0 5 KEBENARAN KOKOH DALAM MENJALANI TAHUN YANG PENUH DENGAN KETAKPASTIAN (Vol.5)

Tetapi ada lebih banyak hal lagi mengenai hidup kekal. Sebagai contoh mari perhatikan 1 Yohanes 5:20, yang merupakan pernyataan terakhir. Ayat ini berbicara tentang Yesus Kristus, inilah Tuhan yang benar dan kehidupan kekal. Sehingga hidup yang kekal adalah hidup selamanya bersama dengan Tuhan, dengarkan ini, memiliki kehidupan yang berasal dari Tuhan yang dimiliki oleh Kristus sendiri. Memasuki kembali kehidupan dalam Tuhan. Dalam beberapa hal kita mewarisi kesempurnaan-Nya, tanpa dosa, kudus, hidup dengan benar namun tidak menjadi Tuhan.


Saya pikir anda dapat berkata, saya tidak tahu, ini adalah ilustrasi yang baik, kita seperti bola lampu. Kita memiliki kehidupan-Nya seperti sebuah bola lampu yang memancarkan terang. Bola lampu itu bukan terang. Terang itu masuk kedalam bola lampu dan meneranginya. Jadi kehidupan-Nya akan dipancarkan kedalam diri kita dan telah dipancarkan kedalam diri kita walaupun terang itu tidak bersinar dengan cemerlang karena bola lampu itu masih gelap. Tidak terbuat dari kristal yang bening karena kristal itu telah menjadi buram oleh kejatuhan tubuh/daging  kita dan kita masih hidup didalam tubuh yang sedemikian.

Saya kira anda dapat memahaminya dengan cara seperti ini. Terang itu telah hidup tetapi yang dilihat dunia bukanlah terang yang konstan, masih berkedip. Suatu saat kelak ketika kita menanggalkan tubuh fana ini dan memasuki pewujudan kemuliaan kita sebagai anak-anak  Tuhan, kita akan nyata-nyata menjadi sangat cemerlang, bola-bola lampu yang tak buram-sebening kristal sehingga kuasa kehidupan yang kekal akan mengalir dan meradiasi seluruh kekekalan.

Dalam Injil Yohanes 17, Yesus mengucapkan  sebuah doa, dan pada ayat ketiga, Ia berkata,"Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus". Bagian inilah  yang kita baca pada 1 Yohanes 5 ayat 20. Bapa dan Kristus adalah kehidupan yang kekal. Bapa dan Kristus adalah kuasa kehidupan kekal. Dan untuk mengatakan bahwa kita akan memiliki kehidupan yang kekal  cukup dengan mengatakan bahwa kita sungguh memiliki kehidupan Tuhan didalam diri kita, dan hal ini sudah terjadi, hanya saja belum terwujud dengan sempurna karena kehidupan yang dari Tuhan itu masih tertahan dalam kegelapan tubuh kita yang telah jatuh kedalam dosa.

Kita telah memiliki kehidupan yang kekal itu, itu sebabnya kita mengasihi Tuhan, itu sebabnya mengapa kita mengasihi sesama, itu sebabnya mengapa kita tidak mencintai dunia ini lagi, itu sebabnya mengapa kita memiliki kerinduan didalam hati ini untuk patuh, itu sebabnya mengapa kita berhasrat untuk melakukan kebenaran dan membenci dosa karena kehidupan Tuhan telah ada didalam diri kita. Itu sungguh kehidupan yang dari Tuhan.

Cara lain untuk melihat hal ini adalah :Roh Kudus yang datang dari Tuhan berdiam didalam kita dan karena itu hadirat Tuhan ada didalam diri kita sebagai Roh Tuhan yang ada didalam diri kita, sebagai Roh Kristus yang ada didalam diri kita, sebagai Tuhan yang ada didalam diri kita.
Seluruh esensi natur Trinitas telah berdiam didalam kehidupan kita. Ini sungguh mujizat yang luar biasa besar. Dunia tidak mampu melihat hal ini, sebagaimana Roma 8 mengungkapkan hal ini. Dunia belum dapat melihat kita karena selubung itu belum diangkat dari kita, pewujudan kemuliaan menanti saat kebangkitan. Sementara menantikannya kita berjuang melawan kegelapan yang menyelubungi kita, membuat Terang yang ada didalam kita begitu sulit untuk dapat dilihat.

