F O K U S

Nabi Daud Tentang Siapakah Kristus

Ia Adalah Seorang Nabi Dan Ia Telah   Melihat Ke Depan Dan Telah Berbicara Tentang Kebangkitan Mesias Oleh: Blogger Martin Simamora ...

Showing posts with label Kemuliaan Kristus. Show all posts
Showing posts with label Kemuliaan Kristus. Show all posts

1 Hai Kristus, Hukum Manakah Yang Paling Utama?

 Pada Waktu Itu Orang Akan Melihat Anak Manusia Datang Dalam Awan-Awan Dengan Segala Kekuasaan dan Kemuliaan-Nya

Oleh: Blogger Martin Simamora

A.Pertanyaan Teologis Teragung Bagi Sang Kristus

Yesus Sang Kristus dalam proses interaksinya dengan berbagai individu, kelompok masyarakat dan kalangan para pemimpin agama tak terelakan akan memberkaskan dalam benak dan jiwa mereka terkait siapakah sebenarnya Yesus. Pertanyaan ini bukan sekedar asal-usul, kuasa, spiritualitas dan kemurnian atau ketakbercelaannya, sebab secara natural Kristus dalam kemanusiaannya tak terelakan melahirkan semacam ekspektasi mesianik yang “terlampau” divinitas sehingga menimbulkan kekuatiran semacam penduaan Tuhan. Mari kita pertama-tama memperhatikan sebuah pertanyaan teologis yang teragung bagi Sang Kristus, dikatakan teragung karena keagungan pertanyaan itu sendiri adalah eksistensi Sang Mesias itu sendiri sementara para penanyanya dapat dipastikan tidak dapat sama sekali menerima kebenaran hukum yang paling utama ini. Perhatikan ini:

 

Markus 12:28 Lalu seorang ahli Taurat, yang mendengar Yesus dan orang-orang Saduki bersoal jawab dan tahu, bahwa Yesus memberi jawab yang tepat kepada orang-orang itu, datang kepada-Nya dan bertanya: "Hukum manakah yang paling utama?"

 

Markus 12:29 Jawab Yesus: "Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.

Ini adalah jantung spiritualitas dan pondasi iman bangsa Israel dalam mengenal Dia Yang Maha Tinggi. Ini bukan kredo ciptaan bangsa ini sebab pada dasarnya mereka tidak mengenal Dia oleh karena mencari tahu siapakah pencipta mereka sesungguhnya.

 

Sementara Yesus menjawab pertanyaan ahli Taurat tersebut secara jitu dan tak meleset sama sekali. Ahli Taurat tersebut sebenarnya sedang mendekati Yesus dalam sebuah paradigma yang menunjukan bahwa ia mengenal kebenaran tetapi tidak mengenal siapakah Yesus Kristus:

Markus 12:32 Lalu kata ahli Taurat itu kepada Yesus: "Tepat sekali, Guru, benar kata-Mu itu, bahwa Dia esa, dan bahwa tidak ada yang lain kecuali Dia.

0 Kebencian Tanpa Alasan & Roh Kudus


Dia Penolong Yang Lain Dalam Dunia Penuh Kebencian Tanpa Alasan

Oleh: Blogger Martin Simamora


A.Sumber Kebencian Dunia, Persekutuan Kekal Kristus dan Para Murid Sepanjang Abad
Sebuah topik yang keras dikemukakan Yesus Sang Mesias secara tegas dan gamblang sebagai sebuah lingkungan yang akan melingkupi perjalanan setiap orang yang disebut para pengikut Kristus yaitu kebencian yang tak mungkin diredakan oleh siapapun. Perhatikan pernyataan ini: jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku dari pada kamu (Yohanes 15:18), pernyataan ini mencengangkan sebab sebuah reaksi kebencian terhadap murid-murid Kristus bukan terjadi disebabkan oleh perilaku jahat atau hal-hal negatif yang diperbuat oleh siapapun murid Kristus, tetapi disebabkan oleh Sang Kristus sendiri. Ada apa dengan Sang Kristus, apakah ia melakukan sebuah kejahatan? Kristus berkata bahwa dunia (artinya ini adalah kondisi yang berlangsung di segala abad) membenci, sebab dunia telah lebih dahulu membenci Kristus. Dunia memiliki sebuah permusuhan yang abadi terhadap Kristus yang akan memburu siapapun setiap murid Kristus. Ini adalah hukum rohani adikodrati yang menunjukan bahwa Sang Kristus terhadap dunia berada dalam relasi begitu terpisahkan dan tak mungkin ada satu titik damai dan tak mungkin ada sebuah kompromi seperti apapun juga, demikian juga dengan setiap orang yang adalah murid Kristus di segala zaman akan mengalaminya: jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dulu membenci Aku dari pada kamu.

Situasi ini merupakan wujud alamiah bagi siapapun yang merupakan murid Kristus dimanapun dan kapanpun juga, tak peduli masa lalu dan hari ini, pun kelak akan sama di masa yang mendatang. Menjadi murid Kristus, karena itu, tidak akan pernah lahir dari sebuah proses inisiasi dan doktrinisasi dan apalagi sebuah proses untuk menjadi layak dan pantas menjadi murid Kristus yang dibangun berdasarkan kemurnian moral dan kesucian akhlak yang diasah terus-menerus sehingga memiliki kecemerlangan jiwa yang akan meraih keilahiannya. Tidak akan pernah demikian. Kala Kristus berkata: jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku dari pada kamu, maka kita wajib mengetahui: ada apakah dengan Kristus dan bagaimana mungkin atau apa yang terjadi dengan kita sehingga mengalami hukum rohani adikodrati semacam itu?

