0 PRINSIP-PRINSIP HERMENEUTICS (8)



Oleh:Pdt.Budi Asali, M.Div

PRINSIP-PRINSIP HERMENEUTICS (8)


Bacalah lebih dulu bagian 7


VIII) Ayat dari sudut Allah dan dari sudut manusia.
Kalau kita tidak bisa membedakan kedua hal itu dalam Kitab Suci, maka kita tidak bisa terhindar dari kontradiksi. Kalau kita bisa membedakan kedua hal tersebut, maka kita bisa mengharmoniskan kedua bagian tersebut.


Contoh:
1)Dalam Kej 6:5,6 Kel 32:10-14 1Sam 15:11,35 Yes 38:1,5 Yer 18:8 Yun 3:10 dikatakan bahwa Allah itu menyesal dan mengubah keputusanNya. Ini merupakan ayat-ayat yang ditinjau dari sudut manusia!

Khususnya perhatikan Kel 32:10-14 dimana Allah menyesal / bertobat setelah dinasehati oleh Musa!

  • Exo 32:10 Oleh sebab itu biarkanlah Aku, supaya murka-Ku bangkit terhadap mereka dan Aku akan membinasakan mereka, tetapi engkau akan Kubuat menjadi bangsa yang besar."



  • Exo 32:11 Lalu Musa mencoba melunakkan hati TUHAN, Allahnya, dengan berkata: "Mengapakah, TUHAN, murka-Mu bangkit terhadap umat-Mu, yang telah Kaubawa keluar dari tanah Mesir dengan kekuatan yang besar dan dengan tangan yang kuat?



  • Exo 32:12 Mengapakah orang Mesir akan berkata: Dia membawa mereka keluar dengan maksud menimpakan malapetaka kepada mereka dan membunuh mereka di gunung dan membinasakannya dari muka bumi? Berbaliklah dari murka-Mu yang bernyala-nyala itu dan menyesallah karena malapetaka yang hendak Kaudatangkan kepada umat-Mu.


  • Exo 32:13 Ingatlah kepada Abraham, Ishak dan Israel, hamba-hamba-Mu itu, sebab kepada mereka Engkau telah bersumpah demi diri-Mu sendiri dengan berfirman kepada mereka: Aku akan membuat keturunanmu sebanyak bintang di langit, dan seluruh negeri yang telah Kujanjikan ini akan Kuberikan kepada keturunanmu, supaya dimilikinya untuk selama-lamanya."


  • Exo 32:14 Dan menyesallah TUHAN karena malapetaka yang dirancangkan-Nya atas umat-Nya.

Ini tentu tidak bisa diartikan secara hurufiah, tetapi harus dianggap sebagai sesuatu yang ditinjau dari sudut pandang manusia.

 
Perhatikan juga bahwa sekalipun kata-kata itu diucapkan oleh Allah sendiri, seperti dalam 1Sam 15:11, tetapi itu tetap merupakan ayat yang ditinjau dari sudut pandang manusia!
1Sa 15:10 Lalu datanglah firman TUHAN kepada Samuel, demikian:

1Sa 15:11 "Aku menyesal, karena Aku telah menjadikan Saul raja, sebab ia telah berbalik dari pada Aku dan tidak melaksanakan firman-Ku." Maka sakit hatilah Samuel dan ia berseru-seru kepada TUHAN semalam-malaman.

Dalam Bil 23:19 1Sam 15:29 & Yer 4:28 jelas dikatakan bahwa Allah tidak akan menyesal dan tidak akan mengubah rencanaNya. Ini peninjauan dari sudut Allah!


Catatan: perhatikan bahwa dalam satu pasal, yaitu dalam 1Sam 15, mula-mula dikatakan bahwa Allah menyesal (ay 11), lalu dikatakan Allah tidak menyesal (ay 29), dan akhirnya dikatakan Allah menyesal lagi (ay 35b). Kalau kita tidak membedakan dua sudut pandang ini, bagaimana kita bisa menafsirkan bagian-bagian tersebut?

Jadi ditinjau dari sudut manusia, Allah memang kelihatannya bisa menyesal dan mengubah RencanaNya, tetapi ditinjau dari sudut Allah, hal itu tidak mungkin.


Illustrasi: Seorang sutradara menyusun naskah untuk sandiwara, dan ia juga sekaligus menjadi salah satu pemain sandiwara tersebut. Dalam sandiwara itu ditunjukkan bahwa ia mau makan, tetapi tiba-tiba ada telpon, sehingga ia lalu tidak jadi makan. Dari sudut penonton, pemain sandiwara itu berubah pikiran / rencana. 


