0 Waktu Bagi Israel Untuk Membuat Keputusan! (Bagian 2) : Kala Pengharapan yang Digenggam Materialistik Belaka

Bacalah terlebih dahulu bagian 1 di sini



Oleh :  Bob Deffinbaugh, Th.M






Berjalan di atas Air
(6:16-21)



Yesus Kristus lalu membubarkan kerumunan orang banyak tersebut, dia sendiri pergi  untuk berdoa ( Matius 14:23). Dia  semula bisa jadi  bermaksud  hendak pergi berjalan menuju ke sisi lain danau tersebut, kala kerumunan orang banyak telah tiba di sana. Melihat dari kejauhan di  gunung tempatnya  berdoa, Yesus dapat melihat murid-murid-Nya sedang berjuang mendayung, dan  Yesus bergegas  untuk melintasi danu untuk membantu mereka. Kala Yesus  mendekat, mereka mengira bahwa mereka sedang melihat hantu, dan berteriak dalam ketakutan (Markus 6:49,50). Dengan segera, ketika Yesus ada didalam  kapal kecil itu, angin menjadi tenang dan mereka  mengarah ke tujuan mereka. Ketakjuban murid-murid terkait dengan kekerasan hati mereka ( Markus 6:51-52).Hal terutama, Markus menginformasikan kepada kita bahwa mereka tidak memahami  soal roti-roti itu ( Yohanes 6:52 : .."Bagaimana Ia ini dapat memberikan daging-Nya kepada kita untuk dimakan").


Jika  saya memahami nas ini secara tepat, insiden  pada roti-roti ini semestinya membuktikan bahwa Yesus  pastilah lebih besar daripada Musa.  Andaikan saja  murid-murid  memiliki kesadaran bahwa mereka sedang berada   dengan Orang yang  pasti lebih besar daripada Musa,  maka sebagaimana Tuhan telah  menyediakan roti dari atas,  maka Dia dapat membuat  sebuah jalan melalui  perairan. Mereka semestinya tidak perlu menjadi terkejut sama sekali dengan apa yang telah terjadi, karena  peristiwa itu adalah akibat wajar yang logis dengan memberi  makan  5.000 orang.


Percakapan tentang Roti Hidup
(Yohanes 6:22-59)



Mujizat memberi  makan 5.000 orang adalah sebuah tanda ( Yohanes 6:14 Ketika orang-orang itu melihat mujizat yang telah diadakan-Nya, mereka berkata: "Dia ini adalah benar-benar nabi yang akan datang ke dalam dunia." ) yang menunjuk pada sebuah kebenaran rohani yang lebih dalam mengenai pribadi Yesus Kristus. Yohanes adalah penulis yang mencatat pengajaran  yang membicarakan “roti hidup” yang disampaikan oleh Yesus Kristus pada hari berikutnya. Kerumunan orang banyak menginterpretasikan mujizat ini dalam pemahaman mereka akan   pengharapan-pengharapan mesianik yang telah  terdistorsi. Karena Yesus bukanlah jenis mesias seperti yang mereka bayangkan itu, Yesus membuat kerumunan orang banyak itu berada dalam belantara gurun kekecewaan. Dalam pengajarannya ini, Yesus mengindikasikan signifikansi programnya, mengoreksi kekeliruan-kekeliruan pemahaman yang ada didalam benak mereka.



Kerajaan mesianik yang sedang dinantikan oleh orang-orang Yahudi sepenuhnya bersifat materialistik. Edersheim terkait hal ini menggambarkan hal ini demikian :



