0 Taurat dan Anugerah, Perbuatan Baik dan Kristus (Bag.1)

Check out this image!
Apakah kaitan Taurat dengan anugerah dan bagaimana kita memandang perintah-perintah dalam hukum-hukum Perjanjian Lama dengan anugerah. Banyak yang mengatakan bahwa anugerah ada untuk melanggengkan/ menjalankan Taurat, tetapi Alkitab menyatakan dalam Perjanjian Baru, apabila kita gagal memenuhi salah satu dari hukum-hukum itu maka engkau gagal pada semua hukum-hukum lainnya. Inilah alasan utama mengapa kita hidup dalam anugerah.
Dalam Perjanjian Lama anugerah berada dibawah pelaksanaan Taurat, dalam Perjanjian Baru, anugerah berkuasa atas Taurat. Bila anda gagal dalam menjalankan salah satu perintah-perintah maka cara untuk menghadapi kesalahan itu dengan mengadakan korban. Perjanjian Baru tidak mengatakan bahwa kita hidup didalam anugerah agar dapat menjalankan Perjanjian Lama kerena Kitab Suci dengan jelas menyatakan bahwa tak seorangpun yang mampu melakukannya-menjalankan seluruh hukum Perjanjian Lama dengan sempurna. Hanya Yesus Kristus yang sanggup menjalankan seluruh hukum dimana kita tak mampu menjalankannya dengan sempurna.


Seluruh ketetapan dalam hukum/perintah Perjanjian Lama, baik besar ataupun kecil harus dijalankan dengan sempurna/tepat/tidak boleh luncas sebagaimana ditetapkan Tuhan untuk dijalankan manusia. Sehingga dalam hal ini Kristus hidup dalam sebuah kehidupan yang berlandaskan kebenaran yang sempurna bahkan hingga pada saat kematiannya di kayu salib. Kita hidup didalam anugerah karena kebenaran yang dimiliki Kristus dimasukan atau diberikan kepada kita sebagai turut memiliki kebenaran itu. Begitu banyak orang yang salah memahami hal-hal yang dipersyaratkan dalam Taurat.
Tidak menyadari tujuan Taurat dibuat, yaitu menunjukan bahwa kita semua adalah manusia yang bersalah-berdosa, sehingga kita berangkat menuju korban tertinggi yang tak ditemukan dalam hewan-hewan tak bercela, tetapi hanya ada dalam Kristus Yesus, sang Domba.


Begitu banyak yang melakukan perbuatan-perbuatan baik karena mereka berpikir hal tersebut dituntut dari diri mereka, mereka tidak tahu bahwa yang dituntut adalah menjalani kehidupan yang berdasarkan iman.Perjanjian Lama ditujukan hanya bagi bangsa Yahudi. Bagi mereka yang ingin hidup dalam Perjanjian Lama mereka harus menjadi penganut Judaisme. Sementara Perjanjian Baru diperuntukan baik bagi bangsa Yahudi atau non Yahudi.
Dalam  surat Efesus, ketika kita percaya kepada Kristus kita menjadi bagian dari Tubuh Kristus, bukan Judaisme. Tuhan membuat sebuah entitas yang baru sama sekali yang disebut gereja, Tubuh Kristus, dan memenuhinya dengan Roh Kristus agar bekerja dengan cara-cara yang dikehendakinya.


Ibrani 8:6 (6) Tetapi sekarang Ia telah mendapat suatu pelayanan yang jauh lebih agung, karena Ia menjadi Pengantara dari perjanjian yang lebih mulia, yang didasarkan atas janji yang lebih tinggi.

Perjanjian Baru tidak didasarkan 
pada usaha-usaha perbuatan baik tetapi sepenuhnya berlandaskan pada karya Tuhan. Dengan demikian Tubuh Kristus tidak berada didalam penghukuman  Taurat. 2 Korintus 3:9  Sebab, jika pelayanan yang memimpin kepada penghukuman itu mulia, betapa lebih mulianya lagi pelayanan yang memimpin kepada pembenaran.; Roma 8:1-2 (1) Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus.(2) Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut. Oleh karena orang-orang percaya tidak berada dalam kuasa Taurat maka mereka tidak dalam kuasa penghukuman - Roma 3:19 (9) Jadi bagaimana? Adakah kita mempunyai kelebihan dari pada orang lain? Sama sekali tidak. Sebab di atas telah kita tuduh baik orang Yahudi, maupun orang Yunani, bahwa mereka semua ada di bawah kuasa dosa.

Rasul Paulus dalam Roma 6:14 menyatakan :(14) Sebab kamu tidak akan dikuasai lagi oleh dosa, karena kamu tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia. Pada ayat-ayat sebelumnya dikatakan "agar jangan kita menghambakan diri lagi kepada dosa" (Roma 6:6).

Taurat tidak diberikan kepada orang Kristen sebagai standard dalam menjalani kehidupan, tetapi diperuntukan bagi orang-orang tak percaya bahwa mereka hidup dalam kehidupan yang jauh dibawah standar kehidupan Kristen, sebagaimana yang dikatakan oleh Paulus dalam 1 Timotius 1:9 yakni dengan keinsafan bahwa hukum Taurat itu bukanlah bagi orang yang benar, melainkan bagi orang durhaka dan orang lalim, bagi orang fasik dan orang berdosa, bagi orang duniawi dan yang tak beragama, bagi pembunuh bapa dan pembunuh ibu, bagi pembunuh pada umumnya.


