0 Tinjauan Pengajaran Pdt. Dr. Erastus Sabdono Pada Keselamatan Di Luar Kristen (6.C)

Oleh: Martin Simamora

“Hukum Taurat Tidak Lagi Bekerja Karena Dia Yang Dinantikan Para Nabi Telah Datang (6.C)”




Jadi,dengan demikian, bagaimana menjelaskan relasi antara hukum Taurat dengan Yesus Kristus?[mengenai perihal ini, telah saya jelaskan pada “Tinjauan Pengajaran Pdt. Dr. Eratus (1G)”] Apakah salah satu menggenapi yang  lainnya, atau kedua-duanya ko-eksis atau hidup berdampingan satu sama lain? Kembali, rasul Paulus menjelaskannya bagi kita:

Roma8:3-4 Sebab apa yang tidak mungkin dilakukan hukum Taurat karena tak berdaya oleh daging, telah dilakukan oleh Allah. Dengan jalan mengutus Anak-Nya sendiri dalam daging, yang serupa dengan daging yang dikuasai dosa karena dosa, Ia telah menjatuhkan hukuman atas dosa di dalam daging, supaya tuntutan hukum Taurat digenapi di dalam kita, yang tidak hidup menurut daging, tetapi menurut Roh.

Tidak ada sebuah kehidupan saling berdampingan antara Yesus dan hukum Taurat dengan sebuah pemikiran jikalau ada orang-orang Yahudi yang  berusaha melakukan hukum Taurat termasuk darah anak domba maka mereka akan memiliki kesempatan untuk masuk ke dunia yang baru, sebagaimana yang diajarkan oleh pendeta Dr.Erastus Sabdono. Perhatikan  sub bagian yang menjadi fokus tinjauan kali ini:



Rasul Paulus menjelaskan, pertama: hukum Taurat tidak mungkin memberikan kehidupan kekal karena manusia tidak berdaya untuk melakukannya, dan kedua: Allah sendiri telah melakukan apa yang tidak mungkin dilakukan hukum Taurat dengan jalan mengutus Anak-Nya sendiri sebagai satu-satunya yang dapat menggenapi hukum Taurat di dalam keserupaannya dengan kita, yaitu berdaging. Daging yang sama dengan manusia, yang dapat digoda oleh dosa. Hanya saja, Yesus dalam keadaan yang demikian tidak pernah berdosa [Ibrani 4:15 Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa]. karena  Ia telah menggenapi  tuntutan hukum Taurat itu bukan saja bagi dirinya tetapi penggenapannya juga bekerja bagi orang yang percaya kepada-Nya.


Apakah dasarnya untuk menyatakan bahwa hukum Taurat itu sama sekali tak dapat menjadi JALAN bahkan untuk sekedar masuk ke dalam dunia yang baru?Satu-satunya jawaban untuk ini, yaitu: karena hukum Taurat tidak mungkin memberikan pada manusia kehidupan oleh kekuatan kemanusiaan atau kedagingan manusia itu sendiri untuk menanggapi kekudusan sebagai jalan dan penentu keselamatan.


Paulus tidak mengada-ada, sebab Yesus Sang Mesias membenarkannya atau Yesuslah sumber pengajarannya.




Hukum Taurat  Atau Kehidupan Kudus Tidak Mungkin Memberikan Hidup, Itu Sebabnya Tidak Pernah Menjadi Jalan Menuju Hidup Atau Keselamatan


Bahwa hukum Taurat tidak mungkin memberikan hidup bagi manusia, itu dinyatakan oleh Yesus sendiri:

Yohanes 5:38-40 Kamu menyelidiki Kitab-kitab Suci, sebab kamu menyangka bahwa oleh-Nya kamu mempunyai hidup yang kekal, tetapi walaupun Kitab-kitab Suci itu memberi kesaksian tentang Aku, namun kamu tidak mau datang kepada-Ku untuk memperoleh hidup itu.