“Apa yang sedang mereka nantikan, adalah sebuah Kerajaan Allah—bukan didalam kebenaran, sukacita, dan damai didalam Roh Kudus, tetapi  Kerajaan Allah didalam makanan dan minuman—sebuah kerajaan dengan  mujizat bangket/perjamuan makan di gurun bagi Israel, dan  berbagai mujizat  berkualitas rendah- murahan yang memikat hati  orang-orang bukan Yahudi. Belum lagi menyebutkan bangket Mesianik yang  memukau  dalam pesona   kegairahan realisme   inderawi  yang ditunggu, atau  belum  lagi membicarakan pencapaian-pencapaian yang dicari-cari, setiap  figur nabi-nabi yang  telah berbajukan kecemerlangan pada hari-hari itu telah  pertama-tama dimaknai secara harafiah dan kemudian dibesar-besarkan, hingga deskripsi-deskripsi yang sangat agung puitis dari pengharap Mesianik  telah menjadi karikatur-karikatur yang paling tidak tepat   lagi menjijikan. Pohon menghasilkan buah setiap hari, atau setidaknya setiap minggu atau dua minggu, untuk memberikan mereka kekayaan,  inilah ladang-ladang  yang mereka panen; gandum berdiri tegak seperti pohon-pohon palem, dan menjadi matang dan  ditampi tanpa usaha kerja. Berkat-berkat yang sama juga terjadi pada tanaman anggur; pohon-pohon biasa akan menghasilkan buah-buah  kecil, dan setiap pohon menghasilkan buah, di setiap musim, akan ditemukan di Palestina dalam kelimpahan dan kelebatan yang hanya dapat dilahirkan oleh imajinasi terliar “[Edersheim, Life and Times, II, hal. 28.].

Tidak menemukan Yesus di tempat itu dimana 5.000 orang telah diberi makan, orang banyak itu kemudian melakukan perjalanan ke Kapernaum dan ketika mereka menemukan Dia, mereka bertanya, "Rabi, bilamana Engkau tiba di sini?" (Yohanes 6:25)



Berangkali mereka telah merasakan mujizat lainnya telah terjadi dan berharap untuk mendapatkan  pejelasan detail dari Yesus. Tetapi Yesus menyingkirkan  pertanyaan ini, untuk mengetahui  motivasi sebenaranya dalam mencari Dia. Kerumunan orang banyak ini tidak mencari Dia karena  diri-Nya   yang hadir tetapi pada  pada pemberian-pemberian-Nya. Bukan  Yesus yang  telah mereka cari, tetapi semacam “masyarakat yang hebat” dimana orang-orang  tidak perlu lagi bekerja agar dapat makan. Untuk menjelaskan hal ini dalam cara yang lain, mereka tidak menerima mujizat-mujizat yang telah terjadi sebelumnya sebagai sebuah tanda, tetapi hanya mujizat belaka ( Yohanes 6:26). Mereka tidak menimbang tujuan mujizat itu, tetapi hanya mencari  pengabadian mujizat. Hal yang terlihat hanyalah semacam mentalitas “antrian sup” yang telah tersingkap pada mereka yang mencari Yesus.  Mata mereka tidak tertuju pada pribadi Yesus, tetapi pada penyedian kebutuhan.



Sebagai sebuah tanda, memberi  makan 5.000 orang mengsignifikansi bahwa Yesus adalah sebuah pribadi yang harus ditimbang secara serius. Lebih dari ini, Dia  harus diakui sebagai Orang yang pada-Nya  Tuhan telah menetapkan meterai-Nya ( Yohanes 6: 27  Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya."). Kembali kita melihat bahwa mujizat-mujizat  Yesus telah    digenapi untuk mengotentikan klaim-klaim Yesus Yesus adalah Anak Allah, Mesias Israel. Yang mereka cari bukan pribadi Yesus, tetapi kuasa-Nya. "Apakah yang harus kami perbuat, supaya kami mengerjakan pekerjaan yang dikehendaki Allah?" (Yohanes 6:28).


Mereka beranggapan  Yesus tidak ada bedanya dengan orang Yahudi lainya. Jika Dia dapat melakukan mujizat-mujizat semacam itu, maka mereka juga dapat melakukannya. Mereka semata meminta Dia bagaimana caranya  untuk menduplikasi pekerjaan-pekerjaan yang telah Dia lakukan. Menurut Yesus, satu-satunya pekerjaan yang dapat diterima Tuhan (dan dikerjakan oleh Tuhan) adalah pekerjaan  iman. "Inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah, yaitu hendaklah kamu percaya kepada Dia yang telah diutus Allah."(Yohanes 6:29)

