0 Krisis Identitas Para Pemelihara Hari Sabbath (Bag.3 - selesai)


escapedlds

Terkait bangsa-bangsa non Yahudi yang memelihara Sabbath maka penjelasan para rasul dalam Kisah Para Rasul 15 dapat  diterapkan. Adalah orang-orang Farisi yang bersikeras agar hukum Musa diterapkan kepada bangsa-bangsa bukan Yahudi :Tetapi beberapa orang dari golongan Farisi, yang telah menjadi percaya, datang dan berkata: "Orang-orang bukan Yahudi harus disunat dan diwajibkan untuk menuruti hukum Musa."

Konsili Yerusalem tidak sedikitpun mereferensikan agar Sabbath dijalankan oleh bangsa-bangsa bukan Yahudi yang masuk kedalam gereja dimana bangsa Yahudi jemaat mayoritas. Jika sejak dulu Sabbath menjadi bagian yang pokok dalam relasi jemaat Perjanjian Baru dengan Tuhan, mengapa disebutkan adalah tidak lazim bagi bangsa non Yahudi untuk melakukan Sabbath. Bahkan perihal memelihara Sabbath tidak dibicarakan pada konsili Yerusalem kala itu sebab Sabbath tidak  dipersyaratkan bagi jemaat Perjanjian Baru; rasul Paulus menjelaskan "Memang ada desakan dari saudara-saudara palsu yang menyusup masuk, yaitu mereka yang menyelundup ke dalam untuk menghadang kebebasan kita yang kita miliki di dalam Kristus Yesus, supaya dengan jalan itu mereka dapat memperhambakan kita" (Galatia 2:4). Itu sebabnya para rasul memutuskan :"Sebab adalah keputusan Roh Kudus dan keputusan kami, supaya kepada kamu jangan ditanggungkan lebih banyak beban dari pada yang perlu ini" (Kisah Para Rasul 15:28), dan Sabbath tidak disebutkan sebagai yang penting. Faktanya tak ada lagi referensi-referensi untuk melakukan Sabbath di tempat-tempat ibadah atau sinagog setelah Kisah Para Rasul 18:4-7 sebab moyoritas gereja adalah bangsa-bangsa non Yahudi.
Sebelumya : Bagian 2


Kisah Para Rasul 18:4-7
Dan setiap hari Sabat Paulus berbicara dalam rumah ibadat dan berusaha meyakinkan orang-orang Yahudi dan orang-orang Yunani.Ketika Silas dan Timotius datang dari Makedonia, Paulus dengan sepenuhnya dapat memberitakan firman, di mana ia memberi kesaksian kepada orang-orang Yahudi, bahwa Yesus adalah Mesias.Tetapi ketika orang-orang itu memusuhi dia dan menghujat, ia mengebaskan debu dari pakaiannya dan berkata kepada mereka: "Biarlah darahmu tertumpah ke atas kepalamu sendiri; aku bersih, tidak bersalah. Mulai dari sekarang aku akan pergi kepada bangsa-bangsa lain."Maka keluarlah ia dari situ, lalu datang ke rumah seorang bernama Titius Yustus, yang beribadah kepada Allah, dan yang rumahnya berdampingan dengan rumah ibadat.

Sampai terjadi bangsa-bangsa non Yahudi pada hari-hari terakhir ini memelihara Sabbath : Matius 24:19-21 :Celakalah ibu-ibu yang sedang hamil atau yang menyusukan bayi pada masa itu.Berdoalah, supaya waktu kamu melarikan diri itu jangan jatuh pada musim dingin dan jangan pada hari Sabat.Sebab pada masa itu akan terjadi siksaan yang dahsyat seperti yang belum pernah terjadi sejak awal dunia sampai sekarang dan yang tidak akan terjadi lagi.

Ayat ini jelas tidak ditujukan kepada gereja, namun Yesus menujukannya kepada bangsa Yahudi yang ada di Israel yang harus mengungsi dari tanah airnya kala pakta perdamaian itu pecah dan membawa penderitaan.

KELANGGENGAN SABBATH

Apa yang dikatakan Keluaran 31:16 "Maka haruslah orang Israel memelihara hari Sabat, dengan merayakan sabat, turun-temurun, menjadi perjanjian kekal".