Paulus menyatakan bahwa TAURAT tidak dilakukan berdasarkan Iman. Pelayanan Taurat yang bekerja didalam orang-orang Kristen tidak dapat menyenangkan Tuhan, karena melakukan Taurat bukan berdasarkan  Iman, tentu saja Taurat sendiri bukan berasal dari iman, tetapi "dasar hukum Taurat bukanlah iman, melainkan siapa yang melakukannya, akan hidup karenanya"- Galatia 3:12.

Dalam menjalankan kehidupan anugerah, "Taurat bukanlah berasal dari iman". Kini iman dan Taurat keduanya bersifat eksklusif satu sama lain. Pelaksanaan Taurat, iman dan taurat kedua-duanya dibutuhkan, seseorang membutuhkan kedua-duanya (Roma 10:5-6,10). Tanpa iman semua persyaratan Taurat tidak dapat dijalankan. Itu sebabnya Tuhan berkata bahwa Ia menolak semua korban mereka karena korban yang mereka lakukan tidak disertai dengan iman. Dibawah Taurat, iman diperlukan. 

Dibawah Anugerah, Taurat tidak diperkenankan. Sehingga  untuk masa kini, "Taurat tidak berasal dari iman". Dan Rasul Paulus menyatakan bahwa tanpa iman, tidak mungkin menyenangkan Tuhan (Ibrani 11:6  Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.) Jadi apabila Taurat tidak berasal dari iman, lalu dengan apa kita menjalani kehidupan? Bagi anggota Tubuh Kristus adalah berdosa bila ia meletakan dirinya dibawah ketentuan-ketentuan Taurat. Ingat Paulus dalam Roma 14:23 menyatakan :"Tetapi barangsiapa yang bimbang, kalau ia makan, ia telah dihukum, karena ia tidak melakukannya berdasarkan iman. Dan segala sesuatu yang tidak berdasarkan iman, adalah dosa". (Paulus menggunakan makanan sebagai contoh untuk menggambarkan konsep ini).

Kebenaran yang kita perlukan tidak dapat datang dari Taurat. Karena Taurat menuntut kepatuhan yang sempurna. Standard Tuhan adalah hal kesempurnaan; sesuatu yang tak dapat kita raih sebab kita tak pernah melihat atau mengalaminya. Sangat tidak mungkin berkenan pada Tuhan dengan cara menjalankan Taurat secara sempurna, karena Turat bukan dijalankan berdasarkan iman. Kebenaran menyukakan Tuhan, namun kini kebenaran-kebenaran tidak dapat dicapai dengan melakukan berbagai upaya perbuatan baik dengan mengerjakan Taurat, namun hanya dapat dimiliki melalui iman saja. Iman yang dipertontonkan adalah iman yang hidup dan aktif.

Roma 4:5 Tetapi kalau ada orang yang tidak bekerja, namun percaya kepada Dia yang membenarkan orang durhaka, imannya diperhitungkan menjadi kebenaran.

Paulus selanjutnya memperjelas maksud ayat ini dalam Galatia 3:21 Kalau demikian, 
bertentangankah hukum Taurat dengan janji-janji Allah? Sekali-kali tidak. Sebab andaikata hukum Taurat diberikan sebagai sesuatu yang dapat menghidupkan, maka memang kebenaran berasal dari hukum Taurat (Roma 10:5-6,10), tetapi kini Paulus menulis, Kebenaran yang berasal dari Tuhan, terlepas atau tak terkait dengan Taurat, inilah yang ingin diungkapkan oleh Paulus... Roma 3:21 Tetapi sekarang, tanpa hukum Taurat kebenaran Allah telah dinyatakan, seperti yang disaksikan dalam Kitab Taurat dan Kitab-kitab para nabi. Seluruh persyaratan dan perintah yang ditetapkan oleh Tuhan sudah tepenuhi didalam Kristus.

Galatia 3:23-25

(23) Sebelum iman itu datang kita berada di bawah pengawalan hukum Taurat, dan dikurung sampai iman itu telah dinyatakan.(24) Jadi hukum Taurat adalah penuntun bagi kita sampai Kristus datang, supaya kita dibenarkan karena iman.(25) Sekarang iman itu telah datang, karena itu kita tidak berada lagi di bawah pengawasan penuntun.

Masa "dibawah pengawalan hukum Taurat" adalah era yang dialami bangsa Israel, sebagai sebuah bangsa yang berada dibawah naungan Taurat. Tetapi ketika Tuhan bergerak dari Taurat menuju Anugerah, Israel menolak untuk bergerak, lebih menyukai untuk tinggal dengan  yang lama: peraturan-peraturan dan ketetapan-ketetapan dari Musa. Kini Taurat terlihat sangat meyakinkan, tetapi Taurat memisahkan mereka yang memegangnya  dari Roh anugerah.

Roma 10:3-4
(3) Sebab, oleh karena mereka tidak mengenal kebenaran Allah dan oleh karena mereka berusaha untuk mendirikan kebenaran mereka sendiri, maka mereka tidak takluk kepada kebenaran Allah.(4) Sebab Kristus adalah kegenapan hukum Taurat, sehingga kebenaran diperoleh tiap-tiap orang yang percaya.

Musa menuliskan kebenaran  adalah : Taurat... tetapi kebenaran iman berkata dengan cara ini... Roma 10:5-6,10  (5) Sebab Musa menulis tentang kebenaran karena hukum Taurat: "Orang yang melakukannya, akan hidup karenanya."(6) Tetapi kebenaran karena iman berkata demikian: "Jangan katakan di dalam hatimu: Siapakah akan naik ke sorga?", yaitu: untuk membawa Yesus turun,(10) Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.






Bersambung ke Bagian 2

Martin Simamora | Let Us Reason















P O P U L A R - "Last 7 days"