F O K U S

Nabi Daud Tentang Siapakah Kristus

Ia Adalah Seorang Nabi Dan Ia Telah   Melihat Ke Depan Dan Telah Berbicara Tentang Kebangkitan Mesias Oleh: Blogger Martin Simamora ...

0 Roh Kudus dan Karya-Nya Didalam Diri Orang Percaya (Bag.2 Selesai)

Manusia sejatinya diciptakan dalam gambar Allah tetapi kemudian gambar itu telah rusak dan berdampak hingga generasi kita. Tuhan memulihkan natur moral manusia yang telah hilang saat di Taman Eden oleh godaan setan, dengan  mengutus Roh Kudus untuk hidup didalam diri setiap pemercaya.

Roh Kudus memiliki natur atau hakikat yang sama dengan Yesus, tetapi tujuannya tidak sama. Roh Kudus menghibur kita, menuntun kita kedalam kebenaran dengan memberikan penjelasan Firman; menginsafkan kita akan dosa, dan menyelaraskan kita dengan gambar Anak Allah sebab kita juga melalui berbagai pencobaan dan penderitaan.

Pekerjaan Roh Kudus hampir semuanya bersifat moral, memulihkan kekudusan, memulihkan gambar Tuhan dalam diri manusia. Kita harus seperti Yesus dalam hal moral Yesus, mengenakan karakter-Nya dan menghasilkan buah. Kita telah ditetapkan " Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara" (Roma 8:29).

Proses ini melalui masa-masa yang berat dan  sebuah pembelajaran yang bergantung pada seberapa besar kita bekerjasama dengan-Nya dalam menjalani berbagai tantangan yang dialami untuk membangun iman kita dan mengajarkan kepada kita untuk  meletakan kepercayaan kita didalam Tuhan, kita sekarang memiliki hubungan pribadi dengan Tuhan.


Kita tidak harus lebih berupaya bagi Tuhan, apa yang perlu kita lakukan adalah memberi diri kita lebih lagi kepada-Nya. Jika engkau berupaya menetapkan berbagai persyaratan agar engkau menjadi kudus atau memiliki Roh Kudus yang lebih lagi, "baptisan lainnya", pengurapan, maka engkau sedang sedang mengupayakannya dengan cara yang salah. 

Semua yang kita perlukan telah dimiliki oleh setiap pribadi orang percaya. Bukan kita yang memerlukan Roh Kudus yang lebih lagi, tetapi Dia menghendaki diri kita untuk semakin dikuasai oleh  Roh Kudus!

2 Petrus 1:3-4
(3) Karena kuasa ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh oleh pengenalan kita akan Dia, yang telah memanggil kita oleh kuasa-Nya yang mulia dan ajaib(4) Dengan jalan itu Ia telah menganugerahkan kepada kita janji-janji yang berharga dan yang sangat besar, supaya olehnya kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi, dan luput dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan dunia.

Perihal ini terdiri atas dua hal utama :

1. Roh Kudus
Roma 14:17 "Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus."
2. Firman

II Timotius 3:16-17
(16) Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. (17) Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.


Efesus 5:18-19
"(18) Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh,(19) dan berkata-katalah seorang kepada yang lain dalam mazmur, kidung puji-pujian dan nyanyian rohani. Bernyanyi dan bersoraklah bagi Tuhan dengan segenap hati." 
Firman ini menyatakan bahwa kita terus-menerus dipenuhi, dalam penguasaan Roh Kudus. Dipenuhi Roh Kudus adalah hal sehari-hari, ini melibatkan bagaimana kita mengalami kematian terhadap  diri sendiri dan mengizinkan Tuhan untuk membersihkan dan mengendali berbagai area dalam kehidupan kita yang dahulu dikendalikan oleh natur keberdosaan dan iblis. Kita memiliki sebuah lagu didalam hati kita dan lagu itu adalah sebuah pujian tanpa henti bagi Tuhan untuk apa yang telah Ia lakukan dan yang sedang Ia kerjakan. Saya bukan lagi pribadi yang sama sebagaimana saya yang dahulu dan saya masih terusdiubahkan kedalam gambar Allah Anak.  Roh Kudus adalah pelaksana natur Tuhan, kita menjadi subyek hukum Roh Kudus. Ia menjadi penuntun kita  yang nyata, bukan  Perjanjian Lama yaitu Perjanjian Musa. Roh Kudus adalah sumber  kelahiran kembali dan membawa natur Kristus kedalam setiap pribadi orang percaya. Ia selalu menyelaraskan diri kita kepada Yesus setiap hari. Yesus merepresentasikan Allah Bapa secara sempurna sebagai Allah Anak dalam rupa manusia-- Dia Tuhan dan sekaligus manusia, manusia yang terahir. Tuhan itu Kudus dan demikian Yesus mengungkapkan  Tuhan dengan mentransformasikan anak-anak-Nya menjadi serupa dengan Yesus, natur  Yesus. Berjalan didalam Roh berarti anda hidup dalam panduan Roh, anda menjalani kehidupan yang rohani bukan kehidupan fana. Ini berarti anda mengizinkan firman Tuhan membentuk hidup anda, dalam hal ini anda tidak mendengar kepada sebuah suara yang anda anggap seperti suara Tuhan untuk memandu anda, dan ini bertentangan dengan  firman.

