0 Tinjauan Pengajaran Pdt. Dr.Erastus Sabdono “Keselamatan Diluar Kristen” (1R)



Oleh: Martin Simamora


The Telegraph: Attacked: Iraqi Christian women pray in front of the damaged altar at
the Syrian Catholic Church in central Baghdad Photo: GETTY
Bacalah lebih dulu bagian 1Q

Pola lain keselamatan [bagian 1B, bagian 1E] sebagaimana yang diajarkan oleh pendeta Dr. Erastus Sabdono, dalam cara apapun yang dapat diupayakan dan dilahirkan oleh manusia beserta dengan segenap keyakinan-keyakinannya, telah tertutup sama sekali oleh sebab tunggal yang tak dapat diperbaiki oleh manusia-manusia itu sendiri, yaitu: vonis Allah di tempatnya yang maha tinggi. Sebelum saya menyajikan paparan pada ayat tautan terakhir pada paragraf 13, yaitu Wahyu 20:12, saya ingin menunjukan  bagaimana sesungguhnya kitab suci menilai manusia tepat pada apakah ada kemungkinan manusia memiliki dasar sedikit saja untuk memiliki pola lain keselamatan, diluar apa yang  telah dilakukan  oleh Yesus Kristus. Teks-teks firman yang bernilai untuk dibaca:

Mazmur 14:1-3 (1) "Tidak ada Allah." Busuk dan jijik perbuatan mereka, tidak ada yang berbuat baik (2)TUHAN memandang ke bawah dari sorga kepada anak-anak manusia untuk melihat, apakah ada yang berakal budi dan yang mencari Allah.(3) Mereka semua telah menyeleweng, semuanya telah bejat; tidak ada yang berbuat baik, seorangpun tidak.

NIV For the director of music. Of David. The fool says in his heart, "There is no God." They are corrupt, their deeds are vile; there is no one who does good.(2) The LORD looks down from heaven on all mankind to see if there are any who understand, any who seek God.(3) All have turned away, all have become corrupt; there is no one who does good, not even one.

KJ To the chief Musician, A Psalm of David. The fool hath said in his heart, There is no God. They are corrupt, they have done abominable works, there is none that doeth good.(2) The LORD looked down from heaven upon the children of men, to see if there were any that did understand, and seek God.(3) They are all gone aside, they are all together become filthy: there is none that doeth good, no, not one.

Seberapa rusaknya manusia itu? Seberapa bejatnyakah manusia itu, dalam pandangan Allah? Ini bukan vonis sembarangan, sebab Allah mengamati para manusia dari tempatnya yang kudus, sorga. Tak terbayangkan, Allah yang kudus di tempatnya yang kudus, akankah pernah dia menjumpai satu saja kekudusan di muka bumi, sebagaimana yang ada di sorga [Matius 6:10]?Bawah” dan “sorga,” bukan sekedar  tempat di bumi dan tempat di sorga, tetapi bagaimana sorga menilai bumi, bagaimana kehendak kudus sorga mengukur moralitas bumi



Sebuah ukuran yang begitu mulia digunakan untuk mengukur, oleh sebab Tuhan mulia dan kudus adanya atau pada hakikatnya. Tak mengherankan, ketika berbicara penghakiman yang diselenggarakan oleh Allah, sepatutnyalah tidak ada satu manusiapun yang berani  berpikir mengenai dirinya akan memiliki peluang pembenaran di dalam pengadilan Allah, 

Daud berkata:
Mazmur 143:2 Janganlah beperkara dengan hamba-Mu ini, sebab di antara yang hidup tidak seorangpun yang benar di hadapan-Mu.


Salomo berkata:
1Raja-Raja 8:46 Apabila mereka berdosa kepada-Mu--karena tidak ada manusia yang tidak berdosa--dan Engkau murka kepada mereka dan menyerahkan mereka kepada musuh, sehingga mereka diangkut tertawan ke negeri musuh yang jauh atau yang dekat,


Tak akan pernah ada manusia yang dapat bertahan di dalam pengadilan Allah, keluar sebagai orang benar. Catatan-catatan kriminalnya, adalah catatan yang lahir dari pencatatan Allah yang memandang segenap manusia:
Mazmur 130:3 Jika Engkau, ya TUHAN, mengingat-ingat kesalahan-kesalahan, Tuhan, siapakah yang dapat tahan?


Pengkhotbah 7:20 Sesungguhnya, di bumi tidak ada orang yang saleh: yang berbuat baik dan tak pernah berbuat dosa!


Amsal 20:9 Siapakah dapat berkata: "Aku telah membersihkan hatiku, aku tahir dari pada dosaku?"


Ayub 15:14 Masakan manusia bersih, masakan benar yang lahir dari perempuan?


Mazmur 51:5 Sesungguhnya, dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku.


Ayub 25:4  Bagaimana manusia benar di hadapan Allah, dan bagaimana orang yang dilahirkan perempuan itu bersih? 


Perhatikan. Kondisi kemanusiaan para  manusia yang digambarkan kitab suci didalam cara yang sedemikian bejatnya, saat  mengatakan sedemikian bejatnya, tidak sedang dengan sebuah niatan untuk menampikkan nilai-nilai moral dan etika yang “baik” [memberikan tanda petik sebab saya meletakan baik dihadapan sorga] sebagai dibutuhkan setiap manusia didalam relasi sesama manusia, diperlukan untuk tetap eksis didalam dunia manusia beserta segala apresiasinya, namun dalam hal manusia memiliki apresiasi yang baik pada hal-hal baik tidak menunjukan pada hakikatnya, manusia itu baik. Mengingat manusia yang sama melahirkan perang, kejahatan, dusta, pembunuhan dan berbagai macam bentuk kekejian baik didalam hati dan pikirannya, apalagi perbuatan. Sehingga dalam perspektif semacam ini, mengatakan manusia sedemikian bejatnya adalah sebuah “statement” yang sangat sukar untuk diterima didalam dunia moral manusia yang beradab [kembali kata beradab harus tetap diapresiasi sebagai hal yang memang sangat diperlukan, tanpa perlu mengindikasikan bahwa manusia pada dasarnya beradab, sebab manusia yang sama juga melahirkan penghancuran peradaban dirinya, satu sama lain]. Sedemikian bejatnya, mengatakan demikian, beranjak dari realita yang diangkat oleh Allah sendiri: “TUHAN memandang ke bawah dari sorga kepada anak-anak manusia untuk melihat, apakah ada yang berakal budi dan yang mencari Allah.(3) Mereka semua telah menyeleweng, semuanya telah bejat; tidak ada yang berbuat baik, seorangpun tidak.”  


