0 KUASA TUHAN (2) : Demonstrasi Kuasa Tuhan Dalam Kitab Keluaran


Keluaran 14:30-31
(30) Demikianlah pada hari itu TUHAN menyelamatkan orang Israel dari tangan orang Mesir. Dan orang Israel melihat orang Mesir mati terhantar di pantai laut. (31) Ketika dilihat oleh orang Israel, betapa besarnya perbuatan yang dilakukan TUHAN terhadap orang Mesir, maka takutlah bangsa itu kepada TUHAN dan mereka percaya kepada TUHAN dan kepada Musa, hamba-Nya itu.
Setelah mendapatkan sajian pertama Kuasanya dalam penciptaan, demonstrasi  besar kedua akan kuasanya dilihat di kitab Keluaran :

Keluaran 5:1-2
(1) Kemudian Musa dan Harun pergi menghadap Firaun, lalu berkata kepadanya: "Beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Biarkanlah umat-Ku pergi untuk mengadakan perayaan bagi-Ku di padang gurun." (2) Tetapi Firaun berkata: "Siapakah TUHAN itu yang harus kudengarkan firman-Nya untuk membiarkan orang Israel pergi? Tidak kenal aku TUHAN itu dan tidak juga aku akan membiarkan orang Israel pergi."

Kekerasan kepala Firaun merupakan disain Tuhan. Sementara Firaun mengeraskan hatinya sendiri, disaat yang sama Tuhan mengeraskan hatinya sehingga dia akan menolak Tuhan, situasi ini memberikan kesempatan bagi kuasa Tuhan untuk didemonstrasikan pada orang-orang Mesir, orang-orang Israel, dan bangsa-bangsa disekelilingnya :

Bacalah bagian terdahulu sebelumnya :


Keluaran 7:3-5
(3) Tetapi Aku akan mengeraskan hati Firaun, dan Aku akan memperbanyak tanda-tanda dan mujizat-mujizat yang Kubuat di tanah Mesir. (4) Bilamana Firaun tidak mendengarkan kamu, maka Aku akan mendatangkan tangan-Ku kepada Mesir dan mengeluarkan pasukan-Ku, umat-Ku, orang Israel, dari tanah Mesir dengan hukuman-hukuman yang berat. (5) Dan orang Mesir itu akan mengetahui, bahwa Akulah TUHAN, apabila Aku mengacungkan tangan-Ku terhadap Mesir dan membawa orang Israel keluar dari tengah-tengah mereka."

Keluaran 14:30-31
(30) Demikianlah pada hari itu TUHAN menyelamatkan orang Israel dari tangan orang Mesir. Dan orang Israel melihat orang Mesir mati terhantar di pantai laut. (31) Ketika dilihat oleh orang Israel, betapa besarnya perbuatan yang dilakukan TUHAN terhadap orang Mesir, maka takutlah bangsa itu kepada TUHAN dan mereka percaya kepada TUHAN dan kepada Musa, hamba-Nya itu.


Keluaran 15:6
Tangan kanan-Mu, TUHAN, mulia karena kekuasaan-Mu, tangan kanan-Mu, TUHAN, menghancurkan musuh.

Keluaran 15:11-16
(11) Siapakah yang seperti Engkau, di antara para allah, ya TUHAN; siapakah seperti Engkau, mulia karena kekudusan-Mu, menakutkan karena perbuatan-Mu yang masyhur, Engkau pembuat keajaiban? (12) Engkau mengulurkan tangan kanan-Mu; bumipun menelan mereka. (13) Dengan kasih setia-Mu Engkau menuntun umat yang telah Kautebus; dengan kekuatan-Mu Engkau membimbingnya ke tempat kediaman-Mu yang kudus. (14) Bangsa-bangsa mendengarnya, merekapun menggigil; kegentaran menghinggapi penduduk tanah Filistin. (15) Pada waktu itu gemparlah para kepala kaum di Edom, kedahsyatan menghinggapi orang-orang berkuasa di Moab; semua penduduk tanah Kanaan gemetar. (16) Ngeri dan takut menimpa mereka, karena kebesaran tangan-Mu mereka kaku seperti batu, sampai umat-Mu menyeberang, ya TUHAN, sampai umat yang Kauperoleh menyeberang.