Tetapi kalau ditinjau dari sudut naskah / sutradara, ia sama sekali tidak berubah dari rencana semula, karena dalam naskah sudah direncanakan bahwa ia mau makan, lalu ada telpon, lalu ia mengubah rencana / pikirannya, dsb.


Pada waktu Kitab Suci berkata ‘Allah menyesal’ maka memang dari sudut manusia, Allahnya menyesal / mengubah rencanaNya. Tetapi dari sudut Allah / Rencana Allah, sebetulnya tidak ada perubahan, karena semua perubahan / penyesalan itu sudah direncanakan oleh Allah.


2) Kalau kita melihat Yoh 10:26-29 1Kor 1:8-9 Fil 1:6 1Yoh 2:18-19 Yudas 24 maka jelas sekali bahwa orang kristen tidak mungkin murtad atau dengan kata lain, sekali seseorang selamat ia akan tetap selamat.


  • Joh 10:26 tetapi kamu tidak percaya, karena kamu tidak termasuk domba-domba-Ku.
  • Joh 10:27 Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku,
  • Joh 10:28 dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.
  • Joh 10:29 Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapapun, dan seorangpun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa.
  • 1Co 1:8 Ia juga akan meneguhkan kamu sampai kepada kesudahannya, sehingga kamu tak bercacat pada hari Tuhan kita Yesus Kristus.
  • 1Co 1:9 Allah, yang memanggil kamu kepada persekutuan dengan Anak-Nya Yesus Kristus, Tuhan kita, adalah setia.
  • Php 1:6 Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus.
  • 1Jn 2:18 Anak-anakku, waktu ini adalah waktu yang terakhir, dan seperti yang telah kamu dengar, seorang antikristus akan datang, sekarang telah bangkit banyak antikristus. Itulah tandanya, bahwa waktu ini benar-benar adalah waktu yang terakhir.
  • 1Jn 2:19 Memang mereka berasal dari antara kita, tetapi mereka tidak sungguh-sungguh termasuk pada kita; sebab jika mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita, niscaya mereka tetap bersama-sama dengan kita. Tetapi hal itu terjadi, supaya menjadi nyata, bahwa tidak semua mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita.
  • Jud 1:24 Bagi Dia, yang berkuasa menjaga supaya jangan kamu tersandung dan yang membawa kamu dengan tak bernoda dan penuh kegembiraan di hadapan kemuliaan-Nya,

Ini peninjauan dari sudut Allah! Tetapi:
a)Dalam Yoh 6:60-66 1Tim 1:19-20 2Tim 2:17-18 ada orang-orang yang murtad. Ini peninjauan dari sudut manusia. Dari sudut manusia, orang-orang itu kelihatannya sudah percaya tetapi lalu murtad.

Kalau kita mau mengharmoniskan bagian ini dengan ayat-ayat yang meninjau dari sudut Allah, haruslah kita katakan bahwa orang-orang yang dari sudut manusia itu kelihatannya sudah percaya, sebetulnya belum sungguh-sungguh percaya. Karena itulah maka mereka bisa murtad.

b) Dalam Kol 1:23 Ibr 2:1 Ibr 3:14 Wah 2:10b ada peringatan supaya tidak murtad dan ada perintah untuk terus ikut Tuhan. Ini peninjauan dari sudut manusia!

Illustrasi: Bacalah Kis 27:22-25,34b lalu Kis 27:31,33-34a. Jelas bahwa Paulus bukan menentang kata-katanya sendiri. Tetapi mula-mula ia berbicara dari sudut pandang Allah (ay 22-25), dan sesudah itu ia berbicara dari sudut pandang manusia, untuk menekankan tanggung jawab mereka (ay 31,33-34a), lalu ia berbicara dari sudut pandang Allah lagi (ay 34b).