Terhadap situasi ini, situasi yang telah dikemukakan oleh Allah sendiri, bukan berdasarkan pada pandangan doktrinal atau filsafat apapun juga, pun Yesus mengucapkan hal yang sama:
Markus 18:19 Jawab Yesus: "Mengapa kaukatakan Aku baik? Tak seorangpun yang baik selain dari pada Allah saja.

Sehingga membicarakan apakah manusia dapat memiliki kebenaran pada dirinya sehingga dihadapan Allah, dapat tahan berdiri tegak sebagai orang benar? Jawabnya: tidak. Yesus mengatakan hal semacam itu sebagai ketakmungkinan bagi manusia [ Lukas 18:24-25], tetapi mungkin bagi Allah untuk mewujudkannya[Lukas 18:26-27]. Anda dapat membaca perihal ini pada tinjauan bagian 1L.

Hanya  karena Kristus dan apa yang telah dilakukannya, maka setiap manusia yang percaya mendapatkan  keselamatan yang datang dari Allah bagi setiap orang  yang percaya kepada Kristus.



Orang-Orang Yang Dihukum Berdasarkan Perbuatannya, & Orang-Orang Yang Namanya Tercatat Didalam Kitab Kehidupan

Wahyu 20:12 Dan aku melihat orang-orang mati, besar dan kecil, berdiri di depan takhta itu. Lalu dibuka semua kitab. Dan dibuka juga sebuah kitab lain, yaitu kitab kehidupan. Dan orang-orang mati dihakimi menurut perbuatan mereka, berdasarkan apa yang ada tertulis di dalam kitab-kitab itu.
Membaca Wahyu 20:12  kita menemukan ada banyak kitab-kitab, lebih dari satu kitab:

(1)Semua kitab
(2)Kitab yang lain

Terdapat  kitab-kitab, namun yang sangat unik, pada “dan juga kitab yang lain” disebutkan kitab lain itu, sebagai kitab kehidupan.


Peristiwa  pada Wahyu 20:12 adalah peristiwa hukuman terakhir:
Wahyu 20:11 Lalu aku melihat suatu takhta putih yang besar dan Dia, yang duduk di atasnya. Dari hadapan-Nya lenyaplah bumi dan langit dan tidak ditemukan lagi tempatnya.

Ada kitab-kitab dan ada orang-orang mati. Kita diberitahu oleh Kitab Wahyu, bahwa selain kitab-kitab yang mencatat perbuatan-perbuatan, terdapat satu kitab yang sangat berbeda atau membedakannya: kitab kehidupan. Jelas ini bukan kitab yang mencatat perbuatan-perbuatan, sebab dikhususkan dari kitab-kitab lainnya.


Siapakah orang-orang mati yang berdiri didepan takhta itu? Pada Wahyu 20, kita akan menemukan perbedaan signifikan pada siapakah orang-orang mati tersebut:

(1)Orang-orang mati di dalam iman kepada Kristus dan  telah ditentukan  bagaimana kematian orang-orang beriman itu, oleh Bapa sebagaimana telah disampaikan oleh Anak kepada  Rasul Yohanes:
Wahyu 20:4 Aku juga melihat jiwa-jiwa mereka, yang telah dipenggal kepalanya karena kesaksian tentang Yesus dan karena firman Allah; yang tidak menyembah binatang itu dan patungnya dan yang tidak juga menerima tandanya pada dahi dan tangan mereka; dan mereka hidup kembali dan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Kristus untuk masa seribu tahun.

Saya tidak akan membahas  masa seribu tahun , fokus terpenting dalam tinjauan ini adalah untuk mengetahui siapakah orang-orang mati yang berdiri di hadapan takhta Tuhan, dan apakah hubungannya dengan kitab kehidupan, sebuah kitab yang tersendiri itu.

Tentang jiwa-jiwa mereka, yang telah dipenggal kepalanya, sangat menarik dan sangat esensial untuk memperhatikan keterangan Kristus di dalam Wahyu:

Wahyu 13:10 Barangsiapa ditentukan untuk ditawan, ia akan ditawan; barangsiapa ditentukan untuk dibunuh dengan pedang, ia harus dibunuh dengan pedang. Yang penting di sini ialah ketabahan dan iman orang-orang kudus.

NIV "If anyone is to go into captivity, into captivity they will go. If anyone is to be killed with the sword, with the sword they will be killed." This calls for patient endurance and faithfulness on the part of God's people.[Jika seseorang  harus masuk kedalam penawanan, kedalam penawanan mereka akan pergi. Jika seseorang harus dibunuh, dengan pedang mereka akan dibunuh.” Ini meminta ketekunan kesabaran dan kesetiaan pada pihak umat Tuhan]


KJ He that leadeth into captivity shall go into captivity: he that killeth with the sword must be killed with the sword. Here is the patience and the faith of the saints.[Dia yang dituntun untuk masuk kedalam penawanan pasti akan masuk kedalam penawanan: dia yang yang dituntun untuk dibunuh dengan pedang pasti dibunuh dengan pedang. Disinilah kesabaran dan iman orang-orang kudus]


Holman Christian Standard Bible If anyone is destined for captivity, into captivity he goes. If anyone is to be killed with a sword, with a sword he will be killed. This demands the perseverance and faith of the saints.[Jika seseorang telah ditentukan untuk mengalami penawanan, kedalam penawanan dia pergi. Jika seseorang harus dibunuh dengan sebuah pedang, dengan sebuah pedang dia akan dibunuh. Ini menuntut ketekunan dan iman orang-orang kudus]

Wahyu 6:9-11 Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang kelima, aku melihat di bawah mezbah jiwa-jiwa mereka yang telah dibunuh oleh karena firman Allah dan oleh karena kesaksian yang mereka miliki. Dan mereka berseru dengan suara nyaring, katanya: "Berapa lamakah lagi, ya Penguasa yang kudus dan benar, Engkau tidak menghakimi dan tidak membalaskan darah kami kepada mereka yang diam di bumi?" Dan kepada mereka masing-masing diberikan sehelai jubah putih, dan kepada mereka dikatakan, bahwa mereka harus beristirahat sedikit waktu lagi hingga genap jumlah kawan-kawan pelayan dan saudara-saudara mereka, yang akan dibunuh sama seperti mereka.