Dalam Efesus 2:8-10 Paulus menjelaskan "Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.
Prioritas Tuhan yang utama adalah mengubah kita agar menjadi serupa dengan Kristus sehingga kitda dapat digunakan untuk kerajaan-Nya. Ini adalah sebuah  proses yang sedang berlangsung yang disebut pengudusan ( Roma 15:16; I Korintus 6:11; I Petrus 1:2). Pertama, Ia akan menyingkirkan tembok  batu, sebelum Ia menyingkirkan batu karang dan batu koral dalam diri kita. Kita harus melakukan pekerjaan baik agar Bapa dapat dimuliakan kepada dunia dan mereka dapat mengetahui siapa yang kita layani. Roh Kudus menolong kita, mendorong kita untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan baik. Tentu saja hal ini bukan soal baru dan telah diperintahkan dalam Perjanjian Hukum, Mika 6:8 "Hai manusia, telah diberitahukan kepadamu apa yang baik. Dan apakah yang dituntut TUHAN dari padamu: selain berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allahmu?". 

Kita harus menyadari  bahwa kita merepresentasikan Anak kepada orang orang-orang disekitar kita, kita menjadi surat-surat yang hidup bagi dunia. Gambar Tuhan didalam diri manusia yang telah rusak sudah dipulihkan dan dapat memancarkan berbagai kualitas moral Tuhan dan karakter-karakter-Nya. Dari sinilah mereka dapat mengetahui bahwa Yesus hidup dan firman-Nya benar.
Hal ini berlangsung dengan bergantung dan berserah  sepenuhnya pada tuntunan-Nya disepanjang hari sehingga kita tidak berjalan menurut diri kita sendiri. Cara Tuhan menaklukan dosa didalam hidup seorang pemercaya adalah dengan menaklukan pendosa, menaklukan kita, maka diri kita  harus semakin berkurang  sehingga Dia semakin besar dalam diri kita. Jika seseorang berupaya untuk menaklukan dosa dengan berkonsentrasi pada dosa, maka tidak akan pernah berhasil menaklukan dosa.

Setiap orang percaya memiliki hal yang harus diperbaiki. Satu-satunya cara untuk memiliki kemenangan bukan dengan berfokus pada masalah dosanya, tetapi dengan menempatkannya kedalam kematian. Sebagai orang yang berdosa maka diri kita dan dosa-dosa kita harus mati/takluk dan memiliki kehidupan dalam kuasa kebangkitan Roh Kudus. Jika anda berjalan didalam Roh Kudus maka problem ini akan menjauh dengan sendirinya karena anda menggunakan solusi-Nya, bukan berkonsentrasi pada masalah. Fokus kepada Kristus bukan pada dosa itu sendiri. Kita mungkin menyadarinya tetapi mata dan iman kita harus tertuju pada Kristus.

Tuhan meminta kepada kita "Jadilah kamu kudus sebagaimana Aku kudus." Satu-sayunya cara yang mungkin adalah, bahwa Ia mengambil dosa anda dan memberikan kebenaran kedalam dirimu dan berjalan dalam natur yang baru. Hal ini telah tuntas dengan memikul salibmu setiap hari dan mematikan diri kita sendiri. Bagian kita ada didalam Roma 8:13 "...oleh Roh kamu dibuat untuk mematikan keinginan-keinginan tubuh, lalu kamu akan hidup." Sebab natur yang lama harus disingkirkan agar natur yang baru dapat  memerintah (2 Korintus 4:10 terjemahan dari versi NIV). "Kami kemanapun selalu membawa kematian Kristus didalam tubuh kami, sehingga kehidupan Yesus juga dapat diperlihatkan didalam tubuh kami." Sebagaimana Kristus telah mati, kami menganggap natur lama kami telah mati, sehingga kehidupan Kristus dapat dilihat oleh semua. Sebagaimana Yesus telah berkata kita harus memikul salib kita setiap hari dan mematikan diri sendiri.

