0 Ester : Untuk Masa Seperti Saat Ini (3)

.thebiblestory.com: Queen Esther
Volume 6, page 146

The king held out his golden scepter.
Then Queen Esther knew that
she was welcome in the court.
Si gadis pastilah seorang  perempuan yang sangat spesial, karena setelah anda melihat ratusan perempuan  yang  cantik, pastilah semua terlihat sama saja atau sulit mencari yang paling cantik. Bagaimana anda bisa begitu menarik diantara ratusan yang cantik?"   Maka Ester dikasihi oleh baginda lebih dari pada semua perempuan lain, dan ia beroleh sayang dan kasih baginda lebih dari pada semua anak dara lain , sehingga baginda mengenakan mahkota kerajaan ke atas kepalanya dan mengangkat dia menjadi ratu ganti Wasti.Kemudian diadakanlah oleh baginda suatu perjamuan bagi semua pembesar dan pegawainya, yakni perjamuan karena Ester, dan baginda menitahkan kebebasan pajak bagi daerah-daerah serta mengaruniakan anugerah, sebagaimana layak bagi raja. (Ester 2:17-18)

Kisah ini bagaikan kisah Cinderella. Ester mencuri hati raja. Ester menjadi ratunya. Seorang yatim Yahudi yang tak terkenal, seorang anak dari orang  dalam pembuangan, orang yang dikalahkan, ditinggikan ke tempat yang paling tinggi yang dapat diraih oleh wanita manapun di seluruh dunia pada masa itu. Ini bukanlah sebuah kebetulan. Ada sebuah kuasa yang bekerja yang lebih besar dari Ahasyweros, benar bukan?

Bacalah Bagian sebelumnya :


Ada sebuah kuasa yang bekerja untuk mengadakannya, yang mengorkestrasi tujuan-tujuannya melalui kasih penguasa. Secara menyolok melalui keseluruhan proses ini, Ester menjaga rahasia keyahudiannya. Mordecai memberitahukan kepadanya untuk melakukan hal itu karena ada begitu banyak  anti semitisme di Imperium Persia. Anda dapat melihat hal ini dalam bab 4, ayat 6. Ester hanya akan mengungkapkan dirinya seorang Yahudi, tetapi hanya pada saat yang sangat penting dan diperlukan.

Jadi Ester telah dipilih menjadi ratu. Dia kini beralih dari seorang gadis Yatim Yahudi kecil dan tak terkenal  menjadi ratu, dan ini didorong dengan kecantikan parasnya dan pesonanya. Tak lama setelah Ester dimahkotai, dan disinilah kisah Ester semakin menarik, sepupunya Mordecai sedang duduk di pintu masuk istana. Dia  bertahan disekitar istana; mengapa dia disana menurutmu? Siapakah yang membesarkan Ester? Mordecai, dia peduli dengan Ester.

Dan karena itulah dia  selalu ada di sekitar istana untuk mendapatkan berita apapun yang dapat dia dari dia dan tentang dia. Dan selagi dia berada di sekitar istana, ayat 21 memberitahukan kepada kita, 2 sida-sida/kasim raja, Bigtan dan Teres, para penjaga pintu, menjadi sangat marah dan berupaya untuk melakukan hal yang jahat pada raja  Ahasyweros.

Mordecai mendengarkan sebuah rencana, sebuah rencana untuk membunuh raja, untuk mematikan raja. Para perencana ini adalah para pejabat kerajaan yang menjaga kawasan pribadi raja. Mereka memiliki akses menuju raja dan  dapat dengan segera membunuh raja. Mereka ini sangat marah. Berangkali mereka marah karena apa yang baru saja terjadi pada Wasti.

Apapun penyebabnya telah membuat mereka begitu geramnya, mereka merencanakan untuk membunuhnya dan Mordecai bertepatan mendengarkannya. Hal ini menunjukan kepada kita bahwa Mordecai sepertinya telah mendapatkan sebuah tempat didalam istana dimana dia dapat mendengarkan percakapan semacam ini, yang merupakan indikasi bagus sehingga dia dapat memiliki semacam posisi resmi yang menonjol didalam pemerintahan kerajaan, berangkali sebuah posisi yang  dimintakan Ester baginya.

Ketika Mordecai mengamati adanya rencana melawan raja, dia segera melaporkannya. Pesan ini kemudian disadari menjadi  begitu penting bagi Mordecai yang memberitahukannya kepada Ester, dan Ester telah memberitahukan kepada raja atas  nama Mordecai. Dan ketika sebuah penyelidikan dilakukan terhadap laporan ini, dan mengkonfirmasi kebenarannya, kedua  kasim itu digantung pada sebuah  tiang gantungan. Dan dengarkan ini,"Dan peristiwa itu dituliskan di dalam kitab  sejarah, di hadapan raja" (Ester 2:23). Orang-orang Persia  selalu mencatat  setiap hal tanpa ada yang  terlewatkan.

