0 Tinjauan:Pengajaran Pdt.Erastus Sabdono Tentang Corpus Delicti (40/40)

Oleh: Martin Simamora

Sepuluh Bagian Keempat
Mereka Akan Berperang Melawan Anak Domba Sampai Segala Firman Allah Telah Digenapi

(Lebih dulu di “Bible Alone”-Rabu, 15 September 2016- telah diedit dan dikoreksi)

After this I saw four angels standing on the four corners of the earth , holding the four winds of the earth , to not blow on the earth, neither the sea, nor on any tree . 2 And I saw another angel ascending from the rising sun , having the seal of the living God : and he cried with a loud voice to the four angels who had been given power to harm earth and sea , 3 Saying, hurt not the earth, neither the sea, nor the trees , till we have sealed in the foreheads of the servants of our God- Rev 7:1-3

Bacalah lebih dulu: “bagian 39


Pada dasarnya ada 2  yang menyatakan di dunia ini apakah tujuan atau agenda Allah atas manusia-manusia di duniabiarlah gandum dan lalang tumbuh bersamaini agar dilakukan, ditaati dan dihidupi hingga kesudahan hidupnya. Mari kita perhatikan 2 yang menyatakannya:

Pertama: Yesus Sang Mesias:
Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku”- Yohanes 15:18 [juga lihat: Matius 5:16; Yohanes 8:31; 2 Yohanes 1:9]


Kedua: Roh Kudus Sang Penolong:
Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman; akan dosa, karena mereka tetap tidak percaya kepada-Ku; akan kebenaran, karena Aku pergi kepada Bapa dan kamu tidak melihat Aku lagi; akan penghakiman, karena penguasa dunia ini telah dihukum.”- Yohanes 16:8-11

Ia akan memuliakan Aku, sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimanya dari pada-Ku”- Yohanes 16:14

Segala sesuatu yang Bapa punya, adalah Aku punya; sebab itu Aku berkata: Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimanya dari pada-Ku."-Yohanes 16:15
Keduanya memang diutus oleh Bapa untuk datang ke dalam dunia ini (Yesus Sang Mesias: Yohanes 6:38; Yohanes 3:17; Yohanes 4:34; Yohanes 5:30; Yohanes  6:29; Yohanes 6:42; Yohanes 6;57; Yohanes 16:5- juga lihat: Ibrani 1:6; Ibrani 10:5; Roh Kudus Sang Penolong: Yohanes 14:16-17; Yohanes 14:26; Yohanes 15:26; Kisah Para Rasul 1:4) untuk berbicara atau bersabda bagi dunia agar dipercaya, diterima dan ditaati sebagai kebenaran abadi dan kekal. Kekal sebab baik Anak dan Roh Kudus adalah kekal; Anak kekal adanya dan bersama-sama dengan Bapa sepemerintahan dan saling mengasihi satu sama lain dan memiliki kehormatan yang sama satu sama lainnya (Yohanes 6:62; Yohanes 15:9; Yohanes 5:20; Yohanes 5:21; Yohanes 5:22-23; Yohanes 5:26) dan demikian juga dengan Roh Kudus!


Karena itulah, sebagaimana baik Anak dan Roh Kudus tak pernah sama sekali menyatakan kebenaran sebagaimana pada konsepsi yang diajukan oleh pendeta Dr. Erastus Sabadono: bahwa Allah bercelah di hadapan iblis terkait pembuktian Corpus Delicti, maka siapakah manusia yang dapat berdiri dan melawan sabda yang diucapkan baik Anak dan Roh Kudus sebagaimana dikehendaki oleh Bapa?


