0 FILADELFIA : JEMAAT YANG SETIA

By. Pdt. Esra Alfred Soru, STh, MPdK.


Khotbah Minggu : 2 Juni 2013
Serial Khotbah 7 Jemaat (Part 6a)
FILADELFIA : JEMAAT YANG SETIA

Wah 3:7-13
– (7) "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Filadelfia: Inilah firman dariYang Kudus, Yang Benar, yang memegang kunci Daud; apabila Ia membuka, tidak ada yangdapat menutup; apabila Ia menutup, tidak ada yang dapat membuka. (8) Aku tahu segala pekerjaanmu: lihatlah, Aku telah membuka pintu bagimu, yang tidak dapat ditutup oleh seorang pun. Aku tahu bahwa kekuatanmu tidak seberapa, namun engkau menuruti firman-Ku danengkau tidak menyangkal nama-Ku. (9) Lihatlah, beberapa orang dari jemaah Iblis, yaitu merekayang menyebut dirinya orang Yahudi, tetapi yang sebenarnya tidak demikian, melainkanberdusta, akan Kuserahkan kepadamu. Sesungguhnya Aku akan menyuruh mereka datang dantersungkur di depan kakimu dan mengaku, bahwa Aku mengasihi engkau. (10) Karena engkaumenuruti firman-Ku, untuk tekun menantikan Aku, maka Aku pun akan melindungi engkaudari hari pencobaan yang akan datang atas seluruh dunia untuk mencobai mereka yang diam dibumi. (11) Aku datang segera. Peganglah apa yang ada padamu, supaya tidak seorang punmengambil mahkotamu. (12) Barangsiapa menang, ia akan Kujadikan sokoguru di dalam BaitSuci Allah-Ku, dan ia tidak akan keluar lagi dari situ; dan padanya akan Kutuliskan namaAllah-Ku, nama kota Allah-Ku, yaitu Yerusalem baru, yang turun dari sorga dari Allah-Ku, dannama-Ku yang baru. (13) Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Rohkepada jemaat-jemaat."

Sekarang kita akan membahas jemaat yang kelima yakni jemaat Filadelfia. Jemaat Filadelfia ini tergolong jemaat yang baik atau bagus di mana bersama-sama dengan jemaat Smirna, mereka adalah jemaat yang bebas / lolos dari kecaman atau kritik dari Tuhan Yesus. Dengan kata lain mereka adalah jemaat yang hanya mendapat pujian dari Tuhan tetapi tidak ada teguran dan celaan bagi mereka. Kita akan pelajari teks ini dalam beberapa bagian :

I. KOTA DAN JEMAAT FILADELFIA.
Sama seperti kota-kota yang sudah kita bahas, kota Filadelfia juga ada di wilayah propinsi Asia Kecil yakni di negara Turki modern sekarang ini. Ia terletak sekitar 50 km sebelah selatan kota Sardis.

Kota Filadelfia ini adalah kota terkecil dari 7 kota yang disebutkan dalam Wah 2-3 ini. Kota ini didirikan oleh raja Pergamus yakni Attalus II pada tahun 140 SM.
Patung Raja Attalus II


Raja Attalus II ini sangat mengasihi saudaranya yang bernama Eumenes karena itu ia dikenal sebagai seorang yang sangat mengasihi saudaranya yang dalam bahasa Yunani disebut “Philadelphos”. Kata “Philadelphos” berasal dari 2 kata Yunani yakni “Philea” yang berarti kasih/cinta persaudaraan dan “Adelphos” yang berarti saudara.



Jadi “Philadelphos” artinya orang yang sangat mengasihi saudaranya. Karena Attalus II ini dikenal sebagai “Philadelphos” maka kota yang didirikannya itu lalu diberi nama “Philadelphia” yang dalam bahasa Indonesia disebut Filadelfia. Kota ini masih ada sampai sekarang yakni kota Alashehir di Turki.

Sebenarnya kota ini didirikan dengan suatu tujuan khusus yakni untuk menyebarkan kebudayaan Yunani (terutama bahasa Yunani) ke daerah-daerah sekitarnya karena itu secara khusus daerah Misia, Lidia dan Frigia yang berbatasan langsung dengan kota Filadelfia ini menjadi sasaran utama peyunanian (Helenisasi) yang Filadelfia ini. Karena tujuan ini maka gerbang kota Filadelfia tetap terbuka sehingga memungkinkan penduduk Misia, Lidia dan Frigia berinteraksi dengan penduduk Filadelfia dan dengan demikian kebudayaan Yunani, secara khusus bahasa Yunani dikenal luas dan kelihatannya tujuan ini berhasil karena pada tahun 19 M seluruh penduduk Lidia sudah melupakan bahasa asli mereka dan menggunakan bahasa Yunani. Karena pintu kota Filadelfia yang selalu terbuka untuk orang-orang / kota-kota sekitarnya, maka Filadelfia dikenal sebagai kota yang pintunya terbuka.



Simon Kistemaker - Kota ini adalah sebuah kota dengan pintu yang terbuka melaluinya perdagangan, bahasa Yunani, dan kebudayaan Yunani tersebar dari Yunani dan Makedonia sampai ke Asia Kecil dan Syria.



Karena itu tidak kebetulan jika Kristus berbicara kepada gereja Filadelfia :
Wah 3:8 – Aku tahu segala pekerjaanmu: lihatlah, Aku telah membuka pintu bagimu, yang tidak dapat ditutup oleh seorang pun.….”