Perhatikan. Yesus Sang Mesias telah  menunjukan bahwa kebenaran-kebenaran di dalam Kitab Suci termasuk hukum Taurat tidak pernah sama sekali memberikan hidup bagi mereka. Kehidupan itu sendiri bukan berdasarkan atau diperoleh dalam ketaatan untuk menaati segenap kebenaran-Nya termasuk  perintah-perintah hukum Taurat. Segenap kebenaran  dalam Kitab Suci pada hakikatnya sedang menunjukan kepada dia yang akan datang yaitu seorang yang akan datang seperti Musa [Ulangan 18:15-19] yang perkataannya akan mendatangkan hidup atau kebinasaan jika didengarkan atau ditolak [Kisah Para Rasul 3:22-23], tepat sebagaimana yang Yesu nyatakan mengenai kuasa perkataannya yang menentukan kehidupan atau kehidupan seorang manusia:


Yohanes 5:24 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup.


Bandingkanlah dengan khotbah  rasul Petrus di Serambi Salomo ini:


Kisah Para Rasul 3:22-23 Bukankah telah dikatakan Musa: Tuhan Allah akan membangkitkan bagimu seorang nabi dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku: Dengarkanlah dia dalam segala sesuatu yang akan dikatakannya kepadamu. Dan akan terjadi, bahwa semua orang yang tidak mendengarkan nabi itu, akan dibasmi dari umat kita.


Ini adalah kebenaran masa kini atau kebenaran yang terus diberitakan sebagai sebuah kebenaran tunggal baik bagi bangsa Yahudi dan juga bagi bangsa-bangsa lainnya.


Bahwa ini merupakan kebenaran tunggal bagi bangsa Yahudi; bahwa tidak pernah sama sekali kemudian hukum Taurat itu bekerja berdampingan dengan kebenaran dalam Yesus Kristus [sehingga dengan demikian ada 2 jalan atau 2 kebenaran menuju ke kehidupan kekal telah dinyatakan oleh  rasul Petrus dalam cara yang begitu tajam dan dalam cara yang begitu historis, yaitu sejak pertama kali janji itu diberikan kepada bangsa ini:


Kisah Para Rasul 3:12-13 Petrus melihat orang banyak itu lalu berkata: "Hai orang Israel, mengapa kamu heran tentang kejadian itu dan mengapa kamu menatap kami seolah-olah kami membuat orang ini berjalan karena kuasa atau kesalehan kami sendiri? Allah Abraham, Ishak dan Yakub, Allah nenek moyang kita telah memuliakan Hamba-Nya, yaitu Yesus yang kamu serahkan dan tolak di depan Pilatus, walaupun Pilatus berpendapat, bahwa Ia harus dilepaskan.


Apakah dasar bagi rasul Petrus untuk mengatakan Allah Abraham, Ishak dan Yakub Allah nenek moyang Israel telah memuliakan Yesus? Kapankah Abraham, Ishak dan Yakub pernah mengetahui dan melihat Yesus? Sebetulnya  ini adalah kebenaran yang sama sebagaimana telah dikemukakan oleh rasul Paulus:


Galatia 3:16 Adapun kepada Abraham diucapkan segala janji itu dan kepada keturunannya. Tidak dikatakan "kepada keturunan-keturunannya" seolah-olah dimaksud banyak orang, tetapi hanya satu orang: "dan kepada keturunanmu", yaitu Kristus.



Tetapi Kristuslah yang pertama-tama menyatakan bahwa Ia sendiri memiliki relasi dengan Abraham! Perhatikanlah hal-hal berikut ini:

Yohanes 8:58- Abraham bapamu bersukacita bahwa ia akan melihat hari-Ku dan ia telah melihatnya dan ia bersukacita."


Lukas 10:21-24 Pada waktu itu juga bergembiralah Yesus dalam Roh Kudus dan berkata: "Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu. Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak ada seorangpun yang tahu siapakah Anak selain Bapa, dan siapakah Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakan hal itu." Sesudah itu berpalinglah Yesus kepada murid-murid-Nya tersendiri dan berkata: "Berbahagialah mata yang melihat apa yang kamu lihat. Karena Aku berkata kepada kamu: Banyak nabi dan raja ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya."


