0 [Pelajaran 3] Yusuf : Seorang Pria Beriman 3: Tuhan Memaksudkannya Untuk Kebaikan


Yusuf dari Budak Menjadi
Penguasa

Bacalah terlebih dahulu bagian sebelumnya :  Apakah Ketekunan Orang Percaya Itu?  [Pelajaran 1] Yusuf : Seorang Pria Yang Beriman 1 :Menanggapi Penolakan, dan bagian dua  tentang Yusuf di sini


Oleh : Melanie Newton



Ini adalah bagian akhir studi tentang Yusuf terkait topik ini



Kejadian 42-45; 50:15-22


Latar Belakang


Mimpi mengerikan Firaun  telah menjadi kenyataan: sebuah bencana kelaparan yang  dahsyat  melanda  bumi,  dengan  perdana menteri Firaun yang  bijak, telah mempersiapkan negerinya untuk menghadapi kehancuran yang sedang datang, dan Mesir adalah negara yang melimpah. Kembali ke Kanaan, keluarga Yusuf mengalami kelaparan. Saudara-saudaranya ( kecuali Benyamin) melakukan perjalanan untuk membeli bahan pangan. Lebih dari 20 tahun telah berlalu sejak mereka menjebloskan Yusuf ke sebuah lubang dalam yang sempit. Yusuf kini hidup sebagai seorang  berpakaian dan berbicara sebagai orang  Mesir, dan saudara-saudaranya putus asa tidak mengenali dia selagi mereka berdiri dihadapannya, seorang pejabat yang sangat berkuasa, memohon untuk mendapatkan makanan.   Tetapi Yusuf mengenali mereka. Orang  hanya dapat membayangkan keterkejutannya selagi dia melihat mereka. Dia harus mengetahui, tanpa mengungkapkan identitasnya,  apakah mereka masih membenci dirinya atau  telah menyesali bersedih atau bersalah atas perbuatan-perbuatan jahat mereka. Dia harus tahu jika orang-orang brutal ini telah berubah dalam pikiran dan hatinya. Yusuf memutuskan untuk menguji mereka secara keras, karena situasi yang menyakitkan cenderungan untuk menyingkapkan karakter seseorang yang sesungguhnya.


Studi  Hari Pertama


1.Baca Kejadian 42,   ceritakan perlakuan Yusuf pada saudara-saudaranya selama perjumpaan mereka. Apakah yang Yusuf tuntut dari  mereka ( Ayat 15-16,20)?



2.Persaan-perasaan  seperti  apakah yang timbul dari tindakan –tindakan Yusuf didalam diri saudara-saudaranya (ayat-ayat 21-22,28)?



Ketika  saudara-saudara Yusuf kembali ke rumah untuk membawa Benyamin, mereka  menyampaikan berita  menakjubkan ini kepada Yakub. Marah dan putus asa, Yakub menolak untuk melepaskan Benyamin, hanya akan melepaskan dia kelak  ketika mereka kehabisan makanan. Sehingga saudara-saudara Yusuf, dibebani dengan kecemasan dan membawa hadiah-hadiah tiba di Mesir bersama Benyamin.


3. Baca Kejadian 43:15-34. Lakukanlah pengamatan-pengamatan berikut ini:



Bagaimanakah Yusuf menerima mereka kali ini?
Bagaimanakah dia  bereaksi terhadap tatapan Benyamin?


4. Bandingkan dengan Kejadian 43:26 dengan 37:7-8. Apakah yang sedang terjadi?



5.Setelah mereka  dijamu makan  besar dan diberikan bahan pangan,  orang-orang  yang kebingungan ini pergi. Tetapi Yusuf harus menguji mereka satu kali lagi untuk melihat apakah Tuhan sungguh-sungguh telah menembus hati mereka  yang sudah mati rasa. Saudara-saudaranya dijebak oleh situasi-situasi yang tidak adil, yang dirancang oleh Yusuf, persis sebagaimana Yusuf dahulu telah melalui apa yang mereka rancangkan. Gambarkan keadaan sulit yang mereka alami ( 44:1-2) dan reaksi mereka ( ayat 13-14).


6. Pada Kejadian 44:15 Yusuf memeriksa hati nurani Yehuda. (Yehuda yang memiliki ide untuk menjual Yusuf ke perbudakan.) Bagaimana Yehuda merespon ( ayat 15-34)?

7. Merujuk pada peristiwa apakah secara khusus menurutmu  kata-kata Yusuf dalam Kejadian 44:16  ?



8.Apakah yang  hendak ditunjukan dalam  respon Yehuda dan saudara-saudaranya?



Studi  Hari Kedua

Yusuf menjadi emosional ketika dia mendengar Yehuda menawarkan dirinya untuk menggantikan Benyamin. Dia  menyadari bahwa pengujian ini selesai; perubahan didalam hati saudara-saudaranya tulus. Dipenuhi gejolak emosi, Yusuf menyadari  dia akhirnya dapat menyingkapkan  jati dirinya yang sebenarnya. Impiannya  terpenuhi. Kehilangan kendali, dia dengan emosi mengatakakan kepada mereka siapakah dia sesungguhnya.