Tetapi ada problem besar di kota ini yakni kotanya terletak pada jalur gempa. Karena itu kota ini seringkali diporak-porandakan oleh gempa bumi. Gempa yang terbesar terjadi pada tahun 17 M yang menghancurkan Filadelfia bersama dengan 10 kota lainnya termasuk Sardis. Orang-orang Filadelfia selalu mengingat hari itu dan menyebutnya dengan sebutan “HORA TOU PEIRASMOS” (Hari Pencobaan).




Karena itu tidaklah kebetulan jika Yesus berbicara kepada gereja-Nya :

Wah 3:10 - Karena engkau menuruti firman-Ku, untuk tekun menantikan Aku, maka Aku pun akan melindungi engkau dari hari pencobaan yang akan datang atas seluruh dunia untuk mencobai mereka yang diam di bumi.


Karena kota Filadelfia ini seringkali dilanda gempa maka tinggal di dalam kota ini sangatlah tidak aman.


William Barclay – Sering kali, ketika gempa bumi besar datang, penduduk menghadapinya dengan berani dan percaya diri namun goncangan-goncangan kecil yang terus-menerus terjadi membuat mereka akhirnya menjadi panik. Inilah yang terjadi di Filadelfia. Strabo menjelaskan situasinya. Goncangan-goncangan keras tiap hari terjadi. Tembok-tembok rumah menjadi retak.



Hari ini satu bagian dari kota runtuh, besok bagian lainnya. Kebanyakan penduduk tinggal di luar kota di dalam tenda-tenda, dan mereka bahkan takut untuk melintasi jalan-jalan di kota sebab takut mati tertimpa bangunan besar yang runtuh. Orang yang masih berani tinggal di dalam kota dianggap gila; mereka menghabiskan waktu untuk menopang bangunan yang bergetar dan setiap beberapa saat lari ke ruang terbuka untuk menyelamatkan diri. Hari-hari mengerikan di Filadelfia ini tidak pernah dilupakan sepenuhnya, dan penduduk kota ini di alam bawah sadarnya selalu berjaga-jaga terhadap getaran-getaran tanah yang menandakan akan datangnya bencana, siap berlari menyelamatkan diri ke ruang terbuka. (Pemahaman Alkitab Setiap Hari : Wahyu 1-5, hal. 186-187).



Jadi penduduk Filadelfia seringkali lari keluar dari kota mereka demi keselamatan mereka.


Simon Kistemaker - Karena ketakutan terhadap terulangnya gempa bumi maka penduduk kota itu lebih suka tinggal di daerah luar kota.



Dan tentu ini menarik bahwa tidak juga kebetulan Tuhan Yesus berkata kepada gereja-Nya :


Wah 3:12 - Barangsiapa menang, ia akan Kujadikan sokoguru di dalam Bait Suci Allah-Ku, dan ia tidak akan keluar lagi dari situ…”



Ketika gempa bumi menghancurkan kota Filadelfia ini pada tahun 17 M, Kaisar Tiberius berbaik hati dan membangun kembali kota ini serta membebaskannya dari pajak seperti yang dilakukannya juga pada kota Sardis. Karena kebaikan dari Kaisar Tiberius ini sehingga nama kota Filadelfia lalu diubah menjadi “NEO CAESAREA”  (Kota Baru Kaisar) dan nama ini bertahan sampai 25-30 tahun. Kemudian hari ketika Kaisar Vespasianus berkuasa, mereka mengganti lagi nama kota ini menjadi “FLAVIA” sesuai dengan nama marga dari Vespasianus yakni FLAVIUS (tahun 69- 79 M). Nama lengkap dari Kaisar Vespasianus ini adalah Titus Flavius Sabinus Vespasianus. Jadi kota Filadelfia ini adalah kota yang pernah 2 kali berganti nama dengan nama yang baru sesuai nama penguasanya (kaisar) sekalipun nama Filadelfia lebih bertahan lama. Karena itu tidak kebetulan juga kalau Tuhan Yesus berbicara kepada gereja-Nya :




Wah 3:12 - Barangsiapa menang, ia akan Kujadikan sokoguru di dalam Bait Suci Allah-Ku, dan ia tidak akan keluar lagi dari situ; dan padanya akan Kutuliskan nama Allah-Ku, nama kota Allah-Ku, yaitu Yerusalem baru, yang turun dari sorga dari Allah-Ku, dan nama-Ku yang baru.



Di kota seperti inilah hidup sebuah gereja Kristen. Kelihatannya mereka bukanlah sebuah gereja besar melainkan hanya sebuah gereja kecil. Dan menariknya gereja Filadelfia ini mirip dengan gereja Smirna (sama-sama tidak mendapat celaan dari Tuhan) yakni sama-sama kecil dan juga sama-sama mendapatkan tantangan dari pihak orang Yahudi.


Wah 2:9 - Aku tahu kesusahanmu dan kemiskinanmu -- namun engkau kaya – dan fitnah mereka, yang menyebut dirinya orang Yahudi, tetapi yang sebenarnya tidak demikian: sebaliknya mereka adalah jemaah Iblis.



Wah 3:8 – (8) “…. Aku tahu bahwa kekuatanmu tidak seberapa, namun engkau menuruti firman-Ku dan engkau tidak menyangkal nama-Ku. (9) Lihatlah, beberapa orang dari jemaah Iblis, yaitu mereka yang menyebut dirinya orang Yahudi, tetapi yang sebenarnya tidak demikian, melainkan berdusta, akan Kuserahkan kepadamu….”



