0 PRINSIP-PRINSIP HERMENEUTICS (4)



Oleh: Pdt.Budi Asali

PRINSIP-PRINSIP HERMENEUTICS (4)


Bacalah lebih dulu bagian 3

IV) Telitilah untuk siapa firman itu ditujukan.
Ada orang kristen yang berkata bahwa semua janji Tuhan adalah Ya dan Amin untuk dirinya. Kelihatannya hebat dan beriman, tetapi sebetulnya salah! Mengapa? Karena tidak semua perintah maupun janji Tuhan berlaku untuk setiap orang.

1) Ada bagian-bagian yang memang ditujukan untuk semua orang, misalnya: Kel 20:3-17 (10 Hukum Tuhan), Yoh 3:16, dsb.

2) Ada bagian-bagian yang ditujukan untuk bangsa Israel pada masa itu saja, atau pada jaman Perjanjian Lama saja, misalnya:

a)Perintah untuk menumpas habis suatu bangsa (Ul 7:1-2). Holy War Perang suci) seperti ini tidak mungkin ada lagi dalam jaman sekarang.


b)Bagian-bagian seperti Kel 23:20-33 Im 26:1-46 (berkat dan kutuk).

c) Perintah untuk mendirikan Kemah Suci (Kel 25-dst). Kalau pada jaman Perjanjian Baru orang Yahudi mendirikan lagi Kemah Suci / Bait Allah, maka itu justru adalah dosa.

d) Perintah untuk sunat dan mengadakan Perjamuan Paskah (Kej 17:10-dst Kel 12-13).

e) Perintah untuk mengorbankan binatang pada waktu berbuat dosa (Im 4-5).

f) Perintah untuk menggunakan abu lembu merah untuk penyucian dosa (Bil 19:1-10).



Ef 2:15 merupakan dasar penghapusan ceremonial law hukum yang berhubungan dengan upacara keagamaan). Kalau ini masih kurang meyakinkan, bacalah Ibr 10:1-18, yang membandingkan korban binatang dalam Perjanjian Lama, dan korban Kristus dalam Perjanjian Baru.


Lalu perhatikan secara khusus:


1. Ibr 10:9b yang berbunyi: “Yang pertama Ia hapuskan, supaya menegakkan yang kedua”.
Yang pertama’ jelas menunjuk pada korban binatang dalam Perjanjian Lama, sedangkan ‘yang kedua’ jelas menunjuk pada korban Kristus.

2. Ibr 10:18 yang berbunyi: “Jadi apabila untuk semuanya itu ada pengampunan, tidak perlu lagi dipersembahkan korban karena dosa”.


Kalau saudara masih juga belum puas, bacalah Ibr 8-9, dan perhatikan khususnya:

a.Ibr 8:7 - “Sebab, sekiranya perjanjian yang pertama itu tidak bercacat, tidak akan dicari lagi tempat untuk yang kedua”.

b.Ibr 8:13 -“Oleh karena Ia berkata-kata tentang perjanjian yang baru, Ia menyatakan yang pertama sebagai perjanjian yang telah menjadi tua. Dan apa yang telah menjadi tua dan usang, telah dekat kepada kemusnahannya”.

c.Ibr 9:9-10 -“(9) Itu adalah kiasan masa sekarang. Sesuai dengan itu dipersembahkan korban dan persembahan yang tidak dapat menyempurnakan mereka yang mempersembahkannya menurut hati nurani mereka, (10) karena semuanya itu, di samping makanan dan minuman dan pelbagai macam pembasuhan, hanyalah peraturan-peraturan untuk hidup insani, yang hanya berlaku sampai tibanya waktu pembaharuan”.

Semua ini jelas menunjukkan bahwa ceremonial law, termasuk korban dan penyucian Perjanjian Lama sudah tidak berlaku lagi pada jaman Perjanjian Baru sekarang ini.

Karena itu, kalau pada jaman sekarang (jaman Perjanjian Baru) orang melakukan kembali ceremonial law seperti itu, maka itu merupakan penghinaan terhadap pengorbanan Kristus. Kalau hal ini dilakukan oleh bangsa Yahudi yang non kristen, maka sekalipun ini tetap salah, tetapi ini tidak mengherankan, karena mereka memang hidup dalam jaman Perjanjian Lama dan tidak mengakui Perjanjian Baru. Tetapi kalau ada orang kristen, lebih-lebih pendeta kristen, yang menyetujui hal itu, ini betul-betul kegilaan dan kesesatan! Tidak ada orang / bangsa manapun dalam jaman Perjanjian Baru ini yang bisa disucikan dengan apapun (termasuk dengan ‘lembu merah’) selain dengan darah Kristus. Dengan kata lain, supaya seseorang atau suatu bangsa (termasuk bangsa Israel / Yahudi) bisa disucikan, maka ia / mereka harus percaya kepada Yesus sebagai Juruselamat dan Tuhan!

Mungkin ada orang yang menggunakan Bil 19:10, yang menunjukkan bahwa itu adalah ‘ketetapan untuk selama-lamanya’, untuk menentang apa yang saya katakan di sini.


Untuk menjawab ini saya ingin mengingatkan bahwa dalam Kej 17:13 sunat juga disebut sebagai ‘perjanjian yang kekal’! Apakah saudara mau mengatakan bahwa jaman sekarang kita juga harus disunat? Ini jelas tidak mungkin (bdk. Gal 5:2-6 Gal 6:12-15). Calvin menganggap bahwa yang kekal bukan pelaksanaan sunat itu, tetapi artinya. Juga sunat merupakan TYPE / gambaran / bayangan dari baptisan, dan karena itu pada waktu baptisan tiba maka sunat harus disingkirkan.

