0 Apakah Kristus Satu-Satunya Jalan?-1 (Bagian 2) : Siapa Selain TUHAN Dapat Mengampuni Dosa-Dosa?

Lukas 7:48-50
(48) Lalu Ia berkata kepada perempuan itu:"Dosamu telah diampuni." (49) Dan mereka, yang duduk makan bersama Dia, berpikir dalam hati mereka: "Siapakah Ia ini, sehingga Ia dapat mengampuni dosa?"
Faktanya orang-orang  Farisi ini  mengatakannya secara tepat, siapa selain Tuhan dapat mengampuni dosa-dosa? Mereka tepat dan kembali-mereka ingin melempari Yesus dengan batu  karena klaim-klaim semacam ini dan klaim-klaim ini disebut penistaan-penistaan karena mereka benar— Jika Yesus bukan Tuhan, maka klaim-klaim Yesus  jelas merupakan penistaan-penistaan.

Yesus  menopang  ketuhanannya dengan sejumlah cara disamping dengan sejumlah pernyataan-pernyataan AKULAH DIA. Dia juga mengklaim  berbagai  atribut atau hal yang hanya mungkin ada  pada Tuhan. Sebagai  contoh, atribut kekekalan adalah sesuatu yang  Dia klaim dalam Yohanes 17:5, “Oleh sebab itu, ya Bapa, permuliakanlah Aku pada-Mu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia ada.’ Dia mengklaim juga atribut Mahahadir. Anda melihat hal ini digambarkan dalam sejumlah nats alkitab, sebagai contoh ketika Yesus berkata dalam :
Matius 18:20
Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka."


Bacalah terlebih dahulu bagian sebelumnya :
Apakah Kristus Satu-Satunya Jalan?-1 (Bagian 1) : Jalan Sempit Vs Banyak Jalan Menuju Tuhan



Sekarang anda  dapat melihat ada banyak waktu  ketika lebih dari 2 atau 3 grup orang akan berkumpul bersama dan hal ini memperlihatkan sebuah pernyataan Mahahadir yang jelas.

Matius 28:20b
“Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."

Aku bersama dengan anda. Aku secara terus-menerus hadir meyertaimu. Saya juga akan mengatakan klaim lainnya,  ketidakberdosaannya, juga meerupakan atribut ketuhanan:

Yohanes 8:46
Siapakah di antaramu yang membuktikan bahwa Aku berbuat dosa?

Ayat ini sebuah pernyataan yang teramat kuat. Kini saya akan beralih kepada satu atau dua orang, berangkali dua orang, yang  mengklaim  tidak  memiliki dosa. Orang-orang semacam ini jarang ada  tetapi sering kali saya bertemu dengan  seseorang yang mengklaim sebagai orang yang sangat sempurna. Pernyataan ini mencengangkan tetapi pernyataan semacam ini  memerlukan  tidak adanya kesadaran diri akan  apapun juga atau kesempurnaan 3 mekanisme ; penyangkalan, rasionalisasi dan proyeksi. Satu-satunya cara yang saya miliki untuk menjelaskan seseorang yang berpikir dirinya tidak memiliki dosa , tentu saja melihat apa  tanggapan yang akan diberikan oleh teman-temanya atau berangkali pasangannya terhadap pernyataan itu!

Orang semacam ini pasti menganut sudut pandang ini karena dia memegang sebuah teologi tertentu dimana jika  dia  benar-benar melakukan tindakan berdosa, dia akan kehilangan keselamatannya. 

Apa yang telah saya lakukan adalah saya  memberikan  sedikit  tekanan  terhadap teologi tersebut dan berkata, baiklah, jenis dosa apakah yang sedang kita bicarakan? Apakah ini dosa yang sangat besar atau sesuatu yang relatif ringan karena pertanyaannya adalah, dimanakah  batasan anda?

