0 Apakah Bapa adalah Tuhan Yang Tak Memiliki Pribadi?

Roma 8:15
Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba, ya Bapa!"

Pertanyaan Besar hari ini : Apakah Bapa adalah Tuhan  yang tak memiliki pribadi?




Jawaban atas pertanyaan ini adalah TIDAK.

Ketika menuliskannya kepada orang-orang percaya di Roma, Rasul Paulus telah memberikan sebuah presentasi yang jelas terhadap Injil Yesus Kristus, termasuk inti pesannya dan bagaimana pesan itu  berdampak pada kehidupan seseorang sebagai seorang kristen.

Surat Roma 6-8 mengungkapkan bahwa sekalipun kita berjuang dalam sifat keberdosaan dalam dunia yang terkutuk oleh dosa, Kristus telah menggantikan posisi kita, untuk menerima penghukuman karena dosa yang kita perbuat yang mengakibatkan kematian. Tak hanya itu, tetapi selagi kita berjuang melawan dosa-sebagaimana yang dialami Paulus (Roma 7:15-20)-kita yang ada di dalam Kristus tidak dikutuk (Roma 8:1) karena Kristus telah menaklukan kuasa dosa.

Roma 7:15-20
Sebab apa yang aku perbuat, aku tidak tahu. Karena bukan apa yang aku kehendaki yang aku perbuat, tetapi apa yang aku benci, itulah yang aku perbuat.
Jadi jika aku perbuat apa yang tidak aku kehendaki, aku menyetujui, bahwa hukum Taurat itu baik.
Kalau demikian bukan aku lagi yang memperbuatnya, tetapi dosa yang ada di dalam aku.
Sebab aku tahu, bahwa di dalam aku, yaitu di dalam aku sebagai manusia, tidak ada sesuatu yang baik. Sebab kehendak memang ada di dalam aku, tetapi bukan hal berbuat apa yang baik.
Jadi jika aku berbuat apa yang tidak aku kehendaki, maka bukan lagi aku yang memperbuatnya, tetapi dosa yang diam di dalam aku.

Roma 8:1
Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus.

Pada surat Roma fasal 8, Rasul Paulus memaparkannya lebih dalam lagi. Kita tak hanya selamat dari murka Tuhan melalui Yesus Kristus, tetapi kita tak lagi  dalam belenggu ketakutan karena kita telah diadopsi/diangkat menjadi anggota keluarga Tuhan. Sangat kontras dengan posisi kita, orang berdosa mutlak memerlukan keselamatan melalui Yesus Kristus. Sebelum  Yesus Kristus menjadi juru selamat kita, kita dalam pemberontakan terhadap Pencipta kita (Roma 5:10). Kita dengan sadar dan sombong telah menolak Otoritas-Nya untuk memimpin kita. Kita  dalam ancaman murka-Nya dan melarikan diri dari otoritas-Nya. Kristus telah memperdamaikan kita dengan Tuhan.

Pengampunan Tuhan tak berarti hanya sekedar terbebas dari murka Pencipta kita. Kita telah bebas dari dari musuh-musuh Tuhan dan diadopsi kedalam keluarga-Nya. Tuhan bukan hanya  Bapa bagi kita dalam pengertian trinitas. Karena kita telah diadopsi kedalam keluarga-Nya,sehingga kita dapat memanggil-Nya Bapa dalam pengertian bahwa Dia adalah Bapa yang kekal dan Nyata. Pribadi mana lagi yang seperti ini yang dapat anda temukan? Jika kita melihat Pribadi yang demikian mengasihi kita seperti yang Bapa ekspresikan kepada kita, maka kita akan memiliki pengertian  betapa Dia sangat mengasihi setiap aspek karya-Nya.

Tuhan tak hanya menciptakan, tetapi Dia telah mengungkapkan diri-Nya kepada kita dalam sebuah cara yang pribadi sehingga kita dapat mengenali-Nya sebagai Pencipta. Tuhan tak hanya menghakimi kita karena perbuatan dosa kita, tetapi Dia terlebih dahulu memperingatkan kita, apa yang dapat dilakukan oleh dosa terhadap kondisi manusia kita dan hubungan kita dengan Dia. Dia tak hanya menghakimi dosa kita karena sifat-Nya yang Kudus, tetapi  telah menebus kita dengan sebuah rencana yang telah ada sejak penciptaan dunia. Dia tak hanya mengutuk ciptaan karena dosa, tetapi datang kembali untuk memperbaiki segala sesuatu.

Allah Bapa sungguh-sungguh Bapa kita yang mengasihi kita dan menghendaki kemuliaan-Nya tercermin melalui kita. Fakta bahwa kita dapat digunakan sebagai instrumen-instrumen kemuliaan-Nya sejak kita diadopsi menjadi anak-anak Tuhan adalah akibat intimasi yang kita nikmati dengan Bapa.

Bapa adalah Bapa sejati bagi kita.

(Steve Ham, AiG–U.S answersingenesis.com | Alih Bahasa : Martin Simamora)

P O P U L A R - "Last 7 days"