Bandingkanlah  apa yang dilihat /disaksikan dan didengar oleh rasul Yohanes sebagaimana tercatat didalam  kitab Wahyu ini dengan  perkataan-perkataan Yesus di dalam Injil:
Yohanes 16:1-2 (1) Semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya kamu jangan kecewa dan menolak Aku. (2) Kamu akan dikucilkan, bahkan akan datang saatnya bahwa setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka bahwa ia berbuat bakti bagi Allah. (3) Mereka akan berbuat demikian, karena mereka tidak mengenal baik Bapa maupun Aku.


Lukas 21:34- (34) Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat.(35) Sebab ia akan menimpa semua penduduk bumi ini.(36) Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia."

Bapa, tidak saja  menentukan dan menetapkan bagaimana penderitaan pada orang-orang percaya harus berlangsung, namun juga menentukan apakah yang diperlukan untuk dapat bertahan terhadap situasi tersebut: bersabar  tetap setia  dan beriman kepada Kristus saja, sekalipun mengalami penderitaan hebat.

Penderitaan dan kesukaran hebat semacam itu, bukanlah sebuah kehebatan iblis terhadap Allah dan umat Tuhan. Bukan sama sekali, sebab situasi demikian hanya dapat terjadi karena Bapa sendiri telah mengijinkan hal itu berlangsung:

Wahyu 13:5.7 (5) Dan kepada binatang itu diberikan mulut, yang penuh kesombongan dan hujat; kepadanya diberikan juga kuasa untuk melakukannya empat puluh dua bulan lamanya.(7)Dan ia diperkenankan untuk berperang melawan orang-orang kudus dan untuk mengalahkan mereka; dan kepadanya diberikan kuasa atas setiap suku dan umat dan bahasa dan bangsa.

NIV The beast was given a mouth to utter proud words and blasphemies and to exercise its authority for forty-two months. It was given power to wage war against God's holy people and to conquer them. And it was given authority over every tribe, people, language and nation. [Binatang itu telah diberikan sebuah mulut untuk meneriakan kata-kata angkuh dan hujatan-hujatan dan untuk menjalankan kekuasaannya selama empat puluh dua bulan. Ia diberikan kuasa untuk melancarkan perang melawan umat Tuhan yang kudus dan untuk menaklukannya. Dan binatang itu diberikan kuasa atas setiap suku, orang, bahasa dan bangsa]

KJ And there was given unto him a mouth speaking great things and blasphemies; and power was given unto him to continue forty and two months. And it was given unto him to make war with the saints, and to overcome them: and power was given him over all kindreds, and tongues, and nations.[Dan demikianlah telah diberikan kepadanya sebuah mulut yang memperkatakan hal-hal hebat dan hujatan-hujatan; dan kuasa telah diberikan kepadanya untuk berlangsung empat puluh dua bulan. Dan  telah diberikan kepadanya untuk mengadakan perang dengan orang-orang kudus, dan untuk menaklukan mereka;dan kuasa telah diberikan padanya atas segal suku, dan bahasa, dan bangsa]

HCSB A mouth was given to him to speak boasts and blasphemies. He was also given authority to act for 42 months. And he was permitted to wage war against the saints and to conquer them. He was also given authority over every tribe, people, language, and nation. [Sebuah mulut telah diberikan kepadanya untuk berkata-kata angkuh dan hujatan-hujatan. Dia juga telah diberikan kuasa untuk bertindak selama 42  bulan. Dan dia telah diijinkan untuk mengadakan perang melawan orang-orang kudus dan menaklukan mereka. Dia juga telah diberikan kuasa atas setiap suku, orang, bahasa, dan bangsa]

Situasi-situasi sukar dan mematikan yang dilakukan oleh iblis, adalah situasi yang telah ditetapkan oleh Allah sendiri melalui pemberian kuasa kepada binatang itu. Bukan saja kuasa untuk mematikan orang-orang kudus, namun juga kuasa untuk menghujat Tuhan dan tidak akan berakhir hingga genap waktu yang telah ditetapkan oleh Allah.


Secara substansi, kita telah melihat orang-orang mati yang telah mati sebagai orang-orang beriman yang sejati, para pengikut Kristus yang telah setia didalam penghidupan imannya didalam kekuatan Allah yang memeliharanya, hingga berakhir nyawanya.


Dapat dipahami secara kokoh bahwa Allah Bapa sendiri yang telah memberi kuasa kepada Setan untuk mendatangkan kesengsaraan terhadap orang-orang percaya, adalah juga Allah yang memelihara orang-orang percaya itu di dalam kehidupan mereka selama menantikan pewujudan keselamatan yang tak dapat dibinasakan,beserta segala berkat yang tak dapat binasa, yang telah tersedia bagi mereka di dalam sorga, sebagaimana yang telah saya paparkan pada bagian 1Q.



2.Orang-orang mati tanpa iman kepada Kristus, orang-orang yang namanya tak tercatat didalam kitab kehidupan
Pada Wahyu 20, kita melihat  kelempok manusia lainnya, yang tidak beriman kepada Yesus, dan apa yang terjadi pada mereka selama mereka hidup:

Wahyu 20:8-9 (8) dan ia akan pergi menyesatkan bangsa-bangsa pada keempat penjuru bumi, yaitu Gog dan Magog, dan mengumpulkan mereka untuk berperang dan jumlah mereka sama dengan banyaknya pasir di laut. (9) Maka naiklah mereka ke seluruh dataran bumi, lalu mengepung perkemahan tentara orang-orang kudus dan kota yang dikasihi itu. Tetapi dari langit turunlah api menghanguskan mereka,(10) dan Iblis, yang menyesatkan mereka, dilemparkan ke dalam lautan api dan belerang, yaitu tempat binatang dan nabi palsu itu, dan mereka disiksa siang malam sampai selama-lamanya.

