0 Nilai Agung dalam Kebangkitan Yesus Kristus – Bagian 3


Bacalah terlebih dahulu bagian 1 di  sini  dan bagian 2 di sini



Oleh : Bob Deffinbaugh, Th.M



Pentingnya Respon Kita Terhadap Kebangkitan Kristus



Hingga disini berangkali hanya sedikit saja hal yang baru dari apa yang telah saya katakan kepada anda. Sangat berharap  memang benar demikian. Tetapi walaupun   faktanya  ada banyak  orang yang percaya akan hal-hal yang telah saya katakan, sejumlah dari mereka tidak  benar-benar dilahirkan kembali. Percaya kepada kebangkitan Yesus Kristus saja tidak berarti menyelamatkan manusia.



Saya diingatkan akan kisah di Matius mengenai kebangkitan Yesus Kristus. Dia mengatakan kepada kita bahwa para prajurit yang menjaga kubur dimana   Yesus Kristus  telah dikuburkan sangat ketakutan oleh  kejadian-kejadian yang menyertai kebangkitan Kristus, dan  ketakutan oleh penampakan malaikat, yang menggulingkan batu penutup kubur :



Matius 28:2-4
Maka terjadilah gempa bumi yang hebat sebab seorang malaikat Tuhan turun dari langit dan datang ke batu itu dan menggulingkannya lalu duduk di atasnya. Wajahnya bagaikan kilat dan pakaiannya putih bagaikan salju. Dan penjaga-penjaga itu gentar ketakutan dan menjadi seperti orang-orang mati.

Walaupun hal semacam ini dialami mereka, tidak ada bukti bahwa orang-orang ini menjadi beriman kepada Kristus. Sebaliknya, mereka telah menerima bayaran, dan telah menjadi   bagian sebuah konspirasi untuk menutup-nutupi kebangkitan :



Matius 28:12-13, 15
Dan sesudah berunding dengan tua-tua, mereka mengambil keputusan lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itu. dan berkata: "Kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur.

Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Dan ceritera ini tersiar di antara orang Yahudi sampai sekarang ini.



Kebangkitan Kristus bukan semata sebuah fakta, yang dapat  dipandang secara gampangan—kebangkitan adalah sebuah soal  kehidupan atau kematian kekal. Kebangkitan bukan semata sebuah fakta untuk dipercayai atau ditolak, kebangkitan adalah sebuah fakta   yang mana tanggapan kita akan menentukan   destini kekal  kita.  Kebangkitan Yesus  Kristus  merupakan sebuah titik pemisah  krusial dalam Perjanjian Baru. Kebangkitan merupakan sebuah peristiwa  dengan  sejumlah  perubahan penting namun jarang dipertimbangkan. Disini  saya hendak mengulas dua perubahan yang merupakan hasil dari kebangkitan Yesus Kristus. Hal –hal ini akan menjadi perhatian utama bagi mereka yang tidak sungguh-sungguh  orang-orang Kristen yang dilahirkan kembali, namun yang secara keliru mendapatkan kebangkitan sebagai sebuah sumber pengharapan.




Pada  perayaan natal kita cenderung  untuk berpikir  akan perubahan besar yang berlangsung ketika Yesus  telah datang ke dunia dalam wujud manusia, dalam inkarnasi-Nya sebagai bayi didalam palungan Bethleham. Akan tetapi, jarang kita  memikirkan perubahan-perubahan [Pada   Yakobus  1:17 kita diberitahukan bahwa  pada Tuhan tidak ada  “. . . tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran.”  Poinnya disini  bahwa  Tihan tidak berubah dalam karakter-Nya. Tidak ada kebimbangan, sebagaimana umumnya  pada manusia (bandingkan dengan  Yakobus 1:6-8). Sementara Tuhan tidak berubah, pada prinsipnya,dalam Dia berurusan dengan manusia (sebagai contoh, Dia selalu berurusan dengan manusia melalui anugerah,dan melalui sarana-sarana iman), Dia memang berubah  dalam sejumlah hal utama didalam dia berurusan dengan manusia. Kedua  hal ini perlu dan sah untuk memberikan perhatian  pada perubahan-perubahan itu yang merupakan sebuah akibat dari kebangkitan Yesus Kristus] yang terjadi pada kebangkitan dan kenaikan Yesus Kristus. Kita membuat pembedaan mental antara  era Perjanjian Lama dan era Kristus, yang jarang untuk diamati, tetapi memliki dampak signifikansi yang besar. Izinkan saya untuk menarik perhatian anda kepada perubahan-perubahan yan telah terjadi sebagai akibat kebangkitan Yesus Kristus.