Menariknya, justru jemaat yang dengan kekuatan yang kecil inilah yang menjadi jemaat yang bagus sehingga hanya dipuji, tanpa dikritik / dicela oleh Tuhan. Steve Gregg mengatakan bahwa gereja kecil ini masih mempunyai pengaruh yang besar hingga abad 12 dan bahkan dikatakan bahwa gereja ini masih bertahan hingga zaman ini.


Eddy Fances - Pada abad 13 Ottoman (1259-1326) dari Turki menyerang Eropa dan Asia Kecil. Filadelfia ditaklukkan dan banyak gereja dijadikan mesjid. Sebagian kecil jemaat masih tetap setia dengan iman mereka. Kini namanya dikenal sebagai Alashehir, dan masih tersisa beberapa jemaat Ortodoks Yunani. (Wahyu Kepada Rasul Yohanes, hal. 80).

William Barclay – Kemudian hari kota ini menjadi kota yang sangat besar. Ketika pasukan Turki dan pengikut Muhammad menyerbu melintasi Asia Kecil dan setiap kota dikalahkan, Filadelfia tetap tegak. Selama berabad-abad kota ini adalah kota Kristen Yunani yang merdeka di tengah-tengah para penyembah berhala. Inilah benteng terakhir dari kekristenan Asia. Baru menjelang abad ke-14, kota ini jatuh; dan sampai hari ini ada uskup Kristen dan seribu umat Kristen di sana. Semua gereja lain telah menjadi puing-puing, hanya Gereja Smirna dan Filadelfia yang tegak berdiri mengibarkan bendera iman Kristen. (Pemahaman Alkitab Setiap Hari : Wahyu 1-5, hal. 187-188).
Lokasi Gereja Filadelfia zaman dulu Gereja Filadelfia sekarang

II. GELAR KRISTUS SANG PEMBERI SURAT.
Dari kata-kata : “tuliskanlah kepada malaikat jemaat…” yang ada dalam setiap pembukaan surat kepada jemaat-jemaat menunjukkan bahwa Kristuslah asal surat tersebut dan Rasul Yohanes hanya disuruh mencatat saja. Demikian juga surat untuk jemaat Filadelfia, sumbernya adalah Kristus sendiri. Tetapi di sini Kristus memperkenalkan diri-Nya dengan sejumlah gelar :



a. Yang Kudus, Yang Benar.
Wah 3:7 - "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Filadelfia: Inilah firman dari Yang Kudus, Yang Benar,…”

Di sini Kristus memperkenalkan diri sebagai “Yang Kudus, Yang Benar”. Dalam PL, istilah : “Yang Kudus” sering dipakai untuk Allah.


Maz 22:4 - Padahal Engkaulah Yang Kudus yang bersemayam di atas puji-pujian orang Israel.

Maz 78:41 - Berulang kali mereka mencobai Allah, menyakiti hati Yang Kudus dari Israel.


Maz 89:19 - Sebab perisai kita kepunyaan TUHAN, dan raja kita kepunyaan Yang Kudus Israel.


Yes 8:13 - Tetapi TUHAN semesta alam, Dialah yang harus kamu akui sebagai Yang Kudus; kepada-Nyalah harus kamu takut dan terhadap Dialah harus kamu gentar.

Karena itu kalau Yesus menyebut diri-Nya sebagai “Yang Kudus” berarti Dia adalah Allah sendiri.

Lalu bagaimana dengan istilah “Yang Benar”? Di dalam bahasa Yunani, ada 2 kata yang sama-sama berarti “benar” yaitu “ALETHES” yakni “benar” dalam kontras dengan salah / dusta dan “ALETHINOS” yakni “benar” dalam kontras dengan palsu (sejati). Nah kata “benar” dalam Wah 3:7 ini tidak menggunakan kata “ALETHES” melainkan “ALETHINOS”. Karena itu dua kata ini kalau digabungkan berarti Yesus adalah Yang Kudus (Allah) yang sungguh-sungguh / yang asli, yang kontras dengan allah-allah kafir yang palsu.


Ada banyak orang menuntut pengakuan langsung dari mulut Yesus bahwa Dia adalah Allah tetapi bukankah dengan mengatakan diri-Nya sebagai “Yang Kudus, Yang Benar” sama dengan mengatakan bahwa Dia adalah sungguhsungguh Allah? Karena itu kita tidak boleh meragukan sedikit pun bahwa Yesus Kristus Tuhan kita adalah Allah yang sesungguhnya. Terserah Saksi Yehovah dan aliran Unitarian mau bilang Dia adalah penghulu malaikat, terserah Islam mau bilang Dia hanya nabi, terserah orang aliran Liberal mau bilang Dia hanya seorang guru moral, bagi kita yang percaya Kitab Suci, kita yakini bahwa Dia adalah Allah dalam pengertian setinggi-tingginya.


b. Yang memegang Kunci Daud.
Wah 3:7 - "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Filadelfia: Inilah firman dari Yang Kudus, Yang Benar, yang memegang kunci Daud; apabila Ia membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila Ia menutup, tidak ada yang dapat membuka.


Kata-kata ini diambil dari kitab Yesaya yang sebenarnya ditujukan pada Elyakim (seorang pembantu Hizkia) di mana ia diberikan kuasa / otoritas yang tinggi untuk membuka / menutup pintu ke singgasana raja.

