0 Apakah Ismael Diselamatkan atau Tidak? [Galatia 4:22-31]

Kejadian 22:2
Firman-Nya: "Ambillah anakmu yang TUNGGAL itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu."
Jawab :

Mari kita Lihat argumen yang dikemukakan oleh rasul Paulus :

Galatia 4:22-31
(22) Bukankah ada tertulis, bahwa Abraham mempunyai dua anak, seorang dari perempuan yang menjadi hambanya dan seorang dari perempuan yang merdeka?
(23) Tetapi anak dari perempuan yang menjadi hambanya itu diperanakkan menurut daging dan anak dari perempuan yang merdeka itu oleh karena janji.
(24) Ini adalah suatu kiasan. Sebab kedua perempuan itu adalah dua ketentuan Allah: yang satu berasal dari gunung Sinai dan melahirkan anak-anak perhambaan, itulah Hagar-
(25) Hagar ialah gunung Sinai di tanah Arab--dan ia sama dengan Yerusalem yang sekarang, karena ia hidup dalam perhambaan dengan anak-anaknya.
(26) Tetapi Yerusalem sorgawi adalah perempuan yang merdeka, dan ialah ibu kita.
(27) Karena ada tertulis: "Bersukacitalah, hai si mandul yang tidak pernah melahirkan! Bergembira dan bersorak-sorailah, hai engkau yang tidak pernah menderita sakit bersalin! Sebab yang ditinggalkan suaminya akan mempunyai lebih banyak anak dari pada yang bersuami."
(28) Dan kamu, saudara-saudara, kamu sama seperti Ishak adalah anak-anak janji.
(29) Tetapi seperti dahulu, dia, yang diperanakkan menurut daging, menganiaya yang diperanakkan menurut Roh, demikian juga sekarang ini.
(30) Tetapi apa kata nas Kitab Suci? "Usirlah hamba perempuan itu beserta anaknya, sebab anak hamba perempuan itu tidak akan menjadi ahli waris bersama-sama dengan anak perempuan merdeka itu."
(31) Karena itu, saudara-saudara, kita bukanlah anak-anak hamba perempuan, melainkan anak-anak perempuan merdeka.


Analogi Paulus disini penting untuk memahami siapakah Ismael itu. Siapakah sesungguhnya yang merupakan keturunan Abraham? Ada dua ibu (Hagar dan Sarah), dua anak (Ismael dan Ishak), dua perjanjian (menurut daging, dan anugerah), dan dua kota ( saat ini dan yang  baru). Bangsa Israel bahkan hingga kini mengklaim sebagai keturunan-keturunan Abraham.

Mereka mengklaim  “yang diselematkan.” Akan tetapi kita harus bertanya dari garis yang mana mereka  adalah keturunan-keturunan Abraham : apakah mereka berasal dari Hagar—keturunan menurut daging, atau Sarah—berdasarkan pada janji? Apakah mereka budak-budak dosa dan hokum atau orang-orang merdeka didalam Kristus? Apakah mereka yang menganiaya atau yang dianiaya? Jadi, ada banyak pertanyaan,”Siapakah ibumu?” Kita dapat  berkata, apakah agamamu? Judaisme atau Kekristenan?

Tetapi dibagian manakah dalam Perjanjian Lama Paulus mendasarkan argumennya ini?

Benar sekali, Tuhan telah memberkati keturunan Ismael sebagaimana Tuhan telah berjanji keada Abraham.  Ismael akan berbuah dan berkembang banyak. Ismail menjadi bapak atas 12  raja dan sebuah bangsa yang besar :

Kejadian 17:20
Tentang Ismael, Aku telah mendengarkan permintaanmu; ia akan Kuberkati, Kubuat beranak cucu dan sangat banyak; ia akan memperanakkan dua belas raja, dan Aku akan membuatnya menjadi bangsa yang besar.

