0 Jalan Raya Menuju Neraka (Bagian 2)

2. Pilihlah  Ketepatan daripada penampilan (Matius 7:15-23)

Sewaktu Setan ingin mengendalikan manusia agar menuju ke pintu yang lebar itu, ia menggunakan  manusia khusus- penyampai pesan yang disebut 'nabi-nabi palsu', Matius 7:15 :"Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas." Dalam ayat-ayat selanjutnya, Yesus memperingatkan kita untuk membedakan antara nabi-nabi sejati dan nabi-nabi palsu. Mengapa begitu penting untuk dapat mengenali seorang nabi palsu?
Sebelumnya : Bagian 1



Karena seorang nabi berbicara mewakili Tuhan! Ia berdiri di persimpangan jalan, yang mengarah ke dua pintu tersebut, mengarahkan orang-orang menuju ke pintu yang sempit atau pintu yang lebar. Jika apa yang dikatakan nabi itu salah, maka semua yang percaya pada pesan yang disampaikannya berada dalam bahaya menjadi  terhilang-tersesat selamanya.

Dalam ayat 7:15, Yesus sedang membicarakan sebuah prinsip yang menjelaskan bagian ini :"Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas." Kata yang diterjemahkan menjadi "waspada" (prosecho) bermakna  sekaligus sebuah peringatan dan perintah, yang berarti anda dan saya harus selalu dalam keadaan waspada. Mengapa demikian, sebab nabi-nabi palsu memperdaya--selalu demikian, selalu akan demikian. Itu sebabnya 24 dari 27 kitab dalam Perjanjian Baru memperingatkan semua orangpercaya untuk menentang guru-guru palsu.  Jika mereka dapat dengan mudah dikenali, tidak diperlua adanya peringatan
yang terus-menerus seperti ini. Lebih jauh lagi, salah satu tanggung-jawab pemimpin adalah melindungi  gereja(jemaat) terhadap gur-guru palsu.

Pada abad ke-4, Augustine  tanpa dia sadari menubuatkan Amerika abad 21! Pikirkan hal ini : Jika anda adalah Setan bagaimana cara anda mencari orang untuk diperdayai? Anda hampir dapat dipastikan akan menggunakan agama dan guru-guru agama. Gereja Setan  nampak terlampau ekstrim di wajah anda, tetapi bidat-bidat dan agama-agama dunia adalah "rotidan mentega" bagi Setan!" Cara masuk yang terselubung dan melalui pintu belakang selalu lebih efektif. Ingat, "sebab Iblispun menyamar sebagai malaikat Terang"  (2 Korintus 11:14)." 

Penampilan dapat memperdaya kita. Setiap tahun majalah People mempublikasikan sebuah edisi yang secara khususmenyajikan 50 Orang Paling Cantik di dunia. Edisi khusus ini  salah satu dai edisi-edisi khusus yang paling populer, karena menyajikan fakta orang cantik. Tetapi bila anda mencermati dibalik senyum-senyum sempurna, rambut yang sempurna, tubuh yang sempurna dan memperhatikan isi kehidupan mereka, anda akan melihat bahwa kehidupan mereka sama kacaunya dengan kehidupan siapapun juga--jika pun tidak maka lebih kacau lagi. Kehidupan mereka diwarnai perceraian dan rehabilitasi dan konflik karir dan banyak lagi. Mereka bisa jadi 50 orang paling cantik didunia, tetapi mereka bukan 50 orang yang paling "rukun" ; mereka bukan 50 orang yang memiliki "keseimbangan emosional yang paling selaras" ; mereka jelas bukan 50 orang yang paling tunduk kepada Tuhan. Tetapi, tentu saja, keseluruhan isi edisi ini bila mengacu pada  hal-hal demikian, maka berangkali tidak akan laku terjual, karena kita berorientasi kepada penampilan.

Serupa dengan kita, orang percaya-Kristen dapat ditipu oleh penampilan-penampilan saat kita  memandang kepada para penghotbah yang kita sukai. Jika seorang penghotbah membosankan dan tidak mengesankan dalam penampilannya, kita akan mengabaikannya. Jika seorang penghotbah mempesona, tampan, dan membicarakan pikiran-pikiran positif maka kita akan mengaguminya.  Kita dapat menjadi sangat mudah ditipu! Ini sebabnya Yesus berkata kita harus waspada terhadap nabi-nabi palsu.

Mengidentifikasi Nabi-Nabi Palsu

Dalam Matius 7:16-20, Yesus menjelaskan bagaimana mengindetifikasi nabi-nabi palsu :'Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri? Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik.Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik. Dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api.Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka."  Ayat ini ditutup dengan dengan kalimat "dari buahnyalah kamu mengenal mereka." Bagian Kitab Suci ini telah digunakan oleh orang-orang Kristen untuk mendukung penilaian mereka apakah seseorang diselamatkan. Saya banyak mendengar para "pemeriksa buah" yang jumlahnya  begitu banyak, yang  menyatakan seperti ini :"Bill atau Jane tidak menjalani kehidupan layaknya seorang Kristen sehingga mereka pasti bukan seorang Kristen! Pada ahirnya, anda akan mengenal mereka dari buah-buah yang dihasilkan. "Nampaknya biblikal, tetapi tidak!  Alkitab tidak sedang mengadakan "pemeriksa buah dalam kehidupan seseorang" yang dikaitkan dengan keselamatan seseorang. Adalah tanggungjawab Tuhan untuk menghakimi, bukan anda atau saya! Ada sebuah peribahasa tua ; "Sebuah Teks diluar konteks adalah sebuah pra teks". Matius 7:16:20  merupakan contoh kasus terbaik terkait hal ini.