Bandingkan dengan:
Wahyu 13:14 Ia menyesatkan mereka yang diam di bumi dengan tanda-tanda, yang telah diberikan kepadanya untuk dilakukannya di depan mata binatang itu. Dan ia menyuruh mereka yang diam di bumi, supaya mereka mendirikan patung untuk menghormati binatang yang luka oleh pedang, namun yang tetap hidup itu.

Wahyu 13:8 Dan semua orang yang diam di atas bumi akan menyembahnya, yaitu setiap orang yang namanya tidak tertulis sejak dunia dijadikan di dalam kitab kehidupan dari Anak Domba, yang telah disembelih.

Wahyu 17:8  Adapun binatang yang telah kaulihat itu, telah ada, namun tidak ada, ia akan muncul dari jurang maut, dan ia menuju kepada kebinasaan. Dan mereka yang diam di bumi, yaitu mereka yang tidak tertulis di dalam kitab kehidupan sejak dunia dijadikan, akan heran, apabila mereka melihat, bahwa binatang itu telah ada, namun tidak ada, dan akan muncul lagi.

Bagaimana keadaan orang-orang  yang tak percaya kepada Yesus Kristus?Hal  terutama yang harus dikatakan: semua telah disesatkan oleh iblis :
Wahyu 12:9 Dan naga besar itu, si ular tua, yang disebut Iblis atau Satan, yang menyesatkan seluruh dunia, dilemparkan ke bawah; ia dilemparkan ke bumi, bersama-sama dengan malaikat-malaikatnya.

Ular tua yang sangat menentang dan melawan Tuhan dan keselamatan yang datang dari Tuhan:

Wahyu 12:10 Dan aku mendengar suara yang nyaring di sorga berkata: "Sekarang telah tiba keselamatan dan kuasa dan pemerintahan Allah kita, dan kekuasaan Dia yang diurapi-Nya, karena telah dilemparkan ke bawah pendakwa saudara-saudara kita, yang mendakwa mereka siang dan malam di hadapan Allah kita.


Tak hanya itu, mereka yang dikatakan berjumlah sama dengan banyaknya pasir dilaut, mengadakan perang terhadap orang-orang kudus. Mereka adalah  alat-alat pembunuh didalam genggaman iblis terhadap orang-orang percaya. Ini, tentu saja harus dikatakan sebagai hal yang berada didalam kendali kedaulatan Allah sebagaimana telah saya tunjukan di atas tadi. Bahkan binatang itu diberikan kuasa untuk:

Wahyu 13:14-15 Ia menyesatkan mereka yang diam di bumi dengan tanda-tanda, yang telah diberikan kepadanya untuk dilakukannya di depan mata binatang itu. Dan ia menyuruh mereka yang diam di bumi, supaya mereka mendirikan patung untuk menghormati binatang yang luka oleh pedang, namun yang tetap hidup itu. Dan kepadanya diberikan kuasa untuk memberikan nyawa kepada patung binatang itu, sehingga patung binatang itu berbicara juga, dan bertindak begitu rupa, sehingga semua orang, yang tidak menyembah patung binatang itu, dibunuh.




Kitab Kehidupan: Penentu Akhir Orang-Orang Tak Percaya; Orang-Orang Percaya Dan Perjalanan Kehidupan Berimannya Sejak Mula Hingga Kesudahannya
Sekarang mari kita melihat lebih seksama pada Kitab Kehidupan itu sendiri:
[1]Wahyu 3:5 Barangsiapa menang, ia akan dikenakan pakaian putih yang demikian; Aku tidak akan menghapus namanya dari kitab kehidupan, melainkan Aku akan mengaku namanya di hadapan Bapa-Ku dan di hadapan para malaikat-Nya.

Bandingkan dengan:
Filipi 4:3 Bahkan, kuminta kepadamu juga, Sunsugos, temanku yang setia: tolonglah mereka. Karena mereka telah berjuang dengan aku dalam pekabaran Injil, bersama-sama dengan Klemens dan kawan-kawanku sekerja yang lain, yang nama-namanya tercantum dalam kitab kehidupan.

Bagaimana bisa dan apa dasar bagi rasul Paulus untuk mengatakan “mereka” yang telah berjuang bersamanya dalam perkabaran Injil, sebagai telah tercantum dalam Kitab kehidupan?

Bandingkan bagaimana kitab Wahyu menyatakan bahwa orang-orang tak percaya adalah orang-orang yang namanya tak tercatat di dalam  kitab kehidupan sejak dunia  dijadikan.

Wahyu 3:5 sebagaimana Filipi 4:3, berbicara keamanan kekal orang-orang beriman pada kepastian keselamatan. Jika sebelumnya melalui epistel Petrus kita telah melihat bahwa keamanan iman atau kepastian perjalanan keselamatan pada setiap orang percaya. Kitab kehidupan juga menunjuk pada diri setiap orang yang diakui Yesus dihadapan Bapa dan para malaikat-Nya. Ini berbicara mengenai iman dan kesetiaan kepada Yesus Kristus, bukan perbuatan baik apa yang telah dicapai. Bandingkan dengan perkataan Yesus sendiri di dalam Injil:

Matius 10:32-33  Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Aku juga akan mengakuinya di depan Bapa-Ku yang di sorga. Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan Bapa-Ku yang di sorga."
Tercatat, di kitab kehidupan sangat identik dengan orang-orang yang beriman kepada Yesus di dalam kesetiaan di hadapan para manusia. Perlu dicamkan, perkataan Yesus pada Matius itu ada pada konteks  waktu penderitaan yang dapat menghampiri setiap orang percaya. Ini penderitaan yang akrab dengan kematian, dalam hal itu Yesus meminta setia. Sebuah ‘moment of truth” atau “momen kebenaran” keberimananmu diuji oleh waktu dan peristiwa:

Matius 10:18 (18)Dan karena Aku, kamu akan digiring ke muka penguasa-penguasa dan raja-raja sebagai suatu kesaksian bagi mereka dan bagi orang-orang yang tidak mengenal Allah.(19) Apabila mereka menyerahkan kamu, janganlah kamu kuatir akan bagaimana dan akan apa yang harus kamu katakan, karena semuanya itu akan dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga.(20) Karena bukan kamu yang berkata-kata, melainkan Roh Bapamu; Dia yang akan berkata-kata di dalam kamu.(21) Orang akan menyerahkan saudaranya untuk dibunuh, demikian juga seorang ayah akan anaknya. Dan anak-anak akan memberontak terhadap orang tuanya dan akan membunuh mereka.(22) Dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku; tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.(23) Apabila mereka menganiaya kamu dalam kota yang satu, larilah ke kota yang lain; karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sebelum kamu selesai mengunjungi kota-kota Israel, Anak Manusia sudah datang..... (28) Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka.


