0 [Pelajaran 2] Yusuf : Seorang Pria Beriman 2: Diuji Melalui Godaan


credit: cosmo.ph

Oleh : Melanie Newton


Kejadian 39-41


Melalui kesulitan yang menyiksa, Yusuf  memilih untuk mempercayakan dirinya kepada Tuhan dengan segala hal yang sedang terjadi pada dirinya kala itu. Oleh karena itulah, dia  mampu melanjutkan kehidupannya, berupaya untuk melakukan hal terbaik dalam setiap hal yang diminta dari dirinya. Upaya-upayanya telah diberkati  oleh Tuhan dan telah diperhatikan oleh Potifar, yang pada akhirnya mempercayakan kepada Yusuf setiap hal kedalam tangan Yusuf. Kemudian,  ketika Yusuf dihormati dengan kuasa dan otoritas, dia dalam paksaan diperhadapkan dengan godaan.

Studi Hari Pertama

  1. Baca Kejadian 39:1-19. Gambarkanlah keadaan-keadaan sulit yang dialami Yusuf. 
  2. Jenis konflik-konflik emosi apakah yang dihadapi Yusuf dalam bayangan anda selagi dikejar  oleh keinginan isteri Potifar yang tak bisa ditolak hari demi hari?
  3. Bagaimana Yusuf menghadapi godaan rayuan ini?
  4. Bagaimana respon Yusuf mendemonstrasikan sikapnya :

    • Terhadap dosa?
    • Terhadap Tuhan?
    • Terhadap mereka yang percaya kepadanya?

Fokus pada Makna:Godaan adalah sebuah fakta didalam dunia Tuhan. Godaan itu sendiri bukanlah dosa; godaan adalah sesuatu yang tak terelakan harus dihadapi semata karena pada dasarnya kita adalah manusia…Waspadalah berpikir bahwa anda digoda tidak seperti pada orang-orang  lain—Apa  yang anda alami adalah hal yang pada dasarnya umum dialami ras manusia, bukan sesuatu yang tidak seorangpun pernah mengalami  sebelumnya. Tuhan tidak menyelamatkan kita dari godaan-godaan—Dia menopang kita ditengah-tengah godaan itu.” (Oswald Chambers)

5. Bagaimana Tuhan dapat menopang kita ditengah-tengah godaan? Kumpulkanlah jawabanmu dari ayat-ayat berikut ini :

Ibrani 2:17-18
Itulah sebabnya, maka dalam segala hal Ia harus disamakan dengan saudara-saudara-Nya, supaya Ia menjadi Imam Besar yang menaruh belas kasihan dan yang setia kepada Allah untuk mendamaikan dosa seluruh bangsa. Sebab oleh karena Ia sendiri telah menderita karena pencobaan, maka Ia dapat menolong mereka yang dicobai.


Ibrani 4:15-16
Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa. Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.



1 Korintus 10:13
Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.


6.Baca Kejadian 39:20-23. Yusuf tetap setia kepada Tuhan ditengah-tengah godaan, tetapi menderita ketidakadilan karenanya dan dijebloskan kedalam penjara  karena  tindak kejahatan yang tidak dia  lakukan. Sekali lagi, dimanakah Tuhan ditengah-tengan situasi-situasi yang sedemikian pahitnya dan tidak adil?  Bagaimanakah Tuhan memberikan dorongan semangat terhadap Yusuf?


7.Perjalanan Hidupmu : Pernahkah anda, seperti Yusuf, tetap setia kepada Tuhan sekalipun didalam situasi yang luar biasa merugikan dirimu? Bagaimana Tuhan memberikan kekuatan/semangat dalam situasi yang kamu hadapi? Pertimbangkanlah menuliskan sebuah puisi pengucapan syukur atas kesetiaannya kepadamu.

Pikirkanlah hal ini : jalan menuju hikmat adalah mempertimbangkan akibat dosa. Yusuf tidak menyerah kepada godaan karena dia telah diyakinkan bahwa Tuhan memiliki sesuatu yang luar biasa baginya untuk dilakukan. Yusuf tidak akan membuang berkat-berkat Tuhan demi kenikmatan-kenikmatan dosa. Tidak juga dia  disusahkan karena mengalami penderitaan akibat kesetiaannya. Tuhan  pada akhirnya akan  menghargai dia sebagaimana  Dia telah menjanjikan. ( The Bible Knowledge Commentary Old Testament, hal.90)



Studi  Hari Kedua



Dikenakan dakwaan palsu  percobaan pemerkosaan, Yusuf  tetap berada didalam penjara, dia telah dilupakan oleh setiap orang (kecuali Tuhan). Dia  kini telah menjadi  seorang budak di Mesir—selama 11 tahun.  Sekalipun didalam penantian  yang mengerikan, Yusuf menolak untuk membiarkan semangat yang patah memenjarakan hatinya dan membuat dirinya kehilangan pengharapan. Dia dengan aktif melayani orang-orang lain, berfokus pada Tuhan dengan segenap pikirannya dan kekuatannya.



8.Baca kitab Kejadian bab 40-41. Paparkanlah bagaimana Tuhan secara dramatis  menjamin pembebasan Yusuf dari penjara dan pada puncaknya meninggikan dan memberkati hambanya yang setia.

9.Dalam  cara-cara  seperti apakah , menurut pemikiranmu, masa kegelapan panjang Yusuf telah mempersiapkan dirinya bagi   pengalaman  “pemulihannya” yang menakjubkan pada akhirnya?