Matius 13:14-17 Maka pada mereka genaplah nubuat Yesaya, yang berbunyi: Kamu akan mendengar dan mendengar, namun tidak mengerti, kamu akan melihat dan melihat, namun tidak menanggap. Sebab hati bangsa ini telah menebal, dan telinganya berat mendengar, dan matanya melekat tertutup; supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya, lalu berbalik sehingga Aku menyembuhkan mereka. Tetapi berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya.


Allah Abraham, Ishak dan Yakub. Abraham, Ishak dan Yakub adalah orang-orang benar yang ingin melihat “satu-satunya keturunan” dari Abraham itu datang, namun mereka semua tak pernah dapat melihatnya. Itulah yang hendak dinyatakan oleh rasul Petrus dalam khotbahnya yang bukan saja fenomenal tetapi menggoncangkan segenap orang Yahudi yang mendengarkan khotbahnya itu, sebab Petrus menyatakan bahwa Yesuslah satu-satunya yang membawa kepada hidup namun telah mereka bunuh:


Kisah Para Rasul 3:14-15 Tetapi kamu telah menolak Yang Kudus dan Benar, serta menghendaki seorang pembunuh sebagai hadiahmu. Demikianlah Ia, Pemimpin kepada hidup, telah kamu bunuh, tetapi Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati; dan tentang hal itu kami adalah saksi.


Rasul Petrus bukan saja menyebut Yesus sebagai Pemimpin kepada hidup, yang menunjukan bahwa Yesus Sang Mesias adalah SUMBER Hidup. Ia tak sama sekali menuntun kepada Yang atau Sang hidup tetapi kepada hidup sebab Ia sendirilah Sang Hidup itu:


Yohanes 14:6 Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.


Hukum Taurat bukanlah  kebenaran yang memberikan kehidupan dengan cara menaatinya namun hukum Taurat itu sendiri sedang menunjuk kepada Sang Pemberi Hidup yang akan datang kelak, karena daging atau kemanusiaan manusia itu tak berdaya untuk memenuhi tuntutan Taurat itu. Perhatikanlah khotbah rasul Petrus ini:


Kisah Para Rasul 3:18-23 Tetapi dengan jalan demikian Allah telah menggenapi apa yang telah difirmankan-Nya dahulu dengan perantaraan nabi-nabi-Nya, yaitu bahwa Mesias yang diutus-Nya harus menderita. Karena itu sadarlah dan bertobatlah, supaya dosamu dihapuskan, agar Tuhan mendatangkan waktu kelegaan, dan mengutus Yesus, yang dari semula diuntukkan bagimu sebagai Kristus. Kristus itu harus tinggal di sorga sampai waktu pemulihan segala sesuatu, seperti yang difirmankan Allah dengan perantaraan nabi-nabi-Nya yang kudus di zaman dahulu. Bukankah telah dikatakan Musa: Tuhan Allah akan membangkitkan bagimu seorang nabi dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku: Dengarkanlah dia dalam segala sesuatu yang akan dikatakannya kepadamu. Dan akan terjadi, bahwa semua orang yang tidak mendengarkan nabi itu, akan dibasmi dari umat kita.


Rasul Petrus ketika menyatakan: “semua orang yang tidak mendengarkan nabi itu, akan dibasmi dari umat kita,” pada dasarnya hendak menyatakan bahwa setelah Sang Mesias yang dijanjikan pada Abraham- dinyatakan Musa dalam spesifikasi yang lebih tajam terkait kebenaran yang dibawanya bersifat absolut dan tunggal [akan dibasmi jika tidak mendengar], itu menunjuk- hukum Taurat itu sendiri telah berhenti menjadi kebenaran yang dikehendaki Allah sebab Dia yang dijanjikan dan dinantikan semua nabi dan orang benar, telah datang! Sehingga tidak akan pernah lagi ada kebenaran sebagaimana dinyatakan oleh pendeta Dr. Erastus Sabdono yang seperti ini: “Bagi orang Israel yang semasa hidupnya berusaha melakukan torat, didalamnya termasuk menggunakan darah domba sebagai solusi dosa mereka, maka mereka akan mendapat kesempatan masuk dunia yang akan datang.”



