0 Peperangan Rohani (Bag.4)




Yesus telah mendeklarasikan kemenangannya atas Setan, memberikan otoritas kepada umat-Nya, orang-orang kudus atas malaikat-malaikat yang jatuh/memberontak. Oleh karena itu ditebus melalui darah Kristus, kita melanjutkan pertempuran, memiliki otoritas atas musuh.

Kita memiliki otoritas atas dunia demonik/Satanik didalam nama dan kuasa Kristus. Inilah yang berusaha digagalkan Setan, sejak kejatuhan manusia sampai dengan masa Yesus Kristus.
Sebelumnya Bagian 3


Lukas 10:17-20
Kemudian ketujuh puluh murid itu kembali dengan gembira dan berkata: "Tuhan, juga setan-setan takluk kepada kami demi nama-Mu."(18) Lalu kata Yesus kepada mereka: "Aku melihat Iblis jatuh seperti kilat dari langit.(19) Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu.(20) Namun demikian janganlah bersukacita karena roh-roh itu takluk kepadamu, tetapi bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di sorga."

Namun Setan hingga sekarang masuh terus bekerja untuk menahan laju kerajaan Tuhan di dunia ini, walaupun ia telah ditaklukan di kayu salib. Setan mengerti bahwa waktunya singkat dan bahwa suatu hari nanti orang-orang kudus, orang-orang yang ditebus Kristus di muka bumi ini,akan mewarisi segala hal. Kita melihat deklarasi ini dalam kitab Daniel, yang ditulis 500 tahun sebelum kelahiran Kristus.

Daniel 7:27
Maka pemerintahan, kekuasaan dan kebesaran dari kerajaan-kerajaan di bawah semesta langit akan diberikan kepada orang-orang kudus, umat Yang Mahatinggi: pemerintahan mereka adalah pemerintahan yang kekal, dan segala kekuasaan akan mengabdi dan patuh kepada mereka.

Kita yang berada didalam Kristus melangkah maju dalam kemenangan atas kuasa Setan. Target Setan terhadap orang Kristen adalah : mencuri kemenangan yang kita miliki dalam Yesus Kristus, yang akan mengakibatkan kita menghidupi kehidupan yang kalah. Dengan melakukan hal ini, Setan menyingkirkan lebih banyak lagi ancaman yang membahayakan pekerjaannya.  Namun demikin Tuhan menentukan batas, sejauh mana Setan dapat bekerja. Kita melihat hal ini dalam kitab Ayub saat Setan menolak kebenaran yang dimiliki Ayub, karena dia (Setan) tidak diizinkan oleh Tuhan untuk menyentuhnya, karena Tuhan telah meletakan perlindungan yang melingkupi kehidupannya.

Ayub 1:8-10
(8) Lalu bertanyalah TUHAN kepada Iblis: "Apakah engkau memperhatikan hamba-Ku Ayub? Sebab tiada seorangpun di bumi seperti dia, yang demikian saleh dan jujur, yang takut akan Allah dan menjauhi kejahatan."(9) Lalu jawab Iblis kepada TUHAN: "Apakah dengan tidak mendapat apa-apa Ayub takut akan Allah?(10) Bukankah Engkau yang membuat pagar sekeliling dia dan rumahnya serta segala yang dimilikinya? Apa yang dikerjakannya telah Kauberkati dan apa yang dimilikinya makin bertambah di negeri itu.

Bersambung ke Bagian 5 selesai

Martin Simamora |truthnet.org

P O P U L A R - "Last 7 days"