Bahkan kitab Wahyu secara fundamental menunjukan apakah tujuan kedatangan Yesus Sang Mesias  untuk kedua kalinya itu, apakah mengandung problem sebagaimana konspesi pendeta Dr. Erastus Sabdono: “Allah bercelah dihadapan iblis sehingga akan terlebih dahulu memeriksa anak-anak Allah yang mau menjadi corpus delicti itu, setelah dibangkitkan dari kematian, diperiksa kelayakannya dan kemudian di serahkan kepada Bapa yang masih bercelah dihadapan iblis?” Apakah sebagaimana konsepsi pendeta Erastus Sabdono, Kitab Wahyu bersaksi? Mari kita memperhatikan sejumlah pernyataan-pernyataan prinsip di dalam Wahyu yang menunjukan siapakah Yesus dan apakah tujuan kedatangannya sama sekali tak ada mengandung problem “Allah bercelah dihadapan iblis terkait pembuktian corpus delicti sebagai  dasar untuk membinasakan iblis yang mana hingga kini Allah tidak memiliki kemampuan untuk membuktikan kesalahan iblis secara telak”:

dan dari Yesus Kristus, Saksi yang setia, yang pertama bangkit dari antara orang mati dan yang berkuasa atas raja-raja bumi ini. Bagi Dia, yang mengasihi kita dan yang telah melepaskan kita dari dosa kita oleh darah-Nya-- dan yang telah membuat kita menjadi suatu kerajaan, menjadi imam-imam bagi Allah, Bapa-Nya, --bagi Dialah kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya. Amin. Lihatlah, Ia datang dengan awan-awan dan setiap mata akan melihat Dia, juga mereka yang telah menikam Dia. Dan semua bangsa di bumi akan meratapi Dia. Ya, amin. Aku adalah Alfa dan Omega, firman Tuhan Allah, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, Yang Mahakuasa.”- Wahyu 1:5-8


“Sesungguhnya Aku datang segera dan Aku membawa upah-Ku untuk membalaskan kepada setiap orang menurut perbuatannya. Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terkemudian, Yang Awal dan Yang Akhir." Berbahagialah mereka yang membasuh jubahnya. Mereka akan memperoleh hak atas pohon-pohon kehidupan dan masuk melalui pintu-pintu gerbang ke dalam kota itu. Tetapi anjing-anjing dan tukang-tukang sihir, orang-orang sundal, orang-orang pembunuh, penyembah-penyembah berhala dan setiap orang yang mencintai dusta dan yang melakukannya, tinggal di luar. Aku, Yesus, telah mengutus malaikat-Ku untuk memberi kesaksian tentang semuanya ini kepadamu bagi jemaat-jemaat. Aku adalah tunas, yaitu keturunan Daud, bintang timur yang gilang-gemilang. Roh dan pengantin perempuan itu berkata: "Marilah!" Dan barangsiapa yang mendengarnya, hendaklah ia berkata: "Marilah!" Dan barangsiapa yang haus, hendaklah ia datang, dan barangsiapa yang mau, hendaklah ia mengambil air kehidupan dengan cuma-cuma! Aku bersaksi kepada setiap orang yang mendengar perkataan-perkataan nubuat dari kitab ini: "Jika seorang menambahkan sesuatu kepada perkataan-perkataan ini, maka Allah akan menambahkan kepadanya malapetaka-malapetaka yang tertulis di dalam kitab ini. Dan jikalau seorang mengurangkan sesuatu dari perkataan-perkataan dari kitab nubuat ini, maka Allah akan mengambil bagiannya dari pohon kehidupan dan dari kota kudus, seperti yang tertulis di dalam kitab ini." Ia yang memberi kesaksian tentang semuanya ini, berfirman: "Ya, Aku datang segera!" Amin, datanglah, Tuhan Yesus! Kasih karunia Tuhan Yesus menyertai kamu sekalian! Amin.- Wahyu 22:12-21

Kitab Wahyu sejak permulaan hingga kesudahannya menunjukan kemahakuasaan yang begitu sempurna pada diri  Bapa, Anak dan Roh Kudus. Tak ada problem Allah bercelah di hadapan iblis sehingga sampai perlu Allah perlu mendesain sebuah agenda dalam penciptaan manusia yang terkait kebercelahan Allah di hadapan iblis. Bahkan iblis pun tak pernah memiliki gagasan sebagaimana yang dipikirkan oleh pendeta Dr. Erastus Sabdono sebab Sang Firman Allah digambarkan sebagai hakim yang melakukan penghakiman dan pembinasaan terhadap kejahatan di dalam rejim atau pemerintahan iblis di dunia ini dengan syarat pembuktian Corpus Delicti atau Allah harus terlebih dahulu membuktikan kesalahan iblis dengan barang bukti yang disediakan oleh para manusia anak-anak Allah. Sebaliknya Anak begitu berkuasa untuk menghakimi dan mengadakan perhitungan atas kejahatan:

