0 5 KEBENARAN KOKOH DALAM MENJALANI TAHUN YANG PENUH DENGAN KETAKPASTIAN (Vol.2)

National Geographic :9/11 Then and Now
Skeletal exterior walls of the World Trade Center stand like crooked gravestones (top) as firefighters work in the aftermath of New York's 9/11 terrorist attacks. On the same street on June 19, 2006, pedestrians have a clearer view of ground zero and its future. By 2013 the 1,776-foot (541-meter) Freedom Tower is to be flanked by three smaller skyscrapers, arrayed in a descending semicircle.
Masih ada beberapa dan lebih banyak lagi ayat-ayat kepastian didalam Alkitab. Kita berhadapan dengan begitu banyak ketakpastian di sebuah dunia yang penuh dengan ketakpastian. Ini adalah sebuah masalah bagi dunia yang penuh dengan ketakpastian, dunia yang kita tinggali saat ini, bukan? Menjadi hal yang terasa lancang bagi orang lain bila kita merasa pasti akan segala sesuatu. Dan dapat dipastikan akan menjadi sebuah sikap dan posisi yang tak dapat ditoleransi bila kita bersikap demikian. Tetapi itulah kebenaran. Alkitab adalah buku yang berisikan bergai hal absolut. Alkitab adalah buku yang berisikan kepastian-kepastian.




Kita tahu pasti bagaimana alam semesta bermula. Kita tahu pasti kesudahan alam semesta. Kita tahu pasti kenapa Tuhan menciptakan dan bagaimana tujuan-Nya di awal penciptaan akan menjadi sempurna diakhir zaman. Kita tahu pasti mengapa orang bersikap sebagaimana mereka berperilaku. Kita tahu pasti mana yang benar dan mana yang salah. Kita tahu pasti mengenai elemen-elemen apa saja yang akan mendatangkan hubungan baik antarmanusia. Kita tahu pasti apa yang diperlukan agar kita dapat ke surga. Kita tahu pasti bahwa ada neraka dan tahu pasti mengapa manusia menuju neraka. Kita tahu pasti akan seluruh hal ini.


Kita memiliki kepastian akan janji-janji Tuhan, memiliki kepastian akan Anak-Nya, Juru Selamat. Memiliki kepastian bahwa Ia menggantikan posisi kita sebagai terhukum mati, kebangkitan-Nya yang aktual, kepastian akan kedatangan-Nya yang kedua kali. Kita yakin akan semua hal ini, keyakinan yang absolut.

Sekarang anda mengerti, bahwa hal ini bukanlah sesuatu yang dapat diterima oleh masyarakat kita secara mudah. Tetapi kita unik didunia yang dipenuhi oleh manusia-manusia peragu. Tuhan bahkan telah memberikan kita sebuha jaminan terhadap kebenaran janji-Nya yang pasti terpenuhi. Dalam Efesus 1:14 dikatakan ," Dia telah bersumpah/memberikan jaminan," ini adalah sebuah garansi," akan warisan kita, janji akan Roh Kudus."

Jika anda menjadi seorang yang percaya (Kristen), anda menempatkan percaya anda didalam Yesus Kristus...mengapa?Karena anda memiliki keyakinan dan kepercayaan bahwa semua janji Tuhan benar. Bukankah demikian?

Anda memiliki keyakinan bahwa apa yang Ia katakan mengenai diri anda adalah benar.Apa yang Ia katakan mengenai dosa anda adalah benar. Apa yang Ia katakan mengenai penghakiman yang akan anda alami adalah benar. Apa yang Ia katakan mengenai pengampunan, belas kasih dan anugerah adalah benar. Apa yang Ia katakan mengenai Kristus didalam Kitab Suci adalah benar. Anda memiliki kesimpulan bahwa kesemuanya ini adalah benar.

Dan ketika anda percaya dalam kebenaran akan Injil, mengakui  seluruh hal yang Tuhan katakan, anda telah menempatkan percaya anda didalam Kristus karena percaya semacam ini dan Tuhan telah menjanjikan kehidupan kekal dan untuk mengamankan janji kehidupan kekal ini, Ia telah memberikan sebuah garansi dan garansi yang Ia berikan kepada anda adalah Roh Kudus yang dengan segera berdiam dan tinggal didalam hati anda. Dan inilah yang dimaksud oleh Rasul Paulus didalam Efesus 1:14 "Dan Roh Kudus itu adalah jaminan bagian kita sampai kita memperoleh seluruhnya, yaitu penebusan yang menjadikan kita milik Allah, untuk memuji kemuliaan-Nya". Kata Jaminan  berasal dari kata arrabon yang berarti : garansi, uang muka, deposito,janji,komitmen. Kata ini bahkan digunakan dalam penyematan cincin, simbol sebuah komitmen dan sebuah janji.

