0 Penyakit Ini Untuk Kemuliaan Tuhan (Bagian 2/2)

Kematian Yang Benar-Benar Mati

Yesus memilih untuk membiarkan Lazarus mati, atau untuk memastikan bahwa ia benar-benar mati, ketika Yesus tiba disana ( kematian 4 hari). Dan jika anda berkata," Ya.., itu tidaklah terlalu buruk karena ia tahu ia akan membangkitkannya. Kematiannya tidak seburuk kematian kita-- kematian menang. "Jika itu cara anda berpikir, pertimbangkan dua hal ini :

1. Lazarus benar-benar mati. Bukan hal yang  gampang untuk mengalami kematian. Dan sejauh yang diketahui Lazarus, Yesus tidak datang. Dan saudara-saudaranya, melihatnya meninggal dunia. Dan mereka telah menguburkannya. Dan mereka bertanya-tanya dimanakah Yesus. Ini adalah kematian yang benar-benar mati. Kehilangan yang nyata. Dan Yesus benar-benar tidak datang untuk menghentikannya.


Melihat Kebangkitan Kita Pada Lazarus

2. Cara Yohanes dalam menceritakan kisah ini, ia bermaksud agar kita melihat kebangkitan Lazarus sebagai sebuah gambar kebangkitan kita--kebangkitan semua orang yang percaya kepada Yesus. Dengar apa yang dikatakan Yesus dalam ayat-ayat 23-26 :
Kata Yesus kepada Marta: "Saudaramu akan bangkit."Kata Marta kepada-Nya: "Aku tahu bahwa ia akan bangkit pada waktu orang-orang bangkit pada akhir zaman."Jawab Yesus: "Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati,dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?"

Dengan kata lain aku pembangkitan yang dilakukan Yesus pada Lazarus adalah hal yang persis sama yang akan dialami oleh siapapun yang percaya kepada Yesus.

Artinya bahwa cara berpikir tentang  kematian Lazarus adalah ini : Kematian Lazarus adalah nyata dan menakutkan, sama menakutkannya dengan kematianmu. Dan jika anda berpikir kematiannya tidak semenakutkan kita karena Yesus telah membangkitkannya, kebenarannya adalah kematianmu hanyalah masalah perbedaan waktu. Dan jumlah waktu antara kematianmu dan kebangkitan tidak ada artinya dibangingkan dengan kekekalan.

Kasih Menggerakkan Yesus untuk Membiarkan Lazarus Mati

Dan sekarang berangkali, kita telah siap untuk melihat dan merasakan  poin utamanya. Adalah kasih yang telah menggerakan Yesus untuk membiarkan Lazarus meninggal. Adalah kasih Yesus bagi keluarganya dan murid-muridnya--dan bagi anda, baca teks ini--yang menyebabkan Yesus untuk memilih membiarkan Lazarus mati.

Lihat kembali hubungan antara ayat 5 dan 6 :(5) Yesus memang mengasihi Marta dan kakaknya dan Lazarus.(6) Namun setelah didengar-Nya, bahwa Lazarus sakit, Ia sengaja tinggal dua hari lagi di tempat, di mana Ia berada." Ia tidak bergegas untuk datang.

Kasih Seperti Apakah Ini?

Dan dalam menuliskannya, Yohanes berniat--dan Yesus berniat--bagi setiap orang melihat hal ini  untuk bertanya : Kasih Seperti Apakah ini? Yohanes memang telah meninggalkan cara berpikir yang dianggapnya benar untuk menyajikan hal ini. Yesus mengasihi mereka. Dia mengasihi mereka. Oleh karena itu, ia tidak menyembuhkannya tetapi membiarkanya mati. Kenapa dengan kasih ini?

Yesus telah memberikan jawaban yang jelas dan utuh dan memberikannya kembali pada ayat 15. Dia berkata pada ayat 4 :"Ketika Yesus mendengar kabar itu, Ia berkata: "Penyakit itu tidak akan membawa kematian, tetapi akan menyatakan kemuliaan Allah, sebab oleh penyakit itu Anak Allah akan dimuliakan." Hal ini akan membuat Yesus menakjubkan.

Oleh karena itu (ayat 6) kasih membiarkannya mati. Kasih membiarkannya meninggal karena kematiannya akan membantu mereka untuk melihat, dalam cara yang lebih lagi daripada yang mereka tahu, kemuliaan Tuhan.

Apakah Kasih itu?

Lalu apakah kasih itu? Apakah artinya menjadi dikasihi oleh Kristus? Kasih berarti memberikan kepada kita apa yang paling kita perlukan. Dan apa yang kita paling perlukan bukan kesembuhan, tetapi sebuah pengalaman yang utuh dan abadi pada kemuliaan Allah. Kasih berarti memberikan kepada kita apa yang akan membawa kita kepada sukacita yang terutuh dan terpanjang. Dan apakah itu? Apakah yang akan memberikanmu sukacita yang penuh dan abadi? Jawaban teks ini jelas : sebuah penyingkapan bagi jiwamu akan kemuliaan Allah--memandanginya dan mengaguminya dan ketakjuban pada dan  menikmati kemuliaan Tuhan dalam Yesus Kristus. Ketika seseorang merindukan untuk mati--atau membiarkan saudaramu meninggal--memberikan kepadamu (dan saudaramu) hal itu, Yesus mengasihimu.