Yes 22:20-22 – (20) Maka pada waktu itu Aku akan memanggil hamba-Ku, Elyakim bin Hilkia: (21) Aku akan mengenakan jubahmu kepadanya dan ikat pinggangmu akan Kuikatkan kepadanya, dan kekuasaanmu akan Kuberikan ke tangannya; maka ia akan menjadi bapa bagi penduduk Yerusalem dan bagi kaum Yehuda. (22) Aku akan menaruh kunci rumah Daud ke atas bahunya: apabila ia membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila ia menutup, tidak ada yang dapat membuka.

Perhatikan bahwa pemberian kunci rumah Daud ini ada kaitannya dengan kekuasaan (ayat 21) dan juga pemegang otoritas (ayat 22). Di sini ayat tersebut dikutip dan dikenakan pada Kristus. Tentu saja penerapannya pada Kristus tidak menunjuk pada rumah Daud secara fisik di Yerusalem tetapi ini jelas menunjuk pada rumah Daud dalam Yerusalem surgawi atau sama dengan surga. Karena itu kalau dikatakan bahwa Yesus yang memegang kunci Daud, artinya adalah Yesuslah pemegang kekuasaan / otoritas tertinggi yang tidak bias digugat untuk memasukkan orang ke dalam surga atau menolak orang untuk masuk ke surga.
Jakob P.D. Groen - Sebagai pengurus istana, Elyakim (pengganti Sebna) berkuasa mengijinkan atau melarang orang masuk menghadap raja. Tanda kuasa itulah "kunci rumah Daud". Yesus memegang "kunci Daud", yaitu hak dan kuasa untuk mengijinkan atau melarang orang masuk ke Kerajaan Surga. Itu penghiburan besar bagi jemaat di Filadelfia dan bagi orang Kristen lain yang dikucilkan dari rumah ibadat Yahudi. (Aku Datang Segera, hal. 64).

David Iman Santoso – Sebagai pemegang kunci berarti sebagai orang yang berkuasa untuk menghantar seseorang untuk masuk, dalam hal ini ialah masuk ke kota Daud yaitu Yerusalem Baru. Kristuslah satu-satunya yang berkuasa dan yang memiliki kunci itu untuk membukanya. Dengan kata lain Dialah pintu keselamatan, Dialah jalan satu-satunya ke sorga. (Membaca dan Memahami Kitab Wahyu, hal. 64).

Benar sekali, Kristus satu-satunya jalan menuju ke surga (Yoh 14:6; Kis 4:12). Karena itu hanya melalui Kristus saja orang bisa sampai ke surga. Semua orang yang mau / ingin ke surga tanpa melalui Kristus akan mendapati diri mereka ada di dalam neraka pada saat mereka mati.


Perhatikan keterangan selanjutnya dalam Wah 3:7 :
Wah 3:7 - "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Filadelfia: Inilah firman dari Yang Kudus, Yang Benar, yang memegang kunci Daud; apabila Ia membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila Ia menutup, tidak ada yang dapat membuka.

Artinya adalah kalau Ia sudah membuka pintu surga untuk saudara, tidak ada siapa pun yang bisa membuat saudara tidak masuk surga sekalipun orang bias mengklaim saudara masuk neraka. Sebaliknya jikalau Ia menutup pintu surge untuk saudara, tidak ada siapa pun yang bisa membuat saudara masuk surga (Muhammad, Kong Fu Tsu, Budha Gautama, dll) sekalipun mereka mengklaim saudara masuk surga. Jadi semua kuasa / otoritas ada di dalam tangan Kristus.

Ini tidak berarti bahwa persyaratan untuk masuk surga yang diberikan oleh Firman Tuhan, yaitu iman kepada Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat, bias ditabrak seenaknya oleh Yesus. Yesus tidak akan melakukan sesuatu yang bertentangan Firman Tuhan. Jadi, Ia tidak mungkin memasukkan orang yang tidak percaya kepada-Nya ke surga atau menghalangi orang yang percaya kepada-Nya untuk masuk surga. Tetapi pada saat manusia yang diserahi kunci itu melakukan keputusan yang salah, maka Kristus mempunyai ‘hak veto’ dan Ia akan ‘melindas’ keputusan tersebut. Maksud saya adalah Kristus yang memegang kunci Kerajaan Surga itu menyerahkan kunci tersebut pada pelayanpelayan- Nya agar mereka mempunyai hak untuk menyatakan seseorang masuk surga / tidak.
Mat 16:19 - Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kau ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kau lepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga."


Tetapi andaikata pelayan-pelayan-Nya ini salah di dalam memberikan pernyataan / klaim / keputusan, maka Kristus mempunyai ‘hak veto’ dan Ia akan ‘melindas’ keputusan tersebut. Misalnya saudara sudah benar-benar percaya pada Yesus tetapi ada pendeta yang mengklaim saudara tidak akan masuk surga alias masuk neraka, ia sama sekali tidak akan bisa membuat saudara tidak masuk surga karena pintu surga itu sudah dibukakan Yesus untuk saudara dan orang itu tidak bisa menutupinya. Sebaliknya kalau saudara diklaim / dijamin / diyakinkan oleh seorang pendeta bahwa saudara akan masuk surga (pada umumnya saat upacara pemakaman), tetapi ternyata saudara tidak sungguh-sungguh percaya, saudara tidak akan bisa ke surga karena pintu surga itu ditutup oleh Yesus bagi saudara dan pendeta itu tidak bisa membukanya.