Lalu aku melihat sorga terbuka: sesungguhnya, ada seekor kuda putih; dan Ia yang menungganginya bernama: "Yang Setia dan Yang Benar", Ia menghakimi dan berperang dengan adil. Dan mata-Nya bagaikan nyala api dan di atas kepala-Nya terdapat banyak mahkota dan pada-Nya ada tertulis suatu nama yang tidak diketahui seorangpun, kecuali Ia sendiri. Dan Ia memakai jubah yang telah dicelup dalam darah dan nama-Nya ialah: "Firman Allah."  Dan semua pasukan yang di sorga mengikuti Dia; mereka menunggang kuda putih dan memakai lenan halus yang putih bersih. Dan dari mulut-Nya keluarlah sebilah pedang tajam yang akan memukul segala bangsa. Dan Ia akan menggembalakan mereka dengan gada besi dan Ia akan memeras anggur dalam kilangan anggur, yaitu kegeraman murka Allah, Yang Mahakuasa. Dan pada jubah-Nya dan paha-Nya tertulis suatu nama, yaitu: "Raja segala raja dan Tuan di atas segala tuan."


Dia adalah Raja segala raja dan Tuan  di atas segala tuan! Dengan kata lain tak ada satu kuasa dan kekuatan yang dapat berdiri setara dengannya seolah ia iblis tak bercelah dan malah begitu berkuasa atas Anak sehingga  membutuhkan pertolongan anak-anak Allah untuk membungkam iblis!


Demikian juga kepada 7 gereja di Asia, Yesus Sang Mesias tak pernah sedikit pun memberitahukan sebuah problem yang belakangan baru diketahuinya bahwa Allah bercelah di hadapan iblis karena ia sebetulnya tak berkuasa atas iblis untuk begitu saja menaklukan iblis. Jika kita membaca 7 surat kepada 7 gereja atau jemaat di Asia di Wahyu 2:1-3:22, yang tersaji justru Sang Kristus yang sedang menggembalakan gereja-Nya, sedang menegur  gereja-Nya  agar memperhatikan bagaimana seharusnya hidup di dunia ini bagi kemuliaan-Nya. Misalkan saja 3 diantaranya:

“Tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Efesus: Inilah firman dari Dia, yang memegang ketujuh bintang itu di tangan kanan-Nya dan berjalan di antara ketujuh kaki dian emas itu. Aku tahu segala pekerjaanmu: baik jerih payahmu maupun ketekunanmu. Aku tahu, bahwa engkau tidak dapat sabar terhadap orang-orang jahat, bahwa engkau telah mencobai mereka yang menyebut dirinya rasul, tetapi yang sebenarnya tidak demikian, bahwa engkau telah mendapati mereka pendusta. Dan engkau tetap sabar dan menderita oleh karena nama-Ku; dan engkau tidak mengenal lelah. Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula. Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat.- Wahyu 2:1-5


“Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Smirna: Inilah firman dari Yang Awal dan Yang Akhir, yang telah mati dan hidup kembali: Aku tahu kesusahanmu dan kemiskinanmu--namun engkau kaya--dan fitnah mereka, yang menyebut dirinya orang Yahudi, tetapi yang sebenarnya tidak demikian: sebaliknya mereka adalah jemaah Iblis. Jangan takut terhadap apa yang harus engkau derita! Sesungguhnya Iblis akan melemparkan beberapa orang dari antaramu ke dalam penjara supaya kamu dicobai dan kamu akan beroleh kesusahan selama sepuluh hari. Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, ia tidak akan menderita apa-apa oleh kematian yang kedua."- Wahyu 2:8-11


Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Pergamus: Inilah firman Dia, yang memakai pedang yang tajam dan bermata dua: Aku tahu di mana engkau diam, yaitu di sana, di tempat takhta Iblis; dan engkau berpegang kepada nama-Ku, dan engkau tidak menyangkal imanmu kepada-Ku, juga tidak pada zaman Antipas, saksi-Ku, yang setia kepada-Ku, yang dibunuh di hadapan kamu, di mana Iblis diam. Tetapi Aku mempunyai beberapa keberatan terhadap engkau: di antaramu ada beberapa orang yang menganut ajaran Bileam, yang memberi nasihat kepada Balak untuk menyesatkan orang Israel, supaya mereka makan persembahan berhala dan berbuat zinah. Demikian juga ada padamu orang-orang yang berpegang kepada ajaran pengikut Nikolaus. Sebab itu bertobatlah! Jika tidak demikian, Aku akan segera datang kepadamu dan Aku akan memerangi mereka dengan pedang yang di mulut-Ku ini. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, kepadanya akan Kuberikan dari manna yang tersembunyi; dan Aku akan mengaruniakan kepadanya batu putih, yang di atasnya tertulis nama baru, yang tidak diketahui oleh siapapun, selain oleh yang menerimanya."- Wahyu 2;12-17




Bahwa memang tidak ada sama sekali problem pembuktian corpus delicti sebagaimana konsepsi pendeta Dr. Erastus Sabdono, dapat kita lihat pada penglihatan akhir zaman dan bumi dan langit baru (Wahyu 4:1-22:5). Misalkan saja diantaranya:

Kemudian dari pada itu aku melihat: Sesungguhnya, sebuah pintu terbuka di sorga dan suara yang dahulu yang telah kudengar, berkata kepadaku seperti bunyi sangkakala, katanya: Naiklah ke mari dan Aku akan menunjukkan kepadamu apa yang harus terjadi sesudah ini. Segera aku dikuasai oleh Roh dan lihatlah, sebuah takhta terdiri di sorga, dan di takhta itu duduk Seorang. Dan Dia yang duduk di takhta itu nampaknya bagaikan permata yaspis dan permata sardis; dan suatu pelangi melingkungi takhta itu gilang-gemilang bagaikan zamrud rupanya. Dan sekeliling takhta itu ada dua puluh empat takhta, dan di takhta-takhta itu duduk dua puluh empat tua-tua, yang memakai pakaian putih dan mahkota emas di kepala mereka. Dan dari takhta itu keluar kilat dan bunyi guruh yang menderu, dan tujuh obor menyala-nyala di hadapan takhta itu: itulah ketujuh Roh Allah. Dan di hadapan takhta itu ada lautan kaca bagaikan kristal; di tengah-tengah takhta itu dan di sekelilingnya ada empat makhluk penuh dengan mata, di sebelah muka dan di sebelah belakang. Adapun makhluk yang pertama sama seperti singa, dan makhluk yang kedua sama seperti anak lembu, dan makhluk yang ketiga mempunyai muka seperti muka manusia, dan makhluk yang keempat sama seperti burung nasar yang sedang terbang. Dan keempat makhluk itu masing-masing bersayap enam, sekelilingnya dan di sebelah dalamnya penuh dengan mata, dan dengan tidak berhenti-hentinya mereka berseru siang dan malam: "Kudus, kudus, kuduslah Tuhan Allah, Yang Mahakuasa, yang sudah ada dan yang ada dan yang akan datang." Dan setiap kali makhluk-makhluk itu mempersembahkan puji-pujian, dan hormat dan ucapan syukur kepada Dia, yang duduk di atas takhta itu dan yang hidup sampai selama-lamanya, maka tersungkurlah kedua puluh empat tua-tua itu di hadapan Dia yang duduk di atas takhta itu, dan mereka menyembah Dia yang hidup sampai selama-lamanya. Dan mereka melemparkan mahkotanya di hadapan takhta itu, sambil berkata: Ya Tuhan dan Allah kami, Engkau layak menerima puji-pujian dan hormat dan kuasa; sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu; dan oleh karena kehendak-Mu semuanya itu ada dan diciptakan.- Wahyu 4:1-11


Apa yang  diserukan siang dan malam, ternyata, bukan semacam: “corpus delicti, corpus delicti, corpus delicti, bukti sempurna dan mulia yang sanggup membungkam iblis sudah ada, dan yang ada dan yang akan datang.”


Tak ada sama sekali sebuah problem Allah di dalam kehidupan para penghuni sorgawi tersebut.