Ini bukan soal durasi kehidupan. Ini mengenai kualitas kehidupan, sebuah jenis kehidupan yang sekarang kita miliki dan kehidupan semacam ini yang berasal dari Tuhan akan kita miliki selamanya, Tuhan yang berada didalam diri kita, kudus, murni dan benar dan baik dan menguasai dan dipuaskan dan dipenuhi, Kehidupan kekal adalah kehidupan yang tak berkekurangan apapun, tak ada satupun hal yang kita inginkan lagi, tak ada lagi yang kita dambakan kecuali apa yang telah kita miliki dalam kekekalan. Kehidupan yang berasal dari Tuhan ada didalam diri kita, kita telah memilikinya...itulah yang Ia katakan. Ayat 13 (1 Yohanes 5) berkata,"Semuanya itu kutuliskan kepada kamu, supaya kamu yang percaya kepada nama Anak Allah, tahu, bahwa kamu memiliki hidup yang kekal". Tuhan mengingin kita memiliki kepastian akan hal ini.

KEDUA, kita tak hanya tahu kita memiliki kehidupan kekal, itu adalah sebuah kepastian, kita TAHU kita menerima jawaban-jawaban terhadao doa-doa kita hingga kelak kita merengkuh kehidupan kekal, dan sementara waktu ini kita memiliki akses langsung ke tahta Tuhan. Ayat 14 (1 Yohanes 5) berkata,"Dan inilah keberanian percaya kita kepada-Nya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya". Ia mendengarkan doa kita, dan jika kita tahu bahwa Dia mendengarkan kita dalam hal apapun yang kita minta, kita tahu kita telah menyampaikan permohonan apa yang kita mintakan  dari Tuhan. Kita memiliki kepastian bahwa kita memiliki kehidupan kekal jika kita melalui sejumlah tes. Kita memiliki kepastian bahwa kita memiliki segala apapun yang Tuhan miliki untuk menjawab kebutuhan kita hanya dengan meminta kepada Tuhan.

Dan kemudian pada ayat 16 dikatakan,"Kalau ada seorang melihat saudaranya berbuat dosa, yaitu dosa yang tidak mendatangkan maut, hendaklah ia berdoa kepada Allah dan Dia akan memberikan hidup kepadanya, yaitu mereka, yang berbuat dosa yang tidak mendatangkan maut. Ada dosa yang mendatangkan maut: tentang itu tidak kukatakan, bahwa ia harus berdoa". Ada dosa yang mendatangkan kematian, saya tidak berkata dia harus membuat permohonan untuk hal ini. Seluruh ketidakbenaran adalah dosa dan ada dosa yang mendatangkan maut. Dan Yohanes sebenarnya meberikan semacam protes kecil, "Ya kamu memiliki akses kesemua milik Tuhan melalui doa, benar Tuhan akan mendengarkan doa anda dan menjawab doa andam kecuali anda berdoa bagi seseorang yang telah diserahkan kedalam kematian/maut untuk dipulihkan atau disembuhkan dan adalah sebuah dosa jika kita melakukannya." Dan Tuhan tidak akan menjawab doa semacam ini.

Ini adalah ilustrasi bahwa dalam berdoa anda harus sesuai dengan kehendak Tuhan, dan jika Ia mendengarkanmu, dan Ia memang mendengarkan, kamu tahu bahwa Ia akan menjawab dan memberikan apa yang kamu minta jika itu sejalan dengan Kehendak-Nya, jika tidak tidak doa anda akan masuk dalam kategori penghakiman Tuhan dimana Tuhan sungguh tidak dapat mengabulkan atau menjawab doa anda. Tetapi hal ini hanyalah pengecualian, dan bukan hal ini yang menjadi pokok utama. Bagian ini hanyalah sub pokok saja. Hal yang terutama adalah Dia mendengar, Dia menjawab dan kita memiliki apa yang kita minta dalam kehendak-Nya. Dan ini adalah sebuah ilustrasi mengenai hal yang tidak dalam kehendak-Nya dan itu adalah : bukan dalam kehendak-Nya untuk membebaskan seseorang yang melakukan perbuatan dosa dari maut, orang ini akan berada dalam penghakiman Tuhan yang akan membawanya kepada kematian. Dan hanya Tuhan yang tahu dosa apakah itu, dan hal ini dapat berbeda dalam  banyak kasus. Ini bisa menjadi jerami yang menghancurkan punggung Unta bila seorang Kristen terus-menerus dalam pemberontakan atau perbuatan dosa. Dan sangat pasti akan...atau dapat diterapkan kepada orang-orang tak percaya yang terus saja melakukan dosa kecemaran dan anda berdoa keselamatan bagi mereka, ini sudah terlalu terlambat.

