0 Dapatkah Yesus Melakukan Dosa & Sucikah Ia? (Bag.2)


The Sermon on the Mount, Jan Brueghel the Elder, 1598
alastair.adversaria.co.uk
Semua bentuk godaan ini menghasut manusia, menimbulkan respon yang berasal dari natur keberdosaan manusia, yang sama sekali tidak dimiliki oleh Yesus. Adam pertama telah menjadi pendosa dengan melakukan dosa, setelah Adam, seluruh umat manusia tidak memiliki pilihan lain, natur keberdosaan pada Adam terus berlanjut kepada generasi selanjutnya sebagai natur yang kita miliki. Yesus sebagai Adam kedua memiliki pilihan yang sama untuk menjadi seorang pendosa dengan  berbuat dosa. Inilah tujuan Setan, membuat Yesus memiliki dosa dan membuat Yesus tak layak menjadi Messias.
Sebelumnya : Bagian 1


Mungkinkah Yesus berbuat dosa dalam kemanusiaannya sementara Ia adalah Tuhan dalam  rupa manusia. Kita harus mengerti bahwa Yesus adalah sebuah pribadi. Jika kemanusiaan Yesus terpisah dari ke-Tuhan-annya maka bisa saja Yesus akan berlaku sama seperti yang dilakukan oleh Adam. Sementara Yesus memiliki pilihan untuk berbuat dosa, Ia tak memiliki kemampuan untuk melakukannya. Manusia Kristus tidak pernah dapat dipisahkan dari atau tak ditopang oleh ke-Tuhan-annya. Pada diri Adam hanya ada satu natur, pada diri Kristus ia ditopang dan diurapi oleh ke-Tuhan-annya sebagai Anak Allah.

Kita sebagai manusia yang telah jatuh kedalam dosa tidak dapat bertindak terlepas dari natur ini. Namun Yesus tidak memiliki natur keberdosaan seperti yang kita miliki. Yesus merdeka untuk bertindak secara sempurna pada semua situasi. Ia bertindak dengan natur ketakberdosaannya untuk mematuhi kehendak Bapa.

Yesus tak dapat bertindak yang melawan 
kehendak Tuhan karena Ia tak memiliki natur dosa yang memungkinkan dia untuk dapat saja melakukannya. Yesus tahu makna tanpa dosa ( 2 Korintus 5:21 Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah.) yaitu Ia tak memiliki pengetahuan dosa melalui pengalaman. Ia telah dapat seperti seorang manusia (Roma 8:3 Sebab apa yang tidak mungkin dilakukan hukum Taurat karena tak berdaya oleh daging, telah dilakukan oleh Allah. Dengan jalan mengutus Anak-Nya sendiri dalam daging, yang serupa dengan daging yang dikuasai dosa karena dosa, Ia telah menjatuhkan hukuman atas dosa di dalam daging,), memiliki tampilan lazimnya manusia namun tanpa natur keberdosaan, tak ada sedikitpun pada dirinya yang terlihat dari luar dapat menarik perhatian orang lain. Sebab Yesus mengambil bagi dirinya natur yang lain, natur manusia namun dosa yang telah merusak manusia tidak tinggal didalam Yesus.

Filipi 2:5-8(5) Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,(6) yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,(7) melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.(8) Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.

Dalam Yohanes 8:46, Yesus bertanya kepada orang-orang "siapakah diantara mereka yang dapat membuktikan bahwa Yesus berdosa." Sangat  jelas bahwa mereka tak dapat menuduhkan apapun kepada Yesus.

Yoh 8:46Siapakah di antaramu yang membuktikan bahwa Aku berbuat dosa? Apabila Aku mengatakan kebenaran, mengapakah kamu tidak percaya kepada-Ku?