Karena itu, asal saudara betul-betul percaya kepada Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat, jangan takut kalau ada pendeta / gereja yang menolak saudara atau mengucilkan saudara. Yang penting Kristus pasti akan memasukkan saudara ke surga. Sebaliknya, kalau saudara tidak sungguh-sungguh percaya kepada Kristus, janganlah senang kalau ada gereja yang menerima saudara dan menyatakan bahwa saudara pasti akan selamat. Kristus pasti akan menolak untuk memasukkan saudara ke surga.

Mat 7:22-23 – (22) Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? (23) Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"

Ingat, kalau Dia yang membuka pintu tidak ada yang bisa menutupinya. Dan kalau Dia menutup pintu tidak ada yang bisa membukanya.

III. PUJIAN KRISTUS BAGI JEMAAT FILADELFIA.
Setelah memperkenalkan diri-Nya dengan sejumlah gelar, Kristus lalu melanjutkan dengan memberikan pujian kepada jemaat Filadelfia ini. Pujiannya nampak dalam ayat 8 :



Wah 3:8 - Aku tahu segala pekerjaanmu: ….Aku tahu bahwa kekuatanmu tidak seberapa, namun engkau menuruti firman-Ku dan engkau tidak menyangkal nama-Ku.


Dari ayat ini terlihat adanya 2 pujian kepada jemaat Filadelfia yakni mereka menuruti Firman Tuhan / Yesus dan mereka tidak menyangkal Yesus.


Perlu diketahui bahwa di dalam bahasa Yunani kuno tidak dikenal tanda baca sehingga seluruh kalimat bergabung menjadi satu. Itulah sebabnya kalimat : “engkau menuruti firman-Ku dan engkau tidak menyangkal nama-Ku” diperdebatkan penafsirannya yakni apakah kalimat ini berhubungan dengan ayat sebelumnya atau sesudahnya.

Wah 3:8-9 – (8) Aku tahu segala pekerjaanmu: lihatlah, Aku telah membuka pintu bagimu, yang tidak dapat ditutup oleh seorang pun. Aku tahu bahwa kekuatanmu tidak seberapa, namun engkau menuruti firman-Ku dan engkau tidak menyangkal nama- Ku. (9) Lihatlah, beberapa orang dari jemaah Iblis, yaitu mereka yang menyebut dirinya orang Yahudi, tetapi yang sebenarnya tidak demikian, melainkan berdusta, akan Kuserahkan kepadamu….”


Kalau berhubungan dengan kalimat sebelumnya maka artinya adalah Tuhan telah membuka pintu bagi mereka dan dalam hal itu mereka menuruti firman-Nya dan tidak menyangkal nama-Nya. Atau dengan kata lain, mereka menuruti firman-Nya dan tidak menyangkal nama-Nya dalam hal dibukanya pintu bagi mereka. Kalau berhubungan dengan kalimat sesudahnya maka artinya adalah bahwa mereka mendapatkan tantangan dari orang Yahudi tetapi dalam hal itu mereka tetap menuruti firman Tuhan dan tidak menyangkal nama-Nya. Para penafsir terbagi di dalam 2 pandangan ini.

Dalam hal ini saya tidak menuruti pandangan para penafsir secara umum. Saya memahami bahwa kata-kata ”engkau menuruti firman-Ku” berhubungan dengan kalimat sebelumnya yakni “Aku telah membuka pintu bagimu, yang tidak dapat ditutup oleh seorang pun”, dan kata-kata “engkau tidak menyangkal nama-Ku” berhubungan dengan kalimat selanjutnya yang berbicara tentang tantangan yang mereka hadapi dari orang Yahudi.




Alasannya adalah kata-kata ”engkau menuruti firman-Ku” lebih cocok dengan penafsiran dari kalimat “Aku telah membuka pintu bagimu, yang tidak dapat ditutup oleh seorang pun” yang akan saya jelaskan. Sedangkan kata-kata “engkau tidak menyangkal nama-Ku” lebih cocok dikaitkan dengan penindasan atas iman mereka dan karenanya cocok dengan kesulitan yang mereka dapatkan dari orang Yahudi.


Dengan pembagian seperti ini, sekarang mari kita menyoroti kedua pujian ini satu per satu.

a. Mereka dipuji karena menuruti firman Tuhan.
Wah 3:8 – Aku tahu segala pekerjaanmu: lihatlah, Aku telah membuka pintu bagimu, yang tidak dapat ditutup oleh seorang pun. Aku tahu bahwa kekuatanmu tidak seberapa, namun engkau menuruti firman-Ku…”

Jemaat Filadelfia dipuji karena mereka menuruti firman Tuhan. Tetapi mereka turut / taat firman Tuhan dalam hal apa? Ini sudah saya jelaskan tadi bahwa ketaatan ini ada hubungan dengan kata-kata sebelumnya di mana Tuhan telah membuka pintu bagi mereka dan pintu itu tidak dapat ditutup oleh seorang pun.

Lalu pintu apa yang dibuka oleh Tuhan bagi jemaat Filadelfia ini? Untuk ini ada banyak penafsiran. Ada yang mengatakan bahwa pintu yang dibuka ini adalah diri Yesus sendiri karena Yesus pernah berkata “Akulah pintu” (Yoh 10:7-9). Jadi artinya adalah Tuhan membuka diri-Nya bagi jemaat Filadelfia. Tuhan menerima mereka. Ada yang mengartikan “pintu” di sini sama dengan ayat 7 yakni pintu kerajaan Allah / pintu surga. Jadi artinya adalah Tuhan sudah membuka pintu surga bagi jemaat Filadelfia. Ada yang mengatakan ini adalah pintu doa sebagaimana dikatakan dalam Mat 7:7-8 : “ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu…. setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan”. Jadi artinya adalah Tuhan menjamin untuk menjawab doa-doa jemaat Filadelfia. Ada yang mengatakan ini pintu keselamatan / kehidupan kekal sebagaimana dikatakan dalam Mat 7:13-14 : “Masuklah melalui pintu yang sesak itu,…sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya."