Tetapi terlepas dari ekstremitasnya, terlepas dari hal ini yaitu diluar kehendak-Nya sperti yang digambarkan disini, kita tahu dengan pasti bahwa kita memiliki kehidupan yang kekal dan bahwa kita memiliki jawaban atas doa kita. Kini kita tiba kepada kepastian KETIGA. sejauh ini ada  tiga kepastian...kita tahu...kita tahu...kita tahu..ayat 18 hingga 20 (1 Yohanes5).

Dan yang pertama, ayat 18, "Kita tahu, bahwa setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa; tetapi Dia yang lahir dari Allah melindunginya, dan si jahat tidak dapat menjamahnya".

Apa arti ayat ini? Ayat ini berarti kita TAHU memiliki kehidupan yang kekal. Kita TAHU  memiliki jawaban atas doa kita, Dan disini kita TAHU kita memiliki kemenangan atas dosa. Kita tahu kita memiliki kemenangan atas dosa. Tak satu pun yang lahir/berasal  dari Tuhan melakukan dosa. Kita sebelumnya telah melihat hal ini dengan detail. Tetapi berikut ini adalah rangkumannya.

Tak satupun yang dilahirkan kembali, tak seorangpun diberikan natur yang baru, tak seoarangpun yang ditransformasikan, regenerasi terus berlangsung dalam pola dosa yang tak terputuskan. Mereka yang tak diubahkan tak dapat berbuat apa-apa kecuali berbuat dosa.

Mereka semuanya mati, Efesus 2: 1 berkata,"Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu". Mereka berjalan menurut jalan dunia ini, seturut dengan  pangeran kegelapan yang menguasai angkasa, roh-roh jahat kini bekerja didalam diri anak-anak manusia yang hidup dalam ketakpatuhan. Mereka berjalan didalam hawa nafsu yang bekerja didalam tubuh mereka, memanjakan beragam hasrat tubuh dan pikiran dan secara natur adalah anak-anak yang dimurkai bahkan semuanya. Tak ada yang baik didalam diri mereka, Mereka tidak dapat melakukan hal yang baik. Mereka milik bapa mereka, iblis. Tak satupun dari mereka yang layak. Tak satupun yang benar, tidak satu orang pun...Roma 3 dengan kuat menyatakan fakta ini." Mereka adalah hamba-hamba ketidakbenaran. Mereka tak putus-putusnya menginjak-injak hukum Tuhan, menginjak-injak Kasih Tuhan, menginjak-injak Injil Kristus. Mereka menantang Tuhan, mereka adalah pembenci Tuhan.

Kata Ibrani untuk dosa adalah "phasa" yang berarti memberontak. Mereka dalam pemberontakan yang terus menerus terhadap hukum Tuhan, kasih dan kekuasaan Tuhan. Secara alami mereka kemudian menjadi anak-anak yang dimurkai, mereka berjalan menuju murka Tuhan. Mereka tentu saja, dibawah kendali langsung oleh pribadi yang dirancang menjadi bapa bagi mereka, iblis. Yesus berkata dalam Yohanes 8 dan demikian juga didalam Kisah Para Rasul 26 : Tuhan berkata kepada Paulus bahwa ia akan diutus untuk membuka mata orang-orang berdosa sehingga mereka dapat berbalik dari kegelapan kepada terang dan dari penguasaan setan kepada penguasaan Tuhan. Manusia adalah budak dosa dan budak bagi setan hingga mereka dilahirkan kembali oleh Tuhan. Dan kita tahu, ayat 18." bahwa tak satu orang pun yang lahir dari Tuhan melakukan dosa". Jadi kita kembali kepokok masalah yang sama.

bersambung ke bagian 6

John MacArthur Grace To You  | Alih Bahasa : Martin Simamora

P O P U L A R - "Last 7 days"