F O K U S

Penjelasan Yesus Mengenai Kebangkitan & Adakah Kehidupan Perkawinan Setelah Kebangkitan

Oleh: Martin Simamora “Apabila Orang Bangkit Dari Antara Orang Mati, Orang Tidak Kawin Dan Tidak Dikawinkan Melainkan Hidup Seper...

0 Ucapan Yesus Kristus yang Paling Dibenci



Oleh: Martin Simamora

"Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun…”

Siapakah Yesus yang Berkata Demikian?
Tidak ada yang lebih hebat dari perkataan Yesus satu ini sehingga mampu menimbulkan penolakan dalam beragam rupa bukan saja pada non pengikut Kristus tetapi bahkan mereka yang mengaku sebagai pengikut Kristus, akan sangat berkeberatan dengan pernyataan Yesus yang ini:

Yohanes 14:6 Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.

Statement yang begitu kuat mengesankan arogansi, kesombongan, dan paling benar sendiri, oleh Yesus sendiri telah dimaksudkannya sebagai sebuah kebenaran yang sangat absolut untuk sampai diabaikan. Jadi ketika ia menyatakan “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun…. Kalau tidak melalui Aku, ia menyampaikannya dengan sederet penekanan agar pendengarnya tahu, jika ini  bukan kebenaran dirinya sendiri tetapi Allah pemiliknya. Perhatikan bagaimana Yesus mengajukan pernyataan tersebut sebagai kebenaran absolut yang datang dari Allah:

Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia."- Yohanes 14:7



Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya.- Yohanes 14:10



Kata Yesus kepadanya: Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku- Yohanes 14:6



Percayalah kepada-Ku, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku; atau setidak-tidaknya, percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri.- Yohanes 14:11



Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa;- Yohanes 14:12

Problem segera menyeruak. Benarkah perkataan atau pernyataan Yesus tersebut, adalah kebenaran dari Allah? 

Jangankan anda, bahkan para murid Yesus pun memiliki problem paling sukar dalam kehidupan rohani mereka, terhadap perkataan atau ajaran Yesus Sang Guru mereka sendiri. Bagaimana dengan anda, apakah pernyataan Yesus ini telah menjadi problem terkeras dalam kehidupan spiritual anda, sehingga lebih baik untuk tidak dipegang sebagai kebenaran? Hanya anda yang tahu.



Kredibilitas Ucapan Kristus Bersumber Dari Bapa yang Berdiam Di Dalam Dirinya. Percayakah engkau?

Para murid memiliki problem atas pernyataan ini, pertama-tama pada kredibilitas si-pengujarnya. Benarkah? Jika benar, siapakah Yesus sehingga pasti merupakan kebenaran? Mereka memerlukan jawaban pada siapakah Yesus, karena mengetahui siapakah Yesus, diharapkan akan  diketahui sumber kebenaran tersebut datang dari siapa.

Tetapi jawaban Yesus tidak hanya pada siapakah dirinya, tetapi siapakah para penanyanya yaitu para murid, terhadap dirinya. Mari memperhatikan tabel sederhana ini:

Siapakah Yesus?
►Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku- Yohanes 14:7

►Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu…namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami.14:9
Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya.- Yohanes 14:10

Pernyataan Yesus ini "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” memang sangat arogan dan begitu menohok indra diri setiap manusia terkait kebenaran yang diklaim begitu absolut. Yesus membawa masuk oknum Bapa kedalam percakapan dengan muridnya sebagai bagian integral dari kredibilitas ucapannya yang menekankan bahwa dirinya adalah satu-satunya jalan menuju Bapa, kala ia berkata “tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa kalau tidak melalui Aku. Benarkah Yesus adalah pintu menuju Bapa? Tidak adakah pintu-pintu lainnya yang bisa dicapai manusia selain dirinya? 

Yesus menutup kemungkinan ada pintu-pintu lain yang dapat membawa orang menuju Bapa:
sekiranya kamu mengenal Aku, mengenal Bapa.
Yesus hanya menunjuk pada dirinya saja untuk dapat memiliki pengenalan pada Bapa. Tidak ada satu pribadi lain atau cara-cara apapun yang perlu ditempuh manusia sehingga dapat menghantarkan manusia untuk memiliki pengenalan dengan Bapa.
Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa
Ini adalah pernyataan yang mahabesar untuk diucapkan oleh seorang manusia. Ini, bagi manusia, sungguh arogan, untuk mendengarkan ada seorang mengucapkan “melihat Aku, telah melihat Bapa.”

Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku
Ini adalah pernyataan fundamen bagi kebenaran pernyataan Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku

Sehingga dapat dikatakan kalau kebenaran yang mengabsolutkan Yesus adalah kebenaran satu-satunya dan tidak ada yang lain, sejak semula adalah kebenaran yang sukar dan bahkan begitu kerasnya untuk dapat dipeluk sebagai kebenaran.

Yesus sejak semula telah menyatakan siapakah dirinya untuk mendudukan kebenaran yang diucapkannya bukan sebagai kebenaran yang  bersifat comparable atau debatable  terhadap kebenaran lainnya dalam dunia kebenaran manusia beserta keyakinannya. Itu dilakukannya dengan mengatakan: Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku.


Tidak Aku Katakan Dari Diri-Ku Sendiri, Tetapi Bapa, yang Diam Di Dalam Aku
Yesus berkata, bahwa apa yang dikatakannya itu, bukan dari dirinya sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku. Ia hendak menyatakan bahwa perkataannya ini: Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku, tidak berasal dari konsepsi yang datang dari dirinya sendiri untuk mengagungkan dirinya sendiri, tetapi benar-benar kebenaran yang berasal dari Bapa.

Di sini, problemnya menjadi jauh lebih kompleks. Bukan saja pada  pernyataan yang begitu kokoh menunjukan  kebenaran absolut dan tiada yang lain, tetapi kini bertambah dengan benarkah Bapa berdiam di dalam  dirinya dan Bapa yang berada didalam dirinya, itulah yang menyatakan: Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku?

Sabda Yesus
Bapa  berdiam di dalam Yesus

Bapa yang bersabda bagi Yesus untuk diucapkan oleh Yesus sendiri

Menjadi jauh lebih kompleks dari apa yang dikira siapapun juga!

Karena itulah, apa yang menjadi lebih penting di atas semua itu adalah menunjukan bahwa benar Bapa berdiam didalam diri Yesus, dan cara yang Yesus ajukan adalah apa yang telah dilakukannya:

▀Yohanes 14:11 Percayalah kepada-Ku, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku; atau setidak-tidaknya, percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri.

Yesus sendiri sangat menekankan bahwa setiap perkataannya . termasuk Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku, bukanlah kebenaran yang berasal dari bumi ini dan berasal dari kemanusiaan Yesus tetapi dari Bapa. Itu sebabnya ia menunjukan siapakah dirinya yang akan menunjukan relasinya dengan Bapa sebagai 2 pribadi yang tidak terpisahkan dan bukan 2 person yang memiliki 2 jati diri yang unik terpisah satu sama lain sehingga memiliki 2 kebenaran yang bekerja secara terpisah satu sama lain, melalui kebenaran “Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku.” Bahwa memang benar Ia dan Bapa adalah satu dan Bapa yang menyatakan kepadanya untuk diucapkannya, ditunjukan pada apa yang selama ini telah diperbuatnya: percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri.


