0 Dapatkah Yesus Melakukan Dosa & Sucikah Ia? (Bag.4 selesai)


Dalam Yohanes 10:17-18 Yesus berkata:"Bapa mengasihi Aku, oleh karena Aku memberikan nyawa-Ku untuk menerimanya kembali. Tidak seorangpun mengambilnya dari pada-Ku, melainkan Aku memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri. Aku berkuasa memberikannya dan berkuasa mengambilnya kembali. Inilah tugas yang Kuterima dari Bapa-Ku."
Cawan ini, yang ia mohonkan agar berlalu adalah murka Tuhan dan pemisahan yang akan ia alami di kayu salib. Kala kita melihat penggunaan cawan yang simbolik, kita akan mendapatkan cawan itu adalah representasi murka Tuhan yang dituangkan sebagai penghukuman.

Sementara kita  semua dalam keadaaan berdosa dan secara natural memiliki berbagai konsekuensi kematian rohani karena keberpisahan kita dari Tuhan. Sementara itu, Yesus tidak memiliki pengalaman ini, Ia selalu dalam persekutuan yang sempurna dengan Bapa dan Roh Kudus sejak kekekalan.

Ia tahu sesuatu bakal terjadi 
namun tidak mengetahui apa yang akan dialaminya, bahwa ia akan bersentuhan dengan "Efek dosa". Segera setelah dosa seisi dunia ditimpakan kepadanya sebagai pengganti diri kita, Ia mengalami keberpisahan, mengalami murka Tuhan yang seharusnya ditimpakan kepada kita dan berteriak "Tuhanku, Tuhanku mengapa Engkau meninggalkan aku."

Pada saat itu 
persekutuan Yesus dengan Tuhan runtuh dan Ia merasakan penghukuman akibat dosa. Sementara tak seorangpun yang mengetahui dengan pasti apa yang sebenarnya terjadi dalam derita panjang selama 3 jam, kita tahu benar hubungan Kristus dengan Tuhan sungguh telah direstorasi sebelum ia mati, saat Ia berseru sudah Selesai.
Sebelumnya : Bagian 3


Hutang dosa telah dibereskan dan Ia berseru kepada Bapa sekali lagi "Kedalam tangan-Mu aku menyerahkan Rohku." Derita tubuh dan jiwanya telah berahir, hutang yang telah terjadi sejak permulaan didalam Taman Garden sekarang telah terbayarkan dan setiap orang yang kini hidup setelahnya dapat menikmati persekutuan dengan Tuhan sebab Ia telah menaggung penghukuman dosa bagi kita dengan nyawanya sendiri. Sebagaimana yang dituliskan Zakaria "dan mereka akan memandang kepada dia yang telah mereka tikam, dan akan meratapi dia seperti orang meratapi anak tunggal, dan akan menangisi dia dengan pedih seperti orang menangisi anak sulung (12:10).

Dengan demikian sebuah Perjanjian Baru yang didasarkan pada pengorbanan darah telah berlaku untuk menggantikan Perjanjian Lama yang menghukum kita oleh Taurat.

Ia telah menjadi sempurna melalui penderitaannya (Ibrani 2:10) karena hal inilah Ia dapat bersimpati bagi kita menjadi Imam Besar kita (Ibrani 4:15, 2:18) "Sebab oleh karena Ia sendiri telah menderita karena pencobaan, maka Ia dapat menolong mereka yang dicobai". Dengan menjadi manusia, Ia dapat memahami  kondisi genting yang kita alami. Ia telah hidup dan mengatasi situasi yang dialami manusia sehingga Ia dapat datang kehadapan Bapa mewakili kepentingan manusia dan berdoa bagi kita yang lemah ini.

Kita telah diberitahu bahwa Yesus demikian teraniayanya secara fisik lebih daripada manusia lainnya, sehingga ia tak dapat dikenali lagi, dan kemudian Ia harus melalui siksaan selama 6 jam, dimana 3 jam terakhir Ia menderita penghukuman bagi dosa-dosa kita.

Ia telah menjadi korban persembahan  penghapus dosa. Ia membawa saya dan anda 
keluar dari perbudakan dosa. Diseluruh Kitab Suci kita dapatkan dalam Perjanjian Lama jenis-jenis korban  persembahan dosa yang harus tanpa cacat atau cela. Yohanes Pembaptis telah memperkenalkan Yesus sebagai Domba Allah yang  menghapus dosa dunia.

