F O K U S

Nabi Daud Tentang Siapakah Kristus

Ia Adalah Seorang Nabi Dan Ia Telah   Melihat Ke Depan Dan Telah Berbicara Tentang Kebangkitan Mesias Oleh: Blogger Martin Simamora ...

0 Gereja Waspadalah (6) : PARA PENYESAT Merendahkan Karya Keselamatan Yesus Kristus !

Lalu apakah suara hati yang baik itu?

“Baik” berasal dari kata dalam bahasa Yunani “agathos”. Kata ini biasa digunakan untuk menyatakan   hal yang baik dalam artian memberikan hal-hal yang bermanfaat dalam hal  hasil-hasil dan tindakan-tindakan (Matius 7:11; Efesus 4:29; Roma 8:28); apa yang sehat, memiliki kemampuan, dan berguna serta juga apa  yang benar dan berguna secara moral. Suara hati yang baik, pertama-tama, adalah suara hati yang yang selaras dan benar  secara moral , tetapi juga sehat  atau mampu  berfungsi secara tepat. Hal ini berlawanan dengan sebuah suara hati yang telah terbakar  dan  mengeras (bandingkan dengan 1 Timotius 4:2) atau terkotori oleh sebuah sistem kepercayaan yang berdasarkan  perbuatan yang sia-sia (bandingkan dengan Ibrani 9:14). Suara hati yang baik, berlawanan dengan suara hati yang telah dicemari  atau dirusak, pertentangan-pertentangannya yaitu :

Bacalah lebih dahulu  bagian-bagian sebelumnya :

0 Gereja Waspadalah (5) : PARA PENYESAT Mengaku MENGENAL Tuhan, Namun Faktanya Mereka Keji !

Kecaman Terhadap Mereka (1:15-16)

1:15 Bagi orang suci semuanya suci; tetapi bagi orang najis dan bagi orang tidak beriman suatupun tidak ada yang suci, karena baik akal maupun suara hati mereka najis. 1:16 Mereka mengaku mengenal Allah, tetapi dengan perbuatan mereka, mereka menyangkal Dia. Mereka keji dan durhaka dan tidak sanggup berbuat sesuatu yang baik.

Dalam pandangan orang Yahudi  dan bahkan  berangkali mereka yang dipengaruhi Gnostik, dan dengan disebutkannya “perintah-perintah  dari manusia,” guru-guru palsu ini  dapat dipastikan : mengupayakan untuk  memberikan beban pada manusia (bandingkan dengan Matius 23:4; Lukas 11:46) dengan peraturan- peraturan agamawi dan asketik ( ritual atau disiplin semisal melakukan pantangan agar menjadi lebih baik/sempurna/suci-red)  yang berkaitan dengan makan dan minum, hal-hal terkait puasa, bulan yang baru, atau hari-hari Sabbat (Kolose 2:16-23; 1 Timotius 4:1-5). Akibatnya, seperti halnya orang-orang Farisi, mereka menjadi eksternalis, yaitu  orang yang memberikan  perhatian yang berlebihan pada tampilan/aspek dan soal-soal luar/lahiriah, mengejar kesesuaian dengan peraturan-peraturan dan menilai orang lain berdasarkan pada perbuatan/hal-hal  lahiriah  mengenai yang boleh dan tidak boleh,  mengacu pada diri mereka sendiri . Ini merupakan pertumbuhan pengaruh judaistik dan farisi.

Bacalah terlebih dahulu bagian-bagian sebelumnya :

Anchor of Life Fellowship , Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri - Efesus 2:8-9