Jadi artinya adalah Tuhan membuka pintu keselamatan bagi jemaat Filadelfia. Sekalipun tafsiran-tafsiran ini menarik tapi sebenarnya tidak sesuai dengan konteks dan latar belakang teks tersebut. Dalam point I bahwa kota Filadelfia dikenal sebagai “kota dengan pintu yang terbuka”. Pintu kota Filadelfia yang terbuka itu disebabkan karena adanya tujuan khusus untuk menyebarkan kebudayaan / bahasa Yunani ke negeri-negeri sekitarnya. Itu berarti bahwa pintu yang terbuka di Filadelfia ada kaitannya dengan tindakan penyebaran sebuah ideologi / kebudayaan. Dengan latar belakang kota seperti ini dan Kristus lalu berkata kepada gereja-Nya bahwa Ia telah membuka pintu bagi mereka, tidak bisa tidak pintu tersebut harus ada kaitannya dengan penyebaran sesuatu. Dan bukankah tugas dari gereja adalah untuk menyebarkan / memberitakan Injil? Karena itu tafsiran yang sesuai konteks dan latar belakang kota Filadelfia adalah pintu pemberitaan Injil / penginjilan. Jadi Tuhan telah membuka pintu bagi jemaat Filadelfia untuk bisa memberitakan / menyebarkan Injil sebagaimana pintu Filadelfia yang selalu terbuka untuk penyebaran kebudayaan Yunani.


Eddy Fances
– Dibanding dengan "Misi Yunanisasi" dan "Misi Romawi", kini Kristus memberikan kesempatan kepada jemaat Filadelfia untuk melakukan "Misi pekabaran Injil"…” (Wahyu Kepada Rasul Yohanes, hal. 82).


Pintu pemberitaan Injil ini menunjuk pada kesempatan untuk memberitakan Injil. Perhatikan sejumlah ayat yang menyebutkan kesempatan memberitakan Injil sebagai pintu yang terbuka / dibukakan.


Kol 4:3 - Berdoa jugalah untuk kami, supaya Allah membuka pintu untuk pemberitaan kami, sehingga kami dapat berbicara tentang rahasia Kristus, yang karenanya aku dipenjarakan.


Kis 14:27 - Setibanya di situ mereka memanggil jemaat berkumpul, lalu mereka
menceriterakan segala sesuatu yang Allah lakukan dengan perantaraan mereka, dan bahwa Ia telah membuka pintu bagi bangsa-bangsa lain kepada iman.


2 Kor 2:12 - Ketika aku tiba di Troas untuk memberitakan Injil Kristus, aku
dapati, bahwa Tuhan telah membuka jalan untuk pekerjaan di sana.


NIV - ‘Now when I went to Troas to preach the gospel of Christ and found that the Lord had opened a door for me’ (Pada waktu aku pergi ke Troas untuk memberitakan injil Kristus dan mendapati bahwa Tuhan telah membukakan sebuah pintu untukku).


1 Kor 16:9 - sebab di sini banyak kesempatan bagiku untuk mengerjakan
pekerjaan yang besar dan penting,…”
NIV - ‘because a great door for effective work has opened to me,…’ (karena suatu pintu yang besar untuk pekerjaan yang efektif telah terbuka bagiku,…).


Herman Hoeksema - Karena itu, arti dari pintu yang terbuka adalah jelas bahwa Tuhan akan menciptakan suatu kesempatan dan suatu kemauan menerima untuk pemberitaan dan pendengaran Injil Kristus.


Jadi ketika Tuhan berkata “Aku telah membuka pintu bagimu”, artinya adalah Tuhan telah membuka kesempatan pemberitaan Injil bagi jemaat Filadelfia. Dan memang dalam kota seperti Filadelfia yang di mana kebudayaan Yunani bias disebarkan ke berbagai tempat, kesempatan yang sama terbuka agar Injil bias disebarkan ke mana-mana.

William Barclay – “… kota ini adalah kota perbatasan, yang terletak di perbatasan Lidia, Misia dan Frigia; dan didirikan untuk menyebarluaskan bahasa dan kebudayaan Yunani kepada orang-orang tak berbudaya di sekitarnya. Kota ini terletak di jalan yang dilalui oleh pelayanan pos kekaisaran, yang sesudah meninggalkan pantai Troas, tiba di Filadelfia melalui Pergamus, Tiatira dan Sardis, dan tembus ke jalan besar menuju Frigia. Pasukan Kaisar melakukan perjalanan di jalan tersebut; karavan para pedagang melalui jalan itu; dan kini menjadi jalan untuk para pemberita Kristus. (Pemahaman Alkitab Setiap Hari : Wahyu 1-5, hal. 191).


Satu hal yang perlu kita perhatikan adalah bahwa pintu pemberitaan Injil yang dibuka oleh Tuhan ini bukan hanya untuk para pemimpin jemaat Filadelfia tetapi juga bagi seluruh anggota jemaat. Itu berarti bahwa ada kesempatan bagi seluruh anggota jemaat Filadelfia untuk memberitakan Injil.