Hal pertama, ada perubahan-perubahan dalam  riasan jamaninya, penampilan, dan manifestasi tampak luar pada  Yesus Kristus, sebagai akibat kebangkitan dan kenaikan-Nya. Ketika Yesus Kristus datang dalam wujud manusia, Dia  telah meniadakan manifestasi-manifestasi     kemuliaan dan keanggunan-Nya  yang  meliputinya, sehingga manusia tidak  menjadi tertarik kepadanya oleh tampilan-Nya yang dapat dilihat.  Kaplingnya adalah mengalami penderitaan dan penolakan  manusia. Secara tampilan luar, tidak seorangpun menyimpulkan bahwa Dia adalah, memang benar, Anak Allah :



Yesaya 53:1-3
Siapakah yang percaya kepada berita yang kami dengar, dan kepada siapakah tangan kekuasaan TUHAN dinyatakan?  Sebagai taruk ia tumbuh di hadapan TUHAN dan sebagai tunas dari tanah kering. Ia tidak tampan dan semaraknyapun tidak ada sehingga kita memandang dia, dan rupapun tidak, sehingga kita menginginkannya. Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kitapun dia tidak masuk hitungan.



Perendahan yang sama telah diprediksi Yesaya dalam nubuatnya yang digambarkan oleh Paulus sebagai sejarah, dalam kehidupan Yesus Kristus :



Filipi 2:6-8
yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.


Lukas 24:31
Ketika itu terbukalah mata mereka dan merekapun mengenal Dia, tetapi Ia lenyap dari tengah-tengah mereka. Yohanes 20:26 : Sementara pintu-pintu terkunci, Yesus datang dan Ia berdiri di tengah-tengah mereka



Filipi 2:9-11 : Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa! Maka kita keliru untuk berpikir bahwa Yesus Kristus kini  masih ada dalam kehadiran yang sama  persis kala Dia berjalan diatas bumi diantara manusia. Yohanes, orang  yang nampaknya memiliki hubungan paling karib  dengan Yesus Kristus, menggambarkan  Dia dalam Kitab Wahyu   kondisi-kondisi yang sangat berbeda dari apa yang dijumpai dalam Injil Yohanes. Demikian juga, tanggapan Yohanes sangat berbeda kepada Yesus dalam tampilan-tampilannya yang surgawi :



Wahyu 1:13-18
Dan di tengah-tengah kaki dian itu ada seorang serupa Anak Manusia, berpakaian jubah yang panjangnya sampai di kaki, dan dadanya berlilitkan ikat pinggang dari emas. Kepala dan rambut-Nya putih bagaikan bulu yang putih metah, dan mata-Nya bagaikan nyala api. Dan kaki-Nya mengkilap bagaikan tembaga membara di dalam perapian; suara-Nya bagaikan desau air bah. Dan di tangan kanan-Nya Ia memegang tujuh bintang dan dari mulut-Nya keluar sebilah pedang tajam bermata dua, dan wajah-Nya bersinar-sinar bagaikan matahari yang terik. Ketika aku melihat Dia, tersungkurlah aku di depan kaki-Nya sama seperti orang yang mati; tetapi Ia meletakkan tangan kanan-Nya di atasku, lalu berkata: "Jangan takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir, dan Yang Hidup. Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya dan Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut.



Orang yang  kepadanya dahulu ia bersandar padanya (bandingkan dengan Yohanes 21:20), sekarang  adalah Dia yang dihadapan-Nya Yohanes tersungkur  bagai orang mati. Pada tampilan luar, Tuhan kita sangat berubah daripada  hari-harinya di bumi kala tinggal diantara manusia.


Hal yang kedua, kebangkitan Yesus Kristus telah mengubah respon-Nya  kepada orang-orang berdosa [Tuhan selalu benci terhadap dosa, dan tidak pernah berubah terhadap  hal ini. Akan tetapi ada sebuah bukti perubahan yang tajam, dalam tanggapannya terhadap orang-orang berdosa setelah kematian dan kebangkitan-Nya. Pada perubahan inilah saya akan memfokuskannya disini]. Semua kita (orang-orang berdosa) mendapatkan kelegaan besar didalam kata-kata Tuhan kita Yesus, diucapkan kepada  perempuan yang  kedapatan berbuat dosa perzinahan,



Yohanes 8:11
"Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang."