Apakah pekerjaan-pekerjaan itu?
Ini kemudian menjadi hal yang  begitu substansial yang ditunjukannya untuk secara terbuka menunjukan betapa ia sangat berotoritas terhadap setiap kebenaran yang diucapkannya. Bahwa tidak pernah merupakan kebenaran yang datang dari diri sendiri, tetapi dari Bapa. Namun bukan hanya itu. Ketika ia menautkan Bapa didalam dirinya dengan pekerjaan-pekerjaan yang dilakukannya untuk dipercayai, ia sedang menunjukan bahwa dalam Bapa didalam dirinya, tidak ada satu kemelesetan sedikitpun pada dirinya dalam mengatakan kebenaran yang dimaksudkan Bapa. Itu sebabnya ia senantiasa menegaskan relasinya dengan Bapa hingga pada titik yang membuat dirinya tidak berasal dari dunia ini meskipun dilahirkan dari seorang ibu manusia dan berasal dari sebuah suku bangsa tersendiri. Ia menunjukan relasinya dengan Bapa hingga pada titik tidak mungkin manusia dapat memahami kebenaran dari Bapa, kecuali manusia itu sendiri telah mendengarkannya secara langsung dari Bapa. Mari kita memperhatikan sejumlah pernyataan Yesus berikut ini:

▀Yohanes 5:36 Tetapi Aku mempunyai suatu kesaksian yang lebih penting dari pada kesaksian Yohanes, yaitu segala pekerjaan yang diserahkan Bapa kepada-Ku, supaya Aku melaksanakannya. Pekerjaan itu juga yang Kukerjakan sekarang, dan itulah yang memberi kesaksian tentang Aku, bahwa Bapa yang mengutus Aku

Yohanes 10:38 tetapi jikalau Aku melakukannya dan kamu tidak mau percaya kepada-Ku, percayalah akan pekerjaan-pekerjaan itu, supaya kamu boleh mengetahui dan mengerti, bahwa Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa."

Dan inilah pekerjaan-pekerjaan yang telah dilakukan oleh Yesus yang menunjukan bahwa Bapa di dalam Yesus dan Yesus di dalam Bapa.

IA BERSABDA & BEKERJA MAKA JADILAH SEBAGAIMANA IA BERMAKSUD”
Tindakan/Perkataan Yesus
Injil
Bentuk Eksekusi
Menyembuhkan busung air
Lukas 14:1-4
memegang tangan orang sakit
Menyembuhkan seorang prajurit
Matius 8:5:13
Mengucapkan perkataan (13)
Menyembuhkan ibu mertua Petrus
Markus 1:29-31
Memegang dan membangunkan (31)
Menyembuhkan orang sakit di malam hari
Matius 8:16-17
Mengucapkan sepatah kata (16)
Meredakan badai
Lukas 8:22-25
Menghardik angin dan air (24-25)
Mengusir Setan dan memerintah ke  babi
Markus 5:1-20
Mengabulkan permintaan roh-roh (12-13)
Menyembuhkan seorang lumpuh
Lukas 5:18-26
Berkata dan mengampuni dosa (20-21)
Membangkitkan puteri Yairus
Markus 5:22-24,35-43
Memegang dan berkata (41-42)
Menyembuhkan seorang perempuan yang pendarahan
Matius 9:20-22
Memandang dan berkata (22)
Menyembuhkan 2 orang buta
Matius 9:27-31
Menjamah dan berkata (29)
Menyembuhkan seorang bisu kerasukan setan
Matius 9:32-33
Mengusir  setan (33)
Menyembuhkan seorang pria yang mati sebelah tangannya
Markus 3:1-6
Memberi perintah (5)
Menyembuhkan seorang bisu kerasukan setan
Lukas 11:14
Mengusir setan
Memberi makan lebih dari 5000 orang
Markus 6:30-44
Memerintah, berkata dan membagi-bagikan
Yesus Berjalan di danau Galilea
Matius 14:22-27
Ia berjalan di permukaan air dalam ombak badai dan berkata tenanglah
Memampukan Petrus berjalan di danau Galilea
Matius 14:28-33

Menyembuhkan anak dari seorang ibu asal Syria Phoenician
Matius 15:21-28
Ia berkata menjawab imannya pada-Nya (28)
Memberi makan lebih dari 4.000 orang
Matius 15:32-39;Markus 8:1-10
Berkata, memecah roti-ikan dan membagikan
Menyembuhkan seorang anak laki epilepsi
Matius 17:14-18
Menegor dengan keras (18)
Petrus mengambil koin di mulut ikan
Matius 17:24-27
Memberi  instruksi yang harus dilakukan
Menyembuhkan 2 orang buta dekat Yeriko
Matius 20:29-34
Menjamah mata (34)
Menyebabkan pohon ara mati
Matius 21:18-19
Berkata memberikan perintah pada pohon
Bangkit dari kematian
Lukas 24:1-43
Menggenapi apa yang telah lebih dulu dikatakan Kitab suci (25-27;44-46)
Mengusir roh najis dalam rumah ibadat
Lukas 4:33-37
Menghardik dan memberi perintah (35)
Menyembuhkan seorang tuli dan gagap bicara
Markus 7:31-37
Memisahkan, memasukan jarinya ke telinga, meludah-meraba lidah, berkata
Menyembuhkan orang buta di Betsaida
Markus 8:22-26
Memegang tangan, menarik keluar dari kampung, meludahi mata, meletakan tangan atasnya, bertanya, lalu sekali lagi meletakan tangannya atas mata orang itu
Menyembuhkan pengemis  buta di Yeriko
Lukas 18:35-43
Berhenti, menyuruh orang membawanya padanya, bertanya dan kemudian bersabda terhadap kebutaan
Meloloskan diri dari kerumunan massa yang berupaya  mencelakakannya dengan mendorong dia jatuh dari tebing
Lukas 4:28-30
Berjalan melewati kerumunan massa yang berupaya mendorongnya jatuh
Menyebabkan tangkapan ikan yang besar
Lukas 5:1-11
Memberikan instruksi apa yang harus diperbuat
Membangkitkan anak seorang janda di Nain
Lukas 7:11-17
Menghampiri usungan, menyentuhnya dan bersabda terhadap kematian
Menyembuhkan seorang perempuan 18 tahun bongkok
Lukas 13:11-13
Memanggilnya, menyatakannya sudah sembuh dan meletakan tangannya atas perempuan itu melawan kebongkokan 18 tahun oleh setan
Menyembuhkan seorang pria busung air
Lukas 14:1-14
Memegang dan menyembuhkan
Menyembuhkan 10 orang Kusta yang ketahirannya disaksikan para imam
Lukas 17:11-19
Memberikan instruksi pergi ke hadapan para imam untuk mensahkan ketahiran sementara ketahiran berlangsung dalam perjalanan berdasarkan instruksi Yesus
Menyembuhkan telinga Malkhus yang ditebas pedang
Yohanes 18:10; Lukas 22:47-51
Menjamah telinga Malkhus
Mengubah air menjadi anggur
Yohanes 2:1-11
Memberikan instruksi yang harus ditaati untuk dilakukan
Menyembuhkan putera seorang terhormat-pegawai istana
Yohanes 4:46-54
Memberi instruksi dan bersabda melawan kematian
Menyembuhkan seorang cacat 38 tahun di Betesda
Yohanes 5:1-15
Bertanya, bersabda melawan kecacatan tubuhnya yang tak bisa bangun
Menyembuhkan seorang buta sejak lahir
Yohanes 9:1-41
Ia meludah ke tanah, dan mengaduk ludahnya itu dengan tanah, lalu mengoleskannya pada mata orang buta tadi, lalu berkata kepadanya: "Pergilah, basuhlah dirimu dalam kolam Siloam
Membangkitkan Lazarus dari kematian
Yohanes 11:1-44
Bersabda dengan suara keras melawan kematian dan tubuh membusuk
Menyebabkan tangkapan ikan besar yang kedua
Yohanes 21:1-14
Memberikan instruksi untuk ditaati
Tabel  ini diadaptasi dari Word Study NKJV terbitan Nelson Publishing dengan penambahan  kolom “bentuk eksekusi.”

