0 5 KEBENARAN KOKOH DALAM MENJALANI TAHUN YANG PENUH DENGAN KETAKPASTIAN (Vol.6)

Bagaimana anda berkata kepada seseorang yang belum percaya kepada Kristus? Coba amati kehidupan mereka. Dan bila kehidupannya dalam pola dosa yang tak terputuskan, anda tahu bahwa keterbudakannya terhadap dosa belum tersingkirkan. Seseorang yang telah dilahirkan kembali oleh Tuhan tak akan hidup dalam pola perbudakan dosa.
Sebelumnya Vol 5



Kembali ke bab3 (1 Yohanes 3) dan saya mengingatkan kembali saudara akan apa yang Ia katakan, dan anda dapat memperhatikan pada ayat 4, "Setiap orang yang berbuat dosa, melanggar juga hukum Allah," disini kita sedang berbicara sebuah pola dosa yang tak terputuskan. "Setiap orang yang berbuat dosa juga melakukan pelanggaran hukum Tuhan" dan dosa adalah perbuatan melanggar hukum Tuhan."

Jadi hal yang terutama dan PERTAMA, dosa tidak bersesuaian dengan hukum Tuhan. Dosa tidak bersesuaian dengan hukum Tuhan. Jika seseorang menjadi Kristen, mereka akan berkata seperti Paulus berkata di Roma 7, "O betapa aku mencintai Hukum-Mu," ini apa yang dikatakan Daud dalam Mazmur 119, "Hukum-Mu kudus, adil dan baik. Dan ada sesuatu didalam diriku yang mencintai hukum-Mu, merindukan untuk mematuhi hukum-Mu." Seorang yang mengaku Kristen tidak bisa, tidak dapat  hidup dalam kebiasaan melanggar hukum Tuhan. Dosa tidak bersesuaian dengan Hukum Tuhan. Itulah yang dikatakan dalam 1 Yohanes 3:4, "Setiap orang yang berbuat dosa, melanggar juga hukum Allah, sebab dosa ialah pelanggaran hukum Allah".

KEDUA, dosa tidak bersesuian atau bertentangan dengan Karya Keselamatan yang dikerjakan Kristus. Dan anda tahu bahwa kehadiran-Nya bertujuan untuk melenyapkan dosa-dosa. Maksud saya, Yesus telah datang ke dunia ini, mati, bangkit kembali untuk menghapus dosa.  Oleh sebab itu jika Yesus Kristus telah menyelesaikan karya-Nya didalam hati seseorang, kemudian dosa orang tersebut telah dihapuskan.

Terus-menerus, tak terputuskan hidup dalam pola dosa tak peduli bagaimana orang tersebut menyaksikan dirinya sebagai pemercaya, menyatakan diri sebagai Kristen, telah mengalami hal yang baik, dibaptis, atau apapun  juga, ini tidak dapat dijadikan dasar untuk menilai kondisi rohani seseorang. Amati kehidupan dirimu dan jika dalam kehidupanmu sedang berlangsung sebuah pola dosa, jika itu menjadi karakter dominan kehidupanmu atau mereka, mereka jelas tidak dilahirkan kembali oleh Tuhan, Karena dosa bertentangan dengan Hukum Tuhan, dosa bertentangan dengan  karya keselamatan yang dikerjakan Kristus yang hadir untuk menghapuskan dosa. Faktanya, Yohanes melanjutkan dengan berkata pada 1 Yohanes 3:6, "Karena itu setiap orang yang tetap berada di dalam Dia, tidak berbuat dosa lagi; setiap orang yang tetap berbuat dosa, tidak melihat dan tidak mengenal Dia".


Yohanes tidak sedang mengatakan bahwa engkau tidak akan pernah lagi berbuat dosa. Yohanes disini sedang membicarakan sebuah pola perbuatan dosa 1 Yohanes 3:7 ,"Anak-anakku, janganlah membiarkan seorangpun menyesatkan kamu. Barangsiapa yang berbuat kebenaran adalah benar, sama seperti Kristus adalah benar."

Lihatlah kehidupan ini. Sekali lagi ini tidak mengatakan bahwa anda tidak pernah berbuat dosa. Kembali ke  1 Yohanes 1:8 ,"Jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita". Pada ayat 10, "Jika kita berkata, bahwa kita tidak ada berbuat dosa, maka kita membuat Dia menjadi pendusta dan firman-Nya tidak ada di dalam kita".