Perhatikan ayat tersebut berkata "sebuah perjanjian kekal", Sabbath adalah Perjanjian Musa. Alkitab mengajarkan kepada kita perihal ini dibanyak ayat, Sabbath adalah perjanjian.

Keluaran 34:27-28 "Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Tuliskanlah segala firman ini, sebab berdasarkan firman ini telah Kuadakan perjanjian dengan engkau dan dengan Israel."Dan Musa ada di sana bersama-sama dengan TUHAN empat puluh hari empat puluh malam lamanya, tidak makan roti dan tidak minum air, dan ia menuliskan pada loh itu segala perkataan perjanjian, yakni Kesepuluh Firman. 10 Perintah adalah ikat janji dalam Perjanjian Lama dan ayat itu menyatakan bahwa ikat janji itu antara Israel dan Tuhan.

Ulangan 4:13 Dan Ia memberitahukan kepadamu perjanjian, yang diperintahkan-Nya kepadamu untuk dilakukan, yakni Kesepuluh Firman dan Ia menuliskannya pada dua loh batu.

Ulangan 9:9 Setelah aku mendaki gunung untuk menerima loh-loh batu, loh-loh perjanjian yang diikat TUHAN dengan kamu, maka aku tinggal empat puluh hari empat puluh malam lamanya di gunung itu; roti tidak kumakan dan air tidak kuminum.

Ketika Sabbath untuk kali pertama disebutkan dalam Kitab Kejadian, itu bukanlah perintah kekal kepada manusia untuk dilakukan. Tidak demikian hingga Tuhan menuntun Israel keluar dari perbudakan dan Tuhan membuat sebuah perjanjian dengan MEREKA sebagai sebuah bangsa, disebut sebagai Perjanjian MUsa (Mosaic Law). Perjanjian ini terdiri dari 613 perintah; bukan hanya 10 perintah yang tertulis di loh-loh batu.

Hukum Musa menubuatkan bahwa pada suatu hari kelak Hukum MUsa akan digantikan oleh sebuah perjanjian yang lebih unggul. 

Nubuat Yeremia menyatakan demikian :"Sesungguhnya, akan datang waktunya, demikianlah firman TUHAN, Aku akan mengadakan perjanjian baru dengan kaum Israel dan kaum Yehuda (merujuk fakta yang nyata perjanjian Musa dibuat hanya untuk rumah Israel),bukan seperti perjanjian yang telah Kuadakan dengan nenek moyang mereka pada waktu Aku memegang tangan mereka untuk membawa mereka keluar dari tanah Mesir; perjanjian-Ku itu telah mereka ingkari, meskipun Aku menjadi tuan yang berkuasa atas mereka, demikianlah firman TUHAN.Tetapi beginilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu, demikianlah firman TUHAN: Aku akan menaruh Taurat-Ku dalam batin mereka dan menuliskannya dalam hati mereka; maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku. Salah satu dasar Perjanjian Baru dibuat Yeremia 32:40 "Aku akan mengikat perjanjian kekal dengan mereka, bahwa Aku tidak akan membelakangi mereka, melainkan akan berbuat baik kepada mereka; Aku akan menaruh takut kepada-Ku ke dalam hati mereka, supaya mereka jangan menjauh dari pada-Ku".

Kata yang diterjemahkan sebagai "selamanya" dalam bahasa Ibrani adalah "Olam". Kata ini mengindikasikan kelanggengan tanpa batas kesebuah masa mendatang yang jauh. Inilah pokok pikiran pada waktu yang tak dispesifikasi durasinya, Olam bermakna "Apa yang dapat dipandang seseorang pada titik hilang di horison.

Kata ini juga dapat digunakan untuk mengekspresikan kekekalan, misal merujuk Tuhan yang kita tahu bahwa Dia selau ada (Kejadian 21:33 Lalu Abraham menanam sebatang pohon tamariska di Bersyeba, dan memanggil di sana nama TUHAN, Allah yang kekal.); Dia yang satu-satunya menggunakan kata itu-- dari selama-lamanya nya hingga selama-lamanya atau dari kekekalan hingga ke kekekalan (Mazmur 90:2 Sebelum gunung-gunung dilahirkan, dan bumi dan dunia diperanakkan, bahkan dari selama-lamanya sampai selama-lamanya Engkaulah Allah.),Nammu abadi [El Olam] (Yesaya 63:16). Tetapi ada sejumlah pengecualian, olam tak selalu merujuk kepada kekekalan, namun menunjukan sebuah kelangsungan waktu dalam sebuah durasi yang panjang saat menggambarkan penciptaan. KONTEKS menentukan bagaimana kata tersebut digunakan dalam ayat-ayat.