9.Baca Bab 45 dan 50:15-22. Bagaimana reaksi saudara-saudara Yusuf bereaksi terhadap kabar ini bahwa   orang  Mesir yang penuh kuasa ini adalah saudara mereka, yang telah mereka  perlakukan semena-mena dan telah  melakukan tindakan  tak pantas  20 tahun lebih lalu?



10.Apakah sikap Yusuf yang terus berlanjut  terhadap saudara-saudaranya dan semua hal yang telah terjadi pada dia?



11. Dalam pandanganmu, bagaimana sikap semacam ini mungkin muncul dari seseorang yang telah mengalami begitu banyak penderitaan dalam kehidupannya?

12. Baca Mazmur 105:16-24. Pandangan apakah yang diberikan Mazmur tentang  kehidupan Yusuf?



Maz 105:16-24
Ketika Ia mendatangkan kelaparan ke atas negeri itu, dan menghancurkan seluruh persediaan makanan, diutus-Nyalah seorang mendahului mereka: Yusuf, yang dijual menjadi budak.  Tetapi Ia menyuruh seorang Mereka mengimpit kakinya dengan belenggu, lehernya masuk ke dalam besi, sampai saat firman-Nya sudah genap, dan janji TUHAN membenarkannya. Raja menyuruh melepaskannya, penguasa bangsa-bangsa membebaskannya.  Dijadikannya dia tuan atas istananya, dan kuasa atas segala harta kepunyaannya,  untuk memberikan petunjuk kepada para pembesarnya sekehendak hatinya dan mengajarkan hikmat kepada para tua-tuanya. Demikianlah Israel datang ke Mesir, dan Yakub tinggal sebagai orang asing di tanah Ham. TUHAN membuat umat-Nya sangat subur, dan menjadikannya lebih kuat dari pada para lawannya;

Tuhan mengatakan kepada kita dalam Firman-Nya bahwa kesulitan adalah sebuah bagian  dari pengalaman manusia  yang dialami setiap hari (Matius 7:25).  Tuhan juga mengatakan kepada kita bahwa Tuhan dapat dan menggunakan  masing-masing dan setiap situasi yang menyakitkan, yang kita alami dalam hidup untuk mencapai keadaan  yang lebih baik ( Roma 8:28). Tetapi ketika kita disergap dengan masalah,  tujuan  Tuhan yang lebih besar berangkali tidak segera terlihat nyata bagi kita. Bagi Yusuf, membutuhkan waktu 13 tahun  menanti dan memilih untuk merespon dalam iman  berdasarkan apa yang terjadi setiap hari  dalam kurun waktu tersebut dilanjutkan  9 tahun lebih sebelum dia dapat melihat ke belakang dan berkata, “ Tuhan memaksudkan itu  untuk kebaikan.”



13. Perjalanan Hidupmu: melalui kata-kata dan/atau elemen kreatif (puisi, gambar, lagu), gambarkan bagaimana studi kita membantu anda berdiam dalam janji Tuhan bahwa “ Tuhan menyebabkan segala hal untuk bekerja bersama-sama untuk kebaikan mereka yang mengasihi Tuhan, untuk mereka yang dipanggil menurut maksudnya” (Roma 8:28)



14. Perjalanan Hidupmu:Apakah yang mendorongmu untuk bertekun  dari kehidupan Yusuf?



Pemikiran-Pemikiran Untuk Direnungkan

Yusuf memulangkan saudara-saudaranya kembali ke Kanaan untuk membawa ayah mereka dan  seluruh keluarga ke Mesir. Yakub, didalam usianya yang  lanjut, dibawa ke Mesir untuk mendapatkan perlindungan dari  bencana kelaparan,  tinggal di  negeri yang subur  pemberian Firaun kepadanya.  Kanaan, selama berabad-abad orang-orang Yahudi ini tinggal di Mesir, merupakan jalan raya bagi pasukan-pasukan berbagai bangsa menuju utara dan selatan. Orang-orang Ibrani sangat sulit untuk dapat berkembang dalam jumlah sebesar yang tinggal di Mesir. Dalam makna yang sesungguhnya, Mesir merupakan sebuah kandungan dimana benih Israel bertumbuh dan bertambah besar hingga  pada waktu Tuhan sendiri sebuah bangsa lahir ( Kejadian 46-34).

Reuni Yusuf yang emosional dengan ayahnya digambarkan dengan baik pada Bab 46. Diatas  pembaringan kematiannya ( Bab 48-49), Yakub menubuatkan  setiap anak-anaknya yang merupakan para leluhur anak-anak Israel. Bab 50  berakhir dengan kematian Yusuf.



Dan demikianlah maksud Tuhan yang lebih besar bagi bangsa Israel  telah berlanjut melalui ketabahan dan kesetiaan Yusuf, yang memiliki sikap yang luar biasa terhadap peristiwa-peristiwa tragis dari kehidupannya yang dirangkum dalam Kejadian 50:20:” tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan.”



[Lesson 3] Joseph : A Man of Faith 3: God Mean It For Good | diterjemahkan dan diedit oleh : Martin Simamora

P O P U L A R - "Last 7 days"