Bagaimana dapat menang? Bagaimana dapat bertahan  hingga kesudahannya? Apakah bergantung kepada daya tahanmu belaka? Yesus  berkata pada saat seorang percaya mengalami aniaya dan penyiksaan karena imannya, ada sebuah jaminan penyertaan dari Allah: “Akan dikaruniakan Roh Bapamu saat itu juga yang akan berkata-kata bagimu dihadapan lawanmu.” Rasul Petrus, pada  tinjauan bagian sebelumnya mengatakan bahwa orang-orang percaya itu “dipelihara didalam kekuatan Allah sementara ia menantikan keselamatan yang telah tersedia itu untuk dinyatakan” – 1Petrus 1:5


Ada pemeliharaan Bapa, bahkan, didalam aniaya atau didalam darah orang percaya itu terancam untuk dikucurkan. Yesus menyatakan Roh Bapa akan menuntunmu dan saya, untuk melalui itu sehingga kesetiaan kita tegak melampaui kekuatan jiwa saya dan anda untuk melaluinya. Melampaui kegentaran jiwa dan melampaui ketakutan pikiran bilamana hal itu dipikirkan sekarang dan melahirkan pertanyaan, akankah saya atau anda mampu setia didalam situasi yang teramat sukar itu?


Pemeliharaan Bapa itu adalah  sebuah kepastian bagi kelangsungan iman orang percaya di dalam  perang besar melawan iblis beserta segenap manusia-manusia yang tak percaya kepada Yesus Kristus:

Wahyu 20:8-9 dan ia akan pergi menyesatkan bangsa-bangsa pada keempat penjuru bumi, yaitu Gog dan Magog, dan mengumpulkan mereka untuk berperang dan jumlah mereka sama dengan banyaknya pasir di laut. Maka naiklah mereka ke seluruh dataran bumi, lalu mengepung perkemahan tentara orang-orang kudus dan kota yang dikasihi itu. Tetapi dari langit turunlah api menghanguskan mereka,


[2]Wahyu 17:8 Adapun binatang yang telah kaulihat itu, telah ada, namun tidak ada, ia akan muncul dari jurang maut, dan ia menuju kepada kebinasaan. Dan mereka yang diam di bumi, yaitu mereka yang tidak tertulis di dalam kitab kehidupan sejak dunia dijadikan, akan heran, apabila mereka melihat, bahwa binatang itu telah ada, namun tidak ada, dan akan muncul lagi.

Kitab Kehidupan juga menunjukan pada siapa  yang akan menerima keselamatan dan tidak akan menerima keselamatan. Saat membaca: “mereka yang diam di bumi, yaitu mereka yang tidak tertulis di dalam kitab kehidupan sejak dunia dijadikan,” kita sedang membaca sebuah fakta yang menggentarkan bahwa  siapapun yang tidak percaya dan setia kepada Yesus Kristus pasti bukan yang tercatat di dalam kitab tersebut. Dan tidak tercatat di dalam kitab kehidupan, pasti mendatangkan sebuah konsekuensi. Apakah itu?
Inilah konsekuensinya:

Wahyu 20:15 Dan setiap orang yang tidak ditemukan namanya tertulis di dalam kitab kehidupan itu, ia dilemparkan ke dalam lautan api itu.
Sebuah konsekuensi luar biasa mematikan tanpa pengharapan apapun juga bagi mereka  yang tak percaya kepada Yesus [mereka yang tercatat didalam kitab kehidupan]: dilemparkan ke dalam lautan api itu. Mereka yang tak tercatat di dalam kitab kehidupan telah memiliki sebuah kepastian tempat: bersama iblis selama-lamanya:

Wahyu 20:10 dan Iblis, yang menyesatkan mereka, dilemparkan ke dalam lautan api dan belerang, yaitu tempat binatang dan nabi palsu itu, dan mereka disiksa siang malam sampai selama-lamanya.


Satu hal yang menakjubkan pada Wahyu 17:8 adalah “ sejak dunia dijadikan”:
NIV The beast, which you saw, once was, now is not, and yet will come up out of the Abyss and go to its destruction. The inhabitants of the earth whose names have not been written in the book of life from the creation of the world will be astonished when they see the beast, because it once was, now is not, and yet will come.

KJ The beast that thou sawest was, and is not; and shall ascend out of the bottomless pit, and go into perdition: and they that dwell on the earth shall wonder, whose names were not written in the book of life from the foundation of the world, when they behold the beast that was, and is not, and yet is. [sejak pembangunan dunia]

HCSB The beast that you saw was, and is not, and is about to come up from the abyss and go to destruction. Those who live on the earth whose names have not been written in the book of life from the foundation of the world will be astonished when they see the beast that was, and is not, and will be present again."[sejak pembangunan dunia]

Itu menunjukan bahwa apakah manusia itu percaya kepada Kristus atau tidak percaya kepada Kristus semata berdasarkan apakah kasih karunia Allah diberikan kepadanya atau tidak diberikan kepadanya oleh Bapa [bandingkan dengan  perkataan Yesus, bahwa hanya jika Bapa memperkenankan seseorang saja maka dapat beriman padanya: Matius 11:25-27;Yohanes 6: 44-45,65]. Bagaimana menjelaskan tidak tercatatnya seseorang itu sebelum dunia dibangun? Yang berarti sebelum orang-orang itu eksis dan sebelum orang-orang itu masuk ke dalam penghakiman   terakhir itu? Penjelasan  satu-satunya adalah: Allah memilih. Mengapa Allah memilih? Sebab tidak ada satu dasar pun pada setiap manusia untuk dapat memiliki dasar mencatatkan dirinya ke dalam kitab kehidupan. Bagi Allah, semuanya bejat dan tak ada satu orang pun yang baik di dalam pemandangannya dari sorga.