Demikian juga pada 1 Yohanes 2:1,"Anak-anakku, hal-hal ini kutuliskan kepada kamu, supaya kamu jangan berbuat dosa", Jika seseorang berbuat dosa, jika pola kebenaran terbangun didalam seseorang yang telah dilahirkan kembali rusak oleh dosa, kita memiliki seorang Pembela terhadap Bapa, Yesus Kristus yang Benar dan Yesus Kristus sendiri adalah pendamai (propitiation) bagi dosa-dosa kita...dosa-dosa orang percaya. Bukan hanya bagi dosa-dosa kita saja tetapi bagi dosa semua orang  diseluruh dunia. "Jadi disini kita tidak sedang berbicara mengenai kesempurnaan, tetapi ini adalah panduan hidup. Ini bukan soal sepenuhnya tak lagi berbuat dosa, ini tentang pola kebenaran, pola kebenaran yang menggantikan pola keberdosaan yang tak terputuskan. Seseorang yang berbuat dosa 1 Yohanes 3:8," barangsiapa yang tetap berbuat dosa, berasal dari Iblis, sebab Iblis berbuat dosa dari mulanya. Untuk inilah Anak Allah menyatakan diri-Nya, yaitu supaya Ia membinasakan perbuatan-perbuatan Iblis itu".

Sehingga, keduanya...1 Yohanes 3:5, Ia menyatakan diri untuk menghapuskan dosa dan 1Yohanes 3:8, Ia menyatakan diri untuk membinasakan perbuatan-perbuatan Iblis itu. Sehingga dosa bertentangan dengan karya keselamatan Yesus Kristus. KETIGA,  dosa bertentangan dengan pekerjaan Roh Kudus. Tak seorangpun, 1 Yohanes 3:9 berkata,"Setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa lagi; sebab benih ilahi tetap ada di dalam dia dan ia tidak dapat berbuat dosa, karena ia lahir dari Allah". Kita dilahirkan dari Roh dan tak seorangpun yang lahir dari Roh Tuhan melakukan dosa.

Mengapa? Benih Tuhan  tinggal bersama dia. Hidup baru, benih kebenaran hidup tinggal didalam diri orang percaya, dia tidak dapat berbuat dosa karena ia lahir dari Tuhan. Oleh karena itu perbedaan antara anak-anak Tuhan dan anak-anak iblis sangat jelas. Siapapun yang tak mempraktekan kebenaran tidak berasal dari Tuhan.

Hal ini sangat penting bagi kita karena jika kita berurusan dengan kepastian-kepastian disini dan kita ingin menjadi pasti dalam hal kondisi rohani kita, pertanyaannya bukan sesuatu mengenai apa yang telah engkau lakukan  dimasa lalu, apakah engkau mengucapkan sebuah doa, apakah engkau melakukan itu dan ini.

Ini mengenai : lihat kehidupanmu saat ini dan apa pola kehidupanmu. Jika anda sungguh-sunggu telah diubahkan, maka kuasa dosa telah dihancurkan didalam hidupmu.

Cara lain untuk memandang kebenaran penting ini, cukup melihat kembali apa yang telah kita pelajari sebelumnya, Coba buka Roma 6 sejenak, Roma bab 6, dan kita hanya akan membaca ayat 17, Roma 6:17 berkata,"Tetapi syukurlah kepada Allah! Dahulu memang kamu hamba dosa, tetapi sekarang kamu dengan segenap hati telah mentaati pengajaran yang telah diteruskan kepadamu", inilah cara mendefiniskannya, anda mempunyai satu tuan, satu tuan yang mendominasi, dan seluruh yang telah anda lakukan  tepat seperti apa yang diperintahkan oleh tuan tersebut. Anda dahulu budak dosa. "Tetapi terimakasih kepada Tuhan, anda menjadi taat dari dalam hati anda kepada pengajaran yang disampaikan yang harus anda lakukan. Dan telah dibebaskan dari dosa, dominasi dosa, penguasaan dosa sebagaimana diindikasikan dalam Roma 6:14,"Sebab kamu tidak akan dikuasai lagi oleh dosa, karena kamu tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia", telah dibebaskan sehingga  engkau menjadi hamba-hamba kebenaran." Dan pada Roma 6:19 dikatakan,"Aku mengatakan hal ini secara manusia karena kelemahan kamu." Paulus sedang menggunakan analogi manusai disini mengenai perbudakan untuk menggambarkan apa yang terjadi dengan spiritualitasmu.

"Pernah pada suatu waktu, Roma6:19,"kamu telah menyerahkan anggota-anggota tubuhmu menjadi hamba kecemaran dan kedurhakaan yang membawa kamu kepada kedurhakaan," Hal ini telah dipatahkan yaitu dipatahkan dari kuasa kecemaran dan keduharkaan yang tak terputuskan."kamu sekarang harus menyerahkan anggota-anggota tubuhmu menjadi hamba kebenaran," Roma 6:20,"Sebab waktu kamu hamba dosa, kamu bebas dari kebenaran".

Ketika anda masih menjadi budak dosa, tidak terdapat kebenaran didalam diri anda. Dan yang anda miliki hanyalah apa yang digambarkan Roma 6:21-22. Ayat 21 : kematian. Ayat 22 :"Tetapi sekarang, setelah kamu dimerdekakan dari dosa, dan setelah kamu menjadi hamba Allah". Hasil dari kehidupan kekal...berbeda total...berbeda total.