Bahkan Yesus saat kedatangannya ke dunia ini, secara khusus kepada  orang-orang Israel  telah menunjukan bahwa jika mereka tidak mendengarkan atau menerima kebenaran yaitu dirinya dan apa yang dinyatakannya pasti akan mengalami kebinasaan. Perhatikan hal berikut ini:
Matius 10:1 Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan memberi kuasa kepada mereka untuk mengusir roh-roh jahat dan untuk melenyapkan segala penyakit dan segala kelemahan.


Matius 10:5-6Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: "Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria, melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.


Matius 10:7 Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat.


Sekarang perhatikanlah apa yang terjadi pada umat Israel yang menerima dan menolak. Secara khusus perhatikanlah apa keputusan Yesus terhadap umat Israel yang menolak pemberitaan bahwa  Kerajaan Sorga sudah dekat, apakah dalam penolakan itu Yesus memerintahkan mereka: kalau begitu maka hiduplah dalam penuh ketaatan pada hukum Taurat dan  pengudusan dengan darah anak domba agar tidak binasa  tetapi setidak-tidaknya masuk ke dalam dunia yang akan datang? Yesus memberikan kepada umat Israel sebuah kebenaran yang bernilai hingga pada penghakiman akhir:

Matius 10:11-15 Apabila kamu masuk kota atau desa, carilah di situ seorang yang layak dan tinggallah padanya sampai kamu berangkat. Apabila kamu masuk rumah orang, berilah salam kepada mereka. Jika mereka layak menerimanya, salammu itu turun ke atasnya, jika tidak, salammu itu kembali kepadamu. Dan apabila seorang tidak menerima kamu dan tidak mendengar perkataanmu, keluarlah dan tinggalkanlah rumah atau kota itu dan kebaskanlah debunya dari kakimu. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya pada hari penghakiman tanah Sodom dan Gomora akan lebih ringan tanggungannya dari pada kota itu."


Penolakan umat Yahudi terhadap Yesus dan kebenaran-Nya tak sama sekali memberikan kebenaran hukum Taurat sebagai alternatif  kebenaran yang kudus bagi mereka. Yesus tak sama sekali menunjukan itu, sebaliknya memerintah para pemberita Injil Kerajaan Sorga itu untuk mendeklarasikan sebuah bentuk penghakiman yang mematikan sekaligus menunjukan betapa umat Yahudi yang menolak-Nya menjadi begitu najis dan hidup dalam kematian kekal: ”Kebaslah debunya dari kakimu.” Bahkan debu kota itu sendiri sudah menunjukan betapa menakutkannya kebinasaan yang telah menantikan mereka.



Tetapi tepatnya, sekuat dan sefatal apakah penghakiman Yesus Sang Mesias itu terhadap orang-orang Israel yang menolak dirinya dan kebenaran yang diucapkannya? Perhatikanlah isi penghakiman Yesus atas mereka:

Matius 10:15 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya pada hari penghakiman tanah Sodom dan Gomora akan lebih ringan tanggungannya dari pada kota itu."


Tahukah anda bahwa pada saat Tuhan menghukum Sodom dan Gomora maka apa yang ditimpakan atas kota itu adalah pembinasaan total:


Kejadian 19:24-25 Kemudian TUHAN menurunkan hujan belerang dan api atas Sodom dan Gomora, berasal dari TUHAN, dari langit; dan ditunggangbalikkan-Nyalah kota-kota itu dan Lembah Yordan dan semua penduduk kota-kota serta tumbuh-tumbuhan di tanah.


Penolakan terhadap berita injil Kerajaan sorga yaitu Yesus Kristus dan kebenaran-Nya akan mendatangkan murka Allah yang berapi-api dan tak ada kebaikan atau kekudusan manusia berdasarkan dirinya yang dapat menyurutkannya. Mengikut kehendak-Nya menjadi satu-satunya jalan keluar dari kebinasaan. Sebuah pengikutan yang otentik dan bukan sekedar di mulut saja tetapi miskin akan wujud yang seharusnya dilahirkan dari keberimanan itu:

Kejadian 19:17 Sesudah kedua orang itu menuntun mereka sampai ke luar, berkatalah seorang: "Larilah, selamatkanlah nyawamu; janganlah menoleh ke belakang, dan janganlah berhenti di manapun juga di Lembah Yordan, larilah ke pegunungan, supaya engkau jangan mati lenyap."