Daftar pada tabel di atas tersebut, adalah pekerjaan-pekerjaan Yesus untuk menunjukan bahwa perkataan Yesus adalah kebenaran absolut yang berkuasa penuh dan tidak ada mengandung kesalahan yang bagaimanapun juga.

Sehingga ketika Yesus berkata Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku adalah kebenaran absolut dan mengandung kuasa, tepat sebagaimana kuasa perkataannya kala berucap dalam ia bekerja:

→"Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah."- Yoh 15:8

→"Pergilah, anakmu hidup!"-Yohanes 4:50

→"Hai ibu, penyakitmu telah sembuh."- Lukas 13:12

→”Hai anak muda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!"- Lukas 7:14

→”Melihatlah engkau, imanmu telah menyelamatkan engkau!"- Lukas 18:42

→”Efata!"- Markus 7:34

→”Diam, keluarlah dari padanya!"- Lukas 4:35

Sehingga, sementara kita dapat secara jujur mengakui memiliki keberatan yang sangat kuat terhadap bagian tertentu pada perkataan Yesus yang semacam ini: Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku, maka seharusnyalah kita harus juga menjadi jujur bahwa, dengan demikian, Yesus Kristus tidak pernah sedikitpun memiliki kebenaran dalam segala ucapan dan perkataannya. Bahwa tidak benar bahwa Bapa di dalam Yesus dan Yesus di dalam Bapa, sebagaimana klaimnya tadi.  Bila demikian keyakinan anda, maka memang ada benarnya tudingan terhadap Yesus  di eranya yang berbunyi:

▀Lukas 11:15 Tetapi ada di antara mereka yang berkata: "Ia mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, penghulu setan."


Apakah Keyakinanmu Terhadap Yesus? Apakah: Bapa Di Dalam Yesus, atau Penghulu Setan di Dalam Yesus?

Ada satu hal penting yang harus dipahami, mengapa kita pada diri sendiri harus secara jujur menguji keyakinan kita masing-masing terhadap Yesus, apakah benar  Bapa di dalam Yesus, ataukah Penghulu Setan di dalam Yesus, sebab Yesus sendiri senantiasa menekankan 2 hal terkait dirinya:

Pertama, ia berkata bahwa Ia bukan berasal dari dunia ini:
Lalu Ia berkata kepada mereka: "Kamu berasal dari bawah, Aku dari atas; kamu dari dunia ini, Aku bukan dari dunia ini.- Yohanes 8:23

Aku telah memberikan firman-Mu kepada mereka dan dunia membenci mereka, karena mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia- Yohanes 17:14

Mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia.- Yohanes 17:16

Tidak ada seorangpun yang telah naik ke sorga, selain dari pada Dia yang telah turun dari sorga, yaitu Anak Manusia.- Yohanes 3:13

Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku.- Yohanes 6:38


Kedua, Ia datang hanya untuk mengucapkan dan melakukan apa yang merupakan kehendak Bapa:
"Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.- Yohanes 4:34

Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku.- Yohanes 5:30

Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku.- Yohanes 6:38

Dan Ia, yang telah mengutus Aku, Ia menyertai Aku. Ia tidak membiarkan Aku sendiri, sebab Aku senantiasa berbuat apa yang berkenan kepada-Nya."- Yohanes 8:29

Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi dengan jalan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepada-Ku untuk melakukannya.-Yohanes 17:4

Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: "Sudah selesai." Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya -Yohanes 19:30

Problem pada Yesus, jika anda melihat perkataan Akulah jalan dan kebenaran dan hidup, tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku adalah dinilai sebagai arogansi terhadap pintu-pintu kebenaran lain yang ada banyak di dunia ini. Jika pernyataan Yesus tersebut telah dinilai sebagai sebuah arogansi. maka tidak bisa lagi “Aku dan Bapa adalah satu” dapat diterima sebagai sebuah kebenaran, tetapi benar-benar problem yang teramat besar! Ini adalah garis tegas yang memisahkan Yesus sebagaimana yang diucapkannya sendri dengan Yesus sebagaimana konsepsi anda yang lebih lunak atau lebih bersahabat dengan nilai-nilai moderen dewasa ini.

Yesus sebagaimana Ia Adanya, pada dasarnya Yesus yang sangat penuh problem bagi siapapun yang ada di sekitarnya dan yang hidup se-eranya, bahkan. Ia sangat mampu membuat dirinya sendiri dipandang sebagai orang gila, sehingga terlalu gila bagi siapapun untuk mau mempercayai dirinya dengan segala perkataannya. Bahkan kaum keluarganya pun menganggap dirinya tak waras alias gila. Perhatikan tabel-tabel ini:

Kaum Keluarganya
Kemudian Yesus masuk ke sebuah rumah. Maka datanglah orang banyak berkerumun pula, sehingga makanpun mereka tidak dapat. Waktu kaum keluarga-Nya mendengar hal itu, mereka datang hendak mengambil Dia, sebab kata mereka Ia tidak waras lagi- Markus 3:20-21



Ahli-  Ahli Taurat
Dan ahli-ahli Taurat yang datang dari Yerusalem berkata: "Ia kerasukan Beelzebul," dan: "Dengan penghulu setan Ia mengusir setan."- Markus 3:22



Orang-orang Yahudi
Maka timbullah pula pertentangan di antara orang-orang Yahudi karena perkataan itu. Banyak di antara mereka berkata: Ia kerasukan setan dan gila; mengapa kamu mendengarkan Dia?-Yohanes 10:19-20


Ketika satu keberatan muncul terhadap perkataan dan perbuatannya, itu bukan sekedar meragukan pemikiran dan perkataannya, tetapi juga meragukan eksistensinya di bumi ini : “Bapa di dalam Yesus dan Yesus di dalam Bapa.”

Dalam meragukan Yesus, tidak ada jalan tengah, hanya akan ada apakah ia adalah Setan atau Ia dan Bapa adalah satu.


Kasih Bapa Kepada Manusia Menjadi Tercemar Jikalau Hanya Pada Yesus Jalan Menuju Bapa?