Para pendakwa perempuan ini benar dalam pemahaman bahwa  Hukum  telah menghukum orang-orang yang bersalah dalam perzinahan. Sementara itu setiap orang lainnya   memiliki kesalahan dan karenanya tidak dapat mengambil batu untuk  melempari wanita ini, Yesus dapat saja menghukumnya, Hukum Taurat akan meminta Yesus melakukannya.


Mengapa kemudian, Yesus tidak menghukum  perempuan ini? Jawabannya sungguh sangat sederhana :  Yesus tidak menghukum perempuan ini karena Dia sendiri  telah datang untuk menanggung  penghukuman dari Hukum itu. Tujuan kedatangan pertama Yesus Kristus bukan untuk menghakimi, tetapi kedatangannya untuk dihakimi.



Yohanes 3:16-17
Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.  Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia. (bandingkan dengan  Yohanes 8:15; Yohanes 12:47)



Beberapa orang telah secara keliru mengupayakan penyesuaian  dalam kata-kata  Yesus Kristus yang baik budi ini terhadap wanita pezinah ini sebagaimana dicatat dalam injil Yohanes. Mereka percaya bahwa Yesus telah dibangkitkan dari kematian, mereka, juga, akan dibangkitkan. Dan, dalam derajat yang seperti apapun mereka membayangkan  sebuah penghakiman, mereka secara keliru menduga bahwa  Yesus yang telah dibangkitkan akan  merespon mereka dalam sebuah cara sama dengan tanggapan Yesus kepada wanita yang telah  jatuh kedalam dosa. Ini sungguh kesalahan fatal, karena ada hal-hal  yang telah berubah  kini  bahwa Tuhan Yesus telah dibangkitkan dari kematian, dan berbagai hal akan sangat berbeda  bagi mereka yang tidak percaya, yang suatu saat kelak akan dibangkitkan dari kubur mereka.


Kebangkitan Yesus Kristus memastikan semua manusia, yang  selamat dan tak selamat, dibangkitkan dari kubur, tetapi  hal ini tidak menjamin sama sekali bahwa semua manusia mengalami berkat-berkat  yang sama :



Daniel 12:2
Dan banyak dari antara orang-orang yang telah tidur di dalam debu tanah, akan bangun, sebagian untuk mendapat hidup yang kekal, sebagian untuk mengalami kehinaan dan kengerian yang kekal.



Yohanes 5:28-29
Janganlah kamu heran akan hal itu, sebab saatnya akan tiba, bahwa semua orang yang di dalam kuburan akan mendengar suara-Nya, dan mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal, tetapi mereka yang telah berbuat jahat akan bangkit untuk dihukum.

Wahyu 21:6-8
Firman-Nya lagi kepadaku: "Semuanya telah terjadi. Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir. Orang yang haus akan Kuberi minum dengan cuma-cuma dari mata air kehidupan.  Barangsiapa menang, ia akan memperoleh semuanya ini, dan Aku akan menjadi Allahnya dan ia akan menjadi anak-Ku. Tetapi orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua." (bandingkan dengan Wahyu 22:13-15; Kisah Para Rasul 5:31)



Sementara itu tujuan kedatangan Yesus Kristus yang pertama bukan untuk menghakimi, tetapi  terutama untuk dihakimi, tujuan kedatangan-Nya  yang kedua akan menghakimi mereka semua yang telah menolak Dia, dan yang telah berupaya mendekatkan diri mereka dengan Tuhan diatas dasar perbuatan-perbuatan baik mereka, ketimbang diatas dasar kematian, penguburan dan kebangkitan-Nya. Bukan orang berdosa yang bertobat, yang melemparkan dirinya kepada belas kasih Tuhan, yang akan dihukum, tetapi mereka yang dengan bangganya  percaya kepada pembenaran religius atas dirinya sendiri yang  akan dihukum (bandingkan dengan Yohanes 8:6-9; Matius 23; Lukas 18:9-14).



Kebangkitan Yesus  Kristus bermakna bahwa  pengorbanan bagi orang-orang berdosa telah dibayar, satu kali untuk selama-lamanya, oleh Yesus Kristus, dan bahwa  korban ini telah diterima. Mereka yang masih terus dalam dosa mereka, dan  yang tidak meletakan diri mereka pada Kristus untuk keselamatan mereka harus menunggu Dia kembali sebagai seorang Hakim. Kebangkitan  Yesus Kristus dari kematian pasti tidak akan membawa kelegaan, tetapi kengerian, pada setiap hati orang-orang yang tidak percaya.



Selanjutnya : Kesimpulan


The Significance of the Resurrection | diterjemahkan dan diedit oleh : Martin Simamora

P O P U L A R - "Last 7 days"