Bangsa Israel memuji Tuhan untuk kuasa yang Tuhan perlihatkan dalam membebaskan mereka dari perbudakan mereka di Mesir. Mereka mengaku dengan mulut mereka bahwa pembebasan mereka membuktikan bahwa Tuhan adalah satu-satunya Tuhan, dan kabar pembebasan mereka menjadi teror yang  menghujam hati  bangsa-bangsa lain. Mereka telah melihat pembebasan ini sebagai sebuah bukti kuasa Tuhan dan jaminan bagi mereka memasuki tanah yang telah dijanjikan Tuhan. Kitab Keluaran merupakan sebuah demonstrasi nyata Tuhan Mahakuasa- Tuhan yang dapat melakukan apapun (Omnipotence).

Kemudian, Musa akan mengingatkan generasi kedua bangsa Israel akan peristiwa besar ini dan kuasa Tuhan yang harus disaksikan :

Ulangan 4:32-37
(32) Sebab cobalah tanyakan, dari ujung langit ke ujung langit, tentang zaman dahulu, yang ada sebelum engkau, sejak waktu Allah menciptakan manusia di atas bumi, apakah ada pernah terjadi sesuatu hal yang demikian besar atau apakah ada pernah terdengar sesuatu seperti itu. (33) Pernahkah suatu bangsa mendengar suara ilahi, yang berbicara dari tengah-tengah api, seperti yang kaudengar dan tetap hidup? (34) Atau pernahkah suatu allah mencoba datang untuk mengambil baginya suatu bangsa dari tengah-tengah bangsa yang lain, dengan cobaan-cobaan, tanda-tanda serta mujizat-mujizat dan peperangan, dengan tangan yang kuat dan lengan yang teracung dan dengan kedahsyatan-kedahsyatan yang besar, seperti yang dilakukan TUHAN, Allahmu, bagimu di Mesir, di depan matamu? (35) Engkau diberi melihatnya untuk mengetahui, bahwa Tuhanlah Allah, tidak ada yang lain kecuali Dia. (36) Dari langit Ia membiarkan engkau mendengar suara-Nya untuk mengajari engkau, di bumi Ia membiarkan engkau melihat api-Nya yang besar, dan segala perkataan-Nya kaudengar dari tengah-tengah api. (37) Karena Ia mengasihi nenek moyangmu dan memilih keturunan mereka, maka Ia sendiri telah membawa engkau keluar dari Mesir dengan kekuatan-Nya yang besar,

Dan demikian juga dalam kitab-kitab Perjanjian Lama  berikutnya, penciptaan dunia dan penciptaan bangsa Israel (dengan sarana keluarnya bangsa ini dari Mesir) menjadi  tema besar. Dalam Buku Mazmur, peristiwa-peristiwa ini dan kuasa Tuhan yang mereka saksikan, menjadi dasar bagi pengharapan Israel dan dasar bagi pujian dan penyembahan :

Mazmur 135 :5-12
(5) Sesungguhnya aku tahu, bahwa TUHAN itu maha besar dan Tuhan kita itu melebihi segala allah. (6)TUHAN melakukan apa yang dikehendaki-Nya, di langit dan di bumi, di laut dan di segenap samudera raya; (7) Ia menaikkan kabut dari ujung bumi, Ia membuat kilat mengikuti hujan, Ia mengeluarkan angin dari dalam perbendaharaan-Nya. (8) Dialah yang memukul mati anak-anak sulung Mesir, baik manusia maupun hewan, (9) dan mendatangkan tanda-tanda dan mujizat-mujizat ke tengah-tengahmu, hai Mesir, menentang Firaun dan menentang semua pegawainya. (10) Dialah yang memukul kalah banyak bangsa, dan membunuh raja-raja yang kuat: (11) Sihon, raja orang Amori, dan Og, raja negeri Basan, dan segala kerajaan Kanaan, (12) dan memberikan tanah mereka sebagai milik pusaka, milik pusaka kepada Israel, umat-Nya.

Nabi-nabi banyak   menjadikan peristiwa-peristiwa ini dan kuasa Tuhan sebagai  rujukan mereka. Mereka melakukannya karena mereka  meminta Israel untuk mempercayai Tuhan dan meletakan pengharapan mereka didalam Dia. Mereka  melakukannya karena mereka  membicarakan peristiwa-peristiwa yang bahkan jauh lebih besar yang akan terjadi, peristiwa-peristiwa yang melibatkan sebuah “penciptaan baru,” dan karena  itu memerlukan kuasa yang hanya dimiliki Tuhan, sang Pencipta yang empunya :

Yesaya 42:5-8
(5) Beginilah firman Allah, TUHAN, yang menciptakan langit dan membentangkannya, yang menghamparkan bumi dengan segala yang tumbuh di atasnya, yang memberikan nafas kepada umat manusia yang mendudukinya dan nyawa kepada mereka yang hidup di atasnya: (6) "Aku ini, TUHAN, telah memanggil engkau untuk maksud penyelamatan, telah memegang tanganmu; Aku telah membentuk engkau dan memberi engkau menjadi perjanjian bagi umat manusia, menjadi terang untuk bangsa-bangsa, (7) untuk membuka mata yang buta, untuk mengeluarkan orang hukuman dari tempat tahanan dan mengeluarkan orang-orang yang duduk dalam gelap dari rumah penjara. (8) Aku ini TUHAN, itulah nama-Ku; Aku tidak akan memberikan kemuliaan-Ku kepada yang lain atau kemasyhuran-Ku kepada patung.