Tantangan terbesar bagi mereka yang memandang kitab kehidupan berkaitan dengan penghakiman berdasarkan perbuatan baik, atau tak dapat dilepaskan dari perbuatan baik dan bukan belaka iman percaya saja, adalah ini:

Wahyu 20:6 Berbahagia dan kuduslah ia, yang mendapat bagian dalam kebangkitan pertama itu. Kematian yang kedua tidak berkuasa lagi atas mereka, tetapi mereka akan menjadi imam-imam Allah dan Kristus, dan mereka akan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Dia, seribu tahun lamanya.



Apakah itu kematian kedua?
Wahyu 20:13 Maka laut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya, dan maut dan kerajaan maut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya, dan mereka dihakimi masing-masing menurut perbuatannya. Lalu maut dan kerajaan maut itu dilemparkanlah ke dalam lautan api. Itulah kematian yang kedua: lautan api.

Kematian kedua adalah: orang-orang mati yang dilemparkan kedalam lautan api. Ini adalah api yang  kekal.

Lalu, apakah kematian pertama pada orang-orang percaya? Ini adalah kematian orang-orang percaya yang diakibatkan oleh:
-jiwa-jiwa mereka, yang telah dipenggal kepalanya karena kesaksian tentang Yesus dan karena firman Allah – Wahyu 20:4

-yang tidak menyembah binatang itu dan patungnya dan yang tidak juga menerima tandanya pada dahi dan tangan mereka

Dua poin yang sebetulnya berbicara satu substansi: setia kepada Yesus didalam imannya, tidak menyangkali imannya  hingga akhir hayatnya, apakah mati di dalam kedamaian ataukah mati di dalam penganiayaan.

Dikatakan bahwa pada orang-orang percaya yang  mendapatkan bagian pada kebangkitan pertama, maka kematian kedua tidak akan  berkuasa atasnya.

Jika demikian adanya, maka hasil dari Wahyu 20:12 adalah jelas! Bahwa hasilnya  adalah: mereka tidak akan sama sekali menjadi para terhukum. Tidak ada sama sekali penghakiman atas mereka berdasarkan perbuatan, sebab sejak kebangkitan pertama [dari kematian akibat Wahyu 20:4], sudah dinyatakan: kematian kedua tidak lagi berlaku atas mereka.



[3]Wahyu 13:8 Dan semua orang yang diam di atas bumi akan menyembahnya, yaitu setiap orang yang namanya tidak tertulis sejak dunia dijadikan di dalam kitab kehidupan dari Anak Domba, yang telah disembelih.

Teks ini walau mengimbuhkan dari Anak Domba pada kitab kehidupan, namun tetap berbicara satu hal yang sama: tercatatnya nama seseorang pada kitab kehidupan adalah semata-mata kasih karunia Allah, bukan berdasarkan pada kebaikan seseorang atau moralitas seseorang itu sudah sangat baik atau sudah sama seperti Bapa.


Teks ini juga sekali lagi menunjukan bahwa kitab kehidupan juga merupakan penentu tunggal bagi setiap manusia di dunia ini, apakah dia akan mengalami kehidupan kekal, atau kematian kekal di lautan api yang kekal itu.

Dengan kata lain, apakah beriman kepada Yesus atau tidak, merupakan penentu tunggal bagi setiap manusia di dunia ini [Yohanes 3:14-16], apakah dia akan mengalami kehidupan kekal, atau kematian kekal di lautan api yang kekal.

Teks ini sendiri, menunjukan betapa  Yesus adalah sentralitas permulaan dan kesudahan segala sesuatu [Wahyu 1:8,17; 22:13]. Bahkan pada akhirnya, setiap orang yang menolak percaya kepada Kristus, yang menghujat Kristus dan meremehkannya: akan menyembah dia. Menyembahnya bukan sebagai orang-orang yang memiliki keselamatan, tetapi orang-orang yang akan mengalami kematian kekal.

Orang yang tidak percaya  kepada Kristus atau tidak tercatat di dalam kitab kehidupan,yang menentang Kristus beserta segenap kekudusan dan kemuliaan kasihnya, pun  pasti tidak akan  masuk ke dalam Yerusalem Baru:

Wahyu 21:27 Tetapi tidak akan masuk ke dalamnya sesuatu yang najis, atau orang yang melakukan kekejian atau dusta, tetapi hanya mereka yang namanya tertulis di dalam kitab kehidupan Anak Domba itu


Dua Dasar Penghakiman, Hanya Satu Menuju Keselamatan
Kitab kehidupan senantiasa berporos pada Yesus Kristus dan orang-orang yang beriman kepadanya.  Dalam kitab kehidupan tidak akan ditemukan  elemen hukum taurat atau catatan moralitas sebagai alat ukur kelayakan seseorang untuk masuk ke dalam kehidupan kekal. Tidak juga merupakan perpaduan antara beriman dan berbuat baik sebagai dua entitas terpisah. Orang-orang yang tidak percaya kepada Yesus, dengan demikian, bukan saja tidak dapat masuk ke dalam Yerusalem Baru, tetapi mereka semua akan mengalami kematian kedua, sebagaimana telah dijelaskan pada:

Wahyu 20:13-15 (13)Maka laut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya, dan maut dan kerajaan maut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya, dan mereka dihakimi masing-masing menurut perbuatannya. (14) Lalu maut dan kerajaan maut itu dilemparkanlah ke dalam lautan api. Itulah kematian yang kedua: lautan api. (15)Dan setiap orang yang tidak ditemukan namanya tertulis di dalam kitab kehidupan itu, ia dilemparkan ke dalam lautan api itu.
Orang-orang mati dihakimi menurut perbuatannya, jelas bukan orang-orang yang tercatat di dalam Kitab kehidupan atau orang-orang yang diakui Yesus Kristus dihadapan Bapa dan malaikat-malaikat-Nya. Itu sebabnya, ada orang-orang mati yang dihakimi atas dasar yang berbeda pada ayat 15, penghakiman berdasarkan pada apakah seseorang itu tercatat atau tidak didalam kitab kehidupan.