0 Hal Pertama Yang Dilakukan Kristus Kepada Para Murid-Muridnya (6-Selesai)



Ia Memberikan Berkat Termulia Bagi Mereka Saat Kenaikannya Ke Sorga

Oleh: Blogger Martin Simamora

A. Keraguan Terhadap-Nya, Kemuliaan Dirinya Ditunjukan
Pembicaraan intensif dan interaksi yang mulia menjadi agenda sangat penting bagi Kristus. Empat puluh hari merupakan hari-hari yang dipenuhi-Nya dengan pengenalan akan dirinya melalui pekerjaan-pekerjaan ajaib. Menjadi penting bagi Yesus Sang Kristus untuk menggembalakan segenap diri mereka untuk masuk kedalam sebuah persekutuan yang begitu khusus dan eksklusif:
           
Kepada mereka Ia menunjukkan diri-Nya setelah penderitaan-Nya selesai, dan dengan banyak tanda Ia membuktikan, bahwa Ia hidup. Sebab selama empat puluh hari Ia berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah- Kisah Para Rasul 1:3

Bagi para murid, tantangan terbesar yang tak mungkin mereka taklukan adalah bagaimana dapat mengimani Kristus setelah kebangkitan. Kristus sebelum kematian dan kebangkitan adalah Kristus yang didambakan dalam pengharapan dan pikiran mereka, namun Kristus setelah kematian dan kebangkitannya dari antara orang mati adalah Kristus yang tak mungkin begitu saja dapat mereka imani kembali sediakala.

Sebagaimana telah dikemukakan pada bagian sebelumnya, tantangan bagi para murid semakin pelik, sebab Kristus setelah kebangkitan, bukanlah Kristus yang senantiasa bersama dengan mereka sebagaimana sebelumnya; Kristus setelah kebangkitan adalah Kristus yang berulang-ulang menampakan diri kepada mereka, secara eksklusif kepada 11 murid diajarkannya tentang Kerajaan Allah. Ekspektasi kerajaan yang dipimpin oleh Mesias jelas telah runtuh dalam tatanan pengharapan dan pemikiran mereka, bagaikan batu sandung  besar dan melukai secara hebat rohani mereka, kematiannya adalah sebuah kegagalan yang tak terampuni bagi mereka. Dan  karena itulah telah menjadi salah satu fokus penting yang diberikan Yesus kepada para murid, yang telah menjadi catatan penting dijumpai dalam perjalanan menuju Emaus:

0 Hal Pertama Yang Dilakukan Kristus Kepada Para Murid-Muridnya (5)


 Ia Memanggil & Memberikan Mandat Untuk Menggembalakan Domba-Domba-Nya Yang Akan Datang Kepada Kristus
Oleh: Blogger Martin Simamora
 
Post Ressurection
A.Hal Terpenting yang Dipikirkan Dan Dikehendaki Sang Kristus Setelah Kebangkitannya
Kebangkitan Kristus dari antara orang mati, telah diketahui secara seksama secara indrawi mereka, tak terbantahkan walau tetap sebuah kesukaran untuk dapat melihat dimanakah kemegahannya. Bagi mereka kebangkitannya tidak serta merta memulihkan situasi dan apalagi visi-misi mereka sebagai murid-muridnya terkait pemberitaan “kerajaan Allah sudah datang,” itu nyata sekali mengalami semacam ketidaksinambungan. Rutinitas semacam ini:

Lukas 4:43-44Tetapi Ia berkata kepada mereka: "Juga di kota-kota lain Aku harus memberitakan Injil Kerajaan Allah sebab untuk itulah Aku diutus." Dan Ia memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadat di Yudea.

tidak segera berlangsung sediakala setelah kebangkitannya, tepat sama seperti Yesus Kristus tidak lagi senantiasa bersama-sama dengan mereka senantiasa secara fisik. Ini benar-benar secara dramatis mengubah kehidupan mereka:

Yohanes 21:2-3Di pantai itu berkumpul Simon Petrus, Tomas yang disebut Didimus, Natanael dari Kana yang di Galilea, anak-anak Zebedeus dan dua orang murid-Nya yang lain. Kata Simon Petrus kepada mereka: "Aku pergi menangkap ikan." Kata mereka kepadanya: "Kami pergi juga dengan engkau." Mereka berangkat lalu naik ke perahu, tetapi malam itu mereka tidak menangkap apa-apa.

Mereka kembali pada kehidupan semula sebagaimana yang mereka jalani sebelum Yesus untuk kali pertama memanggil dan mengajarkan mereka sebagai penjala manusia (bacalah: Matius 4:18-22). Dan Yesus Sang Kristus telah bangkit dari antara orang mati tersebut, kembali  mengunjungi, memperhatikan dan bercakap-cakap dengan mereka. Sebuah percakapan yang akan menarik kehidupan semua murid yang terhanyut begitu hebat menjauhi panggilan yang  terlihat telah hilang dalam pandangan dan pengalaman hidup mereka, sehingga semua pikiran dan kehendak Sang Kristus atas mereka sejak semula bukan saja dipulihkan tetapi diteguhkan di muka bumi ini. Sang Kristus memulai percakapan penuh kuasa  atas setiap muridnya tepat pada situasi sukar yang mereka alami: kekurangan pangan dan hidup kehilangan panggilan yang mereka terima dari Sang Kristus. Mari kita memperhatikan percakapan ini:

0 Hal Pertama yang Dilakukan Kristus Kepada Para Muridnya (3)


Sang Kristus Memperlihatkan Tubuhnya Yang Telah Bangkit Dari Antara Orang Mati: "Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku”

Oleh: Blogger Martin Simamora

A.Tubuh Kristus yang Telah Bangkit Lebih Dari Sekedar Bukti Bahwa Kerajaan Maut Telah Dilemparkan Keluar
Apa yang paling istimewa pada diri Sang Kristus itu sendiri bukan pada kebangkitan itu sendiri, tetapi tubuhnya sendiri. Jika kita meninjau kebelakang pada pra penyalibannya dalam pengajaran Kristus maka substansi terpenting pada berita kebangkitan ini adalah tubuhnya sendiri sebab pada tubuhnya itu terkandung berita atau kabar baik itu. Dengan kata lain kebangkitannya tertulis secara utuh pada tubuhnya dan sekaligus penggenapan Kitab Suci terletak dan tertulis pada tubuhnya. Mari kita lihat:

Yohanes 12:23-24 Tetapi Yesus menjawab mereka, kata-Nya: "Telah tiba saatnya Anak Manusia dimuliakan. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah.

