F O K U S

Nabi Daud Tentang Siapakah Kristus

Ia Adalah Seorang Nabi Dan Ia Telah   Melihat Ke Depan Dan Telah Berbicara Tentang Kebangkitan Mesias Oleh: Blogger Martin Simamora ...

Showing posts with label lahir baru. Show all posts
Showing posts with label lahir baru. Show all posts

0 Justifikasi dan Dilahirkan Kembali (2)



Oleh: Henry Clarence Thiessen


Bacalah lebih dulu bagian 1

II.Doktrin Dilahirkan Kembali
A.Makna Dilahirkan Kembali
Justifikasi atau pembenaran dilakukan dengan sebuah tujuan agar hidup memerintah, dan karenanya dikatakan sebagai “pembenaran hidup” (Roma 5:18). Dari sisi ilahi, perubahan hati disebut dilahirkan kembali, lahir baru; dari sisi manusia, ini disebut pertobatan beriman, ini adalah dilahirkan kembali aktif, dapat didefinisikan sebagai komunikasi hidup ilahi kepada jiwa (Yohanes 3:5; 10:10,28; 1Yohanes 5:11dst), sebagai impartasi sebuah hakikat baru (2 Petrus 1:4) atau hati baru (Yeremia 24:7; Yehezkiel 11:19-36:26), dan dihasilkannya sebuah ciptaan baru (2Kor 5:17;Efesus 2:10;4:24). Hidup rohani baru ini memberi dampak pada intelektual orang percaya (1 Kor 2:14;Efe 1:18; Kolose 3:10), kehendak orang percaya (Filipi 2:13; 2 Tesalonika 3:15; Ibrani 13:21), dan emosi-emosi orang percaya (Matius 5:4; 1Petrus 1:8).

B.Perlunya Dilahirkan Kembali
Kitab suci berulang kali mendeklarasikan bahwa seorang manusia harus dilahirkan kembali sebelum dia dapat melihat Allah. Klaim-klaim  Firman Tuhan ini didukung oleh pikiran dan hati nurani.

Kekudusan adalah kondisi yang mutlak diperlukan bagi penerimaan masuk ke dalam persekutuan dengan Allah. Kitab suci memerintahkan, “kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Tuhan” (Ibrani 12:14). Tetapi semua  kemanusiaan secara hakikat rusak, dan ketika menyentuh kesadaran moral, menjadi bersalah atas pelanggaran-pelanggaran aktual. Dalam kondisi alami manusia yang sedemikian, karena itu, umat manusia tidak dapat memiliki persekutuan dengan Alah. Sekarang,  moral ini berubah di dalam diri manusia,  hanya dapat berlangsung oleh sebuah tindakan Roh Kudus. 

0 Justifikasi dan Dilahirkan Kembali (1)



Oleh: Henry Clarence Thiessen               


Bacalah lebih dulu : “Pertobatan  Beriman

Doktrin selanjutnya yang akan ditinjau adalah pembenaran/justifikasi dan dilahirkan kembali.


I.Doktrin Pembenaran/Justifikasi
Pertobatan beriman diikuti oleh pembenaran. Sementara kitab suci memberikan penekanan yang luar biasa pada doktrin pembenaran, namun dalam perjalanan sejarah, doktrin ini secara luar biasa telah dilencengkan dan dalam praktiknya telah diabaikan sama sekali. Pada kejayaan Reformasi Protestan, doktrin ini telah dipulihkan, diletakan kembali pada tempat dimana seharusnya berada. Kita sedikit banyak kecewa ketika kita mencari doktrin-doktrin dilahirkan kembali dan pengudusan pada para Reformer; doktrin ini tidak mendapatkan penekanan yang memadai hingga pada hari-hari  Kebangunan Rohani Wesleyan. Tetapi kita dapat bersuka cita bahwa Reformasi  telah benar-benar mengembalikan kepada gereja doktrin terdasar, pembenaran/justifikasi. Beberapa aspek dari doktrin ini harus ditinjau seksama.