Demikian juga dengan perayaan Paskah Perjanjian Lama (Passover), yang dalam Kel 12:14 disebutkan sebagai ‘ketetapan untuk selamanya’. Ini merupakan TYPE / gambaran / bayangan dari Kristus (1Kor 5:7 - “Sebab anak domba Paskah kita juga telah disembelih, yaitu Kristus”), dan karena itu pada waktu Kristusnya datang, mati dan bangkit, maka hal ini harus disingkirkan.

Jadi, sekalipun sunat dan Paskah disebut ‘perjanjian yang kekal’ / ‘ketetapan untuk selamanya’, itu tidak berarti pelaksanaan sunat dan Paskah itu kekal. Maka demikian juga dengan persoalan lembu merah!


3) Ada bagian-bagian yang ditujukan untuk orang kristen / percaya saja, seperti: Ro 8:28 1Kor 10:13 Yer 29:11 (bdk. Yer 21:10).
  • Ro 8:28 - “Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.”.
  • 1Kor 10:13 - “Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.”.
  • Yer 29:11 - “Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada padaKu mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu RANCANGAN DAMAI SEJAHTERA DAN BUKAN RANCANGAN KECELAKAAN, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.”.
Bdk. Yer 21:10 - “Sebab Aku telah menentang kota ini UNTUK MENDATANGKAN KECELAKAAN DAN BUKAN UNTUK MENDATANGKAN KEBERUNTUNGANNYA, demikianlah firman TUHAN. Kota ini akan diserahkan ke dalam tangan raja Babel yang akan membakarnya habis dengan api.’”.

Karena itu, dalam menghibur atau mengcounsel orang kafir / kristen KTP, jangan menggunakan ayat-ayat ini dan menerapkannya bagi mereka. Ayat-ayat ini tidak berlaku bagi mereka!


4) Ada bagian-bagian yang ditujukan untuk orang-orang tertentu saja, misalnya:
a) Mat 28:20b, janji penyertaan di sini hanya ditujukan hanya untuk orang yang memberitakan Injil.

b) Mat 10:16-20, janji pemberian kata-kata di sini hanya ditujukan hanya untuk orang-orang kristen yang dihadapkan kepada penguasa-penguasa. Bagian ini tidak berlaku untuk pengkhotbah yang mau berkhotbah dalam kebaktian biasa!

5) Ada bagian-bagian yang ditujukan untuk 1 individu saja, misal:
a) Luk 1:26-35 - untuk Maria saja.
b) Mat 1:20,21 - untuk Yusuf saja.
c) Mat 14:28,29 - untuk Petrus saja.
d) Mat 19:21 - untuk pemuda kaya itu saja.
Catatan: Ini bukan berarti bahwa bagian-bagian yang bukan untuk kita itu tidak ada artinya sama sekali. Kita bisa menarik ‘pelajaran’ yang berharga dari bagian-bagian itu, misalnya:

  1. Mat 14:28-29 memang tidak berarti bahwa kita boleh mencoba untuk berjalan di atas air, tetapi bagian itu mengajar kita untuk tetap percaya dan memandang pada Yesus dalam setiap keadaan.
  2. Mat 19:21 memang tidak berarti bahwa kita harus menjual semua harta kita dan membagi-bagikannya pada orang miskin. Tetapi bagian ini mengajarkan bahwa kita harus mengasihi Kristus lebih dari harta kita.
  3.  
6) Ada bagian-bagian yang hanya ditujukan untuk orang-orang tertentu pada satu saat saja.

Misalnya kata-kata Yesus dalam Mat 10:5-10 - “(5) Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: ‘Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria, (6) melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel. (7) Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat. (8) Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma. (9) Janganlah kamu membawa emas atau perak atau tembaga dalam ikat pinggangmu. (10) Janganlah kamu membawa bekal dalam perjalanan, janganlah kamu membawa baju dua helai, kasut atau tongkat, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya.”.


Orang Islam sering menggunakan teks ini untuk mengatakan bahwa Yesus diutus hanya untuk orang Israel / Yahudi. Orang-orang kristen yang ekstrim sering menggunakan bagian ini sebagai dasar untuk mengatakan bahwa kitapun diperintahkan oleh Yesus untuk membangkitkan orang mati. Ini salah, karena kata-kata ini hanya berlaku untuk para murid pada saat itu saja. Apa alasannya untuk mengatakan bahwa kata-kata ini hanya berlaku untuk para murid pada saat itu saja? Alasannya: pada saat itu mereka hanya boleh memberitakan Injil kepada orang-orang Israel / Yahudi saja, sedangkan Mat 28:19 menyuruh untuk memberitakan Injil kepada segala bangsa. Juga pada saat itu mereka dilarang membawa bekal, tetapi dalam Luk 22:36 mereka disuruh membawa bekal. Jadi jelas bahwa perintah dalam Mat 10:5-dst itu sudah dianulir / dihapuskan oleh Yesus sendiri!

Mat 28:19 - “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa muridKu dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,”.

Luk 22:36 - “Jawab mereka: ‘Suatupun tidak.’ KataNya kepada mereka: ‘Tetapi sekarang ini, siapa yang mempunyai pundi-pundi, hendaklah ia membawanya, demikian juga yang mempunyai bekal; dan siapa yang tidak mempunyainya hendaklah ia menjual jubahnya dan membeli pedang.”

***

P O P U L A R - "Last 7 days"