Yohanes 12:27 Sekarang jiwa-Ku terharu dan apakah yang akan Kukatakan? Bapa, selamatkanlah Aku dari saat ini? Tidak, sebab untuk itulah Aku datang ke dalam saat ini.

Ini adalah sebuah pengajaran yang bersentral pada dirinya dan kebenarannya benar-benar bersentral pada dirinya sendiri. Semakin sukar karena letak kebenaran dan kegenapannya bukan saja berlangsung didalam kematian tetapi berlangsung didalam dunia orang mati. Apakah yang dilakukan Kristus? Dalam ketakmahatahuan manusia akan apakah sebenarnya yang terjadi dibalik kematian, Kristus bahkan berkata sebagai seorang manusia yang berkuasa dalam kemahadaulatan untuk dalam kematian dirinya menghasilkan kehidupan bukan saja bagi dirinya, tetapi dirinya akan menjadi sumber atau mata air kehidupan yang menaklukan kematian. Dalam sebuah ekspresi yang dapat dipahami terkait kematian dan kehidupan dan kehidupan yang dihasilkan dalam peristiwa kematian, beginilah Kristus bersabda terkait tubuhnya sendiri: sesungguhnya jikalau biji gandumh tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja, tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah. Dalam hal ini Kristus sedang membicarakan satu tujuan agung dan penuh mahakuasa dalam ia memasuki kematian yang dirancang  dunia dalam pemerintahan Allah terkait tujuan kedatangannya kedalam dunia ini. Kristus bahkan benar-benar mengetahui  momen tersebut dan menantikan dengan penuh pengharapan untuk dilakukannya sebagai sebuah tujuan mahakudus: sekarang jiwa-Ku terharu, apakah yang akan Kukatakan? Manusia-manusia tidak menerima peristiwa semacam ini sebab ini begitu keji dan brutal, mengapa harus demikian kelamnya dan brutalnya? Tetapi Kristus berkata begini :

0 Hal Pertama yang Dilakukan Kristus Kepada Para Murid-Nya (2)


Grand Message Kristus Setelah Kebangkitannya dari Kubur: Damai sejahtera bagi kamu!
Oleh: Blogger Martin Simamora


Merupakan situasi yang mencekam bagi para murid sejak Getsemani. Getsemani memang harus dikatakan sebagai sebuah momentum termurni yang sanggup mengeluarkan secara gamblang dan lugas apa sesungguhnya yang terjadi. Setiap murid pada saat itu memasuki momen awal terisolasinya setiap murid Kristus sehingga bukan saja terpisahkan secara jarak fisik tetapi juga terjauhkan secara hebat pada kehendak dan pikiran Kristus. Mari kita melihat momen tersebut yang merupakan kulminasi yang membuat para murid tak mungkin dan mustahil untuk mengiringi Kristus masuk kedalam perjalanan yang memuliakan Sang Mesias-Anak Manusia itu:

Lukas 22:37Sebab Aku berkata kepada kamu, bahwa nas Kitab Suci ini harus digenapi pada-Ku: Ia akan terhitung di antara pemberontak-pemberontak. Sebab apa yang tertulis tentang Aku sedang digenapi."

Lukas 22:38 Kata mereka: "Tuhan, ini dua pedang." Jawab-Nya: "Sudah cukup."

Lukas 22:49 Ketika mereka, yang bersama-sama dengan Yesus, melihat apa yang akan terjadi, berkatalah mereka: "Tuhan, mestikah kami menyerang mereka dengan pedang?"

Lukas 22:50Dan seorang dari mereka menyerang hamba Imam Besar sehingga putus telinga kanannya.
Keterpisahan antara Sang Mesias dan para muridnya begitu keras dan penuh pemberontakan. Mereka bahkan siap untuk mati demi Kristus dengan pedang di tangan dan tanpa segan dihadapan Sang Kristus seorang diantara para muridnya menebaskan pedang tersebut pada seorang hamba Imam Besar, ini ditentang sangat keras oleh Kristus dalam sebuah kedivinitasan sementara Sang Kristus sedang masuk kedalam lembah maut dalam sebuah perjalanan yang dikehendakinya. Perhatikan penentangan divinitas Kristus ini: tetapi Yesus berkata: "Sudahlah itu." Lalu Ia menjamah telinga orang itu dan menyembuhkannya (Lukas 22:51).

Momen tersebut sangat emosional, cinta kepada sang guru begitu membakar emosi para murid, tetapi kedagingan mereka lebih berkuasa daripada  penundukan mereka terhadap Kristus…sebagaimana Kristus tunduk kepada kehendak Bapa sebagaimana telah diucapkannya kepada para muridnya sendiri: sebab Apa yang tertulis tentang Aku sedang digenapi.