Di sorga apa yang sangat dinantikan-nantikan bukan anak-anak Allah yang sukses mau menjadi corpus delicti sehingga dapat membungkam iblis dan dengan demikian membantu Allah menutupi kebercelahannya di hadapan iblis. Di sorga apa yang begitu dinanti-nantikan adalah satu-satunya Anak Domba Allah yang penuh kuasa dan mahakuasa, satu-satunya yang berkuasa untuk melakukan apa yang hanya Dialah yang berhak melakukannya:


“Maka aku melihat di tangan kanan Dia yang duduk di atas takhta itu, sebuah gulungan kitab, yang ditulisi sebelah dalam dan sebelah luarnya dan dimeterai dengan tujuh meterai. Dan aku melihat seorang malaikat yang gagah, yang berseru dengan suara nyaring, katanya: "Siapakah yang layak membuka gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya?" Tetapi tidak ada seorangpun yang di sorga atau yang di bumi atau yang di bawah bumi, yang dapat membuka gulungan kitab itu atau yang dapat melihat sebelah dalamnya. Maka menangislah aku dengan amat sedihnya, karena tidak ada seorangpun yang dianggap layak untuk membuka gulungan kitab itu ataupun melihat sebelah dalamnya. Lalu berkatalah seorang dari tua-tua itu kepadaku: "Jangan engkau menangis! Sesungguhnya, singa dari suku Yehuda, yaitu tunas Daud, telah menang, sehingga Ia dapat membuka gulungan kitab itu dan membuka ketujuh meterainya." Maka aku melihat di tengah-tengah takhta dan keempat makhluk itu dan di tengah-tengah tua-tua itu berdiri seekor Anak Domba seperti telah disembelih, bertanduk tujuh dan bermata tujuh: itulah ketujuh Roh Allah yang diutus ke seluruh bumi. Lalu datanglah Anak Domba itu dan menerima gulungan kitab itu dari tangan Dia yang duduk di atas takhta itu. Ketika Ia mengambil gulungan kitab itu, tersungkurlah keempat makhluk dan kedua puluh empat tua-tua itu di hadapan Anak Domba itu, masing-masing memegang satu kecapi dan satu cawan emas, penuh dengan kemenyan: itulah doa orang-orang kudus. Dan mereka menyanyikan suatu nyanyian baru katanya: "Engkau layak menerima gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya; karena Engkau telah disembelih dan dengan darah-Mu Engkau telah membeli mereka bagi Allah dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa. Dan Engkau telah membuat mereka menjadi suatu kerajaan, dan menjadi imam-imam bagi Allah kita, dan mereka akan memerintah sebagai raja di bumi." Maka aku melihat dan mendengar suara banyak malaikat sekeliling takhta, makhluk-makhluk dan tua-tua itu; jumlah mereka berlaksa-laksa dan beribu-ribu laksa, katanya dengan suara nyaring: "Anak Domba yang disembelih itu layak untuk menerima kuasa, dan kekayaan, dan hikmat, dan kekuatan, dan hormat, dan kemuliaan, dan puji-pujian!" Dan aku mendengar semua makhluk yang di sorga dan yang di bumi dan yang di bawah bumi dan yang di laut dan semua yang ada di dalamnya, berkata: "Bagi Dia yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba, adalah puji-pujian dan hormat dan kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya!" Dan keempat makhluk itu berkata: "Amin". Dan tua-tua itu jatuh tersungkur dan menyembah.- Wahyu 5:1-14

Adakah di sini Allah mengutus Anak untuk menjadi corpus delicti bagi anak-anak Allah dari segala bangsa dalam relasi agar mereka mau menjadi corpus delicti bagi Allah di hadapan iblis? Membantu Allah yang  bercelah dan tak berdaya di hadapan iblis? Tidak sama sekali, sebab beginilah tujuan Allah dalam mengutus Anak ke dalam dunia ini:

Engkau telah disembelih dan dengan darah-Mu Engkau telah membeli mereka bagi Allah dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa. Dan Engkau telah membuat mereka menjadi suatu kerajaan, dan menjadi imam-imam bagi Allah kita,…