Ini adalah pandangan yang populer mengemuka. Mengapa? Pertama, pernyataan Yesus yang berbunyi Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku, telah merupakan nada-nada penghakiman yang jauh dari citra Allah yang mahakasih. Kalau ia adalah mahakasih, mengapa jalan menuju Allah yang mahakasih itu, mahatunggal? Tetapi, ketika ini merupakan keberatan paling populer, dan anda pun menilai ini sangat salah sampai diucapkan Yesus, maka sebetulnya itu bukanlah satu-satunya yang harus menjadi keberatan siapapun juga. Pada dasarnya, siapapun harus berkeberatan dengan perkataan-perkataan Yesus berikut ini:

═Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya."- Yohanes 3:36

Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman."- Yohanes 6:40

Jawab Yesus: "Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?"- Yohanes 11:25-26

Kamu menyelidiki Kitab-kitab Suci, sebab kamu menyangka bahwa oleh-Nya kamu mempunyai hidup yang kekal, tetapi walaupun Kitab-kitab Suci itu memberi kesaksian tentang Aku, namun kamu tidak mau datang kepada-Ku untuk memperoleh hidup itu.- Yohanes 5:39-40

Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya. Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya dan Ia akan memisahkan mereka seorang dari pada seorang, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing, dan Ia akan menempatkan domba-domba di sebelah kanan-Nya dan kambing-kambing di sebelah kiri-Nya. ….. Maka Ia akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku. Dan mereka ini akan masuk ke tempat siksaan yang kekal, tetapi orang benar ke dalam hidup yang kekal."- Matius 25:31-33, 45-46

Perkataan-perkataan ini lebih dari sekedar Jesus Centric atau Yesus Sentralistik. Ini bukan sekedar apapun juga akan berbasiskan Yesus Kristus, tetapi tidak akan pernah ada kebenaran-kebenaran lain yang akan berktakhta untuk berkuasa menentukan kesudahan hidup manusia dan menghakimi segala bangsa di dunia ini, apapun nilai-nilai yang dianutnya untuk dibangun sebagai sebuah warisan kekal yang berguna jikalau memang benar penghakiman seperti ini ada.

Dan ini menggoda siapapun untuk menyatakan kebenaran-kebenaran semacam ini sebagai mencemari kasih Allah yang Mahakasih. Mengapa Ia yang menyatakan mahakasih tetapi kasihnya begitu egois pada kebenarannya sendiri. Mengapakah ia tidak mau mendengarkan kebenaran-kebenaran lainnya? Apakah tidak ada sedikit saja kebenaran pada kebenaran-kebenaran lain tersebut?

Sementara Yesus pemilik dan penyabda kebenaran tunggal, Yesus sendiri sangat mengapresiasi apa yang disebut sebagai perbuatan-perbuatan baik. Ia bukan saja mengapresiasinya tetapi ia memang menuntutnya. Tetapi dalam hal tersebut, Yesus senantiasa menempatkan dirinya menjadi bagian integral penentu nilai perbuatan-perbuatan baik itu di hadapan dirinya. Ia setidaknya menempatkan dirinya pada 2 aspek yaitu: pertama, orang tersebut harus memilki pengenalan pribadi dengan dirinya dalam melakukan perbuatan-perbuatan baik itu, dan kedua, orang tersebut memiliki kasih Yesus dalam melakukan perbuatan-perbuatan baik itu. Perhatikan Matius 25:45-46, pada: kamu tidak melakukannya juga untuk Aku.

Bagaimana mungkin perbuatan-perbuatan baik ketika dihakimi, senantiasa berdasarkan melakukannya untuk Yesus?  Sementara tuntutan Yesus demikian bersentral pada dirinya sendiri sebagai fundamental kebenaran, Ia sendiri  begitu memuliakan perbuatan baik sebagai sebuah relasi kasih antara diri-Nya terhadap manusia-manusia yang memiliki persekutuan dengan diri-Nya. Secara lugas, dengan demikian, jika benar mengenal dan memiliki relasi dengan Sang Penebus, orang tersebut haruslah menunjukan kasihnya kepada sesamanya manusia tak peduli status sosial dan tak peduli apapun agamanya. Bagi Yesus, mengasihi sesama manusia, bukan aktivitas kemanusiaan belaka dan bukan sebuah performa kualitas moralitas dan spiritualitas seseorang. Bagi Yesus mengenalnya dan mengalami penebusan dosa oleh-Nya, akan memampukan orang tersebut untuk menyatakan kasih Allah yang bersumber pada diri-Nya sendiri melalui saya dan anda sebagai pengikut Kristus. Sekali lagi, menarik untuk memperhatikan bagaimana Yesus meletakan relasi mengasihi Yesus adalah mengasihi sesama yang paling  hina dan paling tidak dihargai di dunia ini:

▬Sebab ketika Aku lapar, kamu tidak memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu tidak memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu tidak memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu tidak memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit dan dalam penjara, kamu tidak melawat Aku. Lalu merekapun akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar, atau haus, atau sebagai orang asing, atau telanjang atau sakit, atau dalam penjara dan kami tidak melayani Engkau? Maka Ia akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku.- Matius 25:42-45

Sekarang perhatikan bagaimana Yesus mengindentifikasikan dirinya dengan: ketika aku lapar, ketika aku orang asing, ketika aku telanjang, ketika aku sakit, ketika dalam penjara yang dinyatakannya sebagai yang paling hina ini. Pada dasarnya ini lebih dari sekedar identifikasi, tetapi bagi merekalah ia datang! Di bait Allah Yesus menyatakan bahwa ia adalah penggenap  bagian kitab suci ini:
           
Kepada-Nya diberikan kitab nabi Yesaya dan setelah dibuka-Nya, Ia menemukan nas, di mana ada tertulis: "Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang."…           
Lalu Ia memulai mengajar mereka, kata-Nya: "Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya."- Lukas 4:17-21

Ia datang bagi mereka yang paling hina tersebut untuk menyatakan kasihnya, untuk memberitakan tahun Rahmat Tuhan telah datang. Ia adalah Mesias, Ia adalah Sang Pembebas yang  membebaskan dengn kasih yang begitu besar. Itu sebabnya, Yesus berkata kepada mereka yang memiliki hubungan religius dengan Yesus namun tak memiliki persekutuan kasih dan kebenaran dengan Yesus akan menghadapi penghakiman karena mereka tidak pernah benar-benar adalah orang-orang tebusan Kristus sehingga memiliki persekutuan kebenaran dan kasih Kristus. Kepada para muridnya, Ia pernah berkata begini terkait memiliki persekutuan dengan dirinya: Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu (Yohanes 15:14).

Puncak pernyataan kasih Allah yang begitu besar itu, yang memberitakan  tahun rahmat Tuhan telah datang, terjadi pada kayu salib.