Sabbath sebagaimana hukum-hukum lainya dahulu berlangsung hingga generasi ke generasi hingga pada titik tertentu :Maka haruslah orang Israel memelihara hari Sabat, dengan merayakan sabat, turun-temurun, menjadi perjanjian kekal.Antara Aku dan orang Israel maka inilah suatu peringatan untuk selama-lamanya, sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, dan pada hari yang ketujuh Ia berhenti bekerja untuk beristirahat."(Keluaran 31:16-17). Bagaimana mereka diperintahkan untuk memelihara Sabbath dan ketetapan-ketetapan lainnya yang juga kekal.

Imamat 24:7-8 Engkau harus membubuh kemenyan tulen di atas tiap-tiap susun; kemenyan itulah yang harus menjadi bagian ingat-ingatan roti itu, yakni suatu korban api-apian bagi TUHAN.Setiap hari Sabat ia harus tetap mengaturnya di hadapan TUHAN; itulah dari pihak orang Israel suatu kewajiban perjanjian untuk selama-lamanya.
Jika seseorang hendak menggunakan Sabbath sebagai sebuah ketetapan  abadi untuk dipatuhi maka mereka harus 
menerapkan hal yang sama terhadap perintah-perintah lainnya yang juga abadi.

Jika para pemelihara Sabbath ingin 
membuat persyaratan Sabbath berdasarkan kata abdi/langgeng, maka mereka juga harus memberlakukannya kepada persyaratan-persyaratan abadi lainnya yang ditetapkan Musa (Keluaran 29:9 Kauikatkanlah ikat pinggang kepada mereka, kepada Harun dan anak-anaknya, dan kaulilitkanlah destar itu kepada kepala mereka, maka merekalah yang akan memegang jabatan imam; itulah suatu ketetapan untuk selama-lamanya. Demikianlah engkau harus mentahbiskan Harun dan anak-anaknya.; Keluaran 30:21haruslah mereka membasuh tangan dan kaki mereka, supaya mereka jangan mati. Itulah yang harus menjadi ketetapan bagi mereka untuk selama-lamanya, bagi dia dan bagi keturunannya turun-temurun.";Imamat 23:41 Kamu harus merayakannya sebagai perayaan bagi TUHAN tujuh hari lamanya dalam setahun; itulah suatu ketetapan untuk selama-lamanya bagimu turun-temurun. Dalam bulan yang ketujuh kamu harus merayakannya.;Bilangan 10:8 Nafiri-nafiri itu harus ditiup oleh anak-anak imam Harun; itulah yang harus menjadi ketetapan untuk selama-lamanya  bagimu turun-temurun.)

Paskah : Keluaran 12:14 Hari ini akan menjadi hari peringatan bagimu. Kamu harus merayakannya sebagai hari raya bagi TUHAN turun-temurun. Kamu harus merayakannya sebagai ketetapan untuk selamanya.

Keluaran 12:17 Jadi kamu harus tetap merayakan hari raya makan roti yang tidak beragi, sebab tepat pada hari ini juga Aku membawa pasukan-pasukanmu keluar dari tanah Mesir. Maka haruslah kamu rayakan hari ini turun-temurun; itulah suatu ketetapan untuk selamanya.

Keimamatan Lewi : Keluaran 40:15 Urapilah mereka, seperti engkau mengurapi ayah mereka, supaya mereka memegang jabatan imam bagi-Ku; dan ini terjadi, supaya berdasarkan pengurapan itu mereka memegang jabatan imam untuk selama-lamanya turun-temurun." (Bilangan 25:13)

Para Imam pada hari Yom Kippur : Imamat 16:34Itulah yang harus menjadi ketetapan untuk selama-lamanya bagimu, supaya sekali setahun diadakan pendamaian bagi orang Israel karena segala dosa mereka." Maka Harun melakukan seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa.

Keluaran 27:21 :Di dalam Kemah Pertemuan di depan tabir yang menutupi tabut hukum, haruslah Harun dan anak-anaknya mengaturnya dari petang sampai pagi di hadapan TUHAN. Itulah suatu ketetapan yang berlaku untuk selama-lamanya bagi orang Israel turun-temurun."