Yesaya 44:24
Beginilah firman TUHAN, Penebusmu, yang membentuk engkau sejak dari kandungan; "Akulah TUHAN, yang menjadikan segala sesuatu, yang seorang diri membentangkan langit, yang menghamparkan bumi--siapakah yang mendampingi Aku?


Yesaya 45:12
Akulah yang menjadikan bumi dan yang menciptakan manusia di atasnya; tangan-Kulah yang membentangkan langit, dan Akulah yang memberi perintah kepada seluruh tentaranya.


Yesaya 50:2-3
(2) Mengapa ketika Aku datang tidak ada orang, dan ketika Aku memanggil tidak ada yang menjawab? Mungkinkah tangan-Ku terlalu pendek untuk membebaskan atau tidak adakah kekuatan pada-Ku untuk melepaskan? Sesungguhnya, dengan hardik-Ku Aku mengeringkan laut, Aku membuat sungai-sungai menjadi padang gurun; ikan-ikannya berbau amis karena tidak ada air dan mati kehausan. (3) Aku mengenakan pakaian kelam kepada langit dan menyelimutinya dengan kain kabung."

Sementara terpenjara di Yerusalem, Yeremia diperintahkan oleh Tuhan untuk menebus sebuah tanah di Yehuda dari seorang  kerabat, walaupun masa perbudakan bangsa itu di Babilonia telah  dimulai. Doa Yeremia  dalam merespon tindakan ini memperlihatkan pemahamannya yang utuh  yang telah dipertunjukan dalam  kuasa  penciptaan Tuhan  dan dalam  Keluaran/pembebasan Israel dari Mesir :

Yeremia 32:17-24
(17) Ah, Tuhan ALLAH! Sesungguhnya, Engkaulah yang telah menjadikan langit dan bumi dengan kekuatan-Mu yang besar dan dengan lengan-Mu yang terentang. Tiada suatu apapun yang mustahil untuk-Mu! (18) Engkaulah yang menunjukkan kasih setia-Mu kepada beribu-ribu orang dan yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya yang datang kemudian. Ya Allah yang besar dan perkasa, nama-Mu adalah TUHAN semesta alam, (19) besar dalam rancangan-Mu dan agung dalam perbuatan-Mu; mata-Mu terbuka terhadap segala tingkah langkah anak-anak manusia dengan mengganjar setiap orang sesuai dengan tingkah langkahnya dan sesuai dengan buah perbuatannya; (20) Engkau yang memperlihatkan tanda-tanda dan mujizat-mujizat di tanah Mesir, sampai kepada waktu ini kepada Israel dan kepada umat manusia, sehingga Engkau membuat nama bagi-Mu, seperti yang ternyata pada waktu ini. (21) Engkau telah membawa umat-Mu Israel keluar dari tanah Mesir dengan tanda-tanda dan mujizat-mujizat, dengan tangan yang kuat dan lengan yang teracung dan dengan kedahsyatan yang besar. (22) Dan Engkau telah memberikan kepada mereka negeri ini, seperti yang telah Kaujanjikan dengan sumpah kepada nenek moyang mereka untuk memberikannya kepada mereka, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya. (23) Kemudian mereka memasuki dan mendudukinya, tetapi mereka tidak mendengarkan suara-Mu dan tidak berkelakuan menurut Taurat-Mu; mereka tidak melakukan segala apa yang Kauperintahkan kepada mereka untuk dilakukan. Sebab itu Engkau melimpahkan kepada mereka segala malapetaka ini. (24) Sesungguhnya, tembok-tembok pengepungan yang dipakai untuk merebut kota telah sampai mendekatinya; oleh karena pedang, kelaparan dan penyakit sampar maka kota itu telah diserahkan kepada orang-orang Kasdim yang memeranginya. Maka apa yang Kaufirmankan itu telah terjadi; sungguh, Engkau sendiri melihatnya.

Bersambung : Kuasa Tuhan dalam Perjanjian Baru

The Power of God,

P O P U L A R - "Last 7 days"