Siapa  yang kedagingannya sanggup berdiam dalam damai sejahtera sementara maut sedang mengincar dalam kepresesian yang dikerjakan oleh para serdadu Romawi? Tentu tidak ada. Tetapi Kristus secara sempurna telah mengantisipasi momen tersebut dengan memberikan peringatan agar mereka masuk kedalam kesiagaan dalam doa agar kedagingan mereka dalam kendali penundukan terhadap sabda sang guru sendiri, perhatikan ini:

0 Hal Pertama Yang Dilakukan Kristus Kepada Para Muridnya


Setelah Ia Bangkit Dari Antara Orang Mati:
Ia Menghembuskan Mereka  Roh Kudus, Apakah Yang Terjadi Dalam Kubur?
Oleh: Blogger Martin Simamora


A.Ketika Kristus Memberikan Kuasa Yang Bersemayam Didalam Dirinya Sebelum & Setelah Kebangkitannya Dari Antara Orang Mati
Merupakan momen yang paling krusial dan mencemaskan bagi para murid Kristus yang telah kehilangan satu-satunya figur  yang menjadi sumber kehidupan, pengharapan dan ajaran. Ia bukan sekedar seorang guru yang sekedar mengajar dalam kelas dihadapan para murid dengan kemahiran ilmu pengetahuan dan kebijaksanaan, sebab Ia lebih besar dari itu semua. Kita bahkan bisa melihat aspek ini sebagaimana injil Markus,misalnya, memberikan catatan teramat serius untuk menjadi perhatian dan salah satu titik terpenting untuk merenungkan dan membangun pengenalan yang teramat personal dengan pribadi Yesus Kristus- siapakah Dia. Perhatikan ini:

Markus 1:21-22 Mereka tiba di Kapernaum. Setelah hari Sabat mulai, Yesus segera masuk ke dalam rumah ibadat dan mengajar. Mereka takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat.

Sang Kristus sangat dikenal sebagai bukan saja unik tetapi ia secara langsung diperbandingkan dengan pihak paling penting dalam kehidupan beragama dan rohani bangsa Yahudi. Sebuah perbanding yang tajam tanpa dapat dikonteskan dalam cara apapun selain dalam pandangan dan pengharapan banyak orang kepadanya. Pondasi bahwa ia dikenal sebagai yang berkuasa memang lahir dari pengharapan yang kuat bahwa Ia adalah Mesias sang pembebas. Namun jelas sejak semula tak ada satupun manusia sanggup sedikit saja mendekatinya sehingga sungguh mengenali apakah yang menjadi tujuan kedatangannya kedalam dunia saat itu. Mari lihat indikasi tersebut:

Markus 1:25-27Tetapi Yesus menghardiknya, kata-Nya: "Diam, keluarlah dari padanya!" Roh jahat itu menggoncang-goncang orang itu, dan sambil menjerit dengan suara nyaring ia keluar dari padanya. Mereka semua takjub, sehingga mereka memperbincangkannya, katanya:"Apa ini? Suatu ajaran baru. Ia berkata-kata dengan kuasa. Roh-roh jahatpun diperintah-Nya dan mereka taat kepada-Nya."

Sejak semula, Yesus memang menakjubkan dalam pandangan banyak orang, tetapi pada saat yang sama tak satupun yang dapat mengerti sedikit saja, sehingga sangat mudah untuk menjadi kecewa dan bahkan banyak mengundurkan diri, tak lagi menemukan bahwa pengharapan diri tak lagi berjumpa dengan tujuan Kristus dalam kepenuhan kuasanya, sekalipun.

0 Kain Kapan Itu Tanpa Tubuhnya


Kubur Kosong Yang Mencemaskan Sekaligus Sebuah Kegemilangan Kekal: Kitab Suci Digenapi
Oleh: Blogger Martin Simamora


A.Hari yang Mencengangkan Pada Hari Itu: Kain Kapan Itu Tanpa Tubuhnya
Hari tersebut belum lagi matahari menampakan dirinya untuk membisikan gelap agar beranjak pergi, namun Maria Magdalena telah melangkahkan kakinya  menuju kubur orang yang begitu dikasihinya dan telah mengasihinya secara luar biasa hingga kekedalaman kalbunya. Tak tahu apa yang ada dibenaknya namun perempuan tersebut pasti  berada dalam kedukaan yang tak cukup kuat untuk membuat jiwanya sekarat untuk mematahkan jiwanya melangkah menuju pusat kedukaan yang  menjadi magnet jiwanya saat itu. Ia terus berjalan menuju kubur Sang Terkasih yang tertutup oleh batu besar  begitu kokoh.

Tetapi belum sampai ia pada kubur itu, masih sejauh pemandangan matanya dibawah terang matahari yang perlahan memancar dari ufuk timur, sebuah pemandangan yang menghempaskan keberaniannya telah menyergapnya, matanya memandang batu penutup kubur itu telah beranjak dari tempatnya:
Yohanes 20:1.. pergilah Maria Magdalena ke kubur itu dan ia melihat bahwa batu telah diambil dari kubur.

Siapakah yang melakukannya? Siapakah yang sanggup melakukannya sebab ini adalah kubur seorang manusia yang dijaga begitu ketat oleh serdadu-serdadu terbaik dari sebuah kekuatan adidaya dunia dari daratan Eropa yang begitu kuat mencengkram jazirah Timur Tengah? Kubur Yesus adalah kubur yang dijaga secara begitu kuat oleh angkatan bersenjata imperium Romawi dan dibawah pengawasan mahkamah agama Yahudi:

Matius 27:62-65 Keesokan harinya, yaitu sesudah hari persiapan, datanglah imam-imam kepala dan orang-orang Farisi bersama-sama menghadap Pilatus, dan mereka berkata: "Tuan, kami ingat, bahwa si penyesat itu sewaktu hidup-Nya berkata: Sesudah tiga hari Aku akan bangkit. Karena itu perintahkanlah untuk menjaga kubur itu sampai hari yang ketiga; jikalau tidak, murid-murid-Nya mungkin datang untuk mencuri Dia, lalu mengatakan kepada rakyat: Ia telah bangkit dari antara orang mati, sehingga penyesatan yang terakhir akan lebih buruk akibatnya dari pada yang pertama." Kata Pilatus kepada mereka: "Ini penjaga-penjaga bagimu, pergi dan jagalah kubur itu sebaik-baiknya."