Juga apabila Harun memasang lampu-lampu itu pada waktu senja, haruslah ia membakarnya sebagai ukupan yang tetap di hadapan TUHAN di antara kamu turun-temurun.(Keluaran 30:8)

Apakah kita melihat para pemelihara Sabbath yang ada dimasa kita kini melakukan hal-hal ini, mematuhinya? TIDAK.

Menjadi jelas bagi siapapun siapa sesungguhnya yang memecah-mecah firman, bahwa ternyata  Tuhan berkata hal yang lain bahwa akan ada yang menggantikan yang lama, sehingga yang lama itu bukan sebuah perintah yang abadi, sehingga perintah lama digantikan.

Hukum itu sendiri mengandung beberapa nubuat mengenai penggantiannya oleh perjanjian yang lain, olam diterapkan pada subyek-subyek ini hanyalah merujuk  pada durasi waktu yang panjang. Jika kata olam digunakan dalam pengertian kekal maka hal tersebut akan tetap tanpa  ada perubahan. Sebagai contoh :

Dalam Keluaran 21:5-6 dimana didalamnya dijelaskan bahwa seorang hamba yang telah melayani tuannya selama 7 tahun kepada tuannya dapat bebas, tetapi jika ia memilih untuk tinggal dengan tuannya hingga ahir hayatnya, maka telinganya akan ditandai dengan cara dilubangi pada daun telinganya,"dan ia akan melayani tuannya selama-lamanya' (ayat 6). Itu tidak berarti bahwa ia harus melayani tuannya selama-lamanya, tetapi selama sisa hidupnya.

Tetapi bila langsung dikaitkan dengan Tuhan Mazmur 145:13 Kerajaan-Mu ialah kerajaan segala abad, dan pemerintahan-Mu tetap melalui segala keturunan.

Dalam Kejadian 17:13 penyunatan juga disebut sebagai "perjanjian kekal", setiap anak laki-laki berusia 8 tahun harus disunat,...maka dalam dagingmulah perjanjian-Ku itu menjadi perjanjian yang kekal.Paulus kala mempertahankan Perjanjian Baru dalam Galatia 5:2-3 menyatakan "Sesungguhnya, aku, Paulus, berkata kepadamu: jikalau kamu menyunatkan dirimu, Kristus sama sekali tidak akan berguna bagimu.Sekali lagi aku katakan kepada setiap orang yang menyunatkan dirinya, bahwa ia wajib melakukan seluruh hukum Taurat (atau menjadi tak bernilai sedikitpun bagimu).

Seberapa lama "kekal" itu ditentukan oleh konteks dimana kata itu digunakan. Perjanjian yang berlangsung melalui kekekalan adalah Perjanjian Baru, bukan Perjanjian Lama (Musa). Era hukum Musa berhenti bersamaan dengan Yesus yang masuk dengan sebuah Perjanjian Baru.

Ibrani 10:9 Dan kemudian kata-Nya: "Sungguh, Aku datang untuk melakukan kehendak-Mu." Yang pertama Ia hapuskan, supaya menegakkan yang kedua.