Imamat 3 "Korban itu harus tanpa cela dihadapan TUHAN".

Imamat 1:3 
Jikalau persembahannya merupakan korban bakaran dari lembu, haruslah ia mempersembahkan seekor jantan yang tidak bercela. Ia harus membawanya ke pintu Kemah Pertemuan, supaya TUHAN berkenan akan dia.

Imamat 6:25-29 memberitahukankepada kita persembahan korban dosa harus sangat suci sebelum dan sesudah kematian korban. Yesus menanggung dosa kita adalah pribadi yang sempurna dan Kudus diseluruh pengorbanannya. Pertukaran besar atas dosa-dosa kita yang ditimpakan kepada Yesus dan kepada siapapun yang percaya kepada Yesus maka kebenarannya diberikan kepada mereka.

Kita perlu memiliki Yesus sekarang, sebagai pengantara kita di surga yang  memiliki kedudukan dan keimamatan yang kekal. Semua Imam haruslah berasal dari manusia demikian Juga Yesus yang adalah Tuhan dan manusia yang sekarang ada di surga.

I Timotius 2:5
Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia 
Kristus Yesus,

Yesus yang memiliki natur atau hakikat  baik manusia dan Tuhan dalam satu pribadi dapat menjadi mediator yang sempurna bagi pihak manusia dan pihak Tuhan. Kristus telah menjadi pengantara bagi kita dengan kematiannya.

Ibrani 12:24
dan kepada Yesus, Pengantara perjanjian baru, dan kepada darah pemercikan, yang berbicara lebih kuat dari pada darah Habel.

Kristus mewakili manusia dengan mati sebagai seorang manusia untuk menggenapi berbagai persyaratan yang telah ditentukan Taurat. Jika Yesus hanyalah seorang manusia maka nilainya sangat terbatas dan Ia tak dapat menyelamatkan hingga hari ini. Kematiannya hanya dapat berlaku kepada mereka yang hidup dimasanya dan akan sangat sulit menjadi korban yang jauh lebih unggul dibandingkan dengan korban hewan. Darah hewan-hewan korban diselenggarakan terus-menerus hingga korban yang bersifat permanen datang. Alkitab menyatakan ia telah mati bagi semua dosa kita dimasa lalu, hari ini, dan yang akan datang. Karena waktu Ia mati, semua dosa-dosa kita dan manusia-manusia generasi selanjutnya, yang akan terjadi dimasa mendatang, dan belum kita perbuat sekarang ini. Sebab Anak Allah, kematiannya memiliki nilai tak terbatas karena Yesus adalah manusia kekal dan keimamatannya juga kekal. Jadi tidak seperti korban dalam  Perjanjian Lama yang tak pernah dapat menghapus dosa-dosa dan hanya menutupi dosa-dosa, oleh Yesus, pengorbanannya hanya harus dilakukan satu kali. Karena Yesus sempurna dan tanpa dosa, jadi Yesus sebagai korban penghapus dosa dapat diterima Tuhan untuk semua orang disepanjang masa.

Ibrani 7:25-27
(25) Karena itu Ia sanggup juga menyelamatkan dengan sempurna semua orang yang oleh Dia datang kepada Allah. Sebab Ia hidup senantiasa untuk menjadi Pengantara mereka.(26) Sebab Imam Besar yang demikianlah yang kita perlukan: yaitu yang saleh, tanpa salah, tanpa noda, yang terpisah dari orang-orang berdosa dan lebih tinggi dari pada tingkat-tingkat sorga,(27) yang tidak seperti imam-imam besar lain, yang setiap hari harus mempersembahkan korban untuk dosanya sendiri dan sesudah itu barulah untuk dosa umatnya, sebab hal itu telah dilakukan-Nya satu kali untuk selama-lamanya, ketika Ia mempersembahkan diri-Nya sendiri sebagai korban.

Hanya Imam Besar yang seperti inilah cocok bagi kita, Imam yang kudus, tidak berbahaya,murni, terpisah dari para pendosa, dan kini memiliki kedudukan yang lebih tinggi daripada tingkat-tingkat sorga; yang tak perlu mempersembahkan korban harian yang ditujukan pertama-tama bagi dirinya sendiri lalu bagi orang lain, sebagaimana imam-imam besar lainya, Sebab Yesus hanya melakukannya satu kali untuk selamanya pada waktu ia dipersembahkan sebagai korban.