0 Jumat Agung: Memandang Kematian yang Terpampang Begitu Vulgar



Himne-Himne Sinisme Kala Memandang Kematian: “Mengapa Harus Mati Jika Ada Pilihan Untuk Hidup?”
Oleh : Blogger Martin Simamora

A. Kematian Bukan  Hal yang Disimpan Di Lemari Kecil Berdebu
Apalagi untuk menjadi sebuah tujuan! Namun sebetulnya kematian adalah natur umat manusia entah bagaimana kematian itu menghampirinya. Hari ini orang Kristen atau para pengikut Kristus mengenang kematian Mesias yaitu Yesus. Kematian Sang Kristus adalah integral dan substansial bagi iman Kristen sebab bersama-sama dengan kebangkitannya, kematiannya adalah sebuah pondasi yang tegak berdiri pada kedalaman alam kubur/pemerintahan maut yang menjulang tinggi melampaui kehidupan fana bumi pada satu persekutuan kekal dengan Bapa dalam kematian dan kebangkitan Sang Logos yang telah menjadi daging untuk mengerjakan pekerjaan Allah dalam alam maut. Inilah kompas tunggal dalam pengenangan kematian Sang Mesias tersebut. Tetapi perlu kita camkan bahwa kematian tetaplah sebuah hal yang begitu kelam, gelap, dan membutakan jiwa sebab siapapun tak akan mampu melihat hingga menembus dunia kematian untuk sekedar memandang dari kejauhan apa yang sedang terjadi di alam sana.

Kematian, karena itu, oleh manusia akan disimpan oleh semua individu dalam sebuah kamar terkecil, paling sudut dan paling berdebu oleh sebab tak didambakan. Air mata kesedihan dan kedukaan adalah hal yang paling melukai kebahagiaan dan karena itu sanggup meruntuhkan sukacita jiwa dalam sekejap. Tetapi hari-hari saat ini tidak lagi demikian. Kematian bukan lagi bayang-bayang samar, tetapi kini dapat dilihat oleh seluruh dunia sekaligus secara masif dihindari dalam sejumlah protokol bernama: social distancing dengan sejumlah derivatif atau turunannya. Dalam ukuran tertentu terlihat membantu, namun kala kematian via Covid-19 semakin brutal  untuk menandai hampir seluruh penduduk suatu negara maka Lockdown atau kini ada nama lain untuk itu yaitu: Circuit Breaker sebagaimana pemerintah Singapura memberlakukannya  pada hari ini pun terpaksa dilakukan. Tak pernah diantara kita untuk bertatapan muka secara langsung dengan maut dalam sebuah kegentaran yang rasional (bukan dalam ketakutan irasional) sehingga sudah menjadi mode prokotokol untuk mempertahankan jiwa untuk menggunakan: masker, mencuci tangan, menjaga jarak minimal 1 meter, menjaga jarak 10-20 meter kala jogging, isolasi mandiri kala gejala berindikasi Covid-19 di rumah, dan seterusnya. Tak pernah sebelumnya dalam generasi saya dan anda, namun suka tak suka kita dipaksa untuk belajar secara rasional menghadapinya. Maut dengan demikian tidak lagi berada dalam kamar terkecil, paling sudut dan paling berdebu namun dia adalah prime talk dan prime basis of our conduct of life, bahwa kematian yang mengitari bola bumi via Covid-19 telah melahirkan begitu banyak budaya dan mekanisme pertahanan untuk sebisa mungkin maut tidak begitu mudah menyantap jiwa-jiwa manusia.

0 Pengharapan Dunia Dalam Maut yang Mengamuk Di Siang & Malam Hari



Sekalipun Aku Berjalan Dalam Lembah Maut: Kristus Telah Menaklukan Maut dan Memberikan Hidup Kepada Domba-domba-Nya


Oleh: Blogger Martin Simamora

A.Kematian Dalam Angka-Angka: Bukan Sekedar Angka Tetapi Problem Maut Yang Belum Dapat Diselesaikan Manusia
Kemanusiaan umat manusia, saat ini,  dapat dikatakan mengalami momentum yang jarang untuk mengalami sebuah situasi dalam dekapan maut yang begitu nyata sebagai sebuah pengalaman yang berlangsung secara bersamaan dan bersifat global. Negara maju dan berkembang menjadi tak ada bedanya sama sekali jika maut mendekap dunia dengan tangan-tangannya yang menebarkan kematian yang tak dikenali oleh kemajuan peradaban dan teknologi kedokteran. Akibatnya adalah parade kematian dalam angka-angka yang bisa seperti ini:


Tetapi ini bukan sekedar angka kematian tetapi ini adalah problem yang mengepung umat manusia hingga kadang menyudutkannya pada sudut-sudut yang amat tajam sehingga pilihan-pilihan yang sangat sukar dan memiliki problematik moralpun telah menjadi jalan keluar terbaik pada akhirnya! Siapakah yang harus diselamatkan dan siapakah yang harus dibiarkan mati.
 
PILIHAN MUSTAHIL YANG HARUS DIPILIH

Tantangan kehidupan di dunia ini, karena itu, harus dikatakan tak selalu soal  ekonomi, politik, perang dan perdamaian, kesehatan global dan seterusnya. Mengapa demikian? Karena kala struktur dan organik global dunia tak sanggup menanggulangi problem apapun yang menebarkan ancaman dan maut pada siang dan malam tanpa jeda, berskala global, maka ukuran ancaman dan resiko bersifat maut tersebut tak bisa dihadapi secara langsung oleh kemajuan  ilmu pengetahuan dan teknologi umat manusia. Karena itulah, kita dapat menemukan keputusan yang menunjukan ketakberdayaan tersebut sebagaimana yang dikeluarkan oleh panduan medis  yang diterbitkan oleh Italian College of Anesthesia, Analgesia, Resuscitation and Intensive Care yang memandu dunia medis untuk menentukan siapakah yang seharusnya diselamatkan dan siapakah yang harus dibiarkan mati:

0 Kristus Bagi Dunia Yang Rapuh & Gelap


Raja Salomo: Allah Bertakhta Diatas Awan Gelap 
Tebal
Oleh: Blogger Martin Simamora