Telah menjadi asumsi yang luas bahwa "buah-buah" dalam ayat ini mengacu kepada "buah- (perhatikan bahwa kata ini dalam bentuk tunggal)-Roh" dari Galatia 5:22-23 (ayat 22 Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera,kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan,). Namun, setiap orang Kristen harus berjuang dengan "buah Roh". Jika keselamatan tergantung pada buah Roh, maka orang percaya manapun dapat menggangap dirinya terhilang. Sementara yang lain percaya bahwa buah-buah merujuk kepada  "usaha-usaha" yang memberikan bukti keselamatan seseorang. Namun demikian, dengan ukuran siapakah  untuk  mengukur usaha-usaha dalam  rangka menilai keselamatan seseorang? Jumlah buah yang perlu dihasilkan untuk menyenangkan seorang "pemeriksa buah" Kristen bisa jadi tidak memuaskan "pemeriksa buah" yang lain.

Apa yang palsu dari nabi-nabi palsu jika bukan melihat pada hal-hal  lahiriahnya. Yesus hanya menyatakan bahwa mereka terlihat seperti domba! Jika nabi-nabi palsu tidak memperlihatkan kebaikan-kebaikan maka tak seorangpun yang percaya kepada mereka.  Kini nabi-nabi palsu kerap hidup dan berperilaku seperti orang-orang Kristen. Berapa kali anda telah mendengarkan seseorang berkata tentang seorang yang jelas-jelas terlibat bidat, "Tetapi  ia menjalani hidupnya dalam sebuah kehidupan yang baik, saya tidak dapat mempercayai jika ia bukan seorang Kristen." Jadi kepalsuan mereka tidak ditemukan dalam tindakan-tindakan mereka. Jelaslah, harus ada yang lain, solusi yang lebih dapat dipercaya terhadap ayat-ayat ini. Dan solusi itu ada!
Apa yang membuat seorang nabi adalah nabi?Apa yang membuat seorang nabi palsu berbahaya? Jawaban  terhadap dua pertanyan ini adalah "kata-kata", secara khusus, kata-kata profetik atau nubuat-nubuat. Oleh "buah-buah", Yesus dalam hal ini sedang merujuk kepada apa yang  keluar dari bibir seorang nabi palsu, bukan kehidupan seorang nabi palsu. Hal ini dikonfirmasi dalam Matius 12:33-37 dimana Yesus menggunakan bahasa yang hampir identik . Oleh karena itu, Yesus memperingatkan para murid menjadi "pemeriksa buah-buah" dari apa yang disampaikan-diucapkan sebagai nabi-nabi.

Matius 12 :33-37
Jikalau suatu pohon kamu katakan baik, maka baik pula buahnya; jikalau suatu pohon kamu katakan tidak baik, maka tidak baik pula buahnya. Sebab dari buahnya pohon itu dikenal.Hai kamu keturunan ular beludak, bagaimanakah kamu dapat mengucapkan hal-hal yang baik, sedangkan kamu sendiri jahat? Karena yang diucapkan mulut meluap dari hati.Orang yang baik mengeluarkan hal-hal yang baik dari perbendaharaannya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan hal-hal yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat.Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman.Karena menurut ucapanmu engkau akan dibenarkan, dan menurut ucapanmu pula engkau akan dihukum."

Para pendengar Matius yang Yahudi dalam menanggapi ayat ini, secara alami akan mengaitkannya dengan  dua ayat dalam Perjanjian Lama. Satu ayat yang merujuk pada seorang  nabi palsu yang nubuatnya terjadi (Ulangan 13:1-5), dan yang satunya menjelaskan seorang nabi palsu yang profeiknya tidak tergenapi (Ulangan 18:20-22).

Nabi Palsu yang profetiknya tergenapi

  • Ulangan 13:1-5
(1) Apabila di tengah-tengahmu muncul seorang nabi atau seorang pemimpi, dan ia memberitahukan kepadamu suatu tanda atau mujizat,(2) dan apabila tanda atau mujizat yang dikatakannya kepadamu itu terjadi, dan ia membujuk: Mari kita mengikuti allah lain, yang tidak kaukenal, dan mari kita berbakti kepadanya,(3) maka janganlah engkau mendengarkan perkataan nabi atau pemimpi itu; sebab TUHAN, Allahmu, mencoba kamu untuk mengetahui, apakah kamu sungguh-sungguh mengasihi TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu.(4) TUHAN, Allahmu, harus kamu ikuti, kamu harus takut akan Dia, kamu harus berpegang pada perintah-Nya, suara-Nya harus kamu dengarkan, kepada-Nya harus kamu berbakti dan berpaut.(5) Nabi atau pemimpi itu haruslah dihukum mati, karena ia telah mengajak murtad terhadapTUHAN, Allahmu, yang telah membawa kamu keluar dari tanah Mesir dan yang menebus engkau dari rumahperbudakan--dengan maksud untuk menyesatkan engkau dari jalan yang diperintahkan TUHAN, Allahmu, kepadamu untukdijalani. Demikianlah harus kauhapuskan yang jahat itu dari tengah-tengahmu.