Itu sebabnya mengapa kita mengetahui begitu banyak tentang kisah mereka. Dan para pencatat sejarah raja telah  mencatat apa yang telah terjadi--rencana pembunuhan itu--yang telah terdengar oleh  Mordecai, sehingga  Mordecai  memberitahukan  hal tersebut kepada Ester, dan Ester telah memberitahukannya kepada raja, dan  nyawa sang raja terselamatkan, dan dua  konspirator itu telah digantung. Tindakan-tindakan Mordecai kemudian dituliskan dalam catatan raja.


Mengapa mereka melakukan pencatatan? Karena hal-hal semacam ini harus diberi penghargaan dan raja-raja mengetahui  hal ini. Kesetiaan  harus diganjar dengan penghargaan sebesar ketidaksetiaan harus diganjar dengan penghukuman. Dan  dimasa mendatang, akan tiba saatnya ketika orang ini akan diberikan penghargaan karena menyelamatkan nyawa raja.

Seperti semua monarki purba, Ahasyweros dengan seksama menghormati dan menghargai mereka yang telah memperlihatkan  kesetiaan kepadanya. Begitulah dia menjaga kesetiaan semacam ini. Dan agar dapat melakukan  hal itu dan melakukannya  dengan benar, mereka selalu menyimpan sebuah catatan yang berisikan tindakan-tindakan  berani dan pengabdian khusus  yang dilakukan bagi monarki.


Inilah keseluruhan isi Ester bab 2. Anda memasuki bab 3 dan anda diperkenalkan dengan  tokoh utama  berikutnya dalam  kitab ini, seorang pria bernama Haman. Ini adalah seorang pria yang diagungkan oleh raja, seorang yang cakap,  seorang Persia, seorang yang telah ditinggikan melampaui pangeran/penguasa dan pejabat-pejabat kerajaan lainnya.

Tetapi ada sesuatu yang sangat menarik mengenai Haman ini dan inilah kunci untuk keseluruhan kisah Ester. Dia adalah  orang Agag. Dikatakan dalam Ester 3:1-10;  hal ini kembali dikatakan dalam bab 8;  kembali dikemukakan dalam bab 9, "Haman, orang Agag." Tentang hal ini selalu diulangi. Ini bukanlah keterangan kecil. Inilah sumber kebencian Haman terhadap Mordecai dan kebenciannya terhadap orang-orang Yahudi.

Untuk memahami mengapa  penting untuk mengetahui bahwa Haman seorang Agag, mati kita mundur kebelakang sedikit. Mari kita kembali ke seribu  tahun lampau, atau hampir seribu tahun, ke masa keluarnya Israel dari Mesir. Orang-orang  Israel keluar dari Mesir sekitar tahun  1445 BC jadi  hampir sekitar  seribu tahun sebelumnya. Dan orang-orang  Israel diserang oleh orang-orang Amalekh dalam bab 17 kitab Keluaran, ingat nama ini? Orang-orang Amalekh menyerang  mereka. Orang-orang Amalekh adalah keturunan Esau, seseorang  yang menjual hak kelahirannya. Karena orang-orang  Amalekh menyerang orang-orang Yahudi, Tuhan mengutuk orang-orang Amalekh dan kutuk Tuhan dalam Ulangan 25 berkata," Suatu hari mereka akan dilenyapkan (Ulangan 25:19)." Tuhan memperkatakan sebuah kutuk atas orang-orang Amalekh.  Tuhan, Tuhan Israel mengucapkan  sebuah kutuk pada orang-orang Amalekh.

Empat abad kemudian, Raja Saul menaklukan orang-orang Amalekh--anda ingat kisah ini dalam 1 Samuel--dan dia  menangkap rajanya bernama Agag, raja orang Amalekh.
The Prophet Samuel Hacks Up King Agag
Saul seharusnya membunuh Agag; namun dia tidak melakukannya.

Saul membiarkan Agag hidup. Dan Saul menimbulkan ketidaksenangan Tuhan, dan atas tindakannya itu dan karena hal-hal  lainnya, perbuatan-perbuatannya yang tidak menyenangkan Tuhan maka takhtanya  telah disingkirkan dari keluarganya  dan  nabi Samuel masuk. Dan anda ingat apa yang telah diperbuat nabi Samuel terhadap Agag? 1 Samuel 15,"Samuel  mencincang Agag (pada ayat 33)." Dan walaupun hampir satu milenium telah berlalu semenjak kutukan itu, dan ratusan  tahun   telah berlalu semenjak  pencincangan Agag hingga mati, Haman tahu sejarah keluarganya dan dia tahu bahwa  pelakunya adalah seorang pria Yahudi, seorang  nabi Yahudi yang bernama Samuel, yang telah memotong-motong raja moyangnya  berkeping-keping.


Bersambung : Bagian 4

Esther :For Such a Time As This, by John Mac Arthur | diterjemahkan oleh : Martin Simamora










P O P U L A R - "Last 7 days"