A.Terang Dunia


Sang Kristus berulang kali membawakan kepada dunia sebuah penerang  yang tak mudah untuk dipahami walau bukan kata asing, yaitu terang. Terang bukanlah konsepsi belaka dan bukan juga sebuah abstraksi sebab begitu kata itu disebutkan maka siapapun akan mengaitkannya dengan pengalaman indrawinya, sekaligus akan mengaitkannya dengan matahari, bulan, bintang-bintang, lampu, senter,lilin dan dan seterusnya. Bahkan pada tatar kemajuan peradaban dunia pun memiliki terangnya sendiri yaitu ilmu pengetahuan yang melahirkan begitu banyak penemuan dan inovasi yang memberikan bukan saja moderinisasi tetapi juga bagaimana melalui kemajuan ilmu pengetahuan, manusia sanggup mempertahankan eksistensinya dari wabah-wabah maut. Akan tetapi Sang Kristus membawa sebuah introduksi terang yang begitu asing untuk benar-benar menjadi kebutuhan bagi setiap manusia. Mari kita memperhatikan sejumlah catatan injil terkait perkataan Yesus mengenai terang:
Matius 4:16  bangsa yang diam dalam kegelapan, telah melihat Terang yang besar dan bagi mereka yang diam di negeri yang dinaungi maut, telah terbit Terang

Matius 5:16 Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang

Yohanes 1:5 Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya.

Yohanes 8:12 Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: "Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup."

Yohanes 12:35-37 Kata Yesus kepada mereka: "Hanya sedikit waktu lagi terang ada di antara kamu. Selama terang itu ada padamu, percayalah kepadanya, supaya kegelapan jangan menguasai kamu; barangsiapa berjalan dalam kegelapan, ia tidak tahu ke mana ia pergi. Percayalah kepada terang itu, selama terang itu ada padamu, supaya kamu menjadi anak-anak terang." Sesudah berkata demikian, Yesus pergi bersembunyi dari antara mereka.            
Dan meskipun Yesus mengadakan begitu banyak mujizat di depan mata mereka, namun mereka tidak percaya kepada-Nya,

Lukas 11:33 "Tidak seorangpun yang menyalakan pelita lalu meletakkannya di kolong rumah atau di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian, supaya semua orang yang masuk, dapat melihat cahayanya.

Diatas ini kita melihat terang tidak hanya dikontraskan dengan gelap namun telah ditunjukan bahwa terang yang dibicarakan bukanlah semacam benda penerang ciptaan yang dikaryakan oleh manusia dalam cara seperti apapun atau bukan hal yang dapat dikenali secara indrawi, sebab bahkan manusia telah digambarkan Kristus sebagai dalam posisi dipeluk oleh maut sehingga secara alami memang hanya memiliki satu kondisi absolut yaitu: berjalan dalam kegelapan. Sementara tak mudah untuk membicarakan terang yang Kristus maksudkan oleh sebab manusia memiliki begitu banyak konsepsi terang dengan ragam pendekatannya, tetapi untuk berbicara maut dan gelap manusia bisa sepakat seiya sekata mengakui bahwa manusia memang dipeluk oleh maut khususnya pada momen-momen dimana maut via ragam instrumen pembunuhnya menyatakan dirinya dalam sebuah vulgarisme yang mengerikan jiwa sebab dalam kurun waktu tertentu bahkan peradaban harus takluk membiarkan jutaan tubuh manusia dikonsumsi oleh  instrumen maut hingga eksistensi kehidupannya dimuka bumi ini diakhiri secara paksa diluar persetujuan setiap manusia. Mari lihat sejumlah informasi atau data dibawah ini sebagai perspektif:

0 Kemahamuliaan Sang Firman dalam Rupa Manusia


Tidak Ada Seorangpun yang Tahu Siapakah Anak Selain Bapa
Oleh: Blogger Martin Simamora


A.Sang Kristus Dalam Kemahamuliaan-Nya: Melihat & Menyatakan Bapa
Sementara Sang Kristus adalah Sang Firman yang turun kedalam dunia dalam sebuah cara yang membuatnya tak memancarkan kemuliaan sebagaimana hakekat-Nya sebab kedatangannya dalam rupa seorang anak manusia, tetapi Yesus tetaplah Dia yang mahamulia. Kemahamuliaan yang tak dapat dilihat, diraba dan dipaham manusia bahkan sekalipun jika manusia itu adalah makhluk roh sebagaimana halnya dengan para malaikat, tak akan mampu. Mengapa demikian? Sebab sekalipun makhluk-makhluk ciptaan itu dalam kemakhlukan yang roh seutuhnya namun ia tetaplah ciptaan dan begitu terpisah dan begitu terjauhkan dalam  kehakekatannya terhadap Allah. Pada Kristus aspek ini adalah hal yang paling substansial jika siapapun ingin mengenali kemuliaan Sang Kristus itu setinggi apakah, dan apakah sehakekatkah dengan Allah Bapa? Jika  hanya Allah saja yang tahu kesejatian Allah maka  oleh karena Yesus adalah Allah Sang Firman yang mengambil bagi dirinya rupa hamba manusia dalam caranya masuk kedalam dunia untuk menggenapi misi Allah sebagaimana dikatakan Kitab Suci, maka sementara Ia dapat dikenali oleh manusia dalam kemanusiaannya, namun dalam keilahiannya tidak mungkin dikenali oleh manusia. Bahkan malaikat dan segenap makhluk sorgawi tidak akan memiliki pengenalan yang sedemikian mulianya terhadap Sang Anak Manusia  tersebut.  Itulah sebabnya ketika kemahamuliaan semacam ini yang ditampilkan Sang Mesias sendiri, siapapun sedang berhadapan dengan Allah yang tak mungkin didekati walau sekaligus ia dapat dikenali dalam kemanusiaannya. Perhatikan ini:

Lukas 10:22 tidak ada seorangpun yang tahu siapakah Anak selain Bapa, dan siapakah Bapa selain Anak