Ayat 15 berkata: jika tidak ditemukan namanya di dalam kitab kehidupan, maka ia dilemparkan ke dalam lautan api. Dasar penghakiman adalah apakah namanya teregistrasi atau tidak sejak dunia dijadikan [Wahyu 13:8; 17:8]. Bukan  berdasarkan pada perbuatannya. Berdasarkan pada apakah dia beriman kepada Yesus dalam kesungguhan dan penuh kesetiaan sekalipun itu berarti kehilangan nyawanya. Kitab itu telah mencatatkan nama-nama sejak dunia dijadikan. Kitab  kehidupan adalah kitab kasih karunia yang memberikan hidup, hidup kekal yang hanya ada di dalam Yesus Kristus [Yohanes 1:4, Yohanes 5:21, Yohanes 6:39, Yohanes11:25]

Kitab kehidupan  berbicara kehidupan yang sesungguhnya pada Yesus Kristus dan juga bagaimana matinya bagi setiap orang yang tak tercatat pada kitab kehidupan itu:

Wahyu 1:17-18 "Jangan takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir, dan Yang Hidup. Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya dan Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut.

Siapapun yang tak  tercatat pada kitab kehidupan, jelas menunjuk pada orang yang tak percaya atau tak beriman kepada Kristus sebagaimana yang dikehendaki oleh Bapa [Yohanes 3:15-16,18]. Yang tak tercatat pada kitab kehidupan jelas akan berujung pada maut, bukan kehidupan bersama dengan Allah. Yesus berkuasa, maka demikian jugalah dampaknya bagi yang tercatat dan tak tak tercatat.

Bagi mereka yang tercatat pada kitab kehidupan, tidak ada satu apapun yang dapat menyebabkannya mengalami penghakiman dan berakhir pada lautan api, seolah keselamatannya tak pasti.

Jika kitab kehidupan mencatat dan telah menentukan siapa yang akan berujung pada lautan api dan siapa yang bersama dengan Tuhan sejak dunia dijadikan, maka demikianlah Yesus berkuasa untuk menjaminkan setiap yang orang percaya tidak akan dihakimi  berdasarkan pada perbuatannya dan tidak akan berakhir pada lautan api kekal:

Wahyu 20:4,6 Aku juga melihat jiwa-jiwa mereka, yang telah dipenggal kepalanya karena kesaksian tentang Yesus dan karena firman Allah; yang tidak menyembah binatang itu dan patungnya dan yang tidak juga menerima tandanya pada dahi dan tangan mereka; dan mereka hidup kembali dan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Kristus untuk masa seribu tahun. Berbahagia dan kuduslah ia, yang mendapat bagian dalam kebangkitan pertama itu. Kematian yang kedua tidak berkuasa lagi atas mereka, tetapi mereka akan menjadi imam-imam Allah dan Kristus, dan mereka akan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Dia, seribu tahun lamanya.

Apakah anda seorang yang percaya kepada Yesus Kristus, sebagai keselamatanmu yang datang dari Allah, sebuah anugerah dari Bapa bagimu? Ini adalah pertanyaan maha penting.

Teks Wahyu 20:12, dengan demikian, sekalipun membicarakan 2  cara penghakiman pada saat  yang sama: a.berdasarkan perbuatan yang mengacu pada kitab-kitab, dan b. berdasarkan pada apakah dirinya beriman kepada Yesus Kristus atau apakah tercatat pada kitab kehidupan sejak dunia dijadikan, keduanya menunjukan satu realita tunggal: tidak ada satupun manusia yang dapat masuk ke dalam kehidupan kekal tanpa beriman kepada Yesus Kristus, sebuah dasar tunggal mengapa sebuah nama dapat tercantum di dalam  Kitab Kehidupan, sejak dunia dijadikan

Dan di dalam Kitab Wahyu:

a.tidak ada satu pun kisah keselamatan yang terpisah dari  Yesus Kristus, darah Yesus Kristus, dan kesaksian orang-orang beriman kepadanya:

Wahyu 12:10-12 Dan aku mendengar suara yang nyaring di sorga berkata: "Sekarang telah tiba keselamatan dan kuasa dan pemerintahan Allah kita, dan kekuasaan Dia yang diurapi-Nya, karena telah dilemparkan ke bawah pendakwa saudara-saudara kita, yang mendakwa mereka siang dan malam di hadapan Allah kita. Dan mereka mengalahkan dia oleh darah Anak Domba, dan oleh perkataan kesaksian mereka. Karena mereka tidak mengasihi nyawa mereka sampai ke dalam maut. Karena itu bersukacitalah, hai sorga dan hai kamu sekalian yang diam di dalamnya, celakalah kamu, hai bumi dan laut! karena Iblis telah turun kepadamu, dalam geramnya yang dahsyat, karena ia tahu, bahwa waktunya sudah singkat." 

b.tidak satu pun kisah penyucian yang  terlepas dari Yesus Kristus dan darah Yesus Kristus, satu satunya:

Wahyu 1:5 dan dari Yesus Kristus, Saksi yang setia, yang pertama bangkit dari antara orang mati dan yang berkuasa atas raja-raja bumi ini. Bagi Dia, yang mengasihi kita dan yang telah melepaskan kita dari dosa kita oleh darah-Nya

Wahyu 5:9 Dan mereka menyanyikan suatu nyanyian baru katanya: "Engkau layak menerima gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya; karena Engkau telah disembelih dan dengan darah-Mu Engkau telah membeli mereka bagi Allah dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa.

Wahyu 6:9-11 Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang kelima, aku melihat di bawah mezbah jiwa-jiwa mereka yang telah dibunuh oleh karena firman Allah dan oleh karena kesaksian yang mereka miliki. Dan mereka berseru dengan suara nyaring, katanya: "Berapa lamakah lagi, ya Penguasa yang kudus dan benar, Engkau tidak menghakimi dan tidak membalaskan darah kami kepada mereka yang diam di bumi?" Dan kepada mereka masing-masing diberikan sehelai jubah putih, dan kepada mereka dikatakan, bahwa mereka harus beristirahat sedikit waktu lagi hingga genap jumlah kawan-kawan pelayan dan saudara-saudara mereka, yang akan dibunuh sama seperti mereka.