Tetapi Paulus membaca lebih lanjut tidak hanya  pada Kejadian 17 dan 20 tetapi hingga ke Kejadian 25:12-18 untuk mengungkapkan siapakah mereka ini kelak kemudian. Disini kita memperhatikan sejumlah  hal yang menarik mengenai Ismael :

Kejadian 25:12-18
(12) Inilah keturunan Ismael, anak Abraham, yang telah dilahirkan baginya oleh Hagar, perempuan Mesir, hamba Sara itu.
(13) Inilah nama anak-anak Ismael, disebutkan menurut urutan lahirnya: Nebayot, anak sulung Ismael, selanjutnya Kedar, Adbeel, Mibsam,
(14) Misyma, Duma, Masa,
(15) Hadad, Tema, Yetur, Nafish dan Kedma.
(16) Itulah anak-anak Ismael, dan itulah nama-nama mereka, menurut kampung mereka dan menurut perkemahan mereka, dua belas orang raja, masing-masing dengan sukunya.
(17) Umur Ismael ialah seratus tiga puluh tujuh tahun. Sesudah itu ia meninggal. Ia mati dan dikumpulkan kepada kaum leluhurnya.
(18) Mereka itu mendiami daerah dari Hawila sampai Syur, yang letaknya di sebelah timur Mesir ke arah Asyur. Mereka menetap berhadapan dengan semua saudara mereka.


Disni kita melihat walaupun sebagai seorang anak laki-laki, Ismail telah melayani Tuhan dia telah “dikumpulkan kepada kaum  leluhurnya” dan tidak dikuburkan besama dengan orang tua perjanjiannya -bandingkan dengan Kejadian 23:1-20 :

(1) Sara hidup seratus dua puluh tujuh tahun lamanya; itulah umur Sara. (2)
Kemudian matilah Sara di Kiryat-Arba, yaitu Hebron, di tanah Kanaan, lalu Abraham datang meratapi dan menangisinya. (3) Sesudah itu Abraham bangkit dan meninggalkan isterinya yang mati itu, lalu berkata kepada bani Het: (4) "Aku ini orang asing dan pendatang di antara kamu; berikanlah kiranya kuburan milik kepadaku di tanah kamu ini, supaya kiranya aku dapat mengantarkan dan menguburkan isteriku yang mati itu." (5) Bani Het menjawab Abraham: (6) "Dengarlah kepada kami, tuanku. Tuanku ini seorang raja agung di tengah-tengah kami; jadi kuburkanlah isterimu yang mati itu dalam kuburan kami yang terpilih, tidak akan ada seorangpun dari kami yang menolak menyediakan kuburannya bagimu untuk menguburkan isterimu yang mati itu."… (20) Demikianlah dari pihak bani Het ladang dengan gua yang ada di sana diserahkan kepada Abraham menjadi kuburan miliknya.


Kita juga  melihat bahwa  Ismael “menetap  berhadapan dengan semua saudara mereka.” Kehidupan Ismail  terlihat menjadi kesaksian dari seorang anak laki-laki yang berada dalam perjanjian dengan Tuhan dan  kemudian dalam kehidupannya ternyata menjadi seorang yang keluar dari perjanjian itu. Sebagaimana yang dikatakan oleh Yohanes :

1 Yohanes 2:19
Memang mereka berasal dari antara kita, tetapi mereka tidak sungguh-sungguh termasuk pada kita; sebab jika mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita, niscaya mereka tetap bersama-sama dengan kita. Tetapi hal itu terjadi, supaya menjadi nyata, bahwa tidak semua mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita.

Kita masih harus melanjutkannya. Apakah yang dikatakan  Kitab Mazmur terkait hal ini? Disini kita melihat kaum Ismael yang melawan TUHAN :

Mazmur 83:1-8
  1. Mazmur Asaf: suatu nyanyian.  Ya Allah, janganlah Engkau bungkam, janganlah berdiam diri dan janganlah berpangku tangan, ya Allah!
  2. Sebab sesungguhnya musuh-musuh-Mu ribut, orang-orang yang membenci Engkau meninggikan kepala.
  3. Mereka mengadakan permufakatan licik melawan umat-Mu, dan mereka berunding untuk melawan orang-orang yang Kaulindungi.
  4. Kata mereka: "Marilah kita lenyapkan mereka sebagai bangsa, sehingga nama Israel tidak diingat lagi!"
  5. Sungguh, mereka telah berunding dengan satu hati, mereka telah mengadakan perjanjian melawan Engkau:
  6.  Penghuni kemah-kemah Edom dan orang Ismael, Moab dan orang Hagar,
  7. Gebal dan Amon dan Amalek, Filistea beserta penduduk Tirus,
  8. Juga Asyur telah bergabung dengan mereka, menjadi kaki tangan bani Lot. Sela

Lebih lanjut, saudara-saudara perempuan Ismael, Mahalat (Kejadian 28:9) dan Basmat (Kejadian 36:3) telah menikah dengan Esau (Kejadian 28:8-9), yang tidak dipilih Tuhan (Roma 9).