Pada salib itulah terbentang begitu luas dan panjang menjangkau segala zaman: 

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.- Yohanes 3:16

Dan pada salib itulah sebetulnya, ia telah membebaskan seorang tawanan dosa/kejahatan, diganti dirinya naik pada salib itu untuk dihukum mati dalam cara yang paling hina yang dapat dialami oleh manusia, mati sebagai penjahat dan seorang terkutuk. Mari perhatikan episode ini:

Matius 27:17,22-23Karena mereka sudah berkumpul di sana, Pilatus berkata kepada mereka: "Siapa yang kamu kehendaki kubebaskan bagimu, Yesus Barabas atau Yesus, yang disebut Kristus?" Kata Pilatus kepada mereka: "Jika begitu, apakah yang harus kuperbuat dengan Yesus, yang disebut Kristus?" Mereka semua berseru: "Ia harus disalibkan!" Katanya: "Tetapi kejahatan apakah yang telah dilakukan-Nya?" Namun mereka makin keras berteriak: "Ia harus disalibkan!"

Ia sendiri di dunia ini, pada satu momentum yang paling krusial, telah turut menjadi manusia yang paling hina sama seperti penjahat itu, hanya saja ia sama sekali bukan penjahat dan sam sekali  bukan manusia berdosa. Begitulah besarnya kasih Allah itu kepada dunia ini dalam satu-satunya Anak-Nya.

Kasih Allah yang begitu besar itu tidak bersifat universal pada jalannya atau caranya dan pada siapakah itu dapat ditemukan. Yesus Sang Kristus berkata, bahwa kasih Allah yang begitu besar itu hanya akan sampai kepada manusia yang mau percaya atau beriman kepadanya sehingga memiliki kehidupan kekal dan tidak binasa. Yesus pernah mengajarkan kebenaran ini dalam sejumlah cara:

▬Yohanes 3:13-15 Tidak ada seorangpun yang telah naik ke sorga, selain dari pada Dia yang telah turun dari sorga, yaitu Anak Manusia. Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal.

▬Yohanes 6:51 Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia."

▬Yohanes 12:32 dan Aku, apabila Aku ditinggikan dari bumi, Aku akan menarik semua orang datang kepada-Ku."

Bandingkan dengan
Yohanes 6:37 Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang

Yohanes 6:44 Tidak ada seorangpun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku, dan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman.

Yohanes 6:55 "Sebab itu telah Kukatakan kepadamu: Tidak ada seorangpun dapat datang kepada-Ku, kalau Bapa tidak mengaruniakannya kepadanya."


Sehingga satu-satunya opsi yang sangat rasional untuk menyanggahnya adalah menyatakan: Alkitab adalah salah, atau Yesus adalah salah. Dengan kata lain, setiap hal yang dinyatakan sebagai perkataan Yesus adalah konsepsi manusiawai belaka! Pada titik inilah, maka satu-satunya tindakan rasional bagi manusia: menyingkirkan kitab suci dan jangan pernah lagi berdoa dengn menyebut nama Yesus Kristus.

Mengapa saya menyinggung jangan juga menyebut nama Yesus dalam doa-doa seorang Kristen yang menyanggah kebenaran Yesus semacam ini. Karena bahkan nama Yesus telah menjadi satu-satunya nama  yang menjadi dasar tunggal kebenaran dan pembenaran seorang beriman untuk dapat memanjatkan doa, permohonan, permintaan, air mata, hingga gedoran pintu paling keras yang perlu dilakukan mengingat ketakberdayaan anda untuk sendirian menghadapi masalah, dapat anda lakukan dengan penuh keyakinan kepada Allah!

Selama anda menyebut nama Yesus Kristus yang berasal dari Alkitab sebagai  alamat tujuan doa anda, sementara anda tidak mengakui seluruh kebenaran keselamatan dalam dan melalui Kristus saja, maka anda sedang hidup dalam pendustaan terhadap diri sendiri. Satu kebenaran pada Yesus, anda katakan salah , maka semuanya tanpa kecuali salah, termasuk kebenaran doa ini:

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu minta kepada Bapa, akan diberikan-Nya kepadamu dalam nama-Ku. Sampai sekarang kamu belum meminta sesuatupun dalam nama-Ku. Mintalah maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu… Pada hari itu kamu akan berdoa dalam nama-Ku. Dan tidak Aku katakan kepadamu, bahwa Aku meminta bagimu kepada Bapa, sebab Bapa sendiri mengasihi kamu, karena kamu telah mengasihi Aku dan percaya, bahwa Aku datang dari Allah. - Yohanes 16:23-24,26-27

Sementara anda menolak kebenaran Yesus sebagai sebuah kebenaran tunggal, anda sedang menolak pada bagaimana anda dapat mengalami kasih Allah yang begitu besar dan menikmati relasi dengan Allah dalam kehidupan doa yang sungguh dinamis dan sungguh otentik  pada masing-masing individu. Tentu, di sini, Yesus tidak hendak memaksudkan bahwa melalui doa, anda akan mendapatkan apapun juga yang anda mau. Bukan itu, tetapi bagaimana dalam kehidupan dan relasi dengan Bapa dalam doa, anda  dan saya semakin mengenal-Nya, belajar mengenali apakah kehendaknya dalam setiap jawaban ya atau tidak, atau penundaan. Bagaimana sementara anda mendapatkan jawaban tidak, tetapi jiwa ini sejahtera dan memiliki pertumbuhan iman dan kedewasaan karakter sementara kita masuk ke dalam sebuah pernaungan yang begitu kudus ketika saya dan anda berdoa. Belajar meminta, belajar berucap syukur, belajar mengungkapkan pikiran dan perasaan kepada Bapa, belajar untuk dibentuk-Nya dalam jawaban ya dan tidak atau penundaan. Belajar tetap tersenyum dan tetap memiliki pengharapan yang otentik, walau pada faktanya, perjalanan hidup anda dan saya sesungguhnya berat. Siapakah kesukaan kita di dunia, akan nyata melalui kehidupan doa yang anda miliki.

Nama Yesus sendiri, kemudian menjadi jalan tunggal bagi doa yang didengarkan Bapa. Tentang kebenaran ini, jika sebagai Kristen anda sangat keberatan dengan Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku, maka anda pun harus menolak kebenaran ini Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu minta kepada Bapa, akan diberikan-Nya kepadamu dalam nama-Ku.


Akulah jalan dan kebenaran dan hidup Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku
Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu minta kepada Bapa, akan diberikan-Nya kepadamu dalam nama-Ku
Kebenaran picik karena hanya Yesus jalan kebenaran dan hidup dalam memiliki hidup kekal bersama Bapa??

Bagaimana menurut anda?
Kebenaran picik karena hanya Yesus jalan menuju kebenaran dan hidup dalam doa dan pengharapan??

Bagaimana menurut anda?

Seperti telah saya kemukakan tadi, ketika anda menolak satu bagian perkataan Yesus yang telah dinyatakannya sebagai kebenaran dari Allah, maka tanpa anda sadari yang pertama-tama anda tolak adalah Yesus itu sendiri secara keseluruhan. Anda tak akan pernah menolaknya secara parsial dengan menolak satu bagian perkataannya tetapi secara total. Karena itulah Kekristenan segala sesuatunya adalah tentang Yesus Kristus yang membawa dan menyatakan kasih Allah yang begitu besar itu.


Kebenaran yang Tidak Berlaku Untuk Segala Zaman yang Kian Pluralis?