Pada dasarnya, belas kasih Allah saja yang menyelamatkan mereka dalam penurutan mereka pada kehendak-Nya:

Kejadian 19:19 Sungguhlah hambamu ini telah dikaruniai belas kasihan di hadapanmu, dan tuanku telah berbuat kemurahan besar kepadaku dengan memelihara hidupku


Yesus Sang Mesias tak pernah sama sekali menunjukan kebenaran lain pada umat Israel yang menolak dirinya selain penghakiman kebinasaan, bahkan ini adalah ketetapan yang tak dapat dirubah oleh siapapun rabbi dan siapapun pendeta, sebab Sang Mesias telah menyatakan kebenaran ini adalah kebenaran pada hari penghakiman! Mari kita lihat penghakiman Sang Mesias pada kota-Kota Yahudi yang menolak atau tak menerima dirinya:

Matius 11:20-24  Lalu Yesus mulai mengecam kota-kota yang tidak bertobat, sekalipun di situ Ia paling banyak melakukan mujizat-mujizat-Nya: Celakalah engkau Khorazim! Celakalah engkau Betsaida! Karena jika di Tirus dan di Sidon terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, sudah lama mereka bertobat dan berkabung. Tetapi Aku berkata kepadamu: Pada hari penghakiman, tanggungan Tirus dan Sidon akan lebih ringan dari pada tanggunganmu. Dan engkau Kapernaum, apakah engkau akan dinaikkan sampai ke langit? Tidak, engkau akan diturunkan sampai ke dunia orang mati! Karena jika di Sodom terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, kota itu tentu masih berdiri sampai hari ini. Tetapi Aku berkata kepadamu: Pada hari penghakiman, tanggungan negeri Sodom akan lebih ringan dari pada tanggunganmu."



Pada dasarnya, nabi Musa sendirilah yang pertama-tama menyatakan bahwa tidak ada kebenaran apapun juga yang dapat menyelamatkan umat Israel dari penghakiman yang diakibatkan oleh menolak Yesus.  Tepat sebagaimana Yesus sendiri menyatakannya: Sebab jikalau kamu percaya kepada Musa, tentu kamu akan percaya juga kepada-Ku, sebab ia telah menulis tentang Aku- Yoh 5:46.



Perhatikanlah ini:

Ulangan 18:18-19 seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau ini; Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya, dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya. Orang yang tidak mendengarkan segala firman-Ku yang akan diucapkan nabi itu demi nama-Ku, dari padanya akan Kutuntut pertanggungjawaban.

Bahkan, Allah tidak akan melakukan penghakiman berdasarkan ketaatan pada hukum Taurat tetapi berdasarkan ketaatan pada apa yang diperintahkan Yesus kepada manusia.

Perhatikanlah hal ini:

Yohanes 6:26-29 Yesus menjawab mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang. Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya." Lalu kata mereka kepada-Nya: "Apakah yang harus kami perbuat, supaya kami mengerjakan pekerjaan yang dikehendaki Allah?" Jawab Yesus kepada mereka: "Inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah, yaitu hendaklah kamu percaya kepada Dia yang telah diutus Allah."


Yohanes 6:38 Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku.


Kehendak Allah agar Yesus Sang Mesias menjadi kebenaran yang memberikan hidup berdasarkan mendengarkan-Nya atau percaya kepada-Nya karena kebenaran berdasarkan ketaatan Taurat tak mungkin memberikan kehidupan bagi manusia-manusia. Itu karena tak ada kedagingan yang dapat memenuhi tuntutan Allah tersebut. Itu sebab-Nya, juga merupakan kehendak Allah, kehidupan datang kepada manusia sebagai tindakan Allah menebus manusia dari ketakberdayaan atas maut:


Yohanes 8:23-24 Lalu Ia berkata kepada mereka: "Kamu berasal dari bawah, Aku dari atas; kamu dari dunia ini, Aku bukan dari dunia ini. Karena itu tadi Aku berkata kepadamu, bahwa kamu akan mati dalam dosamu; sebab jikalau kamu tidak percaya, bahwa Akulah Dia, kamu akan mati dalam dosamu."