Tuhan sendiri tidak menganggap Ismael sebagai anak Abraham yang sesungguhnya, tetapi menyatakan Ishak :


Kejadian 22:2
Firman-Nya: "Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu."

Tuhan di Alkitab yang disebut “ Tuhan Israel” sebanyak 203 kali. Tidak pernah Dia disebut Tuhan bangsa lain—dan tentu saja tidak pernah Dia dipanggil Tuhan Ismail atau Tuhan  orang-orang Arab. Musa lebih lanjut mendeklarasikan :

Keluaran 3:15
Selanjutnya berfirmanlah Allah kepada Musa: "Beginilah kaukatakan kepada orang Israel: TUHAN, Allah nenek moyangmu, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub, telah mengutus aku kepadamu: itulah nama-Ku untuk selama-lamanya dan itulah sebutan-Ku turun-temurun.

Dua belas kali nama ini diberikan kepada Tuhan. Kristus menyatakan kebangkitan Abraham, Ishak, dan Yakub ( maksudnya semua orang yang percaya) dari gelar ini, menyatakan bahwa “ Tuhan bukanlah Tuhan orang mati tetapi orang yang hidup” :

Matius 22:31-32
(31) Tetapi tentang kebangkitan orang-orang mati tidakkah kamu baca apa yang difirmankan Allah, ketika Ia bersabda (32) Akulah Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub? Ia bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup."

Kesimpulannya kita dapat mengatakan bahwa Tuhan “telah memberkati” Ismail yang lahir dari hal yang tidak Tuhan perkenan :

Kejadian 17:20
Tentang Ismael, Aku telah mendengarkan permintaanmu; ia akan Kuberkati, Kubuat beranak cucu dan sangat banyak; ia akan memperanakkan dua belas raja, dan Aku akan membuatnya menjadi bangsa yang besar.

Dan Ismael mengalami “penderitaan panjang” menjadi  benda kemurkaan Tuhan :

Roma 9:22
Jadi, kalau untuk menunjukkan murka-Nya dan menyatakan kuasa-Nya, Allah menaruh kesabaran yang besar terhadap benda-benda kemurkaan-Nya, yang telah disiapkan untuk kebinasaan

Yang mengabaikan kebaikannya dan  kesabarannya :

Roma 2:4
Maukah engkau menganggap sepi kekayaan kemurahan-Nya, kesabaran-Nya dan kelapangan hati-Nya? Tidakkah engkau tahu, bahwa maksud kemurahan Allah ialah menuntun engkau kepada pertobatan?

Memang, ketidakbersyukuran mereka untuk kebaikan-kebaikan sejati yang diberikan kepada mereka membuatnya begitu bersalah :

Roma 1:21
Sebab sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah atau mengucap syukur kepada-Nya. Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia-sia dan hati mereka yang bodoh menjadi gelap.

Jadi Paulus membaca Perjanjian Lama dan membuat argumennya di Galatia 4! Berkat itu ada dalam benih Ishak, bukan pada Ishak, sehingga Tuhan memelihara janji perjanjian kekal :

Kejadian 26:3-4
(3) Tinggallah di negeri ini sebagai orang asing, maka Aku akan menyertai engkau dan memberkati engkau, sebab kepadamulah dan kepada keturunanmu akan Kuberikan seluruh negeri ini, dan Aku akan menepati sumpah yang telah Kuikrarkan kepada Abraham, ayahmu.
(4) Aku akan membuat banyak keturunanmu seperti bintang di langit; Aku akan memberikan kepada keturunanmu seluruh negeri ini, dan oleh keturunanmu semua bangsa di bumi akan mendapat berkat

Tuhan memelihara janjinya kepada Abraham, tetap Ismail berperilaku  amoral—dia tidak memenuhi keseluruhan hukum. Garis keturunan yang berasal dari  Hagar menyimbolkan yang mana yang tidak selamat.

Was Ishmael Lost orSaved (Galatia 4:22-31), Joseph R. Nally | diterjemahkan oleh : Martin Simamora

Foto : Highway 1 by http://jesnec.deviantart.com/

P O P U L A R - "Last 7 days"