Hal ini digambarkan dalam Roma 7 dalam analogi lainnya. Roma 7:2, dan ini analogi yang digunakan,"Sebab seorang isteri terikat oleh hukum kepada suaminya selama suaminya itu hidup. Akan tetapi apabila suaminya itu mati, bebaslah ia dari hukum yang mengikatnya kepada suaminya itu". Jika anda seorang janda, anda tak lagi terikat dengan pasangan anda yang telah meninggal. Anda terbebas dari kewajiban, kewajiban hukum terkait pasangan anda." Jadi selama suaminya hidup ia dianggap berzinah, kalau ia menjadi isteri laki-laki lain; tetapi jika suaminya telah mati, ia bebas dari hukum, sehingga ia bukanlah berzinah, kalau ia menjadi isteri laki-laki lain" Roma 7:3.

Kemudian Paulus menerapkan analogi ini pada Roma7:4,"    Sebab itu, saudara-saudaraku, kamu juga telah mati bagi hukum Taurat oleh tubuh Kristus, supaya kamu menjadi milik orang lain, yaitu milik Dia, yang telah dibangkitkan dari antara orang mati, agar kita berbuah bagi Allah". Ini seolah-olah pasangan lama anda mati oleh dosa dan pasangan baru anda adalah kebenaran didalam Kristus.

Roma 7:5 selanjutnya berkata,"Sebab waktu kita masih hidup di dalam daging, hawa nafsu dosa, yang dirangsang oleh hukum Taurat, bekerja dalam anggota-anggota tubuh kita, agar kita berbuah bagi maut". "Anda dapat saja mengambil hukum Tuhan, dan memberlakukan Hukum Tuhan kedalam kehidupan seseorang yang belum diubahkan dan semua Hukum Tuhan dapat mengakibatkan bangkitnya hawa nafsu yang lebih kuat, lebih banyak dosa dan menghasilkan lebih banyak buah yang membawa maut karena natur memberontak sebagai manusia berdosa belum diubahkan. Dan semakin banyak mereka mengetahui Hukum Tuhan, semakin besar pemberontakan mereka terhadap Hukum Tuhan, Tetapi pada Roma 7:6 dikatakan,"Tetapi sekarang kita telah dibebaskan dari hukum Taurat, sebab kita telah mati bagi dia, yang mengurung kita, sehingga kita sekarang melayani dalam keadaan baru menurut Roh dan bukan dalam keadaan lama menurut huruf hukum Taurat". "Kembali disini Analogi yang digunakan Paulus sangat jelas disini. Kita memiliki hidup baru yang dijiwai oleh kehambaan terhadap kebenaran, ketaatan terhadap Hukum. Setan tak lagi menguasai kita. Dosa tak lagi menjadi tuan kita.

Dan dengan pemikiran ini, kembali kita beralih kepada surat Yohanes yang tadi sampai pada 1Yohanes 3:5. "KITA TAHU",  1 Yohanes 5:18, "Kita tahu, bahwa setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa," dalam pengertian ini maksudnya pola perbuatan dosa yang tak terputuskan, "tetapi Dia yang lahir dari Allah melindunginya, dan si jahat tidak dapat menjamahnya".

Mungkin akan membantu jika kita menerjemahkan 1Yohanes5:18,"Dia yang dilahirkan dari Tuhan menjaganya." Siapakan Dia?Siapakah satu-satunya yang dilahirkan dari Tuhan? KRISTUS. Kita tidak berbuat dosa karena kita telah dilahirkan kembali dan telah diberikan hidup baru yang dicirikan oleh kebenaran. Lebih lanjut, Kita dilindungi dari pola lama oleh Pribadi yang datang dari Tuhan sehingga iblis tidak menjamah kita, mengamankan kita, memegang kita, lebih kuat dari sekedar menjamah. Satan tak punya pegangan, tidak memiliki kuasa  terhadap kita.

Sehingga kita menjadi pasti...tidak hanya memiliki kepastian akan kehidupan kekal, tidak hanya memiliki kepastian bahwa kita memiliki jawaban atas doa, kita memiliki kepastian bahwa kita memiliki kemenangan atas dosa. setan tidak dapat menahan kita. Kita telah mati dari keterikatan kita dengan iblis. Kita sekarang hidup bagi tuan yang baru dan prinsip hidup baru. Dan Pribadi yang lahir dari Tuhan- Yesus Kristus menjagai kita dan iblis tak dapat menyentuh kita. Betapa janji yang sangat dahsyat bila anda berpikir fakta bahwa anda tak akan pernah dapat jatuh kembali kepada kehidupan lama anda, itu tak akan dapat terjadi.

Mengapa?

Bersambung ke bagian7

John MacArthur Grace To You | Alih Bahasa : Martin Simamora

P O P U L A R - "Last 7 days"