Barangkali penolakan paling rasional yang akan dikemukakan untuk menentang kebenaran Yesus adalah satu-satunya jalan keselamatan semacam ini: Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku, paling santun dan paling intelektual, adalah dengan mengatakan bahwa kebenaran tersebut tidak lagi sesuai dengan kemajuan zaman dan kompleksitas serta kemajemukan masyarakat kini-jauh lebih kompleksitas. Ini hendak mengasumsikan, bahwa kebenaran Yesus pada saat itu kalaupun hendak dikatakan tidak bersifat lokal, namun pasti bukan yang akan berlaku secara kompatibel dengan perkembangan  zaman. Namun sebenarnya kalau mau jujur, Alkitab sendiri sudah menunjukan bahwa Yesus beserta segenap pengajarannya, bahkan tidak kompatibel dengan eranya sendiri. Kita bahkan tahu bukan bagaimana kesudahan Yesus yang sangat tragis dalam pandangan manusia, dahulu dan kini. Tetapi walau demikian, saya hendak menunjukan bahwa argument kebenaran tersebut tidak berlaku untuk segala zaman yang kian pluralis adalah sebuah kesalahan fatal.

Anda akan memahami ini kalau anda membaca dan mau menerima kebenaran pernyataan dan pengajaran Yesus berikut ini:

tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.- Yohanes 14:26

Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang. Ia akan memuliakan Aku, sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimanya dari pada-Ku. - Yohanes 16:13-14

Segala sesuatu yang Bapa punya, adalah Aku punya; sebab itu Aku berkata: Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimanya dari pada-Ku."- Yohanes 16:`5

Ketika Roh Kudus  dinyatakan oleh Yesus hanya akan memberitahukan atau mengajarkan kepada para murid apa yang telah diterima dari Yesus saja, maka inilah titik yang paling penting bagi setiap perkataan Yesus terkait kebenaran dan keselamatan dari Allah hanya ada pada dirinya saja. Jika Roh Kudus yang kemudian diutus Bapa setelah kenaikan Yesus ke sorga, maka kebenaran yang bersentralitas pada Yesus, tidak akan pernah  menjadi kebenaran yang tidak pas untuk tetap di usung hingga kini, sebab kini dunia makin plural dan masyarakan kian majemuk. Kebenarannya tetap tunggal dan bahkan terhadap penolakan kebenaran ini, Roh Kudus sendiri membawa penghakiman dari Bapa yang dilaksanakannya di dunia ini. Perhatikan ini:

▀Yohanes 16:8-9 Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman; akan dosa, karena mereka tetap tidak percaya kepada-Ku

Kebenaran semacam ini: Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku adalah kebenaran sepanjang zaman hingga kini.  Ketika anda berani menolak ini, maka konsekuensi logisnya, anda pun harus berani menolak ini:

▀Matius 24:27,30 Sebab sama seperti kilat memancar dari sebelah timur dan melontarkan cahayanya sampai ke barat, demikian pulalah kelak kedatangan Anak Manusia… Pada waktu itu akan tampak tanda Anak Manusia di langit dan semua bangsa di bumi akan meratap dan mereka akan melihat Anak Manusia itu datang di atas awan-awan di langit dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya.

Kalau anda berani menolak satu bagian karena alasan eksklusivitas keselamatan model Yesus  tidak kompatibel dengan perkembangan zaman yang makin majemuk, maka anda pun harus berani menolak sabda Yesus tentang dirinya sendiri yang satu-satunya hakim atas segala bangsa. Jika anda menolak satu hal karena sabda Yesus tidak menghargai kemajemukan maka harus juga berani menolak sabda Yesus sebagai satu-satunya hakim bagi segala bangsa yang majemuk.

Tetapi yang paling penting bagi kita, sementara kebenaran-Nya bersifat demikian, tidak pernah kita dibentuk-Nya menjadi manusia yang picik dan diskriminatif, sebab setiap anak-anak Tuhan selama di dunia telah diperintahkannya untuk melakukan perbuatan-perbuatan baik yang memuliakan Bapa. Perhatikan ini:

Matius 5:14-16Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu. Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga."
Sementara orang bisa saja menuding pengajaran Yesus adalah arogan dalam kaca mata keduniawiannya, Yesus sendiri menuntut kita dalam pergaulan hidup sehari-hari membaur dan terlibat aktif menjadi bagian yang berkontribusi sangat positif bagi masyarat yang mejemuk itu. Anda tidak disuruh menjauhkan diri dan mengucilkan diri karena merasa begitu suci, sebaliknya berbaurlah dan bermasyarakatlah. Tak mungkin terangmu bercahaya di depan orang sehingga orang melihat perbuatanmu yang baik, kalau anda dan saya tidak hadir terlibat di dalam masyarakat dengan sebuah nilai yang kokoh berdasarkan pengenalan akan dan penghidupan keselamatan yang datang dari Allah dalam Sang Mesias. Jadi pertanyaannya memang, adakah pada diri saya dan anda perbuatan-perbuatan baik itu, sementara mengaku anak terang-bukan anak dunia? Ingat, dalam hal ini, pergaulanmu di masyarakat haruslah merupakah ibadah sehari-hari, bedanya kalau di dalam gereja anda memuji Tuhan dengan pujian, nyanyian, sorak-sorai, tarian dan musik yang memuji Tuhan, maka di tengah-tengah masyarakat, saya dan anda , memuliakan Tuhan melalui perbuatan-perbuatan baik yang berdampak bagi masyarakat sekitar.

Apa yang hendak saya katakan adalah ini. Kebenaran dalam Yesus Kristus memang sangat ditentukan oleh diri Sang Mesias itu sendiri dan bersifat absolut. Jika benar Ia adalah Mesiasmu, bagaimana seharusnya saya dan anda bersikap? Mematuhinya senantiasa atau menentangnya. Kalau kepada tuanmu atau atasanmu saja anda bisa memberikan ketaatan yang tulus selama dalam koridor yang terang dan benar, apalagi seharusnya kepada Mesiasmu, benar bukan?

Kebenarannya sangat kompatibel untuk era pluralistik,  oleh karena satu hal: Ia menjadikan kita sebagai terang-terang di dalam dunia ini. Kita memang dikehendaki untuk menjadi bagian integral di dunia di mana saya dan anda berada untuk menahan kejahatan, kebusukan dan kehancuran. Bukan untuk menjadi bagian kerusakan itu sendiri. Dan ini memang tantangan yang tak mudah untuk dilakukan  pada basis praktik hidup sehari-hari. Coba anda renungkan sabda Yesus satu ini: “Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga." (Matius 5:13).

Satu hal yang pasti, ada banyak hal yang dapat Bapa lakukan, melalui diri anda, untuk menyatakan kasih-Nya kepada begitu banyak manusia yang belum mengenalnya, jika saja anda dan saya mau membangun diri sehingga benar-benar efektif sebagai terang dunia dan garam dunia. Sangat tragis jika anda menjadi penuntun banyak orang ke maut. Mari periksa diri kita, dan pastikan kita memenuhi kehendak Yesus Sang Kristus, Tuhan kita, bahwa saya dan anda menjadi garam dan terang dunia, mulai dari lingkungan terkecil anda.

Keberimanan Semacam ini yang Dari Allah, Sangat Kaya Dengan Kasih Allah yang Besar Walau Dunia Tidak Akan Memahaminya
(Siapakah yang Sanggup Mendengarnya?)