Saya akan menekan dengan pertanyaan seperti ini. Dia tidak membunuh siapapun. Kemudian permasalahannya adalah, bagaimana jika anda membenci seseorang didalam hati? Apakah anda mengingat kembali ketika Yesus dalam khotbah di bukit berkata jika anda membenci seseorang didalam hatimu? 

Kemudian saya akan terus  mempertanyakannya lebih lanjut dan saya akan mendapatkan tempat   dimana jika dia telah melampaui batas kecepatan, tanpa sepengetahuan dia, lebih dari ½ mil perjam, dia akan kehilangan keselamatannya. Kini dititik ini, terus terang saja, dia telah melakukan perbuatan dosa kesombongan  untuk bersikukuh pada sebuah posisi keras kepala semacam ini karena dia telah menolak untuk mengakui ketidaklogisan posisinya.

Poinnya adalah, jika   teologi semacam ini  merupakan  pandangan anda maka dosa apapun  akan  berpengaruh- pikiran, perkataan atau tindakan dan dan ini dapat mencakup dosa-dosa kelalaian juga. Dosa-dosa karena kelalaian juga memberikan dampak yang sama. Ada banyak hal  salah yang telah saya lakukan, sebenarnya karena  saya tidak melakukannya. Ingatlah  ide  semacam ini—jika anda memiliki latar belakang  liturgi, pada  bagian pengakuan dosa, bahwa kita telah melakukan dosa dalam pikiran, perkataan dan perbuatan kita, melalui apa yang telah kita lakukan dan dalam apa yang gagal kita lakukan. Hal ini akan memaku anda karena semua jenis hal  yang seharusnya kita  lakukan namun tidak dilakukan.

Kita menengok kembali dan berkata, saya seharusnya berkata sebuah kata  yang lemah lembut kepada orang tersebut atau saya seharusnya— anda lihat  kemana  tujuan saya dengan semua itu? Pikiran, perkataan dan perbuatan akan juga berdampak pada anda. Jadi bukan hanya perbuatan anda tetapi pikiran-pikiran anda dan  kata-kata anda juga diperhitungkan! Kita memiliki sebuah dilema   yang harus kita selesaikan. Nats kita suci menyentil  kita dengan telak dengan  hal tersebut.

Ada sejumlah klaim tidak  langsung yang Yesus nyatakan terkait ketuhanannya. Ada sejumlah diantaranya tetapi salah satunya adalah kemampuan Yesus untuk mengampuni dosa. Klaim ini sangat kuat dalam Markus 2:5-11 dan Lukas 7:48-50 ketika Yesus berkata, Saya mengampuni mereka, dan terutama ketika hal itu adalah  bukan sebuah  perbuatan dosa terhadap Yesus.


Markus 2:5-11
(5) Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: "Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!" (6) Tetapi di situ ada juga duduk beberapa ahli Taurat, mereka berpikir dalam hatinya: (7) "Mengapa orang ini berkata begitu? Ia menghujat Allah. Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri?”(8) Tetapi Yesus segera mengetahui dalam hati-Nya, bahwa mereka berpikir demikian, lalu Ia berkata kepada mereka: /"Mengapa kamu berpikir begitu dalam hatimu? (9) Manakah lebih mudah, mengatakan kepada orang lumpuh ini: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalan? (10) Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa" --berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu--: (11) "Kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!"


Lukas 7:48-50
(48) Lalu Ia berkata kepada perempuan itu:"Dosamu telah diampuni." (49) Dan mereka, yang duduk makan bersama Dia, berpikir dalam hati mereka: "Siapakah Ia ini, sehingga Ia dapat mengampuni dosa?" (50) Tetapi Yesus berkata kepada perempuan itu: "Imanmu telah menyelamatkan engkau, pergilah dengan selamat!"