Tak ada, kelak pada saat-Nya, seruan-seruan menderu yang memuliakan diri anak-anak Allah itu sendiri, seperti “ kemenangan  bagi Allah kita telah berada di tangan kami yang telah begitu setia, setia sampai mati untuk mau menjadi corpus delicti atau barang bukti yang menunjukan iblis memang bersalah di dalam pengadilan Allah.” Sebaliknya ada, kelak pada saat-Nya, seruan-seruan menderu yang memuliakan  Yesus Sang Anak Domba. Perhatikanlah berikut ini:

Kemudian dari pada itu aku melihat: sesungguhnya, suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhitung banyaknya, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa, berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem di tangan mereka. Dan dengan suara nyaring mereka berseru: "Keselamatan bagi Allah kami yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba!" Dan semua malaikat berdiri mengelilingi takhta dan tua-tua dan keempat makhluk itu; mereka tersungkur di hadapan takhta itu dan menyembah Allah, sambil berkata: "Amin! puji-pujian dan kemuliaan, dan hikmat dan syukur, dan hormat dan kekuasaan dan kekuatan bagi Allah kita sampai selama-lamanya! Amin!"- Wahyu 7:9-12


Alih-alih menjadi corpus delicti hingga mati demi membungkam iblis di hadapan Allah sebagaimana konsepsi pendeta Dr. Erastus Sabdono, di sini anak-anak Allah digambarkan sebagai BARANG BUKTI  atau Corpus Delicti yang menunjukan kesuksesan tak bercelah Anak Domba membebaskan manusia-manusia segala bangsa dari perbudakan iblis dengan  cara membinasakan pemerintahan maut oleh iblis dalam kematian dan kebangkitannya di bumi,sehingga mau menjadi pengikut Kristus: “memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem.” Perhatikan kesaksian berikut ini:

“Dan seorang dari antara tua-tua itu berkata kepadaku: "Siapakah mereka yang memakai jubah putih itu dan dari manakah mereka datang?" Maka kataku kepadanya: "Tuanku, tuan mengetahuinya." Lalu ia berkata kepadaku: "Mereka ini adalah orang-orang yang keluar dari kesusahan yang besar; dan mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba. Karena itu mereka berdiri di hadapan takhta Allah dan melayani Dia siang malam di Bait Suci-Nya. Dan Ia yang duduk di atas takhta itu akan membentangkan kemah-Nya di atas mereka. Mereka tidak akan menderita lapar dan dahaga lagi, dan matahari atau panas terik tidak akan menimpa mereka lagi. Sebab Anak Domba yang di tengah-tengah takhta itu, akan menggembalakan mereka dan akan menuntun mereka ke mata air kehidupan. Dan Allah akan menghapus segala air mata dari mata mereka."- Wahyu 7:9-17


Jelas sekali apakah relasi antara anak-anak Allah  terhadap Anak Domba itu? Bukan dalam relasi pembuktian corpus delicti dan bukan dalam agende penciptaan Allah terkait pembuktian corpus delicti demi membantu Allah yang bercelah di hadapan iblis, tetapi inilah hubungan antara keduanya: “Anak Domba yang di tengah-tengah takhta itu, akan menggembalakan mereka dan akan menuntun mereka ke mata air kehidupan.”


Dan  berbicara tentang rahasia Allah atau apa yang belum semua hal terbukakan secara jelas, sebab masih menantikan penggenapan-Nya, telah dijaminkan dan telah dipastikan bahwa apapun rahasia Allah itu dalam kedalamannya, keluasannya dan ketinggiannya, pasti tidak akan bertentangan dengan  apa yang telah dituliskan oleh para nabi di dalam Kitab Suci yang menuliskan tentang Mesias, tetapi  rahasia itu sendiri berpondasi pada apa yang telah disabdakan Allah kepada para nabi kudus-Nya.  Perhatikanlah hal berikut ini:

Tetapi pada waktu bunyi sangkakala dari malaikat yang ketujuh, yaitu apabila ia meniup sangkakalanya, maka akan genaplah keputusan rahasia Allah, seperti yang telah Ia beritakan kepada hamba-hamba-Nya, yaitu para nabi."-Wahyu 10:7