Sang Kristus sedang menunjukan kemahamuliaannya yang membuat setiap manusia yang sedekat apapun dengan-Nya harus penuh kerendahan hati untuk menyatakan bahwa pengenalan sekaya apapun yang dimilikinya akan senantiasa berada dibawah  pengenalan penuh kemahamuliaan yang hanya dimiliki Bapa dan Anak: tidak ada seorangpun yang tahu siapakah Bapa selain Anak; tidak ada seorangpun yang tahun siapakah Anak selain Bapa. Kristus yang diutus agar dikenali manusia, karena itu, oleh injil Yohanes pun dikatakan sebagai satu-satunya yang berada dalam kesehakekatan untuk dapat berkata yang akan menunjukan kemahamuliaan yang bersemayam hanya dalam Allah saja, perhatikan apa yang dinyatakan rasul Yohanes dalam injilnya ini:

Yohanes 1:18 Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya

0 Peringatan Menghadapi Para Penyesat


Waspadalah Terhadap Mereka
Oleh: Blogger Martin Simamora


A.Peringatan Penting Dalam Penggembalaan Jemaat
Ada pandangan yang sedang digadang-gadang oleh hamba tuhan tenar bahwa doktrin bukan hal penting atau pokok karena lebih sering menimbulkan masalah atau perpecahan daripada persatuan. Apakah benar doktrin atau pengajaran bukan hal penting daripada persatuan atau kasih itu sendiri. Ada yang dilupakan atau sedang mengangkat diri mengatasi kitab suci sehingga sama sekali tak lagi peduli bahwa dalam kitab sucinya ada tertulis demikian:

Roma 16:17 Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, supaya kamu waspada terhadap mereka, yang bertentangan dengan pengajaran yang telah kamu terima, menimbulkan perpecahan dan godaan. Sebab itu hindarilah mereka!

Doktrin atau pengajaran adalah penting dan teramat penting pada tingkatan yang tak mudah namun mutlak harus dilakukan dan ditaati: supaya waspada  terhadap mereka yang bertentangan dengan pengajaran yang telah kamu terima. Perhatikan, telah diinstruksikan jika jemaat Tuhan berjumpa dengan kelompok atau seseorang dengan pengajaran yang berbeda dengan apa yang menjadi pengakuan iman bersama umat Tuhan, maka hindarilah mereka. Jika instruksinya hindarilah mereka maka pada prakteknya di level jemaat jika anda percaya pada instruksi dalam kitab suci ini maka: keluarlah atau tinggalkanlah agar jangan lagi hidup dalam pengajaran yang bertentangan dengan kitab suci. Jelas sekali bahwa disini  kesatuan dan kasih tak boleh membutakan keobyektifan dan kebenaran firman Tuhan.

1 Pendeta Kemarin Sore Adalah Karbitan?



Orang Muda Perlu Bangkit Melawan Ragam Penyesatan Sementara Ia Masih Muda Dan Memerlukan Bimbingan
Oleh: Blogger Martin Simamora

A. Introduksi
Dalam sebuah program tayang langsung atau live di media sosial  yang dipandu oleh pendeta Gilbert L dengan bintang tamunya pendeta Erastus Sabdono, dalam video yang dapat dinikmati di facebook termasuk versi yang sudah dilengkapi dengan tanggapan langsung, seperti oleh pendeta Esra Soru,dikatakan oleh pendeta Gilbert sebagai prolognya dalam tayangan youtube tersebut... yang saya rangkumkan dalam sejumlah poin berikut ini:
            -pendeta baru tahun lalu
            -pendeta karbitan
            -baru tahun lalu/kemarin sore
            -aktif di youtube
Lalu segera ia memperkenalkan pendeta Erastus sebagai sosok yang istimewa dalam relasi yang sangat personal dan empatik:
            -kakak kelas
            -mentor
            -dosen pembimbing di seminari dimana pendeta Gilbert juga belajar
Secara lugas dan gamblang, tujuan pendeta Gilbert hendak mengatakan bahwa pendeta Erastus bukanlah seorang pendeta baru atau baru menyeruak ke permukaan tahun lalu dan apalagi karbitan. Introduksi ini walau  semula terlihat hendak melakukan komparasi atau tinjauan, dan saya berharap akan muncul semacam tanggapan atau jawaban terhadap pihak yang dianggap sebagai pendeta karbitan, atau kemarin sore, ternyata tidak karena kemudian pendeta Gilbert segera memoderasi perbincangan ini sebatas apa yang dianggapnya “sama” atau memiliki “kesamaan saja”. Dengan kata lain, terhadap mereka yang ditudingnya sebagai pendeta baru tahun lalu atau pendeta karbitan dengan pemikiran teologisnya yang kemudian secara tak langsung diklasifikasikan sebagai “karbitan”, menjadi tak muncul atau dikandaskan begitu saja dengan menegakan terlebih dahulu bahwa semua pendeta karbitan yang muncul di medsos tak layak untuk masuk dipanggung acara tersebut.Ini sangat disayangkan sebab menjadi tak “both side coverage” sementara terlanjur mengemukakan “perbedaan” dan “kesamaan”. Artikel ini tidak akan menyentuh apa yang dibicarakan setelah ini. Sebab menarik untuk memperkirakan siapakan mereka yang dikategorikan oleh pendeta Gilbert Lumoindong sebagai pendeta karbitan yang secara langsung dikomparasikannya dengan pendeta Erastus Sabdono yang memang seorang pendeta senior yang sangat dihormati oleh pendeta Gilbert.

Tetapi berbicara pelayan-pelayan firman yang lebih muda atau baru muncul dan berhubungan dengan menghadapi perbedaan teologi yang masuk ke wilayah begitu berbeda dengan injil Kristus sebagaimana diajarkan para rasul, kita perlu merujuk rasul Paulus,sebagai referensi bagaimana seharusnya bersikap, pernah menuliskan dalam sebuah surat kepada Timotius, begini:

1 Timotius 4:6-Dengan selalu mengingatkan hal-hal itu kepada saudara-saudara kita, engkau akan menjadi seorang pelayan Kristus Yesus yang baik, terdidik dalam soal-soal pokok iman kita dan dalam ajaran sehat yang telah kauikuti selama ini.