  • Act 27:21 Dan karena mereka beberapa lamanya tidak makan, berdirilah Paulus di tengah-tengah mereka dan berkata: "Saudara-saudara, jika sekiranya nasihatku dituruti, supaya kita jangan berlayar dari Kreta, kita pasti terpelihara dari kesukaran dan kerugian ini!
  • Act 27:22 Tetapi sekarang, juga dalam kesukaran ini, aku menasihatkan kamu, supaya kamu tetap bertabah hati, sebab tidak seorangpun di antara kamu yang akan binasa, kecuali kapal ini.
  • Act 27:23 Karena tadi malam seorang malaikat dari Allah, yaitu dari Allah yang aku sembah sebagai milik-Nya, berdiri di sisiku,
  • Act 27:24 dan ia berkata: Jangan takut, Paulus! Engkau harus menghadap Kaisar; dan sesungguhnya oleh karunia Allah, maka semua orang yang ada bersama-sama dengan engkau di kapal ini akan selamat karena engkau.
  • Act 27:25 Sebab itu tabahkanlah hatimu, saudara-saudara! Karena aku percaya kepada Allah, bahwa semuanya pasti terjadi sama seperti yang dinyatakan kepadaku.
  • Act 27:26 Namun kita harus mendamparkan kapal ini di salah satu pulau."
  • Act 27:27 Malam yang keempat belas sudah tiba dan kami masih tetap terombang-ambing di laut Adria. Tetapi kira-kira tengah malam anak-anak kapal merasa, bahwa mereka telah dekat daratan.
  • Act 27:28 Lalu mereka mengulurkan batu duga, dan ternyata air di situ dua puluh depa dalamnya. Setelah maju sedikit mereka menduga lagi dan ternyata lima belas depa.
  • Act 27:29 Dan karena takut, bahwa kami akan terkandas di salah satu batu karang, mereka membuang empat sauh di buritan, dan kami sangat berharap mudah-mudahan hari lekas siang.
  • Act 27:30 Akan tetapi anak-anak kapal berusaha untuk melarikan diri dari kapal. Mereka menurunkan sekoci, dan berbuat seolah-olah mereka hendak melabuhkan beberapa sauh di haluan.
  • Act 27:31 Karena itu Paulus berkata kepada perwira dan prajurit-prajuritnya: "Jika mereka tidak tinggal di kapal, kamu tidak mungkin selamat."
  • Act 27:32 Lalu prajurit-prajurit itu memotong tali sekoci dan membiarkannya hanyut.
  • Act 27:33 Ketika hari menjelang siang, Paulus mengajak semua orang untuk makan, katanya: "Sudah empat belas hari lamanya kamu menanti-nanti saja, menahan lapar dan tidak makan apa-apa.
  • Act 27:34 Karena itu aku menasihati kamu, supaya kamu makan dahulu. Hal itu perlu untuk keselamatanmu. Tidak seorangpun di antara kamu akan kehilangan sehelaipun dari rambut kepalanya."
  • Act 27:35 Sesudah berkata demikian, ia mengambil roti, mengucap syukur kepada Allah di hadapan semua mereka, memecah-mecahkannya, lalu mulai makan.
  • Act 27:36 Maka kuatlah hati semua orang itu, dan merekapun makan juga.

Kesimpulan dari semua ini: sekalipun keselamatan dijamin tidak bisa hilang, manusia tetap mempunyai tanggung jawab untuk memelihara keselamatannya / melakukan yang terbaik.


3) Dalam Kej 6:9 Luk 1:6 Luk 2:25 Ayub 1:1,8 kita melihat adanya orang-orang yang saleh. Ini dari sudut pandang manusia (manusia memandang mereka sebagai orang yang saleh, atau, dibandingkan manusia yang lain mereka adalah orang yang saleh).


Dalam Ro 3:10-12,23 Yes 64:6 jelas dikatakan bahwa semua manusia adalah orang berdosa, dan segala kesalehannya seperti kain kotor. Ini dari sudut pandangan Allah. Di hadapan Allah yang maha suci, bagaimanapun salehnya seseorang, ia tetap penuh dengan dosa!



4) Ada banyak ayat dalam Kitab Suci yang menunjukkan kemahatahuan Allah. Ini jelas merupakan ayat-ayat dari sudut pandang Allah.

Tetapi ada ayat yang seolah-olah menunjukkan bahwa Allah itu tidak maha tahu, dan bahkan salah dalam memperkirakan. Misalnya :


a)Yer 3:7a - “PikirKu: Sesudah melakukan semuanya ini, ia akan kembali kepadaKu, tetapi ia tidak kembali”.

b) Yer 3:19-20 - “(19) Tadinya pikirKu: ‘Sungguh Aku mau menempatkan engkau di tengah-tengah anak-anakKu dan memberikan kepadamu negeri yang indah, milik pusaka yang paling permai dari bangsa-bangsa. PikirKu, engkau akan memanggil Aku: Bapaku, dan tidak akan berbalik dari mengikuti Aku. (20) Tetapi sesungguhnya, seperti seorang isteri tidak setia terhadap temannya, demikianlah kamu tidak setia terhadap Aku, hai kaum Israel, demikianlah firman TUHAN”.


Ini jelas merupakan ayat-ayat dari sudut pandang manusia, atau ayat-ayat dimana Allah menyatakan diriNya sesuai dengan kapasitas pengertian manusia yang terbatas.

-o0o-


Kredit  gambar: mirror.co.uk

P O P U L A R - "Last 7 days"