Harus diperhatikan bahwa di dalam Kitab Wahyu terdapat hubungan yang begitu penuh kasih dan begitu penuh pengharapan pada diri para nabi Allah yang kudus dengan Sang Anak Domba. Perhatikan berikut ini:

dan semua bangsa telah marah, tetapi amarah-Mu telah datang dan saat bagi orang-orang mati untuk dihakimi dan untuk memberi upah kepada hamba-hamba-Mu, nabi-nabi dan orang-orang kudus dan kepada mereka yang takut akan nama-Mu, kepada orang-orang kecil dan orang-orang besar dan untuk membinasakan barangsiapa yang membinasakan bumi."- Wahyu 11:18


bahkan di sini pun dinyatakan bahwa relasi antara Allah dengan manusia, bukan sama sekali membutuhkan manusia untuk menjadi corpus delicti sehingga dapat menyediakan bagi Allah sebuah barang bukti atau corpus delicti yang menunjukan kejahatan iblis secara telak. Bukan sama sekali, tetapi Allah yang memberikan upah! Jadi tak ada problem Allah di hadapan iblis!




Mengapakah Iblis Tak Segera Dibinasakan Sekalipun Yesus Kristus Telah Membinasakan Perhambaan Maut atas Semua Manusia Pada Peristiwa Salib; Mengapakah Tak Segera Dibinasakan Juga Eksistensi Iblis dan Kerajaannya Seketika itu Juga?

Bahkan di  Kitab Wahyu, begitu jelas dan begitu gamblang, mengapakah iblis begitu bebas dan tidak segera dibinasakan oleh Allah? Jika memang Yesus Sang Mesias itu telah membinasakan pemerintahan maut, mengapa terlihat setengah kerja? Mengapa tidak secara total saja, yaitu: binasakanlah pemerintahan maut atas manusia dan  binasakanlah juga eksistensi iblis dan kerajaannya itu sendiri, sehingga terjadilah sebuah kenihilan eksistensi iblis pada segala spektrumnya! Coba perhatikanlah ini:


Mereka akan berperang melawan Anak Domba. Tetapi Anak Domba akan mengalahkan mereka, karena Ia adalah Tuan di atas segala tuan dan Raja di atas segala raja. Mereka bersama-sama dengan Dia juga akan menang, yaitu mereka yang terpanggil, yang telah dipilih dan yang setia." Lalu ia berkata kepadaku: "Semua air yang telah kaulihat, di mana wanita pelacur itu duduk, adalah bangsa-bangsa dan rakyat banyak dan kaum dan bahasa. Dan kesepuluh tanduk yang telah kaulihat itu serta binatang itu akan membenci pelacur itu dan mereka akan membuat dia menjadi sunyi dan telanjang, dan mereka akan memakan dagingnya dan membakarnya dengan api. “Sebab Allah telah menerangi hati mereka untuk melakukan kehendak-Nya dengan seia sekata dan untuk memberikan pemerintahan mereka kepada binatang itu, sampai segala firman Allah telah digenapi.”- Wahyu 17:14-17


Kita menemukan “akan mengalahkan mereka” dan “mereka  bersama-sama dengan Dia juga akan menang, yaitu mereka yang  terpanggil, yang telah dipilih dan yang setia,”  yang merupakan  momentum-momentum atau penggenapan-penggenapan yang masih menantikan penggenapannya! Uniknya, penggenapan-penggenapan  pada kedua “akan” tersebut bukanlah sebuah periode waktu yang tak terbatas dan tak ada satu pihak yang menguasainya, sebaliknya memiliki batasan waktu yang bahkan definitif atau sudah ditentukan sebelumnya pada kesudahannya dan pada siapakah kemenangan itu. Mengapa harus dikatakan definitif dan sudah ditentukan sebelumnya?  Karena kedua "akan" di situ akan berakhir dan berkesudahan sebagaimana yang telah Allah maksudkan atau difirmankan-Nya: “sampai segala firman Allah telah digenapi.”





Bukan saja tak ada problem Allah bercelah dihadapan iblis sebagaimana diusungkan oleh konsepsi yang dibangun oleh pendeta Dr. Erastus Sabdono, tetapi Allah begitu berdaulat menentukan iblis dan kerajaannya di dunia ini sebagai yang memegang bukan saja “kerangka waktu” tetapi “kedefinitifan kesudahannya.”


Selesai



Segala Kemuliaan Hanya Bagi Allah

P O P U L A R - "Last 7 days"