Bacalah terlebih dahulu Enam bagian sebelumnya, bagian satu baca di sini ,bagian dua baca di sini ,bagian tiga di sini , bagian empat di sini, bagian lima di sini dan bagian enam di sini
Oleh : Rev. Dr. Keith Krell
Anda berangkali membaca Matius 5:48 dan bertanya-tanya, “Akankah saya pernah dapat melakukannya?” Jika demikian, anda sedang menanyakan pertanyaan yang keliru. Saya tidak tahu apakah saya dapat terjun kedalam peperangan. Saya menyaksikan tayangan-tayangan di televisi—peperangan, keberanian, dan pengorbanan-pengorbanan, para korban—dan saya bertanya-tanya andaikan saya mengalaminya. Akan tetapi keputusan utama dan terberat bukan apakah saya dapat terjun berperang dengan sebuah AK-47, tetapi apakah saya pertama-tama dapat bergabung atau masuk ke kesatuan militer. Jika saya sampai dititik dimana saya merasa dipanggil untuk masuk kedalam militer dan saya menandatangani sejumlah dokumen, maka pada titik ini saya sudah memutuskan bahwa saya bersedia untuk terjun berperang. Jawaban “ya’ untuk pertanyaan pertama, “Dapatkan saya mengabdi di militer?” Secara otomatis jawaban untuk yang kedua, “Dapatkah saya terjun ke medan perang?”
Tuntutan-tuntutan
pada Khotbah di Bukit juga bekerja dalam cara yang sama. Ketika anda
mengamati persyaratan-persyaratannya,
anda dapat dipastikan akan bertanya, ”Dapatkah sebenarnya aku melakukannya?” Tetapi ini
adalah pertanyaan keliru untuk dijadikan
fokus.