Tuhan berusurusan dengan berbagai kepastian. Dia mengikatkan diri-Nya sendiri dengan Firman-Nya untuk berbagai kepastian tersebut dan Ia telah menggaransi Firman-Nya didalam karunia-Nya yaitu Roh Kudus yang memiliki kita sebagai Bait-Nya, kita orang-orang yang percaya. Dan bila kita membaca bagian akhir Surat Rasul Yohanes (1 Yohanes 5), Yohanes ingin mempertegas kembali para pembacanya dan kepada kita mengenai kepastian-kepastian yang menjadi milik kita. Melalui ayat 12 "Barangsiapa memiliki Anak, ia memiliki hidup; barangsiapa tidak memiliki Anak, ia tidak memiliki hidup".Ingat surat Yohanes ini bertujuan  untuk membedakan mana Kristen sejati dan mana Kristen Palsu. Dan rasul Yohanes menyimpulkan dengan menyatakan kehidupan kekal milik mereka yang memiliki Anak, jika anda memiliki Anak, anda memiliki kehidupan. Jika anda tak memiliki Anak, anda tak memiliki kehidupan.

Dan kemudian Yohanes menyimpulkan tujuannya pada ayat 13 "Semuanya itu kutuliskan kepada kamu, supaya kamu yang percaya kepada nama Anak Allah, tahu, bahwa kamu memiliki hidup yang kekal". Surat ini ditulis oleh rasul Yohanes untuk memberikan garansi kepada anda. Pada 1 Yohanes 1:4 "Dan semuanya ini kami tuliskan kepada kamu, supaya sukacita kami menjadi sempurna". Satu-satunya cara agar anda dapat memiliki kebahagiaan yang sempurna adalah dengan memiliki garansi yang penuh akan keselamatan anda. 1 Yohanes 2:1 "Anak-anakku, hal-hal ini kutuliskan kepada kamu, supaya kamu jangan berbuat dosa, namun jika seorang berbuat dosa, kita mempunyai seorang pengantara pada Bapa, yaitu Yesus Kristus, yang adil". Yohanes mengatakan : saya menuliskan hal ini agar anda dapat memiliki sukacita yang sempurna sebab faktanya anda selalu memiliki seorang Pengantara kepada Bapa bahkan kala jatuh kedalam dosa sehingga anda dapat mengetahui bahwa anda telah diselamatkan. Aku ingin kamu memiliki sukacita. Aku ingin kamu memiliki kekudusan dan keyakinan dalam Pengantaraan-Nya. Dan aku ingin kamu memiliki garansi ini secara sempurna sehingga kamu dapat mengetahui bahwa kamu memiliki hidup yang kekal.

Inilah Kepastian yang terpenting, mengetahui bahwa kamu memiliki kehidupan yang kekal, memiliki kepastian kamu memiliki kehidupan yang kekal. Diseluruh surat rasul Yohanes, ia telah memberikan serangkaian tes...serangkaian tes yang akan mengidentifikasi mana  orang percaya yang sejati dan mana orang percaya yang palsu. Ada banyak guru-guru palsu diantara orang-orang percaya/Kristen. Mereka adalah anti-Kristus yang hidup diantara orang-orang percaya. Ada hal-hal rohani yang palsu dan para penyesat diantara orang-orang percaya. Orang-orang percaya/Kristen berpeluang tidak memiliki kemampuan menangkalnya apabila tidak diajarkan dengan benar, dan itu sebabnya Yohanes memberikan serangkaian tes, serangkaian tes doktrinal, tes pemahaman akan sudut pandang yang benar bahwa manusia itu berdosa, tes terhadap pandangan yang benar mengenai Siapakah Yesus sebenarnya dan mengapa Ia datang kedunia ini.

Kesemuanya adalah pengujian doktrinal. Serangkaian tes moral harus dilakukan dengan kepatuhan terhadap Taurat Tuhan dan kepada Kristus dan Kasih kepada Tuhan dan bukan kepada dunia dan mengasihi yang lainnya. Dan kita telah melalui seluruh ragam tes ini.

Dan orang-orang percaya yang membaca surat rasul yohanes ini seperti yang sekarang kita lakukan, akan tiba pada kesimpulan bahwa mereka telah lulus dari ujian. Mereka percaya berbagai kebenaran mengenai diri mereka sebagai orang berdosa. Mereka percaya berbagai kebenaran tentang Yesus Kristus, Juru Selamat. Mereka menampakan kepatuhan kepada Firman Tuhan, sebagai panduan kehidupan dan memperlihatkan kasih kepada Tuhan dan mengasihi sesama. Yohanes mengatakan dalam suratnya mengapa ia menuliskan hal ini. Aku ingin kamu tahu. Aku ingin kamu menjadi pasti. Aku ingin kamu menjadi yakin.
bersambung ke bagian 3

John MacArthur Grace To You | Alih Bahasa : Martin Simamora

P O P U L A R - "Last 7 days"