Nabi Palsu yang profetiknya tidak tergenapi

  • Ulangan 18:20-22
(20) Tetapi seorang nabi, yang terlalu berani untuk mengucapkan demi nama-Ku perkataan yang tidak Kuperintahkanuntuk dikatakan olehnya, atau yang berkata demi nama allah lain, nabi itu harus mati.(19) Orang yang tidakmendengarkan segala firman-Ku yang akan diucapkan nabi itu demi nama-Ku, dari padanya akan Kutuntutpertanggungjawaban.(20) Tetapi seorang nabi, yang terlalu berani untuk mengucapkan demi nama-Ku perkataan yang tidakKuperintahkan untuk dikatakan olehnya, atau yang berkata demi nama allah lain, nabi itu harus mati.(21) Jikasekiranya kamu berkata dalam hatimu: Bagaimanakah kami mengetahui perkataan yang tidak difirmankan TUHAN? --(22)apabila seorang nabi berkata demi nama TUHAN dan perkataannya itu tidak terjadi dan tidak sampai, maka itulah perkataan yang tidak difirmankan TUHAN; dengan terlalu berani nabi itu telah mengatakannya, maka janganlah gentar kepadanya."

Dalam dua situasi ini, penekanannya bukan pada bagaimana kehidupan nabi, tetapi pada apa yang diucapkan. Bangsa Israel telah diperintahkan untuk memeriksa apa yang dikatakan oelh seorang nabi dan memperhatikan apakah nubuat yang disampaikan terhubung dengan apa yang Tuhan firmankan, terlepas dari apapun tanda dan keheranan yang menyertainubuat yang disampaikan oleh seorang nabi. Jika pesan nubuat tidak selaras dengan apa yang Tuhan firmankan, makanabi itu harus dinyatakan sebaga seorang nabi palsu.

Ujian sesungguhnya untuk membongkar seorang nabi atau guru palsu adalah dengan membandingkan pesan nubuatnya dengan firman Tuhan. Cara semacam ini sejak dahulu selalu menjadi cara untuk membongkar siapakah yang berbicara bagi Tuhan dan siapa yang tidak. Sebab Tuhan tidak mungkin bertentangan dengan diri-Nya sendiri (Bilangan 23:19) dan firman-Nya kekal (Yesaya 40:8), kita harus menilai mereka yang mengklaim berbicara bagi Tuhan dengan firman.

  • Bilangan 23;19
Allah bukanlah manusia, sehingga Ia berdusta bukan anak manusia, sehingga Ia menyesal. Masakan Ia berfirman dan tidak melakukannya, atau berbicara dan tidak menepatinya?
  • Yesaya 40:8
Rumput menjadi kering, bunga menjadi layu, tetapi firman Allah kita tetap untuk selama-lamanya."

Namun demikian, Kitab suci hanya menyediakan sedikit kriteria untuk mengenali nabi-nabi palsu :
  • Ulangan 18:20 menyatakan nabi-nabi palsu berbicara dalam nama tuhan-tuhan yang lain
  • Mika 3:11 menyatakan nabi-nabi palsu bernubuat demi uang
  • 1 Korintus 12:3 menyatakan nabi-nabi palsu tidak mengakui Yesus sebagai Tuhan
  • 1 Yohanes 4:2 menyatakan nabi-nabi palsu tidak mengakui Yesus memiliki dan masih dalam tubuh daging
  • Matius 24:24-27 menyatakan nabi-nabi palsu tidak  memandang kedatangan Yesus sebagai sebuah peristiwa kosmik
  • 2 Petrus 2 menyatakan nabi-nabi palsu memiliki etika yang tak senonoh

Kita dapat membedakan apakah profetik seorang nabi adalah palsu engan mengenal kebenaran! FBI melatih agen-agen mereka untuk mendeteksi uang dolar kertas palsu dengan mempelajari uang-uang dolar yang otentik. Jika mereka dapat menguasai yang otentik mereka dapat dengan mudah menemukan apa yang palsu. Demikian juga dengan  pengajaran palsu.

Jika anda menenggelamkan diri anda kedalam kitab Suci dan pengajaran yang biblikal, anda akan sanggup mengungkapkan yang palsu. Anda tak perlu menjadi ahli bidat, anda hanya pelu menjadi seorang murid Alkitab yang tekun mempelajari firman.

Bersambung ke Bagian 3 selesai

Martin Simamora | Sumber utama : The Highway to Hell , Keith Krell  Timeless Word Ministries, 2508 State Ave NE Olympia, WA 98506, 360-352-9044, www.timelessword.com bible.org

P O P U L A R - "Last 7 days"