Ketika kita mulai mempertimbangkan ketakadilan dan keegoisan terdapat dalam sabda-sabda Yesus, maka sebetulnya manusia sedang menempatkan dirinya sebagai mahabijaksana jika bukan sama sekali mahakasih. Problem ini sendiri, oleh Yesus pada eranya, tidak pernah diselesaikan melaui semacam penyesuaian atau penyelarasan dengan norma atau nilai manusia, sebagaimana lazimnya yang ada dan terlintas dalam pemikiran manusia yang bijaksana, kala menghadapi apa yang dinilainya sebagai konflik nilai. Sebaliknya, Yesus mendudukan dirinya dibawah kehendak Bapanya yang akan menunjukan  2 hal sekaligus: penghakiman dan kasih Allah yang begitu besar. Coba pertimbangkan perkataan Yesus ini:
●Matius 15:13 Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.

●Yohanes 12:23-24,27Tetapi Yesus menjawab mereka, kata-Nya: "Telah tiba saatnya Anak Manusia dimuliakan.   Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah. Sekarang jiwa-Ku terharu dan apakah yang akan Kukatakan? Bapa, selamatkanlah Aku dari saat ini? Tidak, sebab untuk itulah Aku datang ke dalam saat ini.

Kasih yang besar dan tragedi kematian, jelas bukan pasangan yang bijak untuk diajarkan. Bagi kita katakan kasih, ya kasih. Jika memang Allah mahakasih maka mengapa pengampunan dosa harus melalui sebuah tragedi pilu, bahkan pada Anak yang Sangat Dikasihi-Nya? Bapa seperti apakah Ia? Ini memang begitu sukar untuk dipahami dan untuk diterima manusia sebagai kebenaran yang dating dari Allah, bahkan sejak dulu:

Markus 8:31-33 Kemudian mulailah Yesus mengajarkan kepada mereka, bahwa Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan bangkit sesudah tiga hari. Hal ini dikatakan-Nya dengan terus terang. Tetapi Petrus menarik Yesus ke samping dan menegor Dia. Maka berpalinglah Yesus dan sambil memandang murid-murid-Nya Ia memarahi Petrus, kata-Nya: "Enyahlah Iblis, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia."

Markus 15:29-32 Orang-orang yang lewat di sana menghujat Dia, dan sambil menggelengkan kepala mereka berkata: "Hai Engkau yang mau merubuhkan Bait Suci dan mau membangunnya kembali dalam tiga hari, turunlah dari salib itu dan selamatkan diri-Mu!" Demikian juga imam-imam kepala bersama-sama ahli Taurat mengolok-olokkan Dia di antara mereka sendiri dan mereka berkata: "Orang lain Ia selamatkan, tetapi diri-Nya sendiri tidak dapat Ia selamatkan! Baiklah Mesias, Raja Israel itu, turun dari salib itu, supaya kita lihat dan percaya." Bahkan kedua orang yang disalibkan bersama-sama dengan Dia mencela Dia juga.

Tahukah saudara, bahwa semakin kita meletakan kebijakan kita sebagai dasar untuk memeriksa kebenaran Yesus itu, maka secara alami kita harus meninggalkan dia dan tidak akan pernah percaya lagi kepadanya. Dan  realitas ini, bukankah secara gamblang diangkat oleh Yesus sendiri? Coba kita sebentar memperhatikan episode ini:

▀Yohanes 6:50-66Inilah roti yang turun dari sorga: Barangsiapa makan dari padanya, ia tidak akan mati. Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia." Orang-orang Yahudi bertengkar antara sesama mereka dan berkata: "Bagaimana Ia ini dapat memberikan daging-Nya kepada kita untuk dimakan."… Sebab daging-Ku adalah benar-benar makanan dan darah-Ku adalah benar-benar minuman. Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia. Sama seperti Bapa yang hidup mengutus Aku dan Aku hidup oleh Bapa, demikian juga barangsiapa yang memakan Aku, akan hidup oleh Aku…. Sesudah mendengar semuanya itu banyak dari murid-murid Yesus yang berkata: "Perkataan ini keras, siapakah yang sanggup mendengarkannya?" Yesus yang di dalam hati-Nya tahu, bahwa murid-murid-Nya bersungut-sungut tentang hal itu, berkata kepada mereka: "Adakah perkataan itu menggoncangkan imanmu? Dan bagaimanakah, jikalau kamu melihat Anak Manusia naik ke tempat di mana Ia sebelumnya berada?... Mulai dari waktu itu banyak murid-murid-Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia.

Bisakah anda melihat kasih Allah yang besar dari  episode di atas ini? Tetapi, apakah anda juga menemukan keberatan yang teramat mengganggu pada Yesus ini, karena ia menunjukan hanya pada dirinya saja ada keselamatan? Kalau orang-orang Yahudi sampai bertengkar dan banyak murid-muridnya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia, maka sangat wajar saja jika sampai ada yang tidak mau menerima pengajaran Yesus ini.

Atau, paling sopan yang dapat anda lakukan, anda masih mengaku menjadi pengikut Kristus tapi telah memperlakukan beberapa pernyataan Yesus terkait keselamatan yang eksklusif pada dirinya sebagai pernyataan-pernyataan yang kuno dan tidak berlaku sepanjang masa, mengingat zaman Yesus tidaklah semajemuk sekarang, jadi ada kemungkinan besar, Yesus ini tidak visioner dan terjebak dalam ego sentris kebenaran diri sendiri. Dan tentu saja ada banyak sekali argumen moralitas dan perbuatan baik yang bisa anda ajukan. Namun, untuk argumen moralitas dan perbuatan baik, sebetulnya telah gugur sejak Yesus mendasarkan pondasi keselamatan pada dirinya sendiri. Memiliki perbuatan baik sama sekali tak berguna baginya, bila tak memiliki dirinya. Perhatikan episode ini:

▀Matius 19:16-25 Ada seorang datang kepada Yesus, dan berkata: "Guru, perbuatan baik apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?" Jawab Yesus: "Apakah sebabnya engkau bertanya kepada-Ku tentang apa yang baik? Hanya Satu yang baik. Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah Allah." Kata orang itu kepada-Nya: "Perintah yang mana?" Kata Yesus: "Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, hormatilah ayahmu dan ibumu dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri." Kata orang muda itu kepada-Nya: "Semuanya itu telah kuturuti, apa lagi yang masih kurang?" Kata Yesus kepadanya: "Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku." Ketika orang muda itu mendengar perkataan itu, pergilah ia dengan sedih, sebab banyak hartanya. … Ketika murid-murid mendengar itu, sangat gemparlah mereka dan berkata: "Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?"