Wahyu 7:14 Maka kataku kepadanya: "Tuanku, tuan mengetahuinya." Lalu ia berkata kepadaku: "Mereka ini adalah orang-orang yang keluar dari kesusahan yang besar; dan mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba.

Bandingkan ini dengan:
Ibrani 9:14 betapa lebihnya darah Kristus, yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat, akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup.

Ibrani 13:12 Itu jugalah sebabnya Yesus telah menderita di luar pintu gerbang untuk menguduskan umat-Nya dengan darah-Nya sendiri.

1Petrus 1:18-19 Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat.

Satu bagian pada penutup Wahyu juga meneguhkan, bahwa  tidak ada keselamatan selain menuruti  kebenaran yang hanya ada didalam Yesus Kristus:
Wahyu 22:7 Sesungguhnya Aku datang segera. Berbahagialah orang yang menuruti perkataan-perkataan nubuat kitab ini!

Semakin dekat waktu kedatangan Tuhan maka realitas yang telah digambarkan oleh kitab Wahyu akan semakin mewujud dan semakin menggentarkan. Itu sebabnya juga dikatakan:

Wahyu 22:11 Barangsiapa yang berbuat jahat, biarlah ia terus berbuat jahat; barangsiapa yang cemar, biarlah ia terus cemar; dan barangsiapa yang benar, biarlah ia terus berbuat kebenaran; barangsiapa yang kudus, biarlah ia terus menguduskan dirinya!"

Bagaimana memahami: barangsiapa yang berbuat jahat, biarlah terus berbuat jahat? Nasihat seperti apakah ini, dan mengapa bukan nasihat sebaliknya? Perhatikan  versi lain sebagai pembanding:

NIV Let the one who does wrong continue to do wrong; let the vile person continue to be vile; let the one who does right continue to do right; and let the holy person continue to be holy."

KJ He that is unjust, let him be unjust still: and he which is filthy, let him be filthy still: and he that is righteous, let him be righteous still: and he that is holy, let him be holy still.

HCSB Let the unrighteous go on in unrighteousness; let the filthy go on being made filthy; let the righteous go on in righteousness; and let the holy go on being made holy."

Bagaimana mungkin didalam sebuah wahyu dapat ditemukan perintah semacam ini? Apakah anda tetap  bisa mengamini: Berbahagialah orang yang menuruti perkataan-perkataan nubuat kitab ini! [22:7] Setelah membaca “barang siapa berbuat jahat, biarlah terus berbuat jahat.”

Pertama kita  harus memahami bahwa ini adalah  situasi “waktunya sudah dekat”[22:10]. Iblis  sangat mengetahui  [12:12] bahwa Yesus  akan datang segera [22:12].

Memahami  hal negatif ini sama sukarnya untuk memahami Wahyu 13:8 dan Wahyu 17: 8 [yang namanya tidak tertulis sejak dunia dijadikan di dalam kitab kehidupan dari Anak Domba], serta  Wahyu 13:10 [Barangsiapa ditentukan untuk ditawan, ia akan ditawan; barangsiapa ditentukan untuk dibunuh dengan pedang, ia harus dibunuh dengan pedang] dan Wahyu 6:9-11 ["Berapa lamakah lagi, ya Penguasa yang kudus dan benar, Engkau tidak menghakimi dan tidak membalaskan darah kami kepada mereka yang diam di bumi?" Dan kepada mereka masing-masing diberikan sehelai jubah putih, dan kepada mereka dikatakan, bahwa mereka harus beristirahat sedikit waktu lagi hingga genap jumlah kawan-kawan pelayan dan saudara-saudara mereka, yang akan dibunuh sama seperti mereka.]. Demikian juga dengan Wahyu 20:8-9 ketika orang-orang tak percaya diberikan kuasa untuk mengepung orang-orang kudus, dan kemudian disudahi oleh Allah.

Pada dasarnya kita sedang berhadapan dengan   ketetapan-ketetapan Allah pada apa yang harus terjadi. Orang-orang yang  jahat biarlah terus jahat, dan itu sebuah firman?? Hanya dengan memahami Wahyu 13:8 dan Wahyu 17: 8 yang kemudian akan  menjadi pemburu mematikan orang-orang percaya, maka kita mengetahui bahwa  Wahyu 22:11 adalah firmannya yang kudus, sebuah penetapan terkait kejahatan dan dosa atas orang-orang yang tak tercatat didalam kitab kehidupan.

c.pada akhirnya, kitab kehidupan pada Wahyu 20:12 tidak mengindikasikan penghakiman berdasarkan perbuatan turut andil dalam penentuan pewujudan keselamatan pada orang percaya itu. Malah kita melihat ada penetapan pada  orang-orang beriman pada Kristus [Wahyu 20:4,6] yang telah ditetapkan lebih dahulu tidak akan mengalami kematian kedua padahal penghakiman akhir belum dilakukan. Juga, sama sekali  tidak menunjukan pada orang-orang  yang tidak percaya, akan memperoleh keselamatan melalui penghakiman berdasarkan perbuatan-perbuatan [ Wahyu 20:13-14]. Wahyu 20 diakhiri dengan hanya yang tercatat di dalam Kitab Kehidupan saja, tak akan mengalami kematian kedua, kekal [20:15]. 


Dengan demikian, pengajaran pendeta Dr. Erastus Sabdono tidak berdasar sama sekali dan sangat salah dengan menganjurkan didalam pengajarannya, sebuah pola lain keselamatan [Bagian 1B] bagi mereka yang tak beriman kepada Kristus.



                                                                  AMIN
Segala Pujian Hanya Kepada TUHAN


Bacaan berguna untuk studi dan relevan dengan penganiayaan orang beriman kepada Kristus, dan upaya penghancuran sebuah peradaban: "Never Forget"







P O P U L A R - "Last 7 days"