Orang-Orang Yahudi berpikir bahwa Yesus sedang berusaha untuk mengalihkan perhatian mereka  dari roti  yang terjadi  satu hari sebelumnya kepada diri-Nya. Akibatnya, mereka mendesak Dia untuk membuat beberapa tanda spektakuler untuk memverifikasi klaim bahwa Dia adalah Mesias : Tanda apakah yang Engkau perbuat, supaya dapat kami melihatnya dan percaya kepada-Mu? (Yohanes 6:30)



Disini tantangan telah dilemparkan  kepada Yesus. “Jika anda adalah Mesias, buktikanlah!”  “Jika Musa menyediakan roti  di gurun selama 40 tahun, mari kita lihat Anda melakukan yang lebih baik.” Dengan ini, mereka telah mendesak  bahwa Yesus semestinya menghasilkan  roti yang lebih baik dan  untuk jangka waktu yang lebih lama.

Tetapi inilah poin yang sesungguhnya. Mereka  telah mengarahkan fokus mereka hanya pada sebuah roti  fisik. Kini mereka mengarahkan mata mereka pada Yesus sebagai satu-satunya instrumen  yang melaluinya roti  sudah diberikan. Pada puncaknya, bukan Musa yang telah memberikan roti, tetapi Tuhan. Manna adalah roti dari surga. Yesus  telah datang  tidak semata  sebagai penyedia roti, tetapi sebagai roti dari surga. Superioritas atas Musa tidak hanya  terjadi selama  periode makanan diberikan tetapi efek yang dihasilkan dari makanan roti itu. Roti yang telah diberikan di gurun tidak memberikan hidup yang kekal, karena mereka semua telah mati (ayat 49). Roti yang telah Tuhan sediakan didalam Kristus adalah jauh lebih baik, karena Roti itu memberikan hidup kekal. Mereka yang memakan Roti itu tidak akan pernah lapar  atau haus lagi karena apa yang telah disediakannya ( ayat 50,51).


Walaupun Yesus telah menarik orang banyak dengan pekerjaan-pekerjaan-Nya, Dia telah menolak mereka  oleh firman-firman-Nya seperti dicatat dalam Yohanes 6:32-59. Kata-kata-Nya memang kebenaran yang diperlukan pada saat itu, mengoreksi pemahaman-pemahaman yang keliru terkait Mesias dan Kerajaan-Nya dan untuk meredakan demam pengharapan-pengharapan kedatangan kembali Mesias dalam kemegahan dan kuasa yang besar. Apa yang tidak Dia tuntaskan dengan menjauhkan diri ke  sebuah tempat yang pelosok, Dia telah tuntaskan dengan penajarannya tentang roti hidup. Kita akan merangkum pengajaran Yesus dalam  enam  pernyataan yang  tajam .



(1) Isunya bukan  mengenai roti jasmaniah, tetapi rohani. Kerajan yang dicari oleh orang-orang Yahudi secara eksklusif adalah yang material, sementara yang  hendak dibangun oleh Yesus yang terutama (bukan secara eksklusif) adalah rohani. Dia tidak dating untuk menyediakan makanan jasmaniah, tetapi untuk memuaskan kelaparan rohani manusia dengan pemberian keselamatan yang cuma-Cuma.  Sehingga, klaim Yesus  dapat mengklaim bahwa program-Nya jauh lebih superior terhadap Musa.



(2)Kerajaan Kristus tidak ditegakkan oleh perbuatan-perbuatan baik (sebagaimana yang dikira  Israel), tetapi pada dasar iman (ayat 29).



(3)Kristus tidak datang sebagai seorang pekerja spektakuler   yang ajaib tetapi sebagai seorang yang menakjubkan. Ada sebuah pendambaan didalam diri Israel pada saat itu  (sebagaimana  dalam masa kita)   akan hal spektakuler. Itu sebabnya mengapa Setan menantang Yesus untuk melakukan sebuah lompatan menantang yang mematikan dari  menara bait allah ( Matius 4:5-6). Hal yang membuat orang banyak mengerumuni Yesus adalah penyediaan roti yang spektakuler dan mujizat-mujizat hebat Yesus. Mereka mencari perbuatan-perbuatan dan mengabaikan   sang Pembuat. Dialah yang menakjubkan. Bukan terutama pada perbuatan-perbuatan-Nya. Orang banyak itu hanya  mengejar perbuatan-perbuatan spektakuler.