Kisah Para Rasul 20:28, kita dibeli dengan darah yang tanpa dosa, inilah alasan mengapa Yesus datang melalui kelahiran seorang perawan, sehingga Tuhan dapat memintas proses-proses normal untuk menghadirkan manusia tanpa natur dosa. Yesus Hanya dapat menerima darahnya saja, darah yang berasal dari pembulah darah Tuhan yang beserta dengan kita-Immanuel.

Fungsi pengantaraan sangat lekat dengan Perjanjian Baru yang sangat bergantung dengan Yesus yang menyelesaikan keselamatan dan mendistribusikan berbagai manfaatnya untuk mereka yang masuk kedalam Perjanjian Baru.Dengan wasiat ini, kita telah disucikan melalui persembahan tubuh Yesus Kristus yang terjadi  satu kali saja dan untuk selama-lamanya. 

Dan setiap imam yang melakukan pelayanan setiap hari dan mempersembahkan korban yang sama berulang-ulang, tetapi 
korban tubuh Yesus terus berlangung dalam pengantaraannya.

Ibrani 4:14 Karena kita sekarang mempunyai Imam Besar Agung, yang telah melintasi semua langit, yaitu Yesus, Anak Allah, baiklah kita teguh berpegang pada pengakuan iman kita. 
Ibrani 4:14 dengan jelas menyatakan bahwa Yesus tetap sebagi  Anak. Yesus sebelumnya Anak dan tetap Anak disegenap kekekalannya. Yesus terus melanjutkan peran pengantaraannya.
I

Ibrani 6:20 : Ia adalah Imam Besar Kita selamanya. Kita mendapatkan bahwa Kristus menjadi pengantara bagi kita dalam doa terus-menerus, Ia hidup untuk menjadi pengantara bagi kita, betapa besarnya jaminan yang kita miliki bahwa ia yang telah datang dan memberikan hidupnya kepada kita masih tetap terlibat secara pribadi dalam kehidupan kita dengan tangan yang menghibur. 1 Yohanes2:1 "namun jika seorang berbuat dosa, kita mempunyai seorang pengantara pada Bapa, yaitu Yesus Kristus, yang adil."

Yesus adalah pembela kita dihadapan Bapa, tentu saja seorang pembela tidak boleh kedapatan memiliki kesalahan yang sama jika ia mewakili manusia dihadapan Tuhan. Seorang pembela berarti seseorang yang bertindak sebagai pengacara , memperjuangkan kasus kita ke pihak berwenang lainnya. Sehingga sekalipun kita bersalah karena dosa, itu tidak lagi diperhitungkan terhadap kita karena kita berdiri diatas kebenaran yang dimiliki oleh Kristus.

Manusia memang memiliki banyak solusi untuk mengatasi berbagai masalah kita, namun tak satupun diataranya yang dapat melenyapkan sumber masalah. Sebaliknya Alkitab berbicara masalah universal yang menimpa umat manusia yang menjadi sumber penderitaan kita, yaitu : dosa. Hanya kristus yang sanggup memberikan natur/kemanusiaan baru  (tanpa dosa)  kepada kita. 

Yesus yang adalah Tuhan dan juga manusia adalah satu-satunya yang memiliki sebuah natur tanpa effek kejatuhan akibat dosa. Yeremia 17:9 "hati sungguh jahat penuh tipu daya, (sakit yang tak dapat disembuhkan). Tuhan pencipta saja yang mampu memperbaiki apa yang rusak didalam manusia. Kita butuh sebuah sentuhan dari Tuhan untuk kesembuhan, siapa lagi jika bukan dia penyembuh/tabib agung itu. Dialah satu-satunya penyembuah universal untuk memulihkan hubungan kita dengan Tuhan dan membersihkan kita dari kesalahan.

Tuhan telah memberikan kepada manusia darah Kristus, kehidupannya sebagai pengobat untuk melenyapkan permasalahan dosa yang melekat pada manusia. Penyelesaian masalah ini harus melalui Anak Allah yang kudus, manusia yang sempurna untuk menebus semua umat manusia dari perbudakan  sifat dasar manusia "dosa. 

Ibrani 12:2 "
Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.


Sukacita apakah yang dialami Yesus selama di kayu salib? Sukacita itu adalah anda dan saya, kitalah yang ada dalam benak pikirannya, dan ia tak sedikitpun  bimbang, ia telah menetapkan diri untuk menuntaskan tujuannya; Ia tahu tidak ada jalan lain.

Martin Simamora | letusreason.org

P O P U L A R - "Last 7 days"