Penulis Ibrani menjelaskan bahwa Hukum Musa lemah dan telah tiba pada kesudahannya, karena hukum Musa telah menubuatkan sebelumnya bahwa Mesias akan menjadi seorang Imam menurut ketentuan Melkisedek, yang sudah menggantikan ketetapan sebelumnya yang dibuat dibawah Hukum Musa (Ibrani 7:17 Sebab tentang Dia diberi kesaksian: "Engkau adalah Imam untuk selama-lamanya, menurut peraturan Melkisedek."; Mazmur 110:4 TUHAN telah bersumpah, dan Ia tidak akan menyesal: "Engkau adalah imam untuk selama-lamanya, menurut Melkisedek."). Hukum Musa dan Keimamatan Lewi-Harun saling bergantung satu sama lain dalam perjanjian, berakhirnya Hukum Musa juga membutuhkan sebuah keimamatan yang  berbeda (Ibrani 7:11-19)
Ibrani 7:11-19
(11) Karena itu, andaikata oleh imamat Lewi telah tercapai kesempurnaan--sebab karena imamat itu umat Israel telah menerima Taurat--apakah sebabnya masih perlu seorang lain ditetapkan menjadi imam besar menurut peraturan Melkisedek dan yang tentang dia tidak dikatakan menurut peraturan Harun?(12) Sebab, jikalau imamat berubah, dengan sendirinya akan berubah pula hukum Taurat itu.(13) Sebab Ia, yang dimaksudkan di sini, termasuk suku lain; dari suku ini tidak ada seorangpun yang pernah melayani di mezbah.(14) Sebab telah diketahui semua orang, bahwa Tuhan kita berasal dari suku Yehuda dan mengenai suku itu Musa tidak pernah mengatakan suatu apapun tentang imam-imam.(15) Dan hal itu jauh lebih nyata lagi, jikalau ditetapkan seorang imam lain menurut cara Melkisedek,(16) yang menjadi imam bukan berdasarkan peraturan-peraturan manusia, tetapi berdasarkan hidup yang tidak dapat binasa.(17) Sebab tentang Dia diberi kesaksian: "Engkau adalah Imam untuk selama-lamanya, menurut peraturan Melkisedek."(18) Memang suatu hukum yang dikeluarkan dahulu dibatalkan, kalau hukum itu tidak mempunyai kekuatan dan karena itu tidak berguna,(19) --sebab hukum Taurat sama sekali tidak membawa kesempurnaan--tetapi sekarang ditimbulkan pengharapan yang lebih baik, yang mendekatkan kita kepada Allah.


Kesalahpahaman mengenai apa yang dimaksud sebagai "kekal" sudah terjawab. Sabbath dan Hukum Musa telah melakukan sebuah permulaan dan telah tiba pada kesudahannya. Perjanjian Lama,(10 Perintah), telah melakukan permulaan dan telah tiba pada kesudahannya. Galatia 3:19 dengan jelas menyatakannya," telah ditambahkan HINGGA keturunan itu datang." HUKUM MUSA bersifat temporer sampai dengan Kristus (Galatia 3:21-25)

Galatia 3:19,21-25

(19)Kalau demikian, apakah maksudnya hukum Taurat? Ia ditambahkan oleh karena pelanggaran-pelanggaran--sampai datang keturunan yang dimaksud oleh janji itu--dan ia disampaikan dengan perantaraan malaikat-malaikat ke dalam tangan seorang pengantara.(21) Kalau demikian, bertentangankah hukum Taurat dengan janji-janji Allah? Sekali-kali tidak. Sebab andaikata hukum Taurat diberikan sebagai sesuatu yang dapat menghidupkan, maka memang kebenaran berasal dari hukum Taurat.(22) Tetapi Kitab Suci telah mengurung segala sesuatu di bawah kekuasaan dosa, supaya oleh karena iman dalam Yesus Kristus janji itu diberikan kepada mereka yang percaya.(23) Sebelum iman itu datang kita berada di bawah pengawalan hukum Taurat, dan dikurung sampai iman itu telah dinyatakan.(24) Jadi hukum Taurat adalah penuntun bagi kita sampai Kristus datang, supaya kita dibenarkan karena iman.(25) Sekarang iman itu telah datang, karena itu kita tidak berada lagi di bawah pengawasan penuntun.

Seluruh hukum telah digenapi sempurna dalam kehidupan Kristus, moral Kristus, seremonial Kristus, dan pada saat Yesus mati, ia menghapus tulisan tangan (hukum Musa) yang menentang kita. Lalu Yesus menggantikannya dengan sebuah Perjanjian Baru yang bekerja oleh anugerah berdasarkan korban kematiannya karena dosa-dosa manusia.

Perjanjian Baru bukanlah perbaikan atau perluasan dari Perjanjian Lama tetapi sepenuhnya kesepakatan yang berbeda, sifatnya tanpa syarat. Perjanjian Lama terbatas bagi Israel (bersyarat), Perjanjian Baru untuk baik bangsa Yahudi atau bukan Yahudi-semuanya sama. Bangsa bukan Yahudi tidak menjadi bagian Israel atau menjadi Yahudi tetapi disatukan dalam sebuah entitas baru bersama-sama dengan bangsa Yahudi, yang disebut Tubuh Kristus, gereja.

Selesai untuk judul ini

Martin Simamora |Let Us Reason

















P O P U L A R - "Last 7 days"