Cobalah hal ini dirumah—seseorang mengeluh kepada anda tentang  orang lain  yang mengatakan sesuatu yang kasar kepada temanmu dan temanmu menceritakan  hal ini dan apapun yang mereka telah lakukan, anda berkata, itu tidak masalah, saya memaafkan mereka. Tidakah anda melihat absurditas disini? Tunggu sebentar, apa hubungan anda dengan  hal ini, anda tidak terlibat? Untuk membuat klaim semacam ini sama dengan membuat sebuah anggapan bahwa semua dosa yang dilakukan terutama dosa  melawan Yesus. Ini dapat bermakna, tentu saja, bahwa Dia telah mengklaim dirinya menjadi Tuhan.

Faktanya orang-orang  Farisi ini  mengatakannya secara tepat, siapa selain Tuhan dapat mengampuni dosa-dosa? Mereka tepat dan kembali-mereka ingin melempari Yesus dengan batu  karena klaim-klaim semacam ini dan klaim-klaim ini disebut penistaan-penistaan karena mereka benar— Jika Yesus bukan Tuhan, maka klaim-klaim Yesus  jelas merupakan penistaan-penistaan.

Penerimaan   penyembahan dirinya oleh Yesus sungguh menjadi salah jika Yesus bukan Tuhan. Ingat ketika, sebagai contoh, Tomas melihat Yesus dan dia berkata, Tuhanku dan Allahku (Yohanes 20:28). Petus menyembah Yesus didalam japal dan ketika Yesus  berkata, semua harus menghormati Anak sebagaimana mereka menghormati  Bapa :

Yohanes 5:23
supaya semua orang menghormati Anak sama seperti mereka menghormati Bapa. Barangsiapa tidak menghormati Anak, ia juga tidak menghormati Bapa, yang mengutus Dia.

Kata yang digunakan adalah kata untuk menyembah.  Semua ini adalah klaim-klaim yang sangat kuat. Sehingga semua orang akan menghadapi Yesus dalam penghakiman juga bukan sebuah klaim yang lunak juga :


Yohanes 5:27-29
(27) Dan Ia telah memberikan kuasa kepada-Nya untuk menghakimi, karena Ia adalah Anak Manusia. (28) Janganlah kamu heran akan hal itu, sebab saatnya akan tiba, bahwa semua orang yang di dalam kuburan akan mendengar suara-Nya (29)

Bayangkan saya datang dan berkata  kepada anda bahwa omong-omong, ketika anda mati maka sayalah yang  anda berikan wewenang –bukan orang lain siapapun selain-aku. Ini adalah sebuah klaim yang sangat kuat jika anda mau menganalisa implikasi-implikasi dari klaim-klaim itu. Juga penghakiman itu akan didasarkan pada apa yang telah anda lakukan terkait Yesus, ini sekali lagi sebuah klaim yang sangat kuat.

Anda dapat mengesampingkan Dia dan berkata Dia gila  tetapi  satu hal yang tidak dapat anda lakukan adalah mengatakan bahwa Yesus adalah seorang yang biasa, guru yang  rendah hati dari  Galilea. Ada sesuatu yang  masih terus berlangsung lebih daripada itu. Itu bukanlah sebuah opsi tetapi banyak orang  ingin  membuatnya menjadi opsi. Bahwa Yesus adalah seorang yang misterius dan memiliki daya tarik  Yahudi yang kuat seperti banyak yang coba dilakukan oleh   grup-grup moderen yaitu melucuti Perjanjian Baru dari kandungannya melalui serangkain ragam tehnik pintar yang tidak pernah memiliki dukungan yang nyata  baik secara teks, historis atau oleh bapa-bapa gereja mula-mula yang memiliki kedudukan mengetahui.