Dalam kaitan dengan pintu pemberitaan Injil yang sudah terbuka ini, jemaat Filadelfia dipuji karena mereka menuruti firman-Nya. Sudah tentu maksud dari “menuruti firman” di sini adalah taat pada perintah Tuhan untuk memberitakan Injil dengan memanfaatkan kesempatan-kesempatan yang ada. Jadi kesimpulannya adalah Kristus memuji jemaat Filadelfia karena mereka memanfaatkan kesempatan yang sudah Tuhan buka untuk memberitakan Injil pada orang lain.

Patut juga diperhatikan kalimat sebelumnya :
Wah 3:8 – Aku tahu segala pekerjaanmu: lihatlah, Aku telah membuka pintu bagimu,  yang tidak dapat ditutup oleh seorang pun. Aku tahu bahwa kekuatanmu tidak seberapa, namun engkau menuruti firman-Ku…”

Kata-kata “kekuatanmu tidak seberapa” menunjukkan bahwa jemaat Filadelfia ini adalah gereja yang kecil.


TEV - I know what you do; I know that you have a little power; you have followed my teaching and have been faithful to me. I have opened a door in front of you, which no one can close.
Biarpun demikian itu tidak menghalangi mereka di dalam ketaatan untuk memberitakan Injil.


Herman Hoeksema : Ini menunjuk hanya pada kondisi lahiriah / luar dalam dunia. Itu tidak menggambarkan kondisi rohaninya. Secara rohani gereja kecil di Filadelfia ini tidak lemah, tetapi kuat.


Bandingkan dengan banyak gereja besar dan kuat sekarang ini, yang didukung oleh sistem organisasi dan keuangan yang kuat tetapi malah tidak pernah memberitakan Injil. Mereka kuat dalam aspek-aspek jasmani tetapi lemah di dalam aspek-aspek rohani dan pelayanan.


Jakob P.D. Groen – Tuhan tidak memperhatikan besarnya jemaat, tetapi yang ditilikNya adalah kesetiaan. (Aku Datang Segera, hal. 65).


Uang mereka hanya dihamburkan untuk hal-hal yang tidak terlalu penting tetapi sangat pelit dalam urusan pemberitaan Injil. Seseorang baru bercerita pada saya bahwa ada laporan dalam warta jemaat di gerejanya bahwa biaya untuk konsumsi rapat majelis saja mencapai Rp. 40 juta. Ini penghamburan uang untuk hal yang tidak terlalu penting. Apakah gereja tersebut berani mengargarkan Rp. 40 juta untuk pelayanan pemberitaan Injil? Jemaat Filadelfia jelas adalah jemaat kecil yang lemah, tetapi mereka setia / taat dalam menjalankan misi pemberitaan Injil. Inilah sebabnya mereka dipuji oleh Kristus.

b. Mereka dipuji karena tidak menyangkal nama Tuhan.
Wah 3:8-9 – (8) “….engkau tidak menyangkal nama-Ku. (9) Lihatlah, beberapa orang dari jemaah Iblis, yaitu mereka yang menyebut dirinya orang Yahudi, tetapi yang sebenarnya tidak demikian, melainkan berdusta, akan Kuserahkan kepadamu….”


Sebagaimana sudah saya jelaskan tadi bahwa “tidak menyangkal nama-Ku” ada kaitannya dengan orang-orang Yahudi yang disebut sebagai jemaah Iblis.


Memang di sini tidak terlalu jelas apa yang terjadi tetapi dilihat dari kesamaan kata-katanya dengan apa yang dicatat tentang jemaat Smirna, menunjukkan bahwa jemaat Filadelfia ini mengalami sejumlah penderitaan yang diakibatkan oleh orang-orang Yahudi yang disebut Kristus sebagai jemaah Iblis (‘the synagogue of Satan’).


Homer Hailey - “…permusuhan terhadap gereja dan orang Kristen berasal dari orang-orang Yahudi kaya yang mempunyai sinagog yang indah di kota itu dan yang kelihatannya tumbuh dengan subur di sana. Tidak ada bukti yang kuat bahwa orang-orang kudus mengalami penganiayaan terbuka dari orang-orang Yahudi, tetapi mereka dimusuhi oleh orang-orang Yahudi itu dalam setiap cara yang memungkinkan.


Memang penganiayaan tidak harus bersifat fisik, tetapi bisa berupa pengucilan (baik dalam pergaulan maupun pekerjaan), hinaan, ejekan, dan sebagainya.

Meskipun demikian jemaat Filadelfia tetap setia kepada Yesus dan tidak menyangkal nama-Nya. Untuk ini mereka dipuji oleh Kristus.

Jadi jemaat Filadelfia dipuji Tuhan karena 2 hal yakni ketaatan / kesetiaan mereka dalam memberitakan Injil dan dalam penderitaan. 2 hal ini harus kita teladani baik secara pribadi maupun secara kolektif dalam kehidupan gereja kita. Kita mungkin mengalami sejumlah penderitaan / kebencian / pengucilan / kerugian karena iman kita kepada Tuhan. Bahkan itu datang dari orang-orang Kristen sendiri sebagaimana jemaat Filadelfia mengalaminya bukan dari orang-orang kafir penyembah berhala melainkan dari orang Yahudi yang adalah bangsa pilihan Allah.