Pikirkan   Tentang Ini: Hal-hal buruk dalam karakter kita—kesombongan, pemberontakan, merasa mampu memenuhi semua keperluan dengan kekuatan sendiri—meleleh dalam ujian berat yang disebut  menunggu.  Namun ujian berat  yang disebut  menunggu adalah  hal yang paling ingin kita hindari. Kita bahkan memiliki sebuah mitos budaya yang berkata menunggu itu membuang waktu…Dan  walaupun penderitaan dapat memaksa kita untuk  melambat, menunggu, kita mengeluh dan mencari pelipur lara pada pengalih-pengalih perhatian yang tidak berdasar dan kehilangan pemurnian karakter kita yang Tuhan kehendaki. (Chuck Swindoll)


10. Perjalanan Hidupmu : Pertimbangkanlah pertanyaan-pertanyaan berikut ini:
 Apakah anda menganggap menunggu adalah  kegiatan yang membuang waktu?



Bacalah 1 Pterus 5:10. Jika anda saat ini dalam “ujian berat menunggu”, pertimbangkan ayat ini dan minta Tuhan menolongmu melihat  pekerjaan-Nya dalam karaktermu dengan pertanyaan berikut ini: Dalam karakter apakah Tuhan harus menyempurnakan dan memperkuatmu?


1 Petrus 5:10
Dan Allah, sumber segala kasih karunia, yang telah memanggil kamu dalam Kristus kepada kemuliaan-Nya yang kekal, akan melengkapi, meneguhkan, menguatkan dan mengokohkan kamu, sesudah kamu menderita seketika lamanya



Pemikiran-Pemikiran Untuk Direnungkan

Godaan adalah konflik-konflik batin tertua didalam hati manusia, dan pertempuran melawan godaan merupakan sebuah pertarungan yang sukar. Walaupun  godaan dapat menuju dosa,  godaan itu sendiri bukanlah  sebuah dosa. Setiap orang, termasuk Yesus, telah berjuang melawan  godaan, tetapi Yesus adalah satu-satunya pribadi yang tidak mengalami  penderitaan konsekuensi-konsekuensi dari  kalah terhadap  godaan (Lihat Matius 4:1-11). Akan tetapi godaan adalah  bagian yang tak  terpisahkan atau “paket,” godaan selalu  memikat kita untuk meninggalkan iman hubungan kita dengan Tuhan dan percaya bahwa kita dapat jatuh kedalam perangkap  yang menyimpulkan bahwa Tuhan tidak baik dan tidak mengasihi atau bahwa Tuhan tidak mempedulikan kesulitan-kesulitan yang kita hadapi. Kecenderungan-kecenderungan kita untuk menuntut pemulihan  dalam sekejab  pada situasi kita, memilih untuk melepaskan Tuhan  ketimbang bertekun, melalui iman, di tengah-tengah kesulitan-kesulitan dan/atau kebosanan hidup.


Dalam (pandangan) masyarakat  masa  kini, Yusuf telah “kehilangan”  13 tahun kehidupannya dan akan dianggap sebagai seorang “korban”  situasi-situasi ketidakadilan—seorang pria yang  “hak-hak” pribadinya telah diabaikan atau dilanggar. Tetapi pada kenyataannya, Yusuf adalah seorang “pemenang.” Selama 13 tahun Tuhan telah menguji dan memurnikan iman Yusuf. Kemudian, ketika Yusuf telah membuktikan dirinya setia kepada Tuhan melalui setiap hal yang telah terjadi pada dirinya, Tuhan meninggikan dia. Ketika hidup melemahkanmu, dan kamu tergoda untuk “melepaskan” Tuhan dan  mengatasi berbagai hal dengan kekuatanmu sendiri, ingat :


Siapakah Tuhan itu. Dia adalah Tuhan, dan aku bukan Tuhan. Dia adalah  pencipta alam semesta dan seluruh manusia; Dia  mengenalku dan mengasihiku dan memperhatikan situasiku; tidak ada yang tersembunyi dari Dia.



Menyetujui bahwa Tuhan mengetahui apa yang sedang Dia lakukan. Dia  memiliki sebuah maksud yang lebih besat bagiku di tengah-tengah situasi sulitku. Walaupun saya tidak melihatnya saat ini, tidak menyukainya, atau memahaminya, aku dapat percaya pada karakterNya. Firman-Nya adalah  benar, dan Dia akan menghargai janjiNya dan memenuhi kebutuhanku.



Biarlah tindakan-tindakanmu didasarkan pada kebenaran Firman Tuhan, bukan didasarkan pada perasaan-perasaan atau emosi-emosi yang dapat membuatmu tersesat. Bergantung kepada Yesus pada kuasa untuk bertekun, dan  percaya kepada Dia akan hasil-hasilnya.

11. Perjalanan Hidupmu :  Bagaimana pemaparan diatas dapat memberikan kekuatan kepadamu? Bagaimana kamu menerapkannya kepada kehidupanmu? Pertimbangkanlah untuk menuliskan kebenaran-kebenaran tersebut ke sebuah kartu berukuran 3x5 agar dapat digenggam tangan  dengan nyaman  pada saat kamu   harus diingatkan dengan kebenaran-kebenaran  yang telah dipaparkan diatas ini.


[Lesson 2] Joseph : A Man of Faith 2:Tested Through Temptation | diterjemahkan dan diedit  oleh : Martin Simamora

Selanjutnya: [Pelajaran 3]Yusuf: Seorang Pria Beriman 3 : Tuhan Memaksudkan Hal Itu Untuk  Hal Baik.

P O P U L A R - "Last 7 days"