Solusi yang diberikan oleh Yesus untuk mengatasi dosa ada pada Lukas 9:23 "Kata-Nya kepada mereka semua: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku." Dengan melakukan hal ini maka kita menjalankan sebuah kehidupan rohani. Kita menahan atau mematikan natur lama kita dan natur baru memerintah didalam diri kita setiap hari. Dengan menerapkan hal ini kita secara terus menerus diubah dan menjadi menang. Roma 6:11-13 (Weymouth)...Kamu harus memperlakukan dirimu sendiri  telah mati dalam hubungannya dengan dosa, tetapi memperlakukannya hidup dalam hubungan dengan Tuhan, karena kamu ada didalam Kristus Yesus. Oleh karena itu jangan biarkan dosa memerintah sebagai raja dalam tubuh-tubuh yang fana, yang menyebabkan kamu menjadi cenderung kepada keinginan-keinginannya; dan tidak lagi  memberikan semua potensimu sebagai senjata-senjata ketidakbenaran yang digunakan untuk dosa. Sebaliknya serahkanlah dirimu sepenuhnya kepada Tuhan sebagai manusia-manusia  hidup yang telah bangkit dari kematian, dan menyerahkan seluruh ragam potensi dirimu kepada Tuhan, yang digunakan sebagai senjata-senjata untuk memelihara yang benar.

Untuk meningkatkan iman kita, berarti mendengarkan firman--ini perintah bagi kita dalam kebenaran. Roh Kudus tak akan pernah menuntun kita menjauhi firman tetapi masuk kedalam firman. Alkitab menghadirkan jalan untuk menjadi dewasa dalam iman dengan membaca  Firman, mendapatkan pengertian dan hidup didalamnya, menanggalkan kedagingan. Disinilah letak perjuangannya, kerelaan kita agar Roh Kudus menguasai apa yang Tuhan katakan dan mengubah kita dari dalam, sehingga memberi dampak kepada roh kita (dan pikiran) pertama-tama dan kerelaan diri untuk dikuasai oleh Roh Kudus akan mengubah  cara-cara kehidupan kita. Perubahan ini terlihat dari luar sehingga orang lain melihat apa yang kita percaya didalam diri kita.

Kita harus tunduk kepada pengajaran-Nya dan tuntunan dari firman. Ingat Roh Kudus diutus untuk memuliakan Yesus. Bagaimana Roh Kudus melakukan hal ini? Dengan membuat kita memahami apa yang Yesus katakan. Roh Kudus akan menuntun kita kedalam kebenaran. Kita harus tunduk kepada Roh Kudus, sebagai Yesus telah memberikan contoh dalam Filipi 2, "yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan". Pikiran yang sama ini seperti Kristus harus ada didalam diri kita, kita harus memiliki sebuh perilaku kerendahan hati, seperti Ia menundykan diri kepada Bapa maka demikian juga dengan kita.

Hal utama yang saya rekomendasikan kepada semua pemercaya baru adalah segera kuasai dasar-dasar kekristenan. Pelajari doktrin-doktrin inti dan ajukan pertanyaan-pertanyaan anda, hal-hal semacam ini didapat didalam kelas-kelas yang biasa disebut kelas-kelas dasar. Jika anda tidak memiliki dasar yang baik apa yang anda letakan diatasnya dalam tahun-tahun mendatang tidak akan benar. Saya telah melihat begitu banyak orang yang tergelincir ke jalan sesat atau menjadi tak bertumbuh karena mereka tidak dibangun dengan benar. Ini membuat sebuah perbedaan besar dalam pertumbuhan mereka dan membuat mereka bertahan terhadap penyesatan yang semakin meningkat di hari-hari terahir ini.


Martin Simamora | letusreason.org












No comments:

Post a Comment

Anchor of Life Fellowship , Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri - Efesus 2:8-9