(4)Mereka yang masuk kedalam Kerajaan Kristus melakukannya dengan sarana –sarana pemilihan dan penarikan yang ilahi. Orang Yahudi menduga bahwa dengan  kebajikan  terkait  asal-usul bangsa mereka dan perbuatan-perbuatan agama,  telah dijamin akan sebuah tempat bagi mereka  didalam Kerajaan. Mereka berpikir bahwa mereka dapat memanipulasi  Mesias untuk dapat mengadopsi konsepsi mereka mengenai Kerajaan. Sangat berlawanan dengan kebenaran, yang disingkapkan oleh Yesus Kristus Tuhan kita. Jalan masuk menuju Kerajaan pada puncaknya bukan sebuah masalah pilihan kita, tetapi pilihan Tuhan. Bukan kita yang membawa Tuhan bagi diri kita,  tetapi Tuhan yang menarik kita  kepada diri-Nya sendiri.



Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang (Yohanes 6:37)



Tidak ada seorangpun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku, dan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman (Yohanes 6:44)



Setiap orang Israel tidak  memiliki sebuah kursi yang telah dialokasikan di Kerajaan, tetapi  hanya yang  tunduk kepada peraturan Yesus sebagai Mesias mereka. Isu satu-satunya adalah menerima Kristus atau menolak Dia (bandingan dengan Yohanes 6:36,40,45,47).



(5) Kerajaan  Yesus Kristus bukan semata untuk saat ini, tetapi  juga untuk kekekalan. Kita terkadang berkata  bahwa di usia kita sebagai “generasi saat ini.” Dengan  ini kita sedang menunjukan bahwa mereka yang hidup di masa kini hanya untuk saat ini saja. Demikian juga dengan Israel dalam manifestasi  Tuhan sebagai Mesias. Konsep mereka mengenai  Kerajaan adalah material bukan rohani. Kerajaan untuk saat ini, bukan untuk masa mendatang. Kerajaan Yesus Kristus adalah  untuk saat ini dan masa mendatang. Manifestasi saat ini yang terutama adalah rohani, diikuti dengan dimensi yang lebih   bersifat fisik dan material di masa yang mendatang. Jadi inilah yang  telah dibicarakan Tuhan mengenai aspek-aspek masa mendatang dari  Kerajaan-Nya ketombang apa yang diinginkan orang-orang Yahudi saat itu juga.



Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman (Yohanes 6:40)




Tidak ada seorangpun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku, dan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman (Yohanes 6:44)



Sesungguhnya barangsiapa percaya, ia mempunyai hidup yang kekal (Yohanes 6:47)



(6)Semboyan Kerajaan bukan pemuasan diri sendiri, tetapi pengorbanan diri sendiri. Orang-orang Yahudi mencari Kerajaan yang sebesar-besarnya akan memenuhi  kepentingan mereka. Mereka telah memproyeksikan keinginan-keinginan diri mereka sendiri kedalam konsep mesias. Mereka tidak memiliki maksud masuk kedalam  Kerajaan yang mengajarkan pengorban diri dan penyangkalan,  apalagi seorang Mesias yang mau mati, ketimbang membebaskan mereka  dari penguasa tiran Roma. Tetapi Yesus menegaskan takdir-Nya yaitu memberikan  tubuh-Nya dan darah-Nya bagi orang-orang lain :



(51) Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia." (53) Maka kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darah-Nya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu. (54) Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman. (55) Sebab daging-Ku adalah benar-benar makanan dan darah-Ku adalah benar-benar minuman.(Yohanes 51,53-55)


Selanjutnya : Reaksi Populer,Keputusan 12 Murid

Israel’s Hour of Decision (John 6:1-71)| diterjemahkan dan diedit oleh : Martin Simamora

P O P U L A R - "Last 7 days"