Grup-grup moderen ini adalah perangkat-perangkat yang cerdik, seperti Jesus Seminar, yang mencoba menyingkirkan klaim-klaim Yesus, kelompok ini melakukan sebuah pemungutan suara terkait apa yang sesungguhnya Yesus katakana. Ini sangat hebat , tentu saja, bagaimana   pemungutan suara selalu akan menghasilkan apa yang cocok dengan prasangka mereka. Teologi mereka secara ajaib direfleksikan oleh pemungutan-pemungutan suara. Sehingga apa yang kita lihat disini adalah sebuah pemungutan suara yang mengindikasikan sudut pandang mereka bahwa Yesus tidak melakukan mujizat apapun, Yesus bukan Tuhan, dan kemudian kami melakukan pemungutan suara kembali dan mendapatkan bahwa teks-teks yang kita yakini  adalah otentik, sangatlah sedikit, dan yang otentik itu adalah teks-teks yang mengungkapkan Yesus tidak melakukan mujizat apapun atau klaim Yesus  adalah Tuhan. Ini adalah hal yang menakjubkan  memikirkan bagaiamana hal ini terjadi.

Saya tidak hendak berkata bahwa orang-orang ini secara sengaja hendak memperdaya orang. Saya berpendapat mereka salah tetapi saya berpikir bahwa banyak dari mereka sangat tulus dalam pandangan-pandangan mereka karena pandangan-pandangan utama yang mereka ambil  berasal dari   kursus-kursus dan seminari-seminari dan seterusnya. Implikasi radikal membeli hal-hal ini  sangatlah kuat. Implikasinya tidak akan membahayakan keseluruhan atau bagian – bagian beasiswa. Walau saya mungkin berkata bahwa  Jesus Seminar  sesungguhnya sebuah gerakan pinggiran dengan beasiswa Perjanjian Baru.

Berikut ini adalah berbagai  pernyataan mengenai Yesus yang dikemukakan oleh orang-orang lain yang  menyatakan ketuhanan Yesus. Para pengikutnya sendiri mengemukakan pernyataan-pernyataan semacam ini, sebagai contoh dalam :

Kisah Para Rasul 4:12
Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.

Teks ini dikemukakan oleh Petrus dalam khotbahnya, atau didalam :

Roma 6:23
Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.

Atau Paulus yang menuliskannya dalam :

Galatia 1:8
Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari sorga yang memberitakan kepada kamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia.

Paulus menunjukan Yesus sebagai Tuhan dan Juru selamat kita yang agung, Kristus Yesus. Yohanes dalam injilnya, menyatakan   eksistensinya sebelum berinkarnasi dan karenanya Yesus adalah adalah Firman yang hidup. Ini  semua adalah klaim-klaim yang sangat kuat dan tidaklah mengagetkan bahwa orang-orang Yahudi kerap menuding Yesus melakukan penistaan.

Anda tidak dapat meluangkan banyak waktu bersama Yesus dan tetap tidak  mengalami perubahan/tetap netral.

Sebagai hasil dari perjumpaan, anda   akan semakin mendekat kepada Yesus atau anda menjauh dari Yesus.  Tetapi satu hal yang tidak dapat anda lakukan dan itu adalah menjadi  berbeda/ tidak sama dengan yang lainnya. Satu hal ini nampaknya bukanlah sebuah opsi. Yesus  membuat klaim bahwa satu-satunya  jalan bagi kita untuk menjembatani  celah antara Tuhan dan diri kita adalah dengan kita menerima kasih karunia Cuma-Cuma ini yang sedang Dia tawarkan kepada kita dan perbuatan-perbuatan baik yang kita miliki—sistem-sistem upaya dan  hal-hal yang melayakan manusia—akan gagal dengan segera secara  mengerikan.