Yohanes6:39-40 Dan inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku, yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman. Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman."

Hukum Taurat tak pernah menjadi kebenaran tersendiri bagi orang-orang Yahudi sementara mereka menolak Sang Mesias, sebab kebinasaan adalah bunyi penghakiman yang telah dinyatakan sendiri oleh Sang Mesias. Namun juga harus dicamkan bahwa ini pun bukan kebenaran yang bersifat kesukuan atau kekhususan bagi orang-orang Yahudi tetapi juga bagi  orang-orang lain dari bangsa-bangsa lain! Mengapa? Karena itu adalah kehendak Yesus yang  telah diwujudkan oleh Roh Kudus tepat pada peristiwa rasul Petrus berkhotbah di  Serambi Salomo:

▬Kisah Para Rasul 4:4 Tetapi di antara orang yang mendengar ajaran itu banyak yang menjadi percaya, sehingga jumlah mereka menjadi kira-kira lima ribu orang laki-laki.


▬Kisah Para Rasul 4:8-9 Maka jawab Petrus, penuh dengan Roh Kudus: "Hai pemimpin-pemimpin umat dan tua-tua, jika kami sekarang harus diperiksa karena suatu kebajikan kepada seorang sakit dan harus menerangkan dengan kuasa manakah orang itu disembuhkan, maka ketahuilah oleh kamu sekalian dan oleh seluruh umat Israel, bahwa dalam nama Yesus Kristus, orang Nazaret, yang telah kamu salibkan, tetapi yang telah dibangkitkan Allah dari antara orang mati--bahwa oleh karena Yesus itulah orang ini berdiri dengan sehat sekarang di depan kamu. Yesus adalah batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan--yaitu kamu sendiri--,namun ia telah menjadi batu penjuru. Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan."


Yesus adalah batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan,” menunjukan bahwa Yesus adalah Juruselamat dan Tuhan bagi semua orang dari segala bangsa jikalau beriman kepada “batu yang dibuang itu,” sekaligus menunjukan bahwa umat Yahudi tidak pernah  lagi memiliki kebenaran yang mendatangkan hidup untuk kehidupan yang mendatang, karena saat IA datang maka, sebagaimana nabi Musa menubuatkan, siapapun yang tak mendengarkannya akan binasa karena menolaknya sama dengan menolak Kerajaan Sorga itu sendiri. Perhatikan perumpamaan dan  perkataan Yesus ini:


▬Matius 21:37-41 Akhirnya ia menyuruh anaknya kepada mereka, katanya: Anakku akan mereka segani. Tetapi ketika penggarap-penggarap itu melihat anaknya itu, mereka berkata seorang kepada yang lain: Ia adalah ahli waris, mari kita bunuh dia, supaya warisannya menjadi milik kita. Mereka menangkapnya dan melemparkannya ke luar kebun anggur itu, lalu membunuhnya. Maka apabila tuan kebun anggur itu datang, apakah yang akan dilakukannya dengan penggarap-penggarap itu?" Kata mereka kepada-Nya: "Ia akan membinasakan orang-orang jahat itu dan kebun anggurnya akan disewakannya kepada penggarap-penggarap lain, yang akan menyerahkan hasilnya kepadanya pada waktunya."


▬Matius 21:42 Kata Yesus kepada mereka: "Belum pernahkah kamu baca dalam Kitab Suci: Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru: hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita.


▬Matius 21:43 Sebab itu, Aku berkata kepadamu, bahwa Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu.