A.Definisi Pembenaran atau Justifikasi
Secara natur, manusia tidak hanya seorang anak kejahatan, tetapi juga seorang pelanggar dan seorang kriminal (Roma 3:23; 5:6-10; Efesus 2:1-3; Kolose 1:21; Titus 3:3). Dalam dilahirkan kembali, manusia menerima sebuah hidup baru dan sebuah natur baru; dalam pembenaran/justifikasi, sebuah  manusia baru  tampil. Pembenaran dapat didefinisikan sebagai tindakan Allah dimana dalam tindakan-Nya itu Dia mendeklarasikan manusia yang percaya kepada Kristus itu benar. Ladd terkait ini berkata, ”Akar gagasan dalam pembenaran adalah deklarasi Tuhan, hakim yang benar, bahwa manusia yang percaya kepada Kristus, walau memang berdosa, dia menjadi benar, dia benar—dipandang sebagai mahluk benar, karena di dalam Kristus, dia telah masuk ke dalam sebuah hubungan benar dengan Allah.”[1].

Pembenaran atau justifikasi adalah sebuah tindakan yang bersifat deklarasi. Pembenaran bukan sebuah tindakan apapun yang ditempakan secara langsung pada diri manusia, tetapi sebuah tindakan Allah yang telah mendeklarasikan manusia tersebut. Tindakan justifikasi dengan demikian tidak serta merta meluruskan kebengkokan-kebengkokan yang masih  bekerja dalam diri manusia itu, tetapi dalam keadaan yang demikianlah manusia yang percaya kepada Kristus dideklarasikan benar. Beberapa hal yang terlibat dalam pembenaran atau justifikasi:

0 Dilahirkan Kembali. Apakah Oleh TUHAN atau Proses Yang Dijalani Manusia Kristen?


Oleh Martin Simamora


Dilahirkan Kembali. Apakah Oleh TUHAN  atau Proses Yang Dijalani  Manusia Kristen?

Ilustrasi : wikimedia
Dilahirkan kembali atau  lahir baru merupakan  istilah yang pertama-tama pasti berhubungan dengan percakapan antara  Yesus dan Nikodemus sebagaimana tercatat dalam Yohanes 3:3-8:

(3) Yesus menjawab, kata-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah." (4) Kata Nikodemus kepada-Nya: "Bagaimanakah mungkin seorang dilahirkan, kalau ia sudah tua? Dapatkah ia masuk kembali ke dalam rahim ibunya dan dilahirkan lagi?"(5) Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah. (6) Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh. (7) Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali.(8) Angin bertiup ke mana ia mau, dan engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh."


Jika kita memperhatikan saja apa yang dijelaskan oleh Yesus sendiri terkait dilahirkan kembali maka jelas peristiwa ini SEPENUHNYA DIKERJAKAN  oleh Allah, sama sekali tidak ada peran aktif manusia. Mengapa demikian? Sebab Yesus mengatakan bahwa dilahirkan kembali adalah dilahirkan dari Roh. Perlu dicatat bahwa Nikodemus memahami maksud Yesus ini sebagai sebuah peristiwa alamiah sehingga dia memberi respon “Bagaimanakah mungkin seorang dilahirkan, kalau ia sudah tua? Dapatkah ia masuk kembali ke dalam rahim ibunya dan dilahirkan lagi?” Nikodemus  menilai dilahirkan kembali adalah peristiwa lahiriah sehingga dia mengaitkan dengan KONDISI dirinya “sudah tua”; mengaitkan dengan “masuk kembali” secara literal ke dalam “rahim ibunya,” untuk kemudian dilahirkan kembali. Dan jelas Yesus tidak memaksudkan dilahirkan kembali sebagai sebuah peristiwa apalagi sebuah proses jasmaniah atau berhubungan dengan APA YANG  HARUS DILAKUKAN MANUSIANYA , yaitu “masuk ke dalam rahim ibunya” dan  “dilahirkan kembali.”
Anchor of Life Fellowship , Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri - Efesus 2:8-9