Terus terang saja, sebagaimana Paulus menuliskannya, saya harus  menyetujuinya, jika ada cara lain apapun yang dengan cara-cara itu secara faktual  mendapatkan keselamatan selain daripada kematian Kristus—maka kematian Kristus sia-sia/tidak dibutuhkan. Apa yang telah dilakukan Yesus di kayu salib akan dianggap sampah karena sarana-sarana yang putus harapan semacam itu akan menjadi sebuah kesalahan. Kematian Yesus andaikan demikain akan menjadi mati syahid yang tragis. Apakah anda menangkap  kemanakah arah saya dengan hal ini? Jika saya  berurusan secara tulus dan semata dengan materi-materi primer itu sendiri, hal ini mengharuskan saya untuk berada di posisi dimana saya harus mengakui  bahwa ada yang lebih pada hal ini daripada sekedar ide bahwa Yesus dapat mengatakan apapun juga yang kamu kehendaki Dia katakan. Ada  jauh lebih banyak hal yang sedang terjadi.  Kembali kita beralih kepada Perjanjian Baru dan otoritasnya,  ketika kita telah melihatnya diawal dari sesi-sesi ini.

Beberapa orang berkata bahwa Yesus melakukannya sehingga Dia dapat tampil menjadi Mesias. Saya melihat sangat sedikit keuntungan  yang didapatkan Yesus  dari tindakan semacam itu atau  keuntungan apa yang dapat diperoleh murid-muridnya dengan tindakan semacam itu.


Ingat bahwa para murid sendiri, kita melihat salah satu kasus kebangkitan, para murid bahkan tidak menduga sama sekali Yesus akan atau telah bangkit dari kematian  walaupun Yesus telah memberitahukan mereka berkali-kali.  Mereka telah menolak untuk percaya akan hal itu dan kematian Yesus bertentangan dengan prasangka-prasangka (harapan-harapan mereka) dan lebih jauh lagi,mereka sangat ketakutan dengan semua hal ini. Tiba-tiba saja mereka menjadi berani.

Bila saja  ada orang-orang  yang  mengetahui, misalkan, kematian Yesus adalah sebuah penipuan/kecurangan,  orang-orang ini adalah mereka yang  mengenalinya (tidak bisa dikelabui). Kembali sebagaimana yang telah saya katakan sebelumnya, tidak ada seorangpun yang  secara suka rela mau melakukan sesuatu yang mereka ketahui sebagai sebuah penipuan. Mereka mungkin saja bersedia mati untuk sesuatu yang  merupakan tindakan curang tetapi para murid tidak mengetahuinya. Tetapi orang-orang ini  adalah mereka yang  ada dalam  posisi mengetahui apakah kematian Yesus adalah peristiwa sebenarnya atau bukan.

Anda telah memiliki sejumlah teks yang kita temukan dalam injil sinoptik  yang menyatakan ketuhanannya. Sebagai contoh, semua teks  yang saya telah berikan kepada anda bertalian dengan kemampuannya untuk mengampuni dosa-dosa—siapa selain Tuhan dapat mengampuni dosa-dosa? Orang-orang Yahudi sendiri memahami bahwa klaim Yesus ini menjadikan dia ilahi. Dia  mengklaim Mahahadir-ada dalam :

Matius 28:20
Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.

Dan yang lainnya—dimanapun dua atau tiga orang berkumpul didalam nama-Ku disana aku ada bersama dengan mereka :
Matius 18:20
Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.

Klaim-klaim semacam ini tidak dapat dibuat oleh orang bijak biasa atau  orang semacamnya. Jika anda meletakan injil-inil  sinoptik bersama-sama, anda dapat memunculkan sebuah kasus yang sangat kuat mengenai  ketuhanan Yesus bahkan hanya dari injil-injil sinoptik. Orang-orang Yahudi memahami klaim-klaim Yesus mengenai keunikan  hubungan yang Yesus miliki dengan Bapa-Nya dan bagi mereka ini merupakan penistaan/penghujatan. Yohanes  lebih gamblang dan eksplisit mengenai hal ini.  Tidak berarti Yohanes keluar dari  pengajaran-pengajaran dasar dari injil-injil sinoptik (Matius, Markus, Lukas) dalam hal-hal ini.

Bersambung


Is Christ The Only Way? Part 1, Dr. Kenneth Boa | diterjemahkan oleh : Martin Simamora


P O P U L A R - "Last 7 days"