Homer Hailey - Filadelfia mempunyai begitu banyak kuil dan pesta / perayaan bagi dewa-dewa kafir sehingga sering disebut ‘Athena kecil’ (Hastings). Tetapi, permusuhan terhadap gereja dan orang Kristen berasal dari orang-orang Yahudi kaya yang mempunyai sinagog yang indah di kota itu…”

Tetapi itu tidak boleh membuat kita mundur dari iman kita. Saya sendiri merasakan ada banyak pengucilan terhadap saya bahkan oleh gereja-gereja dan lembaga-lembaga Kristen. Mereka menganggap saya menyebarkan ajaran sesat tanpa pernah bisa membuktikan kesesatan saya dari Firman Tuhan. Dulu saya banyak diundang oleh kelompok-kelompok Kristen tetapi sekarang semuanya pada takut kalau mengundang saya. Katanya takut disesatkan. Seorang jemaat bersaksi pada saya bahwa gara-gara mengikuti kebaktian di Revival, ia lalu dikucilkan oleh tetangga-tetangganya dan mereka sama sekali tidak mau berbicara dengan dia. Seorang jemaat lagi gagal naik jabatan di kantornya karena alasannya adalah dia bergereja di Revival. Alasan ini disampaikan secara eksplisit. Saudara mungkin mengalami hal yang sama seperti ini. Tetapi apapun yang terjadi, ingat selalu keputusan yang sudah kita buat : “Mengikut Yesus keputusanku, ku tak ingkar…. Ku tak ingkar”.


Selain itu kita juga harus setia di dalam pemberitaan Injil. Saya melihat satu hal bahwa sebenarnya Tuhan sementara membuka banyak pintu untuk pemberitaan Injil saat ini, hanya sayang ada banyak gereja tidak memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memberitakan Injil, malah sebaliknya berusaha menutup pintu-pintu itu. Misalnya dengan menyebarkan ajaran Pluralisme yang beranggapan bahwa semua agama bisa menyelamatkan dan karena itu lalu mencegah kita memberitakan Injil pada agama lain. Injil lalu diredefinisikan menjadi pelayanan sosial (Social Gospel). Ini sebenarnya adalah tindakan menutup pintu pemberitaan Injil. Seorang teman berkhotbah di gereja tempat dia melayani bahwa Yesus adalah satu-satunya jalan ke surga, semua orang yang tidak percaya kepada-Nya akan masuk neraka.

Selesai khotbah ia ditegur oleh pendeta seniornya. Ia dilarang khotbah seperti itu karena akan menyebabkan orang lain / agama lain tersinggung. Karena membantah pendeta seniornya, ia lalu dikeluarkan dari gereja tersebut. Bukankah itu juga adalah tindakan menutup pintu pemberitaan Injil? Sayangnya itu bukan dilakukan oleh orang kafir tetapi malah oleh gereja sendiri. Gereja-gereja seperti ini adalah gereja yang tidak setia terhadap firman Tuhan, gereja yang telah menyimpang dari tujuan utamanya. Gereja yang layak disebut dengan istilah “the Church of Satan”

sebagaimana Kristus menyebut komunitas orang Yahudi Filadelfia sebagai “the synagogue of Satan’.



Pintu pemberitaan Injil terbuka lebar sekarang :
Daerah kita adalah daerah Kristen di mana sekalipun ada banyak orang Kristen KTP, tetapi mereka masih mau mendengar firman Tuhan / pergi ke gereja (walaupun kadang-kadang hanya waktu Paskah dan natal saja). Ini kesempatan besar untuk memberitakan Injil.


Media (seperti radio) dan jejaring sosial (FB, Twitter, email, TF, HP, BBM,
website, dll) dengan mudahnya diakses oleh siapa saja. Ini adalah kesempatan besar untuk memberitakan Injil di sana. Karena itu FB harus juga dipakai untuk beritakan Injil dan bukan hanya menulis hal-hal yang tidak berguna seperti.


Begitu banyaknya pendatang non Kristen yang ada di kota Kupang ini. Tidakkah
ini adalah kesempatan bagi kita untuk memberitakan Injil pada mereka?


Anehnya ternyata lebih sedikit orang non Kristen yang menjadi Kristen di daerah kita daripada orang Kristen yang “murtad” dan masuk ke agama lain seperti yang terjadi di Oeekam sehingga ada banyak orang Timor lalu berganti nama menjadi nama Islam seperti Arifin Timo, Muhammad Atupah, Siti Banamtuan, Zainudin Banoet, Abdullah Kamlasi, dan lain-lain.

Semua ini jelas pintu yang dibuka oleh Tuhan, hanya sayang ada banyak kita / gereja yang tidak melihat peluang ini. Bahkan KKR-KKR pun hanya melulu kesembuhan ilahi, show dengan artis rohani, dsb tanpa ada pemberitaan Injil sama sekali. Jikalau gereja tidak memanfaatkan kesempatan ini jangan sampai suatu hari nanti kota kita akan senasib dengan Ambon / Papua. Marilah kita sadar, bukalah mata kita untuk melihat pintu-pintu yang sudah Tuhan buka, dan beritakan Injil.

Saya pun selalu berusaha memanfaatkan setiap kesempatan untuk beritakan Injil lewat FB, email, Website, buku, debat-debat, TF, mengajar, berkhotbah, siaran radio, BBM, dll). Marilah kita semua meneladani apa yang dilakukan jemaat Filadelfia, niscaya pujian yang sama dari Kristus Sang Kepala Gereja juga akan datang bagi kita.
- AMIN -

P O P U L A R - "Last 7 days"