Beberapa berpendapat bahwa jika memang ayat-ayat diatas memperlihatkan bahwa tidak mungkin Yesus berdosa, lalu godaan-godaan yang dialami Yesus tidak ada gunanya.Tujuan dasar  godaan-godaan yang dialami Yesus bukanlah agar Ia dapat belajar mengenai iman seperti halnya kita, tujuan sejati godaan-godaan yang dialami oleh Yesus adalah untuk memperlihatkan bahwa Ia tidak dapat berdosa dan memperlihatkan fakta bahwa Yesus adalah Anak Allah. Yesus lahir dalam penundukan terhadap hukum Taurat namun Ia sama sekali terlepas dari berbagai bentuk pelanggaran terhadap Taurat.  Ia datang untuk melakukan kehendak Bapa, Yohanes 4:34, secara sempurna.

Yohanes 4:34Kata Yesus kepada mereka: "Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.

Dosa adalah gagal memenuhi kesempurnaan Tuhan, Yesus tak pernah kurang dari sempurna setiap waktu.Yesus tidak bertindak atas dirinya sendiri atau secara independen melakukan inisiatif sendiri sekalipun Ia memiliki kuasa Tuhan. Ia memberikan diri-Nya kepada Bapa, mematuhi-Nya dalam segala lakunya sebagai manusia sempurna dalam kepatuhan kepada Tuhan. Yesus melakukan seluruh Hukum secara sempurna tetapi apa yang Yesus lakukan lebih dari sekedar kepatuhan lahiriah. Ingat saat khotbah di bukit, Yesus memberitahukan kepada kita definisi hakiki Taurat. 

Ada sebuah kebenaran internal terhadap Taurat yang diabaikan oleh orang-orang Farisi  yang seharusnya mereka lakukan. Mereka, sekalipun mereka telah menjalankan Taurat dengan tepat dengan kepatuhan lahiriah, namun Yesus menunjukan apa sebenarnya yang diperintahkan oleh Taurat, kepatuhan yang datang dari dalam diri manusia.

Kristus memberikan kepada 
kita interpretasi yang hakiki bahwa mereka harus menjiwainya. Ini lebih dari sekedar 10 perintah tetapi 613 perintah. Sementara orang-orang farisi berpendapat bahwa mereka tak melanggar Hukum yang berbunyi "Jangan membunuh" karena secara fisik mereka tidak melakukan tindak pembunuhan. Yesus sedang memperlihatkan bahwa jika seseorang membenci didalam hatinya terhadap orang lain maka ia telah melanggar Taurat (Matius 5:21-26), sehingga, agar seseorang tidak melanggar Taurat, mereka harus bertindak secara sempurna dari dua sisi, dari dalam dirinya dan kepatuhan lahiriah dan tidak berdiam dalam kekecewaan apapun atau permusuhan terhadap orang lain.

Keselarasan dengan 
peraturan-peraturan dan ketentuan-ketentuan hanya akan berdampak kepada hal lahiriah, apa yang kita perlukan adalah mengalami dampak didalam diri kita. Berarti sebuah perubahan didalam manusia rohani. Jika sedikit saja kurang dari ini tidak akan merubah roh kita yang memerintah daging kita. Siapapun dapat melakukan prinsip-prinsip kekristenan dengan memberikan sepersepuluh  kepada Tuhan, melakukan perbuatan-perbuatan baik, berdoa, berpuasa. Mereka dapat melakukan hal-hal ini dan bahkan oleh seorang penganut Budha yang tak percaya kepada Kristus.
Apa yang membuat seseorang menjadi Kristen adalah kala dilahirkan kembali, yang akan memberikan kepadanya sebuah motivasi baru dan perilaku yang datang dari hatinya, inilah perubahan natur manusia rohani. Ini sebabnya Yesus mengecam para pemimpin rohani dimasanya. Mereka puas dengan capaian lahiriah, tetapi sisi rohani manusianya membusuk oleh dosa-dosa mereka. 


Untuk inilah  Tuhan telah datang sebagai seorang manusia untuk memberikan kepada kita sebuah contoh sempurna, siapakah dia sehingga kita dapat melihat betapa kita semua telah jatuh, jauh dari kesempurnaan yang Tuhan tuntut.

Bersambung ke Bagian 3

Martin Simamora | letusreason.org

Baca Juga :


P O P U L A R - "Last 7 days"