lamanya berlangsung pertukaran pikiran mengenai soal itu, berdirilah Petrus dan berkata kepada mereka: "Hai saudara-saudara, kamu tahu, bahwa telah sejak semula Allah memilih aku dari antara kamu, supaya dengan perantaraan mulutku bangsa-bangsa lain mendengar berita Injil dan menjadi percaya.(8) Dan Allah, yang mengenal hati manusia, telah menyatakan kehendak-Nya untuk menerima mereka, sebab Ia mengaruniakan Roh Kudus juga kepada mereka sama seperti kepada kita,(9) dan Ia sama sekali tidak mengadakan perbedaan antara kita dengan mereka, sesudah Ia menyucikan hati mereka oleh iman.

Dan sebelumnya, Petrus telah menyampaikan pandangannya kepada orang-orang percaya Yahudi :

  • Kisah Para Rasul 11:16-18
(16) Maka teringatlah aku akan perkataan Tuhan: Yohanes membaptis dengan air, tetapi kamu akan dibaptis dengan RohKudus.(17) Jadi jika Allah memberikan karunia-Nya kepada mereka sama seperti kepada kita pada waktu kita mulaipercaya kepada Yesus Kristus, bagaimanakah mungkin aku mencegah Dia?"(18) Ketika mereka mendengar hal itu, merekamenjadi tenang, lalu memuliakan Allah, katanya: "Jadi kepada bangsa-bangsa lain juga Allah mengaruniakan pertobatanyang memimpin kepada hidup."

"Pertobatan yang membawa kepada hidup": ciptaan baru, hukum yang tertulis pada hati, buah Roh. Darah Yesus menyediakan pengudusan yang mendalam pada hati nurani dimana Roh Kudus berdiam didalam kita. Tujuan kematian Yesus bukan untuk pengampunan kita, tujuannya adalah baptisan Roh Kudus yang memungkinkan pengampunan berlangsung.


1. Oleh Roh Kudus, kita sekarang  ciptaan baru

Jika anda mengamati tipikal penyajian Injil, penekanannya akan tertuju pada pengampunan dosa dan juga menekankan pengenalan Tuhan dan hubungan dengan Tuhan. Anehnya, gagasan Yeremia akan "menulis Taurat didalam hati," tidak dijumpai dalam hampir seluruh penyajian Injil. Tetapi Paulus membuat hubungan terhadap apa yang dinyatakan oleh Yeremia,

Paulus mengaitkannya dengan kerja Roh Kudus :

  • 2 Korintus 3:3-4
(3) Karena telah ternyata, bahwa kamu adalah surat Kristus, yang ditulis oleh pelayanan kami, ditulis bukan dengan tinta, tetapi dengan Roh dari Allah yang hidup, bukan pada loh-loh batu, melainkan pada loh-loh daging, yaitu di dalam hati manusia.(4) Demikianlah besarnya keyakinan kami kepada Allah oleh Kristus.

Selanjutnya ada  mengenai "hati yang baru" sebagaimana dinyatakan Yehezkiel atau sebagaimana Paulus menyatakannya "sebuah ciptaan baru"

  • 2 Korintus 5:17
(17) Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.

Permasalahan yang fundamental dengan Hukum Perjanjian Musa : bahwa janji berkat dan ancaman kutuk tidak cukup untuk mengubah hati manusia. Yeremia telah menyatakannya dengan baik saat ia berkata, Yeremia 17:9 "Betapa liciknya hati, lebih licik dari pada segala sesuatu, hatinya sudah membatu: siapakah yang dapat mengetahuinya?"Berpikir tentangseseorang yang marah atau iri. Apakah permasalahan hati manusia diperbaiki dengan  menegur seseorang ,"janganlahmarah?" Bukankah upaya menegur  ini kerap tak berhasil merubah hati manusia sepenuhnya? Inilah kelemahan Hukum Musa, hanya dapat mengenali dosa, tetapi tidak mendorong adanya perilaku yang diubahkan.

Tetapi janji Perjanjian Baru dan sebuah roh Baru bermakna hanya inilah yang mengubah dan memberi kemampuan agar orang menjadi lebih baik. Roh Kudus adalah pribadi yang aktif mengubah kehidupan orang percaya dan bekerja langsung melawan sifat hati manusia.

Paulus menulis :

  • Galatia 5:16
Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging.

  • Galatia 5:22-23
(22) Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan,(23) kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.

Operasi Roh Kudus menuliskan  hukum dalam hati kita lebih dari sekedar menjaga kita untuk tidak membunuh dan mencuri. Jika saya, oleh Roh Kudus, telah belajar untuk "untuk mengasihi sesama manusia" dan bahkan untuk "mengasihi musuh-musuhku,"apakah yang saya perlukan untuk melakukannya, adakah terkandung didalam Hukum Musa "Jangan Membunuh?" Jika saya, oleh Roh Kudus, telah menjadi baik dan murah hati," apakah yang saya perlukan untuk melakukannya, adakah tersedia didalam Hukum Musa, "Jangan mencuri?" Jika saya, oleh Roh Kudus, telah menjadi setia dalam segala hal yang saya lakukan,"apakah yang saya perlukan untuk melakukannya, adakah terkandung didalam Hukum Musa, "Jangan Berzinah?" Apa yang dilakukan Roh Kudus adalah menciptakan kebaikan-kebaikan positif didalam hati setiap orang percaya yang ukurannya semakin meningkat. Sehingga kebaikan-kebaikan positif  yang bertumbuh dalam hati kita menjadi lebih besar daripada sekedar perintah yang melarang perilaku jahat.

Lihat apa yang Paulus tulis didalam Roma terkait Roh Kudus dan karakter kita :

  • Roma 8:3-4
(3) Sebab apa yang tidak mungkin dilakukan hukum Taurat karena tak berdaya oleh daging, telah dilakukan oleh Allah. Dengan jalan mengutus Anak-Nya sendiri dalam daging, yang serupa dengan daging yang dikuasai dosa karena dosa, Ia telah menjatuhkan hukuman atas dosa di dalam daging,(4) supaya tuntutan hukum Taurat digenapi di dalam kita, yang tidak hidup menurut daging, tetapi menurut Roh.


  • Roma 8:13-17
(13) Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup.(14) Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah.(15) Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba, ya Bapa!"(16) Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah.(17) Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.

Umat Tuhan era Perjanjian Lama tidak memiliki hal ini. Ini adalah hal baru. Inilah saatnya kita menekankan hal baru ini. Karakter-karakter kita dapat berubah oleh tindakan Roh Kudus yang menuliskan jalan-jalan Tuhan dalam setiap hati kita.


Bersambung : Bagian 6 selesai

Martin Simamora |What changed because Jesus died?, Donald E. Curtis | bible.org














P O P U L A R - "Last 7 days"