Kasih adalah melakukan apapun yang harus anda lakukan untuk membantu orang melihat dan menemukan kemuliaan Tuhan sebagai sukacita tertingginya--untuk membantu orang melihat dan menjadi dipuaskan dengan kemuliaan Tuhan.

Perhatikan cara Yesus mengatkannya dalam ayat-ayat 14-15 :"(14) Karena itu Yesus berkata dengan terus terang: "Lazarus sudah mati;(15) tetapi syukurlah Aku tidak hadir pada waktu itu, sebab demikian lebih baik bagimu, supaya kamu dapat belajar percaya." Manusia sebagai mitra penyingkapan kemuliaan Allah adalah mempercayainya. Mempercayai dengan datang kepada Yesus menjadi dipuaskan dengan semuanya bahwa Tuhan ada bagi kita dalam Yesus. Dan kita datang kepadanya bahwa hanya dengan cara itu saja ketika kita melihat kemuliaannya----"Kita sudah memandang kemuliaannya, kemuliaan sebagai Anak tunggal Bapa penuh anugerah dan kebenaran" ( Yohanes 1:14).

Kemuliaan Allah dan Sukacita Kita--Bersama

Ada dua tujuan besar dari semuanya ini : Tuhan menunjukan kemuliaannya didalam Kristus, dan mmanusia memandang kemuliaan itu diatas segalanya. Itu makna hidup dan semua ciptaan. Dan dua tujuan besar ini sebenarnya satu hal : Karena penghargaan kita akan kemuliaan Tuhan diatas segalanya--bahkan hidup itu sendiri--adalah cara kita bersatu dengan Tuhan dalam mendemonstrasikan kemuliaannya. Tuhan sangat dimuliakan dalam kita, ketika kita sangat dipuaskan didalam dia.

Sehingga Yesus membiarkan Lazarus mati untuk memperlihatkan kemuliaan Tuhan dan untuk meneguhkan iman murid-muridnya. Dan Injil Yohanes telah dituliskan untuk dua tujuan besar ini--untuk menyingkapkan kemuliaan Anak dari Bapa, dan untuk membangkitkan dan memperdalam iman kita padanya--penerimaan kita sebagai harta tertinggi bahwa dialah yang tertinggi.

Yesus Mati untuk Hal Ini

Dan poin utama teks pada khotbah ini adalah : INILAH KASIH ITU. Tujuan kasih adalah untuk membawa orang kepada kepenuhan pengetahuan dan kepenuhan sukacita akan kemuliaan Allah. Yesus  membiarkan Lazarus mati untuk hal ini. Dia mati untuk hal ini. "Sebab juga Kristus telah mati sekali untuk segala dosa kita, Ia yang benar untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah; Ia, yang telah dibunuh dalam keadaan-Nya sebagai manusia, tetapi yang telah dibangkitkan menurut Roh" (1 Petrus 3:18).

Yesus berdoa agar pada sisi lain kematiannya, penebusannya, orang dapat melihat kemuliaannya :"Bapa, Aku mau supaya, di manapun Aku berada, mereka juga berada bersama-sama dengan Aku, mereka yang telah Engkau berikan kepada-Ku, agar mereka memandang kemuliaan-Ku" (Yohanes 17:24). Apakah Kasih? Kasih adalah kerinduan yang menyakitkan dan menyiksa untuk mempesona orang-orang lain dengan apa yang tak terbatas dan memuaskan secara abadi : kemuliaan Tuhan.

Hal Ini Akan Disingkapkan Pada Kebangkitan

Satu nasihat terakhir. Diantara kematian Lazarus dan kebangkitannya empat hari kemudian, keluarganya tidak dapat melihat bagaimana Tuhan dapat dimuliakan dalam kematiannya. Kemuliaan Tuhan disingkapkan pada kebangkitannya. Oleh karena itu, jika anda mengalaminya hari ini--dan semua kita, dalam beberapa hal. tidak melihat secara jelas bagaimana Tuhan dimuliakan dalam kematian orang-orang yang kita kasihi--jangan menghakimi sebelum kebangkitan. Tuhan sedang melakukan hal yang lebih besar daripada yang anda dapat ketahui. Dan kebangkitan akan  membawa semuanya menjadi jelas terlihat. Dan untuk sementara ini, percaya padanya, dan hargai dia diatas segala-galanya.


John Piper,This Illness Is for the Glory of God | Martin Simamora

P O P U L A R - "Last 7 days"