Yesus sangat menghargai perbuatan baik. Tetapi Yesus juga menyatakan: Hanya satu yang baik. Ini sendiri sebuah penghakiman, bahwa ketika manusia mengejar hidup yang kekal berdasarkan perbuatan baik, maka Yesus hendak menyataan bahwa di mata Allah tidak ada yang didapati baik sehingga layak mendapatkan hidup kekal berdasarkan perjuangan mengejar hidup baik . Hal ini semakin tajam terlihat, ketika dalam dialog tersebut, terbukti bahwa orang tersebut memang benar-benar memiliki perbuatan baik berdasarkan Taurat! Tetapi yang mengejutkan adalah pada apa yang kurang. Pada apa yang disebut “kurang”, biasanya apa yang disebut kurang, tidak akan meruntuhkan hal-hal besar yang dicapai dan dimilikinya hingga dirinya sama sekali tak berharga. Tetapi yang mengejutkan itu, orang tersebut walau memiliki perbuatan baik yang megah, sama sekali tidak berhak untuk memperoleh hidup kekal.  Yesus ketika menekankan datanglah  kemari dan ikutlah Aku, lalu memvonis bahwa ia oleh perbuatan baiknya tidak dapat diselamatkan, itu bukan karena orang tersebut kedapatan tidak memiliki perbuatan baik yang sangat mulia, kita sudah melihat bahwa Yesus membenarkan semua klaim dengan pernyataan “jikalau engkau hendak sempurna.” Seharusnya ketika ia menolak untuk menjual seluruh harta bendanya, sementara ia sendiri terbukti memiliki perbuatan baik berdasarkan hukum taurat, ia tidak perlu sampai kehilangan haknya secara total untuk memiliki hidup kekal. Sejak kapan menolak menjual semua harta adalah dosa? Ini bukan soal menolak menjual semua harta adalah dosa. Ini adalah bagaimana hasrat seorang untuk memiliki hidup kekal benar-benar total sebagaimana ia sendiri bertanya pada Yesus. Bukankah ia datang kepada Yesus dengan keyakinan sebagai yang memiliki kebenaran berdasarkan perbuatan baik-dan itu diakui Yesus! Jika benar itu adalah hasrat terkuatnya untuk hidup kekal maka, ketika ia diundang untuk menjual seluruh harta sebagai bagian integral untuk mengikut Yesus pada  kasus orang tersebut, seharusnya tidak akan menghalanginya. Ketika ia menolak mengikut Yesus berakhir pada tidak memiliki keselamatan, itu sendiri terkait pada vonis Yesus: Hanya satu yang baik.

Tentu akan alami, anda akan berkata tak percaya ini adalah kebenaran, dengan berkata: jadi sekalipun berbuat baik begitu hebat, tetap tidak masuk sorga-tetap tidak memiliki hidup kekal? Jadi orang harus mutlak percaya kepada Yesus?? Saya ingin katakan, bahwa bukan hanya anda yang terperanjat, sebab murid Yesus pada saat itu pun gempar dengan penjelasan Yesus tersebut. Perhatikan hal ini:

▀Matius 19:25 Ketika murid-murid mendengar itu, sangat gemparlah mereka dan berkata: "Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?"

Jika perbuatan-perbuatan baik yang mulia dan diakui kebenarannya oleh manusia saja, tidak sama sekali berkontribusi kepada keselamatan manusia itu, tetapi harus mutlak memiliki Yesus-mengikut Yesus. Lalu, siapakah yang dapat diselamatkan? Ini adalah pertanyaan yang sangat rasional sekaligus menunjukan bahwa para murid pun mengalami kesukaran yang sungguh hebat untuk memahami keselamatan yang bersentral pada Allah melalui Anak-Nya, dan bukan pada manusia dengan segala upayanya. Karena itulah, Yesus memberikan jawaban yang juga menunjukan bahwa Allah sungguh sangat mengasihi manusia, dalam ia berkata bahwa manusia tidak dapat memiliki kehidupan kekal tanpa dirinya, walau ia memiliki perbuatan-perbuatan baik yang mulia. Perhatikan jawaban Yesus terhadap pertanyaan: jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan? Beginilah jawaban Yesus:

Yesus memandang mereka dan berkata: "Bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin."- Yohanes 19:26

Anda baru saja melihat “segala sesuatu  mungkin” yang sangat sempit atau tunggal cara penggenapannya:  hanya oleh Allah dalam dan melalui Yesus Kristus saja.

Sehingga kita bisa melihat, sementara Allah mengapresiasi perbuatan-perbuatan baik manusia, namun itu tidak sama sekali membuat manusia menjadi BAIK bahkan dalam ukuran kudus: memenuhi hukum Taurat. Ketika Yesus berkata Hanya SATU yang BAIK, maka jelas semua manusia tidak memiliki satupun potensi untuk meraih BAIK yang sanggup MEMBUKA sebuah pintu yang akan memberikan HIDUP KEKAL.

Saya memahami, betapa ini sangat menyakitkan, mengiritasi nurani dan hati kecil, mendengarkan Yesus sendiri mengajarkan hal ini. Tetapi dia sendiri tidak omong besar pada “bagi Allah segala sesuatu mungkin”, karena ia sendirilah pada kayu salib itu membuat semua manusia yang berjuang untuk memiliki hidup kekal dalam perjuangan membangun perbuatan hidup baik, akan memiliki kasih Allah-memiliki relasi dengan Bapa kalau saja ia mau mengikut Yesus sebagai keputusan hidup yang sangat berarti.  Maukah anda membuat keputusan untuk mengikut Yesus karena anda menyadari bahwa sekalipun memang anda memiliki perbuatan-perbuatan baik, itu sendiri bukan jalan untuk memiliki hidup yang kekal.

Dalam anda berjuang sendiri dengan perbuatan-perbuatan baik, memperhitungkannya sebagai kebenaran diri di hadapan Allah untuk memperoleh hidup kekal, jelas anda tak akan memiliki relasi dengan Allah dan mengenal betapa agungnya keselamatan yang telah dipersiapkan Allah bagi siapa yang percaya dan mengikut-Nya. Bahkan rasional sekali untuk berkata, apa gunanya bertuhan, jika tanpanya aku memiliki moralitas yang begitu luhur sehingga perbuatan baikku mampu menjangkau ribuan hingga jutaan manusia, bahkan sekalipun aku telah meninggal dunia, kebaikanku terus berlangsung melalui yayasan yang kudirikan.

Anda hanya akan memiliki relasi pada diri anda sendiri dan pada segenap potensi diri anda sendiri sebagai juruselamat diri anda dan bagi manusia lainnya. Anda tak akan pernah bergantung secara mulia kepada-Nya sehubungan dengan siapakah penciptamu, dan betapa kecilnya anda untuk bisa mencapai kehidupan kekal itu. Kalau keselamatan anda adalah karya terbesar anda bagi keselamatan anda, masih tersisakah pujian bagi Allah yang  telah menciptakanmu?  Masihkah anda dapat berpikir untuk menutup mata  dalam damai sejahtera karena anda sudah memperoleh pengampunan sempurna yang datang dari kasih Bapa yang sempurna melalui karya Anak-Nya yang tunggal pada kayu salib itu?

Renungkanlah ini secara seksama. Kiranya Roh Kudus menerangi hati dan pikiran anda.

Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan, untuk menerima suatu bagian yang tidak dapat binasa, yang tidak dapat cemar dan yang tidak dapat layu, yang tersimpan di sorga bagi kamu. Yaitu kamu, yang dipelihara dalam kekuatan Allah karena imanmu sementara kamu menantikan keselamatan yang telah tersedia untuk dinyatakan pada zaman akhir.- 1Petrus 1:3-5
Soli Deo Gloria
Anchor of Life Fellowship , Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri - Efesus 2:8-9