0 Dapatkah Tuhan Merentangkan Sebuah Meja di Padang Gurun? (Bagian 1/2)

ilustrasi : desert-hairy-scorpion
Ada jalan-kalan yang lebih singkat yang dapat ditempuh dari Mesir menuju ke Palestina daripada menjelajahi Gurun  Sinai. Gunung Sinai berjarak kurang lebih 200 mil jauhnya atau kira-kira 322 Km jauhnya--yang cukup jauh untuk  ditempuh dengan mengendarai mobil, tetapi jika anda menempuhnya dengan berjalan kaki dan hanya ada sedikit sekali air atau tempat berteduh, kemudian perjalanan yg berputar-putar sungguh merupakan ujian-ujian terhadap kesabaran anda. Anda mungkin berpikir bahwa bila Tuhan adalah agen perjalanan anda, ia pasti tahu medan perjalanannya dan memperpendek rute ke Palestina. Anda pasti berpikir jika ia dapat membelah Laut Merah, maka sebuah rute yang langsung dan tak menyakitkan menuju tanah yang dijanjikan pastilah akan disediakannya. Pastilah ia akan memberikan hukum Musa  di Kadesh Barnea, atau Hebron, atau dekat Yordania, atau beberapa tempat yang tak terlampau jauh untuk ditempuh.



Filosopi Agen Perjalanan

O.., betapa Tuhan pasti letih dengan bagaimana seringnya kita menanyakan rencana perjalanannya bagi kehidupan kita. Bagaimana seringnya kita berpikir kita mengetahui lebih baik bagaiamana berjalan dari sini ke sana! Kita begitu kerapnya cenderung menggerutu terhadap pengatur perjalanan ketika kereta mengarah ke Selatan, daripada duduk dengan sabar dan menanti untuk belajar dari Tuhan. Dia seorang pemandu yang misterius. Kita tidak pernah sungguh-sungguh tahu apa yang akan kita hadapi selanjutnya. Tuhan tidak akan pernah melakukannya dalam industri perjalanan karena ia selalu menuntun klien-klien terbaiknya kedalam padang gurun. Dia bahkan menuntun Anaknya sendiri ke padang gurun selama 40 hari.




Jadi sangat jelas bukan karena ia memiliki sesuatu yang menentang orang yang ia pimpin ke padang gurun. Dia pasti berpendapat ada sesuatu yang baik harus didapatkan dari sana. Dia pasti berpikir tidak perlu terburu-buru untuk memberikan kelimpahan susu dan madu.

Faktanya, Ia mengatakan kepada kita bahwa kemakmuran di tanah yang dijanjikan sangatlah berbahaya bagi jiwa-jiwa yang hanya mengenang beberapa kelemahan serius di gurun dan keajaiban yang akan menggolakan sungai kemandirian diri sendiri dan keangkuhan yang membanjiri hidup kita dan menenggelamkan iman kita. Inilah apa yang dikatakannya melalui Musa kepada orang-orang Israel setalah 40 tahun perjalanan panjang di padang gurun, tepat sebelum mereka memasuki tanah yang dijanjikan (Ulangan 8:11-18):


(11) Hati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan TUHAN, Allahmu, dengan tidak berpegang pada perintah, peraturan dan ketetapan-Nya, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini;(12) dan supaya, apabila engkau sudah makan dan kenyang, mendirikan rumah-rumah yang baik serta mendiaminya,(13) dan apabila lembu sapimu dan kambing dombamu bertambah banyak dan emas serta perakmu bertambah banyak, dan segala yang ada padamu bertambah banyak,(14) jangan engkau tinggi hati, sehingga engkau melupakan TUHAN, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari rumah perbudakan,(15) dan yang memimpin engkau melalui padang gurun yang besar dan dahsyat itu, dengan ular-ular yang ganas serta kalajengkingnya dan tanahnya yang gersang, yang tidak ada air. Dia yang membuat air keluar bagimu dari gunung batu yang keras,(16) dan yang di padang gurun memberi engkau makan manna, yang tidak dikenal oleh nenek moyangmu, supaya direndahkan-Nya hatimu dan dicobai-Nya engkau, hanya untuk berbuat baik kepadamu akhirnya.(17) Maka janganlah kaukatakan dalam hatimu: Kekuasaanku dan kekuatan tangankulah yang membuat aku memperoleh kekayaan ini.(18) Tetapi haruslah engkau ingat kepada TUHAN, Allahmu, sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan, dengan maksud meneguhkan perjanjian yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, seperti sekarang ini.

Inilah filosofi Agen Perjalanan kita secara ringkas. Perjalanan-perjalanan di padang gurun yang ia adakan bagi klien-kliennya sesungguhnya bukan perjalanan yang memutar--tidak lagi demikian, setidaknya, daripada sebuah perjalan ke dokter untuk vaksinasi campak adalah sebuah perjalanan memutar untuk menuju kesehatan pada usia dewasa. Tuhan membawa mereka ke padang gurun, dikatakan, untuk membuat mereka rendah hati dan menguji mereka, untuk melakukan hal baik bagi mereka pada ahirnya. Kebaikan apa? Perut-perut yang kenyang, dan rumah-rumah, gembala ternak, kawanan ternak, dan perak, dan emas? Bukan. Anda tidak membutuhkan 40 tahun di padang gurun untuk mengajarkan kepada anda bagaimana menjadi kaya atau makmur. Baik yang Tuhan maksudkan dilakukan melalui ujian padang gurun adalah untuk membuat orang Israel secara intensif, secara mendalam dan selamanya menyadari kebergantungan total mereka pada Tuhan untuk segalanya. Tuhan bertujuan untuk memberikan mereka pengalaman-pengalaman di padang Gurun yang akan membuat orang-orang Israel menjadi mustahil untuk berpikir dapat berkata, " Kekuatanku, keperkasaanku, atau tangankulah yang membuatku  kaya atau makmur."

Sesungguhnya yang menguji landasan hidup adalah tanah kaya raya yang dijanjikan. Padang gurun menjadi semecam tempat pelatihan, tanah yang memiliki susu dan madu adalah tempat pertempuran bagi hati, pertarungan ahir. Ada lebih banyak kalajengking, dan ular-ular berbisa didalam rumah-rumah orang saleh, di kawanan ternak, dan gembala, dan emas, dan perak di sisi Yordania, dibandingkan dengan yang pernah ada dibwah batu-batu karang di padang gurun.

Dan tak satupun dari kita yang begitu pintar dalam menghindari gigitan mereka atau begitu kebal terhadap sengatan mereka yang dapat kita upayakan dengan mengabaikan rencana perjalanan Tuhan dan tanpa perlu melalui padang gurun. Padang gurung adalah anugerah penyuntikan vaksin untuk melawan berbagai infeksi kemakmuran. Anda dapat mengandalkannya, anak yang dikasihi Tuhan; jika anda belum pernah berada disana, anda akan ada disana. "Maka haruslah engkau insaf, bahwa TUHAN, Allahmu, mengajari engkau seperti seseorang mengajari anaknya" (Ulangan 8:5). "Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya" (Ibrani 12:11). Padang gurun tidak pernah mudah; tidak pernah menjadi hal yang mudah. Tetapi padang gurun untuk kebaikan kita jika kita dilatih oleh padang gurun. Dan mereka yang terbaik dalam pelatihan ini adalah yang paling berbahagia, paling merdeka, paling bersyukur kemanapun perjalanan mereka dibawa  oleh Tuhan.

Bersambung

John Piper,Can God Spread a Table in the Wilderness? | Martin Simamora

P O P U L A R - "Last 7 days"