Ketika Yesus bersabda kepada bangsa Yahudi bahwa “Kerajaan Allah akan diambil dari padamu,” maka itu terkait momentum penolakan dan penyaliban Yesus oleh mereka, sekaligus itulah momentum yang menggenapi apa yang dituliskan oleh Kitab Suci mengenai Yesus, bahwa Ia akan menjadi  Batu yang dibuang dan menjadi batu penjuru bagi banyak orang dari segala bangsa, sebagaimana telah digemakan kembali oleh rasul Petrus dalam khotbahnya di Serambi Salomo. Di saat yang sama, itu juga hendak menyatakan: sejak Sang Mesias  yang dinubuatkan oleh nabi Musa itu datang, maka segala kebenaran hukum Taurat dan segala kebenaran dalam kitab para nabi, tidak lagi dapat bekerja sebagai sebuah alternatif  bilamana orang-orang Yahudi gagal beriman kepada Yesus Sang Mesias itu, sebab  Kerajaan Allah telah diambil. Mereka bahkan tak memiliki akses yang bagaimanapun terhadap Kerajaan Sorga itu sekalipun masih memiliki kitab-kitab suci.


Sekali lagi, perhatikanlah  firman Yesus ini:

Kamu menyelidiki Kitab-kitab Suci, sebab kamu menyangka bahwa oleh-Nya kamu mempunyai hidup yang kekal, tetapi walaupun Kitab-kitab Suci itu memberi kesaksian tentang Aku, namun kamu tidak mau datang kepada-Ku untuk memperoleh hidup itu.- Yoh 5:39-40


Dahulu di era Yesus Kristus pun orang-orang Yahudi berpikir bahwa mereka MENYANGKA mempunyai hidup kekal dengan bersungguh-sungguh terhadap Kitab-Kitab Suci itu, namun Yesus tegas menyatakan: TIDAK MUNGKIN SAMA SEKALI HIDUP KEKAL DICAPAI MELALUI JALAN berupa KETAATAN PADA HUKUM TAURAT, selain datang kepada-Nya. Ingatlah ini:


╬Yohanes 14:6 Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.

╬Yohanes 10:9-10 Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput. Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.


╬Yohanes 10:1,3Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya siapa yang masuk ke dalam kandang domba dengan tidak melalui pintu, tetapi dengan memanjat tembok, ia adalah seorang pencuri dan seorang perampok; Untuk dia penjaga membuka pintu dan domba-domba mendengarkan suaranya dan ia memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya dan menuntunnya ke luar.


Jika bukan hukum Taurat merupakan jalan keselamatan itu, lalu siapakah menurut Yesus merupakan JALAN? Diri-Nya sendiri. Bagaimanakah IA mendapatkan domba-domba-Nya? Dengan mebukakan pintu itu dan memanggil para domba dalam cara yang begitu intim sebab dipanggilnya domba itu satu demi satu menurut namanya, untuk kemudian dituntun-Nya satu-persatu. Inilah perilaku Sang Gembala Agung itu yang sekaligus SATU-SATUNYA JALAN. Tak ada pemaksaan, tak ada perampasan apalagi mengintimidasi kehendak-kehendak para manusia, namun memanggil satu- persatu secara pribadi sambil membukakan pintu-Nya dan kemudian menuntunnya satu demi satu. Ini adalah  sebuah “penarikan” kepada diri Yesus dalam sebuah cara yang begitu pribadi dan begitu penuh kasih terhadap satu demi satu domba-domba-Nya.


Siapakah yang ingin anda percayai suaranya, Yesus Sang Mesias ataukah pendetamu dengan kebenarannya yang sama sekali berlawanan dengan apapun yang dinyatakan Yesus? Siapakah yang ingin anda percayai dan jadikan sumber hidup, Yesus Sang Mesias yang telah menghakimi semua orang Yahudi dalam kebinasaan karena menolak-Nya sebagai vonis yang berkekuatan sama hingga pada hari penghakiman, ataukah pada pendetamu yang bahkan menjadi obyek penghakiman Allah?


Bersambung ke bagian 6D


AMIN
Segala Pujian Hanya Kepada TUHAN


The cross
transforms present criteria of relevance: present criteria of relevance do not transform the cross


[dari seorang teolog yang saya lupa namanya]




P O P U L A R - "Last 7 days"