1 Timotius 4:10  Itulah sebabnya kita berjerih payah dan berjuang, karena kita menaruh pengharapan kita kepada Allah yang hidup, Juruselamat semua manusia, terutama mereka yang percaya.

1 Timotius 4:11-12Beritakanlah dan ajarkanlah semuanya itu. Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.

1 Timotius 4:16 Awasilah dirimu sendiri dan awasilah ajaranmu. Bertekunlah dalam semuanya itu, karena dengan berbuat demikian engkau akan menyelamatkan dirimu dan semua orang yang mendengar engkau.

1 Hyper Fantasia: Apakah Yesus yang Memberkati adalah JIN?


Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah
Oleh: Blogger Martin Simamora
Sometimes I think we know more about outer space than we do our own minds,” … newscientist.com



A. Sang Firman adalah Allah yang Lebih Rendah, dan Dalam Dalam Kodrat Manusianya  Bernatur Dosa, Benarkah?
Ada banyak cara atau paradigma yang bisa dibangun  atau dirancang untuk mengokohkan atau membuktikan kebenaran sebuah premis. Misal premis: Yesus yang memberkati adalah Yesus jin, Yesus adalah saudara setan?Lucifer, Yesus adalah Sang Firman dalam kodrat manusianya  bernatur dosa sehingga ia harus lebih dulu berjuang habis-habisan, sehingga mustahil ia adalah Tuhan dan apalagi sehakekat dengan Tuhan. Ya…bisa dengan pradigma yang sangat spekulatif berdasarkan sejumlah variabel “common sense” yang dimunculkan sebagai bahan baku untuk membangun kerangka berpikirnya, hingga hal yang jauh lebih teknis yang bergerak dari basis-misal-  gramatika Yunani yang menyoal “theos” dan “ho theos”, atau bahkan kombinasi keduanya yang dirancang sedemikian rupa menjadi sebuah hipotesis yang terlihat brilian, tak peduli apakah sudah pernah diuji dan dibuka untuk sebuah uji tesis?

Judul yang saya pilih memang merupakan sebuah pilihan yang jenaka sebab “jin” sendiri sama sekali tak mungkin disandingkan dengan Yesus Anak Maria yang lahir di Bethlehem yang diberitakan oleh bala tentara Malaikat, apalagi berdasarkan pra asumsinya yang mengatakan Yesus yang memberkati dan yang menyelamatkan maka pasti bukan Yesus yang sejati. Yesus sejati adalah yang membawamu pada rangkaian penderitaan demi penderitaan. Tentu saja ini benar-benar melawan hakekat dari Bapa itu sendiri dan Sang Firman. Apakah anda akan mengatakan doa berikut ini adalah sebuah mantra untuk memanggil Yesus Jin…
           
Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.            
Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya  dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. (Mat 6:9-13)

Pikirkanlah dan renungkanlah sebelum membaca lebih lanjut blog ini:

0 Kristus dan Kerajaan Allah (C)


Segala Otoritas Di Tangan-Ku
Oleh: Blogger Martin Simamora


A.Kerajaan & Kuasa Pemerintahan Kristus Di Dunia Hidup dan Di Dunia Mati
Sang Kristus di dunia hidup senantiasa menunjukan bahwa Ia adalah Tuhan atas dunia orang hidup dan dunia orang mati sebagai Raja yang berkuasa untuk menarik manusia yang dikehendaki-Nya untuk menerima hidup yang menaklukan kuasa pemerintahan maut. Bagaimana ia menunjukannya membuat siapapun akan sukar untuk mendekatinya dalam realm pikir manusia paling jernih sekalipun, tak terkecuali orang-orang yang bukan saja murid tetapi yang begitu dikasihinya kala ia ada di bumi ini. Perhatikan  bagaimana Sang Kristus menunjukannya:
           
Jawab Yesus: "Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?" (Yohanes 11:25-26)

Percayakah engkau akan hal ini? Pertanyaan ini sungguh-sungguh menunjukan bahwa ada satu celah pemisah yang besar antara manusia dan manusia-antara manusia dan Sang Anak manusia. Sementara manusia memahami mati adalah mati serta sebuah realitas kesudahan yang memperbudak manusia, pada Anak Manusia kematian adalah kuasa yang bukan hanya tunduk kepadanya tetapi ia memerintah sebagai yang berdaulat atas pemerintahan maut itu sendiri. Perhatikan bagaimana ia berkata dengan sebuah permulaan yang mempertemukan kematian  dengan dirinya sendiri sebagai yang tak mungkin takluk pada kematian itu dan justru dalam kematian itulah ia menegakan pemerintahannya pada peristiwa: “Akulah kebangkitan.” Pasangan bagi “kebangkitan” adalah “hidup” sementara “kebangkitan” adalah kuasa pemerintahan yang bekerja menaklukan kematian…bekerja secara total pada dirinya.

Tetapi apakah itu sebuah konsepsi belaka atau doktrinal pemuliaan tubuh Kristus yang melampaui kodratinya? Inilah persoalan yang secara jitu disingkapkan Kristus dengan sebuah pertanyaan: percayakan engkau akan hal ini? Kristus jika Ia adalah Raja maka ia sedang masuk pada sebuah dunia yang tak satupun raja dan kuasa pemerintahannya sanggup untuk memasukinya bahkan dengan pasukan terbesar dan terkuatnya. Kristus bahkan masuk pada dimensi bukan sekedar membangkitkan tetapi menaklukan kematian itu sehingga pada saat-Nya tidak akan sama sekali mampu bekerja untuk mendatangkan kematian. Itu sebabnya Kristus berkata: dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya.
